
Roh dari Rex angin ketiga terus-menerus menahan amarah Liang Wei dengan sepenuh tenaga, namun kekuatan "sisa" sangat jauh berbeda dengan kekuatan "asli", kekuatan yang tersisa padanya sangat sulit meredam kekacauan yang diakibatkan oleh Liang Wei
’Kalau seperti ini apa boleh buat’
Roh Rex angin ketiga menghilangkan badai yang mengunci Viestavas dan menyegel
Liang Wei didalam Gong Tian dengan kekuatannya
’Seharusnya ini bisa menahannya’
Hujan yang diciptakan Nechryn pun sampau di Viestavas
’Oh tidak, kenapa harus sekarang?’
Roh Rex angin ketiga terpaksa membuat badai yang berkecepatan tinggi untuk menemui Vassago
’Dia sangat jauh dari tempat ini’
BRUUSSHHHH!!!!!
Badai yang kencang pun mendatangi Saxa
Aiwaka:
’Kekuatan ini adalah kekuatan kuno’
Aiwaka segera pergi menghadap ke badai tersebut berada
Aiwaka:
Hei, kau pergi ke ruang perawatan dan bawalah ini kepada seorang wanita bernama Celene
”Baik tuan!”
Aiwaka pun pergi
Bum!
Aiwaka:
Siapakah dirimu?
’Akhirnya aku menemukan bantuan’
Badainya pun menghilang dan menyisakan suara melodi yang lembut
’Wahai penjaga permukaan tanah, bawalah sang angin menuju ke istananya’
Aiwaka:
Aku mengerti
Roh Rex angin pun sudah tak bisa membuat wujud apapun selain suara melodinya, Ia kini terbawa ke sisa kekuatannya di Viestavas yaitu segel yang menyegel Liang Wei. Sementara itu Aiwaka pergi ke tempat Vassago berada
Aiwaka:
Permisi, aku harus membawanya dulu
Celene:
Sempurna!
Celene mengambil sedikit kekuatan Aiwaka dengan batu merah delima dan langsung Ia ubah menjadi obat cair
Celene:
Tunggu sebentar, aku harus meminumkannya obat ini
Aiwaka:
Cepatlah
Celene meminumkan obatnya pada Vassago
Celene:
Sekarang jiwanya hanya sebatas jiwa manusia, berhati-hatilah membawanya
Aiwaka:
Baik
Aiwaka menggendong Vassago dan pergi membawanya ke Viestavas
Aiwaka:
Rex api sahabatku, tunggulah sebentar lagi!
Aiwaka mengirimkan pesannya melalui tanah
Eios:
Aku mengerti
Sesampainya Aiwaka dan Vassago di Viestavas, mereka dikejutkan oleh Gong Tian yang berada di dalam arus angin berbentuk bola
Vassago:
Di..sa.na..
Aiwaka langsung menembus segelnya, Ia dikejutkan oleh penampilan Liang Wei yang serba hitam seperti Abyss sedang melayang sambil mengeluarkan kekuatan angin yang deras sekali
Vassago:
Istriku....
Vassago melepaskan dirinya dari Aiwaka dan terjatuh ke lantai
Aiwaka:
Hei
Vassago:
Biar..aku saja....
Vassago menyeret tubuhnya untuk mendekati Liang Wei
Aiwaka:
’Kalau begini, kekuatannya tak akan cukup’
Aiwaka mengalirkan kekuatannya, Vassago pun menjadi lebih bertenaga
Vassago:
Terima kasih
Vassago segera menyeret tubuhnya lebih cepat lagi dan mendekati Liang Wei
Vassago:
Istriku..sadarlah....
Vassago terus-menerus mengucapkannya selagi menyeret tubuhnya
Aiwaka:
’Ayo, sedikit lagi!’
Vassago pun akhirnya berada di bawah kaki Liang Wei, Ia menarik kakinya untuk bangkit berdiri
Vassago:
Istriku..aku kembali
Vassago memeluk Liang Wei dan tetap terus membisikan kepulangannya di telinga
Liang Wei. Suara Vassago menembus hingga ke alam bawah sadar Liang Wei yang terkunci oleh ilusi *Aby*ss
Liang Wei:
Hiks..hiks..tega sekali....dirimu.....
”Istriku..aku kembali”
Liang Wei:
Suara itu....
Suara Vassago terus-menerus bergema hingga terdengan jelas oleh Liang Wei
Liang Wei:
Suara yang lembut itu, tidak salah lagi
Liang Wei:
Itu dia!
Liang Wei pun tersadar dan kekuatan angin yang Ia keluarkan pun berhenti
Liang Wei:
Kau kah itu....
Liang Wei:
Suamiku?
Vassago:
Ya, aku sudah kembali