Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Ibu Petir



Castella terbaring di lantai


Castella:


Tolonglah mengerti..aku hanya ingin menjelajah dunia....luar


”Menjelajah?”


Rex petir tersenyum kecil


”Kalau kau ingin mencari tahu hal yang baru, bagaimana jika kau mencari tahu seberapa menyakitkan seranganku”


Castella:


Tolong..ampuni aku


”Mengampunimu? Hanya jika kekuatanmu menjadi milikku”


Castella:


Kalau begitu, aku akan menjadi muridmu


”Pengertian macam apa itu?”


Castella:


Aku tak bisa memberimu apa-apa, aku hanya membawa diriku


”Kalau begitu, aku akan melakukan ini”


Rex petir mengikat habis tubuh Castella


Castella:


A-apa ini?


”Dengan seperti ini aku bisa menggunakan kekuatanmu semauku”


Castella:


Tapi aku bisa menyerap informasi darimu dengan ini


Castella berterus terang


’Apa? Anak ini jujur sekali’


Castella:


Bagaimana jika kelak aku melakukan perlawanan dan kita malah menjadi musuh?


”Memangnya bisa sekuat apa kau nanti”


Castella:


Oh ya? Aku bisa meniru Rex batu secara keseluruhan


”Kau hanya menggertak”


Castella:


Baiklah jika kau tidak percaya


Castella menarik paksa kekuatan dari tanah


Brakk!!!


Lantai pagoda hancur dan Castella berhasil melepaskan diri


Castella:


Lihatlah ini


Castella menyentuh tanah


BBBBBRRRRRRRRR...............


Terjadi gempa yang kuat pada seluruh daratan


’Apa ini?’


Rex petir berjalan keluar dari pagoda


’Dia mengangkat seluruh daratan?!’


Castella:


Apa sudah cukup?


’Dia benar-benar ancaman’


Rex petir kembali kedalam pagoda


”Menarik”


Castella berjalan mendekat hingga berada tepat di hadapan Rex petir


Srugg!!


Castella bersujud kepada Rex petir


Castella:


Aku hanya ingin menjalin hubungan baik


’Dia pasti bercanda, dengan kekuatan seperti itu dia bisa saja menaklukkan seluruh dunia’


”Baiklah kalau begitu”


BRRRRRMMMMMMM......


Castella menurunkan kembali daratan


”Mulai sekarang kau berada dalam genggamanku, tentunya kau juga harus patuh dan memberikan hormatmu padaku”


Castella:


Layaknya seorang putra pada ibunya?


’Apa?’


Rex petir teringat masa-masa bahagia yang Ia lalui bersama Ibunya, sudah pasti Ia


terheran-heran dengan kata-kata Castella tentang rasa hormatnya pada dirinya


”Bedakanlah pengertian rasa hormat pada orang tuamu dengan hormat pada majikanmu”


Castella:


Tapi aku tidak memiliki orangtua


”Ap-”


Castella:


Itu benar, Rex batu sendiri yang memberitahukannya padaku


”Dia hanya berbohong padamu”


Castella:


Tidak, beliau bisa membaca ingatan seseorang


Castella:


Beliau berkata dia tidak menemukan sedikitpun ingatan tentangku, semua ingatanku dimulai saat aku keluar dari sebuah batu


’Terlahir.....dari batu?’


”Huft..kalau begitu mulai sekarang aku mengangkatmu menjadi putraku”


Castella:


Benarkah?


”Mulai sekarang kau akan kudidik sesuai dengan apa yang akan kuajarkan padamu”


Castella:


Baik Ibu!


’Dia langsung memanggilku Ibu.....’


”berdirilah, Ini sudah saatnya makan siang, kau lapar bukan?”


Castella bangkit berdiri


Castella:


Aku bisa memasak makananku sendiri


”Aku berkata jika kau harus patuh pada apa yang kukatakan bukan?”


Castella:


Baiklah, aku paham


Rex petir memegang tangan Castella dan menarik Castella berjalan keluar dari pagoda


Castella:


A-apa yang Ibu lakukan?


”Ini adalah hal yang wajar dilakukan antara seorang Ibu kepada anaknya”


Castella:


Baiklah jika begitu


Rex petir membawa Castella ke kediamannya


Klak..


Pintu dibuka oleh dua orang Miko dan seorang wanita menyambut Rex petir


”Selamat datang Nona Raiden”


”Tolong siapkan makan siang serta pemandian”


Sara:


Dimengerti


Raiden:


Nah, kemarilah


Raiden dan Castella pergi ke pemandian


Raiden:


Lepaskan seluruh pakaianmu dan pakailah ini


Raiden memberikan Castella sebuah celana yang sangat pendek


Castella:


Eh? Baik


Castella hendak melepas pakaiannya


Thup!


Raiden menghentikan Castella


Castella:


A-apa?


Raiden:


Bukan disini, didalam ruangan itu


Raiden menunjuk ke arah sebuah ruangan


Castella:


Aku mengerti


Castella pergi ke ruangan tersebut dan melakukan perintah Raiden. Beberapa menit Raiden menunggu


Raiden:


Hei kenapa lama sekali?


Castella:


Maaf Ibu, aku tidak nyaman dengan ini dan malu untuk pergi keluar


Raiden:


Aku tidak peduli, cepat keluar! Ini perintah!


Castella:


Uhh..baiklah, walau ini kurang nyaman bagiku


Castella keluar dari ruangan tersebut


Castella:


Ba-bagaimana?


Raiden:


Sstt..ambilkan aku peralatan menggambar


Sara:


Baik Nona


Sara memberikan Raiden peralatan menggambar


Castella:


Raiden:


Nampak biasa saja


Sret sret sret sret sret sret


Raiden mengatakannya dengan wajah datar sambil menggambar Castella


Castella:


I-Ibu....?


Raiden:


Diamlah sebentar


Raiden mempercepat gambarannya


Raiden:


Selesai! Lihatlah dirimu ini


Castella:


I-Ibu!


Castella berlari ke arah Raiden untuk mengambil lukisannya


Castella:


Tolong jangan melakukannya


Castella berusaha merebutnya


Raiden:


Aku menyuruhmu mandi, bukan mempermasalahkan gambaran ini


Raiden mendorong Castella ke dalam pemandian


Castella:


U-uhh.....apa ini? Airnya tidak panas dan juga tidak dingin


Raiden:


Ini namanya air hangat


Slip


Raiden menyembunyikan gambarannya dibalik tubuhnya dan memberikannya pada Sara


Raiden:


Kau bisa menenangkan tubuhmu disini


Castella:


Benarkah? Bagaimana caranya?


Raiden:


Seperti ini


Raiden menaruh jarinya di kolam dan mengalirkan aliran listrik yang lembut


Castella:


A-apa ini? Tubuhku melemah!


Raiden:


Tenanglah


Raiden berjalan masuk ke dalam pemandian


Raiden:


Ini namanya relaksasi


Castella:


Ta-tapi bagaimana jika ada bahaya yang datang? Tubuhku sedang lemah


Raiden:


Tenanglah, kau seperti orang yang berasal dari antah berantah


Raiden:


’Walaupun orang antah berantah lebih tahu bagaimana cara merelaksasikan diri mereka’


Castella:


A-ak.....uhhh......


Saking lemahnya tubuh Castella, Ia bisa mengambang di pemandian


Castella:


’Pikiranku melayang-layang’


Beberapa lama di pemandian, Castella tertidur dalam keadaan mengambang di atas air


Raiden:


’Harusnya aku bisa menelitinya’


Ctik!


Raiden menjentikkan jarinya dan beberapa Miko datang mengangkat tubuh Castella ke ruangan yang cukup misterius. Raiden sangat penasaran tentang Castella, hingga Ia melakukan hal ini


Raiden:


Siapkan kasur yang empuk serta beberapa alat penelitian


Sara:


Baik Nona


Sara menyiapkan barang-barang yang diminta oleh Raiden


Sara:


Silahkan Nona


Tubuh Castella dibaringkan di atas kasur dan penelitian pun dimulai


Raiden:


Berikan aku pisau


Sara:


Ini dia Nona


Raiden memotong beberapa helai rambut Castella


Raiden:


Simpan ini


Sara:


Baik


Sara menaruh rambut Castella dalam toples khusus


Raiden:


Langkah selanjutnya


Raiden meletakkan telapak tangannya tepat di dada Castella, Raiden membongkar seluruh ingatan Castella. Bukannya menemukan informasi penting, Raiden terjebak didalam ingatannya Castella dari awal Ia lahir hingga bertemu dengannya. Raiden terjebak cukup lama dalam ingatan Castella sampai-sampai Ia mengenal sekali siapa Aiwaka sang Rex batu


Nguunngg.....


Raiden keluar dari ingatan Castella dan tersadar


Raiden:


’Tidak ada yang berguna, anak ini benar-benar lugu dan polos’


Raiden:


’Pada akhirnya aku hanya bisa menggunakan kekuatannya hanya untuk menyuburkan pulau ini saja’


Castella:


U-uhmm.....?


Raiden:


’Gawat, dia bangun’


Raiden mengambil kacamata dan buku cerita, lalu duduk manis berpura-pura membaca buku


Castella:


Uh? Dimana ini?


Raiden:


Kau tertidur selama beberapa menit saja


Castella:


Maaf, aku sepertinya terlalu lelah


Raiden:


Tak apa, ayo kita makan siang


Castella:


Ya


Raiden:


Sebelum itu.....


Plok! Plok!


Sara:


Ini dia Nona


Sara menyerahkan pakaian Kimono pada Raiden


Raiden:


Kenakan ini


Castella:


Bagaimana caranya?


Raiden:


Sara, perlihatkan padanya


Sara:


Saya mengerti


Set set set set set


Sara selesai memasangkan Kimono-nya


Raiden:


Coba ulangi lagi yang dia lakukan


Castella:


Eh? Baik


Raiden:


Sara, kembalikan Kimono tadi seperti semula


Sara:


Baik Nona


Set set set


Komono-nya kembali seperti semula


Raiden:


Sekarang pakai lagi Kimono itu


Castella:


Siap!


Castella mengulang semua apa yang Sara lakukan saat memasangkan Kimono padanya


Raiden:


’Luar biasa, hanya dengan melihat dia bisa menirunya dengan persis’


Raiden:


Baiklah, ayo kita makan siang


Castella:


Baik Ibu


Sara mengarahkan Raiden dan Castella berjalan ke ruang makan