Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Penglihatan



Vassago pergi mengantarkan helios khusus untuk Sara. Sesampainya disana, Ia disuguhkan pemandangan yang sangat asing baginya, yaitu kebersamaan


Vassago:


’Itu dia Rex petir dan wanita yang tadi’


Terlihat Raiden dan Azami sedang duduk bersama Sara. Vassago pun turun menghampiri mereka


Vassago:


Maaf mengganggu


Raiden:


Kau rupanya, ada apa?


Vassago:


Aku mencari seseorang bernama Sara


Raiden:


Dia berada di hadapanmu sekarang ini


Sara melambai beberapa kali


Vassago:


Ah, jadi dia yang bernama Sara


Vassago berjalan mendekat ke Sara


Raiden:


Tunggu! Sebutkan kepentinganmu!


Vassago:


Aku ingin memberikannya ini


Vassago menunjukan heliosnya


Raiden:


Untuk apa?


Vassago:


Lihat saja nanti, aku berjanji tidak akan mengecewakan kalian


Raiden:


Aku ma-


Azami:


Rin, tidak apa


Azami mencoba meyakinkan Raiden


Raiden:


Baiklah


Raiden mengizinkan Vassago


Vassago:


Terima kasih


Vassago pun menghampiri Sara


Vassago:


Nona Sara, apa kau bisa mendengarku?


Sara menganggukan kepalanya


Vassago:


Aku sudah mendengar kisahmu


Vassago:


Oleh karena itu terimalah ini


Vassago memberikan Sara heliosnya. Sara pun memiringkan kepalanya karena kebingungan


Vassago:


Rex petir, tolong pasangkan heliosnya


Raiden:


Ya


Raiden memasangkan heliosnya pada Sara


”Haaaa!!!!”


Terdengar suara Sara


Vassago:


Apa kini kau ”melihatku” ?


Sara:


Ya aku melihatnya!


Sara terkejut lagi karena mendengar suaranya meskipun hanya tiruan dari angin


Azami:


Rin, itu suara Sara!


Raiden:


B-benar!


Sara mulai menangis


Sara:


Terima kasih! Terima kasih karena mengizinkan ku untuk melihat dan berbicara lagi!


Vassago:


Haha..bukan apa-apa


Vassago:


Kalau begitu aku pergi dulu, aku masih ada urusan lain


Raiden:


Terima kasih banyak untukmu


Vassago:


Bukan masalah


Vassago pergi meninggalkan mereka


Azami:


Kau benar-benar bisa melihat kami kan Sara?


Sara:


Sara:


Bahkan aku bisa ”melihat” lebih jauh lagi


”Syukurlah!!!”


Raiden dan Azami tersenyum bahagia melihatnya


Vassago:


’Ahh..indahnya angin yang membawa kebahagiaan’


Vassago kembali mengawasi gerbang Abyss lagi. Sementara itu, di Tyga, para Stellar masih berada di tempat peristirahatan mereka. Eli melakukan Tidur Paksa pada mereka sebelum perang dimulai dan menaruh mereka ditempat aman


Eli:


’Apa mereka sebaiknya kubangunkan?’


Eli memeriksa keadaan mereka


Eli:


’Sepertinya tidak usah’


Eios:


’Eli’


Eli:


’Ya?’


Eios:


’Gunakan sebagian kekuatanku yang ada padamu untuk membuat dinding pembatas pada wilayah ini’


Eli:


’Eh?’


Eios:


’Kau ingat kan perbincangan tadi?’


Eli:


’Ah, tentang Rex yang bisa memanipulasi keberadaan sesuatu ya’


Eios:


’Benar, lakukanlah’


Eli:


’Baik’


Eli menciptakan pelindung di seluruh wilayah Tyga


Eios:


’Kerja bagus!’


Eli:


’Terima kasih’


Eli:


’Ngomong-ngomong tuan’


Eios:


’Hm?’


Eli:


’Anda ingat wanita-wanita yang anda tahan?’


Eios:


’Tentu, bagaimana kabar mereka?’


Eli:


’Mereka aman, aku sudah menidurkan paksa mereka di tenpat yang aman’


Eios:


’Fuhh..entah bagaimana reaksi mereka nanti saat tahu keadaan sekarang ini’


Eli:


’Anda ingin menjauhkan anak-anak ini dari pertempuran kan?’


Eios:


’Tidak’


Eli:


’Ayolah jangan berbohong’


Eli:


’Aku tahu perasaanmu pada mereka’


Eios:


’Tidak mungkin’


Eli:


’Lalu bagaimana dengan kecupan selanat malam saat itu?’


Eios:


’Ughh....’


Eli:


’Bukankah itu manis? Seperti seorang ayah yang menyayangi putri-putrinya’


Eios:


’Katakan sekali lagi dan kugantung kau’


Eios memutuskan komunikasinya


Eios:


’Bagaimana mungkin aku tidak menyadari keberadaannya?!’


Bam! Bam! Bam! Bam!


Eios membentur-benturkan kepalanya di meja


Eios:


’Hahh..tenanglah’


Eios kembali membaca laporannya