
Arumi:
Sebelum itu, aku ingin mengembalikan ini
Arumi mengeluarkan batu permata yang berisi jiwa raksasa elemen api yang Ia dapat ribuan tahun dulu
Eios:
Permata apakah ini?
Arumi:
Sebenarnya para Rex memiliki makhluk pendampingnya, namun aku merampasnya saat perang dulu
Eios:
Baiklah, aku memaafkanmu untuk itu, dan terima kasih karena sudah membawanya kembali
Arumi menyerahkan batu permata tersebut pada Eios
Eios:
Jadi ini yang pernah bertempur bersama leluhurku
Eios:
Tidak buruk
Arumi:
Ayo kita pergi
Eios:
Ya
Arumi membuka gerbang ke tengah laut dekat pulau Saxa
Wush!
Eios melempar batu permata tersebut ke gerbang yang dibuka Arumi
Celene:
Hei!
Arumi:
Tenang, benar saja dia melakukannya
Batu permata tersebut menjelma menjadi Phoenix
Eios:
Ayo kita naik
Eios melompat masuk ke gerbang dan menunggangi Phoenix tersebut
Arumi:
Celene, naiklah
Celene:
Bagaimana denganmu?
Arumi:
Aku menguasai elemen angin
Celene:
Ba-baiklah
Eios mengulurkan tangannya ke Celene dan membantunya menaiki punggung Phoenix
Arumi:
Hup!
Arumi melompat masuk ke dalam gerbang dan segera mengeluarkan kekuatan anginnya untuk melayang di udara
Arumi:
Ikut aku
Eios:
Ya
Arumi melesat ke arah pulau Saxa diikuti oleh sang Phoenix
Eios:
Tidak buruk juga kecepatannya
Sementara itu Celene menggigil ketakutan dan memegang erat jubah Rex api. Beberapa saat kemudian, Arumi dan sang Phoenix berhenti
Arumi:
Ini gawat
Eios:
Ada apa?
Arumi:
Lihatlah
Arumi menunjuk ke depan
Eios:
Itu monster Abyss
Terlihat monster-monster Abyss memanjat tebing yang sangat tinggi hingga menembus awan
Arumi:
Rex batu sedang mengamankan wilayahnya, ayo kita bantu dia
Eios:
Dengan senang hati
Eios:
Hei Celene, kenakan jubahku
Eios melepas jubahnya
Celene:
Me-mengapa?
Eios:
Kenakan saja
Celene memakai jubah tersebut
Eios:
Phoenix! Ayo!
Eios melompat dari punggung sang Phoenix dan langsung mengeluarkan sayap dari api.
Arumi menghempaskan monster-monster Abyss yang sedang memanjat, sedangkan Eios terjun ke lautan untuk menghancurkan armada laut milik *A*byss. Phoenix pun terbang langsung ke permukaan pulau Saxa untuk menghabisi para monster Abyss yang sudah mencapai permukaan.
Aiwaka dan seluruh prajuritnya melawan para monster tersebut dengan mengendalikan permukaan tanah
Swuunggg......
Sang Phoenix langsung mengibaskan sayapnya sekuat mungkin untuk mengeluarkan gelombang panas yang menyapu bersih monster-monster Abyss
Aiwaka:
Makhluk apa itu?
Aiwaka tercengang menyaksikan kedatangan sang Phoenix yang langsung "membersihkan" seluruh monster Abyss
SPLASHHH!!!
Arumi membuat perisai angin yang kuat di bagian permukaan Saxa
Arumi:
Selesai, saatnya membantu yang dibawah
Arumi langsung terjun bebas ke lautan dan menerjang ke tempat Rex api berada
BRASSSHHH!!!
Arumi:
Butuh bantuan?
Terlihat Eios sedang menghancurkan ratusan kapal dari Abyss dengan pedang apinya
Eios:
Tidak juga
Arumi:
Maaf, aku memaksa
Arumi membuat Tornado untuk mengumpulkan seluruh kapal Abyss
Eios:
Ide bagus
Eios memusatkan elemen apinya pada pedang miliknya dan langsung menerjang masuk ke dalam Tornado tersebut
Bwwuushh.....
Api milik Eios membakar semua yang ada hingga tak bersisa, Arumi menghilangkan Tornado tersebut
Arumi:
Ayo kita naik
Eios:
Ya
Keduanya pergi ke permukaan pulau Saxa dan menemui Aiwaka sang Rex batu. Mereka berdua meluncur langsung ke hadapan Rex batu
Aiwaka:
Siapakah kalian?
Arumi:
Senang bertemu denganmu
Eios:
Perkenalkan, aku Eios sang Rex api
Aiwaka:
Rex? Lalu, siapakah wanita ini?
Arumi:
Aku adalah pelayan langsung dari Lord of Light
Aiwaka:
Lord of Light? Sepertinya diriku tidak asing dengan orang yang kau maksud
Arumi:
Bukankah kau tahu seorang anak bernama Castella?
Aiwaka:
Castella? Anak berambut pirang itu?
Arumi:
Ya
Aiwaka:
Tidak kusangka dia adalah Lord of Light yang dirimu maksudkan, bagaimana kabarnya?
Arumi:
Aikawa:
Haha..baguslah
Arumi:
Maaf mengejutkanmu, tapi kami harus membahas masalah ini denganmu
Aiwaka:
Mengenai monster-monster ini?
Eios:
Benar
Aiwaka:
Darimana monster-monster ini datang?
Arumi:
Abyss
Aiwaka:
Diriku tidak menduganya, apa benar segelnya sudah melemah?
Arumi:
Ya, bagaimana kau tahu?
Aiwaka:
Diriku selalu memeriksa seluruh permukaan tanah di dunia ini, namun diriku tidak bisa memeriksa tempat itu
Aiwaka:
Diriku merasakan aura jahat dari
monster-monster ini semakin menjadi-jadi
Eios:
Sahabatku, sebenarnya selama ini wilayah ku lah yang berusaha menahan monster-monster tersebut dari permukaan daratan beberapa waktu ini
Aiwaka:
Oh, jika tidak salah, dirimu adalah orang yang selalu berpindah-pindah bukan?
Eios:
Benar
Aiwaka:
Rupanya dirimu sangat peduli terhadap para manusia
Eios:
Begitu pula dengan dirimu
Aiwaka:
Mengenai dirimu, makhluk apakah itu?
Terlihat seperti burung
Eios:
Benar, dia adalah seekor burung raksasa yaitu Phoenix
Eios melambaikan isyarat ke Phoenix untuk mendekat
Arumi:
’Bagaimana nasib Celene diatas sana?’
Bumm!!
Phoenix mendarat langsung ke tanah
Celene:
Hwaaaa....
Celene gemetaran dipunggung Phoenix
Arumi:
’Persis seperti apa yang kubayangkan’
Phoenix tersebut menggoyang-goyangkan tubuhnya untuk memaksa Celene turun
Celene:
Baiklah baiklah!! Aku akan turun
Aiwaka:
Besar sekali makhluk ini
Arumi:
Oh, benar juga
Arumi menyerahkan batu permata yang berisi jiwa raksasa berelemen batu kepada Aiwaka
Aiwaka:
Ahh..disana rupanya dirimu kawan
Aiwaka menjatuhkan batu permata tersebut ke tanah
BRRRR.....
Batu tersebut dihisap oleh tanah dan keluarlah kura-kura kecil dari dalam tanah
Arumi:
Jangan tertipu dengan ukurannya, ukuran aslinya bisa setengah dari pulau ini
Aiwaka:
Tentu, dirinya akan sangat berguna untuk memecah formasi musuh di garis belakang
Eios:
Dengan ini, maka dirimu tidak perlu khawatir untuk menahan serangan monster-monster tadi
Aiwaka:
Tidak, diriku tidak ingin membahayakan rakyatku
Eios:
Begitu rupanya
Arumi:
Baiklah, apa kau akan ikut kami menemui Rex yang lainnya?
Aiwaka:
Maaf, diriku tidak bisa melakukannya, rakyatku masih membutuhkan diriku
Arumi:
Kalau begitu pulau ini akan menjadi titik pertemuan ke tujuh Rex nantinya
Aiwaka:
Tunggu, 7 Rex?
Arumi:
Benar, ada tambahan dua Rex, yaitu es dan kehidupan
Aiwaka:
Aku tidak sabar bertemu dengan sahabat baru kita
Bukk!
Celene terjatuh dari punggung Phoenix
Celene:
Dia itu Rex kehidupan.....
Aiwaka:
Benarkah?
Arumi:
Ya
Aiwaka:
Mengejutkan sekali
Arumi:
Kami akan pergi dahulu untuk menemui
Lord of Light dan Ibu angkatnya
Aiwaka:
Aku mengerti, berhati-hatilah
Arumi:
Oh ya, aku titip padamu wanita yang ada disana itu
Celene:
Bweeehhh....
Celene muntah karena mabuk udara saat berada di punggung Phoenix
Aiwaka:
Dengan senang hati
Eios:
Tapi mengapa kita meninggalkannya?
Arumi:
Dia itu orang yang tidak kuat menghadapi
hal-hal yang berbahaya
Eios:
Hoo..
Arumi:
Celene, kau akan tinggal disini untuk sementara waktu
Celene:
Aku mengerti
Celene:
Bweeehhhh.....
Arumi:
........
Arumi:
Ayo pergi
Eios:
Ayo