Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Perjuangan



Roh dari Rex angin ketiga terus-menerus menahan amarah Liang Wei dengan sepenuh tenaga, namun kekuatan "sisa" sangat jauh berbeda dengan kekuatan "asli", kekuatan yang tersisa padanya sangat sulit meredam kekacauan yang diakibatkan oleh Liang Wei


’Kalau seperti ini apa boleh buat’


Roh Rex angin ketiga menghilangkan badai yang mengunci Viestavas dan menyegel


Liang Wei didalam Gong Tian dengan kekuatannya


’Seharusnya ini bisa menahannya’


Hujan yang diciptakan Nechryn pun sampau di Viestavas


’Oh tidak, kenapa harus sekarang?’


Roh Rex angin ketiga terpaksa membuat badai yang berkecepatan tinggi untuk menemui Vassago


’Dia sangat jauh dari tempat ini’


BRUUSSHHHH!!!!!


Badai yang kencang pun mendatangi Saxa


Aiwaka:


’Kekuatan ini adalah kekuatan kuno’


Aiwaka segera pergi menghadap ke badai tersebut berada


Aiwaka:


Hei, kau pergi ke ruang perawatan dan bawalah ini kepada seorang wanita bernama Celene


”Baik tuan!”


Aiwaka pun pergi


Bum!


Aiwaka:


Siapakah dirimu?


’Akhirnya aku menemukan bantuan’


Badainya pun menghilang dan menyisakan suara melodi yang lembut


’Wahai penjaga permukaan tanah, bawalah sang angin menuju ke istananya’


Aiwaka:


Aku mengerti


Roh Rex angin pun sudah tak bisa membuat wujud apapun selain suara melodinya, Ia kini terbawa ke sisa kekuatannya di Viestavas yaitu segel yang menyegel Liang Wei. Sementara itu Aiwaka pergi ke tempat Vassago berada


Aiwaka:


Permisi, aku harus membawanya dulu


Celene:


Sempurna!


Celene mengambil sedikit kekuatan Aiwaka dengan batu merah delima dan langsung Ia ubah menjadi obat cair


Celene:


Tunggu sebentar, aku harus meminumkannya obat ini


Aiwaka:


Cepatlah


Celene meminumkan obatnya pada Vassago


Celene:


Sekarang jiwanya hanya sebatas jiwa manusia, berhati-hatilah membawanya


Aiwaka:


Baik


Aiwaka menggendong Vassago dan pergi membawanya ke Viestavas


Aiwaka:


Rex api sahabatku, tunggulah sebentar lagi!


Aiwaka mengirimkan pesannya melalui tanah


Eios:


Aku mengerti


Sesampainya Aiwaka dan Vassago di Viestavas, mereka dikejutkan oleh Gong Tian yang berada di dalam arus angin berbentuk bola


Vassago:


Di..sa.na..


Aiwaka langsung menembus segelnya, Ia dikejutkan oleh penampilan Liang Wei yang serba hitam seperti Abyss sedang melayang sambil mengeluarkan kekuatan angin yang deras sekali


Vassago:


Istriku....


Vassago melepaskan dirinya dari Aiwaka dan terjatuh ke lantai


Aiwaka:


Hei


Vassago:


Biar..aku saja....


Vassago menyeret tubuhnya untuk mendekati Liang Wei


Aiwaka:


’Kalau begini, kekuatannya tak akan cukup’


Aiwaka mengalirkan kekuatannya, Vassago pun menjadi lebih bertenaga


Vassago:


Terima kasih


Vassago segera menyeret tubuhnya lebih cepat lagi dan mendekati Liang Wei


Vassago:


Istriku..sadarlah....


Vassago terus-menerus mengucapkannya selagi menyeret tubuhnya


Aiwaka:


’Ayo, sedikit lagi!’


Vassago pun akhirnya berada di bawah kaki Liang Wei, Ia menarik kakinya untuk bangkit berdiri


Vassago:


Istriku..aku kembali


Vassago memeluk Liang Wei dan tetap terus membisikan kepulangannya di telinga


Liang Wei. Suara Vassago menembus hingga ke alam bawah sadar Liang Wei yang terkunci oleh ilusi *Aby*ss


Liang Wei:


Hiks..hiks..tega sekali....dirimu.....


”Istriku..aku kembali”


Liang Wei:


Suara itu....


Suara Vassago terus-menerus bergema hingga terdengan jelas oleh Liang Wei


Liang Wei:


Suara yang lembut itu, tidak salah lagi


Liang Wei:


Itu dia!


Liang Wei pun tersadar dan kekuatan angin yang Ia keluarkan pun berhenti


Liang Wei:


Kau kah itu....


Liang Wei:


Suamiku?


Vassago:


Ya, aku sudah kembali