Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Penyihir di Tyga



Arumi berpindah ke perbatasan Tyga dengan darah Castella yang masih menutupi lengannya. Arumi menjilati darah di tangannya hingga bersih tak bersisa


Arumi:


Kekuatan milik Rex batu sudah kumiliki, sayang sekali aku tak bisa memakainya seperti


Lord of Light dan Rex batu


Arumi mendapatkan kekuatan Rex batu, Ia kini memiliki 3 elemen yang Ia kuasai. Arumi pun diam-diam menyusup menjadi penduduk biasa dan berbaur dengan masyarakat Tyga


Arumi:


’Wilayah ini sangat bagus dalam produksi persenjataan, aku akan mengambil kesempatan ini’


Arumi pergi ke sebuah tempat yang gelap dan sunyi, Ia menarik emas dari tanah dan menjadikannya emas batangan dengan kekuatan yang Ia dapat dari darah Castella


Arumi:


Seharusnya ini cukup untuk membuka sebuah kedai kecil


Arumi pergi mencari kedai yang dijual sebagai langkah awalnya menguasai produksi senjata di wilayah Tyga. Beberapa menit Ia berkeliling, sampailah Arumi di depan sebuah bangunan yang sedang dijual


Arumi:


’Bangunan ini boleh juga’


Arumi mengetuk pintu bangunan tersebut


”Ya? Siapa itu?”


Pintu dibuka oleh seorang wanita asing


Arumi:


Apa bangunan ini dijual?


”Tidak, bangunan ini tidak dijual”


Arumi:


Lalu mengapa ada tulisan dijual di depan sana?


”Bukan urusanmu”


Pintunya pun ditutup


Arumi:


’Mengapa ada hal yang terasa janggal disini?’


Arumi merasa curiga dan pergi mencari pejabat setempat untuk menanyakan informasi tentang bangunan tersebut. Pejabat itu menjelaskan jika bangunan tersebut dijual dan dapat dibeli langsung darinya, mulai dari surat hingga sertifikatnya dapat langsung diurus olehnya


Arumi:


’Berarti wanita itu menduduki rumah itu secara tidak sah, dengan surat dan sertifikat ini aku bisa memaksanya pergi’


Arumi membeli bangunan tersebut langsung dari si pejabat, Ia pun berhasil memiliki sertifikat dan surat hak miliknya. Arumi pergi kembali ke bangunan tersebut untuk langsung memulai rencananya.


Arumi mencabut tanda jual pada bangunan tersebut dan mengetuk pintunya lagi


”Siapa disitu?”


Arumi:


Ini aku lagi


”Sudah kubilang bangunan ini tidak dijual”


Arumi:


Kau berbohong, aku sudah membeli bangunan ini langsung dari pejabat


Arumi:


Karenanya keluarlah, bangunan ini milik ku sekarang


”Kau berbohong kan?”


Arumi:


Cukup basa-basinya


Arumi membakar pintu tersebut dan langsung menerobos masuk, Ia melihat seorang wanita penyihir sedang melakukan penelitian didalamnya


”H-hei!”


Arumi:


Apa? Bangunan ini milikku, aku bebas melakukannya


Arumi:


Kau adalah penduduk gelap, pergilah


Arumi menunjukkan surat dan sertifikat kepemilikan miliknya


Arumi:


Aku tak akan ragu menggunakan kekerasan


Penyihir tersebut terdiam seribu bahasa sambil gemetaran, Arumi mulai memperkuat eksistensinya sebagai pemilik dengan mengeluarkan aura yang kuat


Arumi:


Pergilah


Krruukkk.....


Perut wanita penyihir tersebut berbunyi


”Ughh....”


Arumi:


’Suara itu....dia kelaparan?’


Arumi pun langsung mengerti apa yang sedang terjadi, Ia berhenti menekan penyihir tersebut


Arumi:


Jadi kau hanyalah seorang gelandangan yang tak memiliki uang sedikitpun bukan?


”A-aku bukan gelandangan”


Arumi:


Jika demikian, mengapa kau disini?


Arumi:


Dan dari suara perutmu tadi, kau seperti orang yang tidak makan dalam berhari-hari


”Bukan urusanmu”


Arumi:


Dengar, aku akan memberimu kesempatan


”E-eh?”


Arumi:


Aku akan memenuhi semua kebutuhanmu dengan syarat kau menjadi pekerjaku


”Apa-apaan itu?”


Arumi:


Terima atau tidak?


”Ahh..baiklah aku terima”


Arumi:


Kalau begitu tanda tangani kontrak ini


”Aku akan menandatanganinya”


Arumi:


Bukan kontrak biasa, ini kontrak sihir


”E-eh?”


Arumi:


Aku tak ingin mengambil resiko, dan juga kau adalah seorang penyihir bukan?


Arumi:


Jika demikian, kau pasti tahu cara kerja kontrak sihir ini


”Tentu aku paham”


Arumi:


Kalau begitu tanda tangani ini


”Baik baik”


Penyihir tersebut "menandatangani" kontrak tersebut


Arumi:


Celene Catharinus, nama yang bagus


Arumi:


Baiklah, ayo kita mencari tempat makan terdekat terlebih dahulu


Celene:


Sekarang?


Arumi:


Kau mau atau tidak?


Celene:


A-aku mau


Arumi:


Kalau begitu ayo


Arumi pun mengajak Celene mencari tempat makan di kota


Arumi:


Pilihlah apa yang ingin kau makan


Celene:


Be-benarkah?


Arumi menyerahkan 5 keping emas pada Celene


Celene:


A-apa kau serius? Sebanyak ini?!


Arumi:


Aku sudah bilang akan memenuhi kebutuhanmu bukan?


Arumi:


Belilah yang ingin kau makan, aku masih harus mencari sesuatu di tempat ini


Arumi:


Kita akan bertemu lagi di rumah


Arumi meninggalkan Celene


Celene:


’Siapa wanita ini? Sikapnya seperti orang yang tak peduli dengan harta di dunia ini’


Celene pergi membeli makanan di kota, Ia berkeliling beberapa saat sambil membuat perhitungan


Celene:


Satu keping untuk membeli makanan dan satu keping lagi untuk membeli bahan penelitianku


Celene:


Sisanya mungkin akan ku tabung


Celene langsung pergi membeli semua yang Ia butuhkan, mulai dari makanan hingga peralatannya. Beberapa lama kemudian, Ia selesai membeli semuanya termasuk makanan yang Ia beli


Celene:


Huahh..sudah lama aku tidak makan sepuas ini dan berbelanja sebanyak ini


Celene langsung kembali ke "rumah"


Celene:


Apa???


”Rumah” tersebut direnovasi total oleh Arumi


Arumi:


Oh? Kau sudah kembali


Celene:


Barang-barangku!!


Arumi:


Arumi selesai merenovasi bangunan tersebut menjadi tempat yang layak untuk ditinggali sekaligus sebagai kedainya


Celene:


Di-dimana barang-barangku??


Arumi:


Ada di ruang penelitianmu


Celene masuk dan mencari ruang penelitian yang dimaksud Arumi hingga sampailah Ia di ruang penelitian tersebut


Cklek


Celene:


Ti-tidak mungkin!


Celene terkejut karena Arumi sudah menyelesaikan penelitian miliknya


Arumi:


Kau ingin meneliti Abyss bukan?


Celene:


Bagaimana mungkin kau menemukan jawabannya?!


Arumi:


Kecilkan suaramu terlebih dahulu


Celene:


Aku sudah meneliti ini selama 4 tahun dan kau menyelesaikannya begitu saja?


Arumi:


Sederhana saja, aku ini mantan Jenderal besar Abyss terdahulu


Wajah Celene langsung menjadi pucat


Celene:


Je-je-jenderal Abyss....?!


Arumi:


Itu sudah berlalu ribuan tahun yang lalu semenjak Tria Principalis mulai dilupakan


Arumi:


Jadi Celene, sampai mana pengetahuanmu tentang Abyss?


Celene:


Ha-hanya sampai di titik pemanfaatan kekuatan Abyss


Arumi:


Tunjukkan padaku


Celene:


Ba-baik


Celene mulai mengeluarkan kekuatan kegelapan, namun kekuatan tersebut tidak berarti sama sekali bagi Arumi


Arumi:


Ternyata hanya sampai disitu saja


Celene:


Aku masih harus menelitinya


Arumi:


Hentikan, kau hanya akan menciptakan delusi bagi semua orang


Arumi:


Aku dulu juga melakukan hal yang sama, Abyss menyeretku ke dalam kehancuran umat manusia


Arumi:


Hentikan penelitianmu, ini adalah perintah


Celene:


Baik.....


Arumi:


Sekarang dengarkan aku


Arumi:


Lord of Light kedua sudah terlahir kembali


Celene:


Benarkah?!


Arumi:


Benar, aku sudah memastikannya


Celene:


Lalu apa kau akan menghancurkannya sebagaimana Abyss melakukannya?!


Arumi:


Apa? Tentu tidak, aku sudah bertemu dengannya dan menjadi pelayannya


Celene:


Yang benar saja!


Arumi:


Jika kau tak percaya, saksikanlah ini


Arumi menyeret Celene ke ingatannya


Celene:


I-ini.....


Arumi:


Benar, dia lah Lord of Light dan itu adalah ibu angkatnya sang Rex petir


Celene:


Ja-jadi apa yang kau lakukan di wilayah ini?


Arumi:


Aku harus menguasai persenjataan wilayah ini agar dapat membuat Rex api berada di bawah kendaliku


Arumi:


Lalu, aku akan membuka jalur bagi kedua wilayah agar saling terhubung dan saling menjaga


Celene:


Menjaga? Apa maksudmu?


Arumi:


Abyss akan terbuka sepenuhnya dan


Lord of Light harus menghentikannya lagi


Celene:


Abyss akan terbuka sekali lagi?


Arumi:


Ya


Celene:


Berarti Rex api yang akan terkena dampaknya secara langsung


Arumi:


Ya, Rex api selalu menjadi perisai umat manusia, hal ini sudah terjadi dari dulu


Celene:


Tidak heran jika orang-orang memberi sebutan Jenderal Naga Yang Membara


Arumi:


Sebutan itu lahir disaat Rex api pertama bertempur melawan rekan-rekanku


Celene:


Sungguh luar biasa


Arumi:


Ngomong-ngomong, kekuatan apa yang kau miliki?


Celene:


Aku mempunyai kekuatan air


Arumi:


Air? Apa mungkin kau berasal dari Korapolas?


Celene:


Benar, aku berasal dari sana


Arumi:


Jika demikian, Lord of Light hanya harus meniru penguasaan air milikmu


Celene:


Tapi aku tidak begitu bagus dalam penguasaan air


Arumi:


Dia hanya membutuhkan penguasaannya saja, hal ini akan mempercepat penguasaan elemen miliknya


Arumi:


Dengan begitu, Ia tak perlu repot-repot menemui Rex air


Celene:


Hal itu tidak mungkin


Arumi:


Percayalah, dia menguasai semua teknik elemen dengan melihat elemennya saja


Arumi:


Tapi sayang sekali inti petir miliknya tidak bisa berfungsi lagi


Celene:


Mengapa demikian?


Arumi:


Dia menyerap kekuatan Rex petir terdahulu kemudian memberikan intinya pada ibu angkatnya sebagai obat pemulihan


Celene:


Tidak ada salahnya jika menurutku, lagipula aku sepertinya mempunyai solusi untuk itu


Arumi:


Katakanlah


Celene:


Sebenarnya inti kekuatan itu bisa dinyalakan kembali jika diberi rangsangan elemental yang lain


Celene:


Ilmu ini sudah kuteliti secara diam-diam di Korapolas


Arumi:


Jika demikian, resonansi elemen petir erat dengan elemen air yang dimana petir akan mengalir saat terkena air bukan?


Celene:


Benar, aku juga tahu cara menyalakan inti yang lainnya


Arumi:


Katakan padaku semuanya


Celene:


Baiklah