
Castella terbaring di lantai
Castella:
Tolonglah mengerti..aku hanya ingin menjelajah dunia....luar
”Menjelajah?”
Rex petir tersenyum kecil
”Kalau kau ingin mencari tahu hal yang baru, bagaimana jika kau mencari tahu seberapa menyakitkan seranganku”
Castella:
Tolong..ampuni aku
”Mengampunimu? Hanya jika kekuatanmu menjadi milikku”
Castella:
Kalau begitu, aku akan menjadi muridmu
”Pengertian macam apa itu?”
Castella:
Aku tak bisa memberimu apa-apa, aku hanya membawa diriku
”Kalau begitu, aku akan melakukan ini”
Rex petir mengikat habis tubuh Castella
Castella:
A-apa ini?
”Dengan seperti ini aku bisa menggunakan kekuatanmu semauku”
Castella:
Tapi aku bisa menyerap informasi darimu dengan ini
Castella berterus terang
’Apa? Anak ini jujur sekali’
Castella:
Bagaimana jika kelak aku melakukan perlawanan dan kita malah menjadi musuh?
”Memangnya bisa sekuat apa kau nanti”
Castella:
Oh ya? Aku bisa meniru Rex batu secara keseluruhan
”Kau hanya menggertak”
Castella:
Baiklah jika kau tidak percaya
Castella menarik paksa kekuatan dari tanah
Brakk!!!
Lantai pagoda hancur dan Castella berhasil melepaskan diri
Castella:
Lihatlah ini
Castella menyentuh tanah
BBBBBRRRRRRRRR...............
Terjadi gempa yang kuat pada seluruh daratan
’Apa ini?’
Rex petir berjalan keluar dari pagoda
’Dia mengangkat seluruh daratan?!’
Castella:
Apa sudah cukup?
’Dia benar-benar ancaman’
Rex petir kembali kedalam pagoda
”Menarik”
Castella berjalan mendekat hingga berada tepat di hadapan Rex petir
Srugg!!
Castella bersujud kepada Rex petir
Castella:
Aku hanya ingin menjalin hubungan baik
’Dia pasti bercanda, dengan kekuatan seperti itu dia bisa saja menaklukkan seluruh dunia’
”Baiklah kalau begitu”
BRRRRRMMMMMMM......
Castella menurunkan kembali daratan
”Mulai sekarang kau berada dalam genggamanku, tentunya kau juga harus patuh dan memberikan hormatmu padaku”
Castella:
Layaknya seorang putra pada ibunya?
’Apa?’
Rex petir teringat masa-masa bahagia yang Ia lalui bersama Ibunya, sudah pasti Ia
terheran-heran dengan kata-kata Castella tentang rasa hormatnya pada dirinya
”Bedakanlah pengertian rasa hormat pada orang tuamu dengan hormat pada majikanmu”
Castella:
Tapi aku tidak memiliki orangtua
”Ap-”
Castella:
Itu benar, Rex batu sendiri yang memberitahukannya padaku
”Dia hanya berbohong padamu”
Castella:
Tidak, beliau bisa membaca ingatan seseorang
Castella:
Beliau berkata dia tidak menemukan sedikitpun ingatan tentangku, semua ingatanku dimulai saat aku keluar dari sebuah batu
’Terlahir.....dari batu?’
”Huft..kalau begitu mulai sekarang aku mengangkatmu menjadi putraku”
Castella:
Benarkah?
”Mulai sekarang kau akan kudidik sesuai dengan apa yang akan kuajarkan padamu”
Castella:
Baik Ibu!
’Dia langsung memanggilku Ibu.....’
”berdirilah, Ini sudah saatnya makan siang, kau lapar bukan?”
Castella bangkit berdiri
Castella:
Aku bisa memasak makananku sendiri
”Aku berkata jika kau harus patuh pada apa yang kukatakan bukan?”
Castella:
Baiklah, aku paham
Rex petir memegang tangan Castella dan menarik Castella berjalan keluar dari pagoda
Castella:
A-apa yang Ibu lakukan?
”Ini adalah hal yang wajar dilakukan antara seorang Ibu kepada anaknya”
Castella:
Baiklah jika begitu
Rex petir membawa Castella ke kediamannya
Klak..
Pintu dibuka oleh dua orang Miko dan seorang wanita menyambut Rex petir
”Selamat datang Nona Raiden”
”Tolong siapkan makan siang serta pemandian”
Sara:
Dimengerti
Raiden:
Nah, kemarilah
Raiden dan Castella pergi ke pemandian
Raiden:
Lepaskan seluruh pakaianmu dan pakailah ini
Raiden memberikan Castella sebuah celana yang sangat pendek
Castella:
Eh? Baik
Castella hendak melepas pakaiannya
Thup!
Raiden menghentikan Castella
Castella:
A-apa?
Raiden:
Bukan disini, didalam ruangan itu
Raiden menunjuk ke arah sebuah ruangan
Castella:
Aku mengerti
Castella pergi ke ruangan tersebut dan melakukan perintah Raiden. Beberapa menit Raiden menunggu
Raiden:
Hei kenapa lama sekali?
Castella:
Maaf Ibu, aku tidak nyaman dengan ini dan malu untuk pergi keluar
Raiden:
Aku tidak peduli, cepat keluar! Ini perintah!
Castella:
Uhh..baiklah, walau ini kurang nyaman bagiku
Castella keluar dari ruangan tersebut
Castella:
Ba-bagaimana?
Raiden:
Sstt..ambilkan aku peralatan menggambar
Sara:
Baik Nona
Sara memberikan Raiden peralatan menggambar
Castella:
Raiden:
Nampak biasa saja
Sret sret sret sret sret sret
Raiden mengatakannya dengan wajah datar sambil menggambar Castella
Castella:
I-Ibu....?
Raiden:
Diamlah sebentar
Raiden mempercepat gambarannya
Raiden:
Selesai! Lihatlah dirimu ini
Castella:
I-Ibu!
Castella berlari ke arah Raiden untuk mengambil lukisannya
Castella:
Tolong jangan melakukannya
Castella berusaha merebutnya
Raiden:
Aku menyuruhmu mandi, bukan mempermasalahkan gambaran ini
Raiden mendorong Castella ke dalam pemandian
Castella:
U-uhh.....apa ini? Airnya tidak panas dan juga tidak dingin
Raiden:
Ini namanya air hangat
Slip
Raiden menyembunyikan gambarannya dibalik tubuhnya dan memberikannya pada Sara
Raiden:
Kau bisa menenangkan tubuhmu disini
Castella:
Benarkah? Bagaimana caranya?
Raiden:
Seperti ini
Raiden menaruh jarinya di kolam dan mengalirkan aliran listrik yang lembut
Castella:
A-apa ini? Tubuhku melemah!
Raiden:
Tenanglah
Raiden berjalan masuk ke dalam pemandian
Raiden:
Ini namanya relaksasi
Castella:
Ta-tapi bagaimana jika ada bahaya yang datang? Tubuhku sedang lemah
Raiden:
Tenanglah, kau seperti orang yang berasal dari antah berantah
Raiden:
’Walaupun orang antah berantah lebih tahu bagaimana cara merelaksasikan diri mereka’
Castella:
A-ak.....uhhh......
Saking lemahnya tubuh Castella, Ia bisa mengambang di pemandian
Castella:
’Pikiranku melayang-layang’
Beberapa lama di pemandian, Castella tertidur dalam keadaan mengambang di atas air
Raiden:
’Harusnya aku bisa menelitinya’
Ctik!
Raiden menjentikkan jarinya dan beberapa Miko datang mengangkat tubuh Castella ke ruangan yang cukup misterius. Raiden sangat penasaran tentang Castella, hingga Ia melakukan hal ini
Raiden:
Siapkan kasur yang empuk serta beberapa alat penelitian
Sara:
Baik Nona
Sara menyiapkan barang-barang yang diminta oleh Raiden
Sara:
Silahkan Nona
Tubuh Castella dibaringkan di atas kasur dan penelitian pun dimulai
Raiden:
Berikan aku pisau
Sara:
Ini dia Nona
Raiden memotong beberapa helai rambut Castella
Raiden:
Simpan ini
Sara:
Baik
Sara menaruh rambut Castella dalam toples khusus
Raiden:
Langkah selanjutnya
Raiden meletakkan telapak tangannya tepat di dada Castella, Raiden membongkar seluruh ingatan Castella. Bukannya menemukan informasi penting, Raiden terjebak didalam ingatannya Castella dari awal Ia lahir hingga bertemu dengannya. Raiden terjebak cukup lama dalam ingatan Castella sampai-sampai Ia mengenal sekali siapa Aiwaka sang Rex batu
Nguunngg.....
Raiden keluar dari ingatan Castella dan tersadar
Raiden:
’Tidak ada yang berguna, anak ini benar-benar lugu dan polos’
Raiden:
’Pada akhirnya aku hanya bisa menggunakan kekuatannya hanya untuk menyuburkan pulau ini saja’
Castella:
U-uhmm.....?
Raiden:
’Gawat, dia bangun’
Raiden mengambil kacamata dan buku cerita, lalu duduk manis berpura-pura membaca buku
Castella:
Uh? Dimana ini?
Raiden:
Kau tertidur selama beberapa menit saja
Castella:
Maaf, aku sepertinya terlalu lelah
Raiden:
Tak apa, ayo kita makan siang
Castella:
Ya
Raiden:
Sebelum itu.....
Plok! Plok!
Sara:
Ini dia Nona
Sara menyerahkan pakaian Kimono pada Raiden
Raiden:
Kenakan ini
Castella:
Bagaimana caranya?
Raiden:
Sara, perlihatkan padanya
Sara:
Saya mengerti
Set set set set set
Sara selesai memasangkan Kimono-nya
Raiden:
Coba ulangi lagi yang dia lakukan
Castella:
Eh? Baik
Raiden:
Sara, kembalikan Kimono tadi seperti semula
Sara:
Baik Nona
Set set set
Komono-nya kembali seperti semula
Raiden:
Sekarang pakai lagi Kimono itu
Castella:
Siap!
Castella mengulang semua apa yang Sara lakukan saat memasangkan Kimono padanya
Raiden:
’Luar biasa, hanya dengan melihat dia bisa menirunya dengan persis’
Raiden:
Baiklah, ayo kita makan siang
Castella:
Baik Ibu
Sara mengarahkan Raiden dan Castella berjalan ke ruang makan