Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Pertarungan Rex



Ditempat Ken dan Deus, tanah hancur lebur dibuat oleh mereka. Deus memberikan pukulan yang sangat kuat dan mengubah tanah menjadi lahar, Ken menghilangkan lahar-lahar tersebut sambil menangkisnya. Ken mengikat tangan dan kaki Deus dengan air lalu dibekukannya


Deus:


Uh oh


BUMMM!!!!!


Ken memberikan pukulan penuh dengan tangan kanannya. Perut Deus berlubang dan Ia terlempar akibat pukulan Ken. Tidak sampai disana, Ken membuat sebuah domain dengan kekuatannya dan menarik Deus kedalam


Deus:


Fuhh..tidak buruk


Deus menyalakan lahar dari tubuhnya dan mengeluarkan udara panas


Deus:


Ayo! Lagi!


Ken:


’Luka yang kuberikan seperti bukan apa-apa baginya’


Ken membekukan Deus dengan mengubahnya menjadi pilar es


Deus:


Bagus! Lagi!


Ken membuat pilar tersebut semakin tebal dan memadatkan esnya sekuat mungkin, Deus mulai merasakan rasa sakit pada tubuhnya


Deus:


’Bagaimana mungkin ini terjadi?’


Penghilang rasa sakit milik Deus dibuat menghilang oleh Ken hanya dengan membekukannya


Deus:


’Aku tidak bisa bermain-main lagi’


Fsssshhhhhh.....


Deus mencairkan pilarnya


Ken:


’Itu sia-sia’


Ken mempersempit domain miliknya, sehingga tekanan yang dapat diberikannya pada es tersebut semakin kuat dan semakin kokoh


Deus:


’Oh tidak!’


Deus dibekukan lagi, kini seluruh tubuhnya tak lagi bisa menggunakan inti Rex laharnya


Ken:


’Seharusnya aku bisa menghabisinya dalam satu serangan’


Ken bersiap meninju pilar tersebut, namun Ia teringat lagi jika matahari masih bersinar


Ken:


’Mau tidak mau aku harus menahannya’


Ken memberi segel pada pilar es yang membekukan Deus dan pergi meninggalkannya di dalam domain miliknya


Ken:


’Ada baiknya aku tanding ulang dengannya jika semuanya sudah aman’


Ken menyusutkan domainnya hingga hanya menutupi pilar es yang menahan Deus, Ia kemudian pergi mencari Rex petir


CTASH!!!


Dari kejauhan terlihat cahaya berwarna ungu dan hijau bersinar-sinar


Ken:


’Sepertinya mereka bertarung sampai


habis-habisan’


Ken pergi mendekati medan bertarungnya Raiden dan Uzia


JDAR!


Petir menyambar Raiden-Kogo


”HYAAAAAAA!!!!”


Raiden-Kogo dan Uzia bertarung sangat sengit, seluruh area yang menjadi medan bertarung mereka berubah menjadi kristal ungu dan hijau


Duakkk!!


Raiden-Kogo terkena serangan Uzia


Raiden:


’Dia bisa mengimbangi kita’


Azami:


’Jangan heran, dia merasakan pergerakan kita dari kristal-kristal ini’


Raiden:


’Hmph! Aku akan menyerangnya dengan cara yang satu itu’


Raiden memikirkan serangan yang digunakannya pada Arumi dulu


Azami:


’Mungkin cara itu bisa berhasil’


Raiden:


’Kita harus mencobanya’


Azami:


’Ya!’


Raiden-Kogo memusatkan tenaganya pada Katana-nya


Ken:


’Aku harus menjauh dari sini’


Ken pergi menjauh secepat mungkin


Raiden-Kogo:


Petir akan menyambar mereka yang menantangnya


Raiden-Kogo melesat ke arah Uzia


Uzia:


Hiaaattt!!!


Uzia membuat dinding perisai sebanyak delapan ratus delapan puluh tiga untuk berlindung dari serangan Raiden-Kogo


BRAAAAKKKKK!!!!!


Dinding perisainya dihancurkan satu per satu oleh Raiden-Kogo dengan tangannya


Ken:


’Eh? Dimana pedangnya?’


Bzzttt!!!


Raiden-Kogo seketika menghilang dan muncul dihadapan Uzia


Jdar!


Uzia terkena tebasan dari Katana-nya


Raiden-Kogo


KRAKKK!!!!


Lengan kanannya Uzia hancur


berkeping-keping


Uzia:


Sialan!


Uzia melancarkan hantaman dengan tangan kirinya


Bzzttt!!!


Raiden-Kogo menghilang lagi


BRAAKKKK!!!!


Dinding perisai milik Uzia mendadak hancur lebur hingga dindingnya hanya menyisakan serbuk-serbuk kristal


ZZZZZZZZZZZZZZTTTTTTTTT!!!!!!!!


Terlihat ratusan wujud Raiden-Kogo mengelilingi Uzia


Ken:


’Apa-apaan itu?!’


Seluruh Raiden-Kogo itu mengangkat


Katana-nya


Uzia:


’Dimana yang asli?!’


Uzia menyerang Raiden-Kogo di hadapannya dengan menembakan kristal


Shuuuu.....


Kristalnya melewati para Raiden-Kogo tersebut


Uzia:


Raiden-Kogo:


Matilah


Uzia:


!!!!!!!!!


JDAAARRRRRR!!!!!!!!!


Ratusan tebasan milik Raiden-Kogo menghantam dan menghancurkan Uzia secara bertubi-tubi tanpa berhenti sedikitpun


Uzia:


HEEAAAAAAGGGGHHHHHHH!!!!!!


Uzia berusaha menahannya namun sia-sia karena tubuhnya perlahan-lahan terkikis hancur akibat terkena tebasan milik Raiden-Kogo


KRAK!!!


Tubuh Uzia pun retak-retak


Raiden-Kogo:


HMPH!


Raiden-Kogo mengakhiri Uzia dengan satu tusukan luar biasa kuatnya dari Katana-nya


BRAKKK!!!


Tubuh Uzia pun lenyap tak bersisa


Raiden-Kogo:


Huff.....


Wujud Raiden-Kogo menghilang dan terlihatlah Raiden dan Azami sedang beelutut di atas tanah


Azami:


Ughh....banyak sekali kekuatan yang kamu gunakan Rin!


Raiden:


Maaf, tubuhnya sangat keras


Raiden:


Lihatlah


Raiden memperlihatkan inti dari Devanagari logam dan kristal


Fssshhhhhh......


Inti-inti tersebut hancur menjadi abu hitam


Raiden:


Inti-inti ini hancur saat tebasan terakhir tadi


Raiden:


Bahkan sebagian besar kekuatan kita juga digunakan saat serangan terakhir tadi


Azami:


Sekarang bagaimana kita akan berjalan?


Raiden:


Entahlah, tubuhku terasa kaku dan tidak bisa bergerak sama sekali


Azami:


Ahh..mau tidak mau kita harus terbaring diatas tanah


Raiden:


Ya


Brukkk


Raiden dan Azami terbaring diatas tanah, nafas mereka berdua sangat terengah-engah


Raiden:


Hei Azami, kamu merasakannya?


Azami:


Ya, ada seseorang disini


Ken mendengar percakapan mereka dari jauh


Ken:


’Sepertinya aku harus menemui mereka’


Ken pergi menemui mereka


Ken:


Ini aku


Azami:


Oh, syukurlah


Ken:


Kalian perlu bantuan?


Raiden:


Ya


Ken mengalirkan kekuatannya pada Raiden


Raiden:


Heagh.....


Raiden bangkit berdiri


Raiden:


Azami, gunakan wujud rubahmu


Azami:


Baik


Puff!


Azami berubah menjadi rubah kecil, Raiden pun menggendongnya


Raiden:


Bagaimana pertarunganmu?


Ken:


Aku menyegelnya


Raiden:


Tidak kau habisi?


Ken:


Tidak, kekuatanku tidak cukup besar untuk menghancurkannya


Raiden:


Lalu kau apakan?


Ken:


Aku hanya menyegel mati dia


Raiden:


Kita harus menghancurkan dia secepatnya nanti


Ken:


Ya


Ken:


Apa kau kuat untuk bepergian?


Raiden:


Hanya bisa berjalan kaki saja


Ken:


Baiklah, ini kukembalikan padamu


Ken menyerahkan helios yang diberikan Raiden padanya


Raiden:


Eh?


Ken:


Pakai saja, kau lebih membutuhkannya


Raiden:


Baiklah


Bzzttt!


Raiden dan Azami pergi dari hadapan Ken


Ken:


’Aku harus memeriksanya’


Ken pergi ke tempat Eios bertarung