
Setelah armada yang datang ke wilayah Tyga diperintahkan untuk mundur dan pergi ke wilayah petir, seorang kapten mengambil alih pasukan. Ia bernama Ken, salah satu kapten dari 4 kapten yang terpilih untuk memegang kendali pasukan. Ken mengawasi setiap kinerja prajurit yang Ia pimpin.
Disaat Ia sedang mengawasi prajuritnya, datanglah laporan dari ketua kelompok 4
(Satu kapten memimpin 8 kelompok)
Tomo:
Kapten, maaf mengganggu
Ken:
Ada apa?
Tomo:
Saat saya dan pasukan saya pergi kembali, diperjalanan, kami bertemu dengan kapten nomor 2
Tomo:
Beliau berkata jika wilayah Korapolas membutuhkan lebih banyak bantuan disana
Ken:
Apa ada informasi tentang wilayah Korapolas?
Tomo:
Ada kapten
Ken:
Biar kulihat
Prajurit tadi menyerahkan laporannya pada Ken
Ken:
Sumber daya milik mereka masih kurang untuk mengolah?
Ken:
Bagaimana mungkin?
Tomo:
Jadi apa keputusan anda?
Ken:
Kirimkan 2 kelompok saja untuk wilayah Tonitru
Ken:
Sisanya akan pergi ke Korapolas
Tomo:
Baik
Ken:
Kau dari kelompok berapa?
Tomo:
Saya dari kelompok 4
Ken:
Aku mengerti, kau sudah boleh kembali
Tomo:
Dimengerti kapten
Prajurit tadi pergi meninggalkan Ken
Ken:
Pengumuman!
Ken berteriak dari dek utama
Ken:
Kelompok 4 dan kelompok 5, pergilah ke Tonitru!
Ken:
Sisanya pergilah ke Korapolas!
Dengan segera kapal-kapal berhenti dan menyisakan kapal kelompok 4 dan 5 yang terus melanjutkan perjalanannya
Ken:
Menuju ke Korapolas!
Kapal-kapal pun langsung berbalik arah menuju ke Korapolas. Dalam beberapa jam saja, mereka sudah sampai di perbatasan Korapolas.
Ken meloncat dari dek kapal menuju ke laut langsung
Crack!
Air yang diinjaknya menjadi beku dan Ia mulai berjalan
Ken:
Harusnya gerbangnya ada di sekitar sini
Blup blup blup blup
Terlihat gelembung-gelembung udara di dekat Ken
Ken:
Mungkinkah yang ini?
Ken menekuk lututnya dan menyentuh permukaan air yang terdapat gelembung tadi
Zrash!
Permukaan air menjadi terbuka dan membuat lorong masuk yang sangat besar kedalam laut
”Siapakah dirimu?”
Terdengar suara seorang wanita yang menggema di lorong besar tersebut
Ken:
Aku adalah Ken, kapten dari pasukan bantuan Viestavas!
”Viestavas? Rex angin?”
Ken:
Benar!
”Masuklah”
Ken:
Terima kasih
Ken mengisyaratkan armadanya untuk masuk ke dalam lorong tersebut
Wuungggg.....
Kapal-kapal armadanya turun dan masuk ke dalam lorong dan diikuti oleh Ken
Whuuuuppp.....
Lorongnya tertutup kembali secara perlahan mengikuti pergerakan Ken hingga ke dasar lorong. Sesampainya Ken didasar lorong, kedatangannya disambut oleh seorang komandan bernama Agi yang bertugas sebagai utusan langsung oleh Nechryn (Rex air)
Agi:
Salam kenal, aku Agi. Utusan langsung dari Rex air, Nechryn
Agi:
Apakah kau yang bernama Ken?
Ken:
Ya, benar, itu aku
Agi:
Ikut aku menemui yang mulia Nechryn
Ken:
Dengan senang hati
Agi pun pergi ke kerajaan untuk mengantarkan Ken kepada Nechryn. Beberapa saat mereka berjalan, sampailah mereka di depan gerbang kerajaan yang dijaga oleh seorang pengawal
”Sebutkan kepentingan kalian?”
Agi:
Dia adalah tamu Yang Mulia Nechryn
Agi:
Biarkan dia masuk
”Dimengerti, silahkan”
Pengawal tersebut membuka gerbangnya dan terlihat lah singgasana yang megah
Agi:
Ayo masuk
Agi berkalam masuk ke dalam istana, namun Ken masih belum berani menginjakan kakinya ke dalam lantai istana
Agi:
Ada apa?
Ken:
Maaf, tetapi aku masih belum percaya diri berhadapan langsung dengannya
Agi:
Jangan khawatir, Yang Mulia adalah orang yang sangat berbeda dari apa yang kau bayangkan
Ken:
Maaf, tapi seseorang sepertiku masih belum pantas menginjakan kaki ku kedalam istana
Agi:
Baiklah, aku akan memanggil Yang Mulia
Ken:
Ya, terima kasih
Agi masuk kedalam dan meninggalkan Ken seorang diri
Ken:
’Menghadap salah satu dari dua orang Rex yang menciptakan bangsaku’
Ken:
’Ini adalah sebuah kehormatan’
Ken bersimpuh sambil menunggu kedatangan Nechryn
Tap Tap Tap Tap Tap Tap
Terdengar suara langkah kaki seseorang
Agi:
Yang Mulia menolak permintaan mu,
Yang Mulia ingin bertemu langsung denganmu
Ken:
Baiklah jika itu permintaannya
Ken bangkit berdiri dan berjalan masuk ke dalam istana dengan rasa penuh hormat
Ken:
Ken mengikuti Agi ke sebuah ruangan
Agi:
Disini
Kreeeetttt....
Agi membuka pintunya dan mempersilahkan Ken untuk masuk
Ken:
’Ini dia’
Ken memasuki ruangannya
Nechryn:
Senang bertemu denganmu
Terlihat sosok Nechryn sedang duduk di belakang meja bundar dengan trisula di sampingnya
Ken:
Sebuah kehormatan bagi saya untuk bertemu dengan anda Yang Mulia
Ken langsung berlutut setelah melihat Nechryn
Nechryn:
Bangkitlah dan duduk disini
Nechryn:
Aku ingin berbicara denganmu
Ken:
Dimengerti
Ken bangkit dan duduk di kursi yang sudah disiapkan, Ia kini berhadapan langsung dengan Nechryn
Nechryn:
Siapakah namamu?
Ken:
Nama saya adalah Ken Potens
Nechryn:
Baiklah Ken
Nechryn:
Jadi kau adalah pemimpin dari pasukan tambahan dari Viestavas kan?
Ken:
Benar, saya pemimpin armada ke tiga
Nechryn:
Apa kau mengenal seseorang bernama Ryu?
Ken:
Ya, saya mengenalnya
Nechryn:
Dua hari yang lalu, Dia terluka akibat serangan dadakan dari Abyss
Nechryn:
Saat ini tubuhnya sudah berada di kondisi yang aman
Nechryn:
Namun sayangnya Abyss menyerang inti kekuatan elemen miliknya
Nechryn:
Kini, inti miliknya tidak akan bertahan lama. Jadi aku terpaksa mengeluarkannya
Nechryn memperlihatkan sebuah permata kecil berwarna biru muda yang redup sinarnya
Ken:
Izinkan saya melihatnya
Nechryn memberikan permatanya pada Ken
Ken:
’Sahabatku, kuatkanlah tekadmu’
Ken mengalirkan kekuatannya kepada inti milik Ryu dan kini intinya bersinar terang lagi
Ken:
Ini dia
Ken mengembalikan inti tersebut pada Nechryn
Nechryn:
Apa yang kau lakukan untuk mengembalikan kekuatannya?
Ken:
Saya dan Ryu memiliki tekad serta kekuatan elemen yang sama
Ken:
Hal ini tentu dapat mengembalikan kekuatan Helios miliknya kembali
Nechryn:
Bagaimana cara kerja benda ini?
Ken:
Inti elemen adalah kekuatan yang diturunkan langsung oleh para Rex
Ken:
Semua orang yang memiliki Helios ini pasti mempunyai rekannya
Ken:
Baik itu seseorang maupun banyak orang
Ken:
Semakin sedikit rekannya, maka semakin kuat pula kekuatan elemen milik mereka
Nechryn:
Lalu, bagaimana cara memisahkan dan menentukannya?
Ken:
Kekuatan ini mendorong keunggulan seseorang dalam, panahan, sihir, dan kekuatan fisik
Ken:
Panah dan sihir adalah mereka yang memiliki ketepatan dan kecerdasan yang baik
Ken:
Sedangkan mereka yang diberi kekuatan fisik dapat menguasai banyak jenis senjata serta bagus dalam pertarungan langsung
Nechryn:
Terima kasih, aku paham secara garis besarnya
Nechryn:
Kau memiliki keunggulan apa?
Ken:
Saya memiliki keunggulan di kekuatan fisik, senjata utama saya adalah tombak
Ken:
Senjata utama milik Ryu adalah pedang
Nechryn:
Baiklah, cukup pembahasannya
Nechryn:
Sekarang, aku punya tugas untukmu Ken
Ken:
Silahkan Yang Mulia
Nechryn:
Aku ingin kau menjaga perbatasan Abyss
Nechryn:
Pasukanku sudah menuliskan seluruh informasi tentang monster yang menyerang belakangan ini
Ken:
Saya mengerti, akan segera saya laksanakan
Nechryn:
Ya
Ken:
Satu lagi. Yang Mulia, sejak kapan kekuatan Abyss terlepas? Karena saya sudah memeriksa daratan Rex api
Ken:
Tidak ada tanda-tanda Abyss menyerang
Nechryn:
Abyss memang sudah tersegel di daratan, namun tidak di lautan
Nechryn:
Karena menurut Lord of Light, kekuatan laut masih bisa menahan mereka untuk sementara waktu
Nechryn:
Tetapi sebentar lagi kekuatan laut harus beradu dengan kekuatan Abyss sebagaimana yang dikatakan oleh Lord of Light
Ken:
Baiklah, saya sudah mengerti
Ken:
Saya izin untuk pergi Yang Mulia
Nechryn:
Ya, silahkan
Ken bangkit dari tempat duduknya dan pergi keluar dari istana
Nechryn:
Agi, bawa dia ke pertahanan garis depan dan kembalikan inti elemen ini
Agi:
Baik Yang Mulia
Agi kemudian pergi keluar dari istana dan menjalankan perintah Nechryn