
Ditempat Ken dan Deus, tanah hancur lebur dibuat oleh mereka. Deus memberikan pukulan yang sangat kuat dan mengubah tanah menjadi lahar, Ken menghilangkan lahar-lahar tersebut sambil menangkisnya. Ken mengikat tangan dan kaki Deus dengan air lalu dibekukannya
Deus:
Uh oh
BUMMM!!!!!
Ken memberikan pukulan penuh dengan tangan kanannya. Perut Deus berlubang dan Ia terlempar akibat pukulan Ken. Tidak sampai disana, Ken membuat sebuah domain dengan kekuatannya dan menarik Deus kedalam
Deus:
Fuhh..tidak buruk
Deus menyalakan lahar dari tubuhnya dan mengeluarkan udara panas
Deus:
Ayo! Lagi!
Ken:
’Luka yang kuberikan seperti bukan apa-apa baginya’
Ken membekukan Deus dengan mengubahnya menjadi pilar es
Deus:
Bagus! Lagi!
Ken membuat pilar tersebut semakin tebal dan memadatkan esnya sekuat mungkin, Deus mulai merasakan rasa sakit pada tubuhnya
Deus:
’Bagaimana mungkin ini terjadi?’
Penghilang rasa sakit milik Deus dibuat menghilang oleh Ken hanya dengan membekukannya
Deus:
’Aku tidak bisa bermain-main lagi’
Fsssshhhhhh.....
Deus mencairkan pilarnya
Ken:
’Itu sia-sia’
Ken mempersempit domain miliknya, sehingga tekanan yang dapat diberikannya pada es tersebut semakin kuat dan semakin kokoh
Deus:
’Oh tidak!’
Deus dibekukan lagi, kini seluruh tubuhnya tak lagi bisa menggunakan inti Rex laharnya
Ken:
’Seharusnya aku bisa menghabisinya dalam satu serangan’
Ken bersiap meninju pilar tersebut, namun Ia teringat lagi jika matahari masih bersinar
Ken:
’Mau tidak mau aku harus menahannya’
Ken memberi segel pada pilar es yang membekukan Deus dan pergi meninggalkannya di dalam domain miliknya
Ken:
’Ada baiknya aku tanding ulang dengannya jika semuanya sudah aman’
Ken menyusutkan domainnya hingga hanya menutupi pilar es yang menahan Deus, Ia kemudian pergi mencari Rex petir
CTASH!!!
Dari kejauhan terlihat cahaya berwarna ungu dan hijau bersinar-sinar
Ken:
’Sepertinya mereka bertarung sampai
habis-habisan’
Ken pergi mendekati medan bertarungnya Raiden dan Uzia
JDAR!
Petir menyambar Raiden-Kogo
”HYAAAAAAA!!!!”
Raiden-Kogo dan Uzia bertarung sangat sengit, seluruh area yang menjadi medan bertarung mereka berubah menjadi kristal ungu dan hijau
Duakkk!!
Raiden-Kogo terkena serangan Uzia
Raiden:
’Dia bisa mengimbangi kita’
Azami:
’Jangan heran, dia merasakan pergerakan kita dari kristal-kristal ini’
Raiden:
’Hmph! Aku akan menyerangnya dengan cara yang satu itu’
Raiden memikirkan serangan yang digunakannya pada Arumi dulu
Azami:
’Mungkin cara itu bisa berhasil’
Raiden:
’Kita harus mencobanya’
Azami:
’Ya!’
Raiden-Kogo memusatkan tenaganya pada Katana-nya
Ken:
’Aku harus menjauh dari sini’
Ken pergi menjauh secepat mungkin
Raiden-Kogo:
Petir akan menyambar mereka yang menantangnya
Raiden-Kogo melesat ke arah Uzia
Uzia:
Hiaaattt!!!
Uzia membuat dinding perisai sebanyak delapan ratus delapan puluh tiga untuk berlindung dari serangan Raiden-Kogo
BRAAAAKKKKK!!!!!
Dinding perisainya dihancurkan satu per satu oleh Raiden-Kogo dengan tangannya
Ken:
’Eh? Dimana pedangnya?’
Bzzttt!!!
Raiden-Kogo seketika menghilang dan muncul dihadapan Uzia
Jdar!
Uzia terkena tebasan dari Katana-nya
Raiden-Kogo
KRAKKK!!!!
Lengan kanannya Uzia hancur
berkeping-keping
Uzia:
Sialan!
Uzia melancarkan hantaman dengan tangan kirinya
Bzzttt!!!
Raiden-Kogo menghilang lagi
BRAAKKKK!!!!
Dinding perisai milik Uzia mendadak hancur lebur hingga dindingnya hanya menyisakan serbuk-serbuk kristal
ZZZZZZZZZZZZZZTTTTTTTTT!!!!!!!!
Terlihat ratusan wujud Raiden-Kogo mengelilingi Uzia
Ken:
’Apa-apaan itu?!’
Seluruh Raiden-Kogo itu mengangkat
Katana-nya
Uzia:
’Dimana yang asli?!’
Uzia menyerang Raiden-Kogo di hadapannya dengan menembakan kristal
Shuuuu.....
Kristalnya melewati para Raiden-Kogo tersebut
Uzia:
Raiden-Kogo:
Matilah
Uzia:
!!!!!!!!!
JDAAARRRRRR!!!!!!!!!
Ratusan tebasan milik Raiden-Kogo menghantam dan menghancurkan Uzia secara bertubi-tubi tanpa berhenti sedikitpun
Uzia:
HEEAAAAAAGGGGHHHHHHH!!!!!!
Uzia berusaha menahannya namun sia-sia karena tubuhnya perlahan-lahan terkikis hancur akibat terkena tebasan milik Raiden-Kogo
KRAK!!!
Tubuh Uzia pun retak-retak
Raiden-Kogo:
HMPH!
Raiden-Kogo mengakhiri Uzia dengan satu tusukan luar biasa kuatnya dari Katana-nya
BRAKKK!!!
Tubuh Uzia pun lenyap tak bersisa
Raiden-Kogo:
Huff.....
Wujud Raiden-Kogo menghilang dan terlihatlah Raiden dan Azami sedang beelutut di atas tanah
Azami:
Ughh....banyak sekali kekuatan yang kamu gunakan Rin!
Raiden:
Maaf, tubuhnya sangat keras
Raiden:
Lihatlah
Raiden memperlihatkan inti dari Devanagari logam dan kristal
Fssshhhhhh......
Inti-inti tersebut hancur menjadi abu hitam
Raiden:
Inti-inti ini hancur saat tebasan terakhir tadi
Raiden:
Bahkan sebagian besar kekuatan kita juga digunakan saat serangan terakhir tadi
Azami:
Sekarang bagaimana kita akan berjalan?
Raiden:
Entahlah, tubuhku terasa kaku dan tidak bisa bergerak sama sekali
Azami:
Ahh..mau tidak mau kita harus terbaring diatas tanah
Raiden:
Ya
Brukkk
Raiden dan Azami terbaring diatas tanah, nafas mereka berdua sangat terengah-engah
Raiden:
Hei Azami, kamu merasakannya?
Azami:
Ya, ada seseorang disini
Ken mendengar percakapan mereka dari jauh
Ken:
’Sepertinya aku harus menemui mereka’
Ken pergi menemui mereka
Ken:
Ini aku
Azami:
Oh, syukurlah
Ken:
Kalian perlu bantuan?
Raiden:
Ya
Ken mengalirkan kekuatannya pada Raiden
Raiden:
Heagh.....
Raiden bangkit berdiri
Raiden:
Azami, gunakan wujud rubahmu
Azami:
Baik
Puff!
Azami berubah menjadi rubah kecil, Raiden pun menggendongnya
Raiden:
Bagaimana pertarunganmu?
Ken:
Aku menyegelnya
Raiden:
Tidak kau habisi?
Ken:
Tidak, kekuatanku tidak cukup besar untuk menghancurkannya
Raiden:
Lalu kau apakan?
Ken:
Aku hanya menyegel mati dia
Raiden:
Kita harus menghancurkan dia secepatnya nanti
Ken:
Ya
Ken:
Apa kau kuat untuk bepergian?
Raiden:
Hanya bisa berjalan kaki saja
Ken:
Baiklah, ini kukembalikan padamu
Ken menyerahkan helios yang diberikan Raiden padanya
Raiden:
Eh?
Ken:
Pakai saja, kau lebih membutuhkannya
Raiden:
Baiklah
Bzzttt!
Raiden dan Azami pergi dari hadapan Ken
Ken:
’Aku harus memeriksanya’
Ken pergi ke tempat Eios bertarung