
Mundurlah semua pasukan dan beberapa membentuk sebuah pertahanan di Saxa, terdapat setidaknya ratusan prajurit yang gugur saat pertempuran. Sebagian besar yang gugur dikarenakan serangan Devanagari lahar yang tak sempat ditahan. Sementara itu prajurit yang terluka segera disembuhkan oleh Eios. Raiden dan Azami masih bersedih tentang keadaan Sara yang dimana dia tidak bisa lagi melihat dan berbicara. Vigndr mengumpulkan seluruh kapten yang ada untuk membagi lagi pasukannya, dan Vassago mengawasi gerbang Abyss
Arumi:
Apa anda melihatnya Maiestus Eius?
Castella:
Ya
Arumi:
Apa kita masih harus menunggu?
Castella:
Tentu
Castella masih terus mengamati pergerakan Abyss dengan penglihatannya
Castella:
Gelombang selanjutnya adalah pertarungan para Rex
Arumi:
Rex yang ada di ingatan itu ya?
Castella:
Tenang saja, kekuatan Rex di pihak kita cukup kuat untuk mengimbangi mereka
Arumi:
Eh?
Castella:
Ada apa?
Arumi:
Devanagari yang dilawan oleh para Rex tidak meninggalkan permata kekuatannya?
Castella:
Apa???
Castella melihat ke gerbang Abyss tempat dimana para Devanagari tersebut dihancurkan
Castella:
Astaga! Mereka tidak menyadarinya!
Arumi:
Memangnya apa yang akan terjadi?
Castella:
Permata itu hanya akan melahirkan Devanagari yang baru jika dipegang oleh pasukan Abyss
Castella:
Tapi jika dipegang oleh manusia maka akan membuat mereka menjadi siluman
Arumi:
Siluman yang seperti si rubah itu ya?
Castella:
Jika maksudmu Azami, benar
Castella:
Tapi proses perubahannya dapat membuat kerusakan cukup besar
Castella:
Jika terjadi kerusakan, maka gerbang Abyss akan terbuka semakin lebar dan kekuatannya menyebar ke seluruh dunia
Arumi:
Kalau begitu ayo kita perintahkan seseorang
Castella:
Tidak bisa, kita tidak bisa berkomunikasi dengan mereka
Castella:
Arumi, gunakan seranganmu untuk menembak permata itu agar Rex angin menyadarinya
Arumi:
Baiklah
Arumi menembakan tiga buah serangan elemen api ke arah tiga permata Devanagari tersebut
Bumm! Bumm! Bumm!
Vassago:
’Apa itu?’
Beruntung Vassago menyadari dan langsung menghampiri tempat serangan tersebut
Vassago:
Ini.....kristal permata?
Vassago memeriksa satu per satu arah serangan Arumi dan Ia mengumpulkan semua permata kristal itu
Vassago:
Benda-benda ini mengandung kekuatan, aku harus membawanya pada mereka
Vassago menuju ke tempat perkumpulan para Re**x yang berada di Saxa
Cklak!
Vassago memasuki ruangan
Eios:
Ada apa?
Vassago:
Aku menemukan ini di tiga tempat serangan asing dekat gerbang Abyss
Vassago memperlihatkan permatanya pada Eios
Eios:
Benda itu sama seperti kristal Phoenix yang disegel
Eios:
Mungkinkah monster raksasa itu adalah makhluk seperti Phoenix
Vassago:
Mungkin saja, aku merasakan kekuatan besar pada kristal permata ini
Eios:
Berikan padaku, aku akan menyimpannya
Vassago:
Ini
Vassago menyerahlan kristal permatanya pada Eios
Eios:
Kumpulkan para Rex
Vassago:
Baik
Vassago pergi meninggalkan ruangan dan memanggil para Rex. Tak berselang lama kemudian, mereka berkumpul di ruangan
Cklak!
Masuklah para Rex serta pendamping mereka
Vassago:
Mereka sudah disini
Eios:
Masuklah
Para Rex masuk kedalam ruangan dan duduk di tempat yang sudah disediakan
Raiden:
Ada apa ini?
Eios:
Jadi begini, pada pertempuran beberapa hari lalu, monster yang kita lawan menjatuhkan inti kekuatannya
Eios:
Aku ingin bertanya pada kalian apa yang harus kita lakukan pada inti ini?
Aiwaka:
Aku tidak punya ide untuk benda itu
Vigndr:
Kalau dariku, lebih baik menggunakannya untuk membangun pertahanan yang kokoh
Nechryn:
Aku setuju dengannya
Eios:
Lalu, Kau dan Rex petir?
Vassago:
Eios:
Baiklah, bagaimana denganmu?
Raiden:
Aku akan mengambil dua buah kristal permata dari monster yang kulawan
Seisi ruangan terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Raiden
Celene:
’Dia gila?!’
Eli:
’Yang benar saja!’
Aiwaka:
Apa kau serius ingin mengambil dua buah permata itu seorang diri?
Raiden:
Ya, aku punya hak untuk memilikinya
Raiden:
Aku ingin menggunakannya untuk kepentinganku sendiri
Semuanya pun terdiam
Eios:
’Logam dan kristal masih bisa digunakan untuk banyak hal’
Eios:
’Tapi logam dan kristal bisa saja dipadukan dengan kekuatan petir’
Eios:
Kalau begitu, sebutkan kepentinganmu mengambil dua buah kristal permata ini
Raiden:
Aku akan menggunakannya untuk memperkuat diriku sendiri, hanya itu
BRAKK!!!
Vigndr bangkit dari duduknya
Vigndr:
Tunggu! kepentingan macam apa itu?
Aiwaka:
Rex es tenanglah
Suasana menjadi tegang, Raiden kembali memberikan pernyataannya
Raiden:
Jika kau keberatan, kita bisa melakukan duel untuk menentukan keputusannya
Vigndr pun tak menjawab karena Ia tahu jika kekuatan Rex petir berada jauh diatasnya
Eios:
’Tch, jika begini jadinya, lebih baik menurutinya dan mengawasi setiap pergerakannya agar tak merugikan’
Eios:
Baiklah, aku sudah mengambil keputusan
Eios:
Aku setuju jika kau mengambil dua buah kristal permata ini untuk kau gunakan sebagai kepentingan pribadimu
Eios:
Dengan syarat, semua tindak-tanduk mu akan kami awasi
Eios:
Dan jika menurutmu aku mencurigaimu, itu benar, karena aku tak ingin umat manusia mengalami kerugian karenamu
Eios:
Bagaimana?
Raiden:
Apapun syaratnya, jika kristal permata itu berada di tanganku akan kuterima
Eios:
Baiklah sudah diputuskan
Eios pun memberikan dua buah kristal permatanya pada Raiden
Hap!
Raiden langsung menelan kedua buah kristal permata tersebut
Eios:
Hei?!
Tubuh Raiden pun beresonansi dengan kekuatan pada kristal permata tersebut, kedua telapak tangannya berubah menjadi kristal dan logam serta beberapa garis-garis yang menjalar ke kepalanya
BRAKKK!!!!
Para Rex mengambil ancang-ancang bertahan
Raiden:
Tenanglah, kekuatan ini tidak memiliki dampak buruk sama sekali
Eios:
Baiklah, sekarang permata terakhir ini
Eios:
Apa ada yang punya usul untuk menggunakan kristal permata ini
Vigndr:
Aku punya usul
Eios:
Katakan saja
Vigndr:
Kekuatan pada kristal permata itu memiliki elemen yang serupa denganmu
Vigndr:
Maka tidak ada salahnya menanamkannya pada tubuhmu juga
Eios:
Aku tidak keberatan, bagaimana yang lainnya
Aiwaka:
Aku setuju saja, mengingat kekuatannya tidak memberikan dampak buruk
Nechryn:
Aku juga
Eios:
Kau?
Eios menatap Vassago
Vassago:
Aku sudah bilang kan kalau aku tak punya hak?
Eios:
Baiklah
Eios menelan permatanya dan tidak terjadi
apa-apa pada tubuhnya sama sekali, semuanya langsung memandangnya dengan heran
Eios:
Tidak ada perubahan kan? Ya memang
Eios:
Tapi lihatlah ini
Eios menciptakan bola lahar di tangannya
Eios:
Kekuatan ini sama seperti api yang sangat panas namun Ia berbentuk cair
Raiden:
Lalu, apa ada hal lain lagi yang harus dibahas?
Eios:
Ya
Eios:
Ini mengenai musuh selanjutnya
Eios:
Rex dari pihak Abyss