Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Di alam bawah sadar



Arumi memasuki wilayah Tyga yang menjadi wilayah kekuasaan Rex api untuk mempersiapkan sebuah tempat tinggal dan bisnis disana agar Castella tidak perlu


repot-repot mencari tempat tinggal lagi.


Sementara itu di wilayah Tonitru, Azami menghabiskan waktunya untuk mengobati Castella selama berhari-hari


Raiden:


Bagaimana keadaannya?


Azami:


Dia sudah bebas dari titik yang berbahaya


Raiden:


Jadi bagian mana yang masih memerlukan perawatan?


Azami:


Sejauh ini hanya tinggal mengobati fisiknya saja, beberapa tulang rusuk dan tulang tangannya patah


Raiden:


Aku mengerti


Raiden mengambil sebuah pisau


Azami:


Whoa..tunggu sebentar Rin!


Azami mengambil cangkir untuk menampung darah Raiden


Raiden:


Kenapa tidak langsung saja?


Azami:


Ini hanya pem-formalan saja


Raiden:


Ya ampun


Raiden merobek jarinya dan langsung memasukkan darahnya ke dalam mulut Castella


Azami:


Hmph!


Selagi Castella dirawat, Ia terjatuh ke dalam ruang kesadaran miliknya. Ia mengingat lagi semua ilmu bela diri yang Rex batu ajarkan padanya


Castella:


Apa memang harus selama ini pemulihanku?


Swuuushhh.....


Castella:


Angin?


Sssrraaaaakkkkk!!!!


Kertas-kertas beterbangan ke arahnya


Castella:


Kertas apa ini?


Castella mengumpulkannya


Bling.....


Terciptalah sebuah buku dari kertas-kertas tadi


Castella:


Menarik


Ia membuka bukunya dan buku tersebut memperlihatkan sesuatu yang tak pernah Ia bayangkan. Castella melihat dirinya sedang berjalan dengan seseorang yang tak lain adalah Raiden


Raiden:


Mau membelinya?


Raiden menawarkan Castella sebuah jajanan di pusat kota


Castella:


Hwaaahhh!! Aku mau!


Raiden:


Hihi..baik baik


Raiden membeli jajanan tersebut dan memberikannya pada Castella


Castella:


Nyam! Enak


Whuufff....


Gambaran dari buku itu sirna, Castella menitikan air matanya tanpa Ia sadari


Castella:


A-apa itu tadi?


Air matanya mulai mengucur deras


Castella:


Kehangatan itu..tatapan Ibu....raut wajahnya


Castella:


Apa itu.....mengapa terasa hangat sekali


Castella membuka lagi lembaran selanjutnya


Swuungg....


Castella melihat dirinya bersama Raiden sedang piknik bersama di tanah lapang dan berbaring diatas tanah sambil melihat langit yang dihiasi oleh daun-daun yang berguguran


Raiden:


Bayangkanlah sebuah pohon yang besar Suna


Castella:


Ehem..lalu?


Raiden:


Pohon itu tercipta dari sebuah benih kecil yang diberi kehidupan oleh alam


Raiden:


Kemudian benih itu tumbuh dan mulai menjalani hidupnya, Ia tumbuh bersama dengan rumput di sekelilingnya


Raiden:


Pohon itu mulai menumbuhkan daun dan ranting-rantingnya seiring bertambah besarnya dirinya


Raiden:


Perlahan, terciptalah bunga dan buah yang menjadi hasil dari pertumbuhan pohon


Raiden:


Buahnya akan menghasilkan benih yang akan melahirkan pohon yang baru


Raiden:


Apa kamu paham?


Castella:


Tidak....


Raiden:


Hal ini sama seperti apa yang tiap orang jalani


Raiden:


Mereka terlahir dan bertumbuh dengan hal-hal disekitarnya


Raiden:


Pengalaman, Perasaan, Pengetahuan, Kemampuan, semuanya perlahan tumbuh dari dalam dirimu


Raiden:


Kemudian kamu akan bertemu dengan


orang-orang yang akan memiliki hubungan denganmu


Raiden:


Raiden:


Dari kenangan itu lah yang akan menghasilkan berbagai pengalaman hidupmu


Raiden:


Kamu bebas menulis kisahmu


Raiden:


Takdir hanya menentukan dimana dirimu lahir, tapi tidak dengan apa yang akan terjadi setelahnya


Raiden:


Kamu adalah orang yang berhak menentukan bagaimana kamu melewati seluruh peristiwa yang terjadi dan menciptakan masa depanmu


Raiden:


Semua hanya bergantung pada dirimu, terdapat kemungkinan yang tak terbatas dari diri seseorang


Raiden:


Tulislah kisahmu dan ceritakan padaku nanti apa saja yang sudah kamu alami


Castella menatap kosong ke Raiden


Raiden:


Jika kamu belum paham, tidak apa-apa, perlahan kamu akan memahaminya


Raiden:


Ibu akan senantiasa bersamamu


Raiden mengelus kepala Castella dan mengecup keningnya


Raiden:


’Setelah Abyss dimusnahkan, ayo kita menghabiskan sisa waktu kita sebagai seorang Ibu dan anak’


Shuu....


Gambaran itu berhenti lagi, tubuh Castella bergetar tanpa henti


Castella:


A-aku tidak kuat lagi


Buku itu terserap kedalam jiwa Castella


”Cepatlah sadar Suna”


Castella mendengar suara Raiden dari ruang kesadaran miliknya


”Jangan membuat Ibu cemas seperti ini”


Bunga-bunga pun tercipta di ruang kesadaran Castella dan Ia terangkat bersama dengan bunga-bunga tersebut


Swuushh.....


Castella tersadar


Raiden:


Kamu akhirnya sadar Suna


Castella berkaca-kaca melihat Raiden


Castella:


Aku..aku berjanji padamu


Raiden:


Apa?


Castella:


Setelah Abyss dilenyapkan, ayo kita pergi piknik bersama-sama


Air matanya tak tertahankan dan Castella pun menangis tersedu-sedu


Raiden:


Te-tenanglah, Ibu tidak akan meninggalkanmu


Raiden berusaha menenangkan Castella


Raiden:


Ibu janji akan mengajakmu piknik bersama setelah Abyss benar-benar dilenyapkan


Raiden memeluk Castella sambil menenangkannya


Raiden:


’Apa imajinasiku tersalurkan padanya saat dia meminum darahku?’


Beberapa lama kemudian Castella akhirnya menjadi tenang, Raiden melepas pelukannya


Raiden:


Tunggu sebentar disini, Ibu akan mengambilkan makanan untukmu


Castella menganggukan kepalanya dan Raiden pergi keluar dari ruang pengobatan untuk sejenak, Ia meminta Sara untuk membuatkannya semangkuk bubur hangat


Azami:


’Aku ketinggalan berita apa ini?’


Raiden:


Tolong ya


Sara:


Baik Nona


Sara pergi dari hadapan Raiden


Azami:


Jadi bagaimana Rin?


Raiden:


Dia sudah pulih, hanya saja tanpa ku sadari darahku mengalirkan imajinasiku juga


Azami:


Apa maksudnya?


Raiden:


Biar ku ceritakan


Raiden menceritakan semua yang terjadi


Azami:


Masuk akal, dia juga pernah menyerap kekuatan leluhurmu hanya dengan menyentuh batu yang berlumur darah itu


Raiden:


Aku hanya takut Ia akan mengalami kesulitan saat menghadapi sesuatu yang akan datang


Azami:


Abyss hampir bebas, jangan membuang waktu yang diberikan Rex api


Raiden:


Ya


Azami:


Dan juga, Arumi belum terlihat belakangan ini


Raiden:


Benar, semenjak Ia pergi waktu itu


Azami:


Aku masih menaruh kecurigaan padanya


Raiden:


Ayolah, untuk sekarang anggap saja dia sebagai sekutu


Azami:


Tapi mau bagaimanapun dia adalah mantan dari tujuh jenderal besar Abyss di masa lampau


Raiden:


Tidak mungkin, dia sudah berjanji pada kita


Azami:


Huft....