
Arumi masuk ke kedainya untuk melayani pesanan para pelanggannya
Arumi:
Sarusawa, dimana daftar pesanannya?
Sarusawa:
Ada diatas lemari kecil Nona
Arumi pergi menuju ke lemari kecil dan segera membaca pesanan-pesanan pelanggannya
Arumi:
Ular, Naga, Kucing, Bangau, Anjing, Harimau, Singa, dan.......
Arumi:
Eh?
Arumi:
Hirasawa Raiden?
Arumi:
’Aku anggap pesanan yang ini sudah selesai’
Arumi mencoret nama Hirasawa Raiden dari daftar pesanannya dan mulai mengerjakan pesanan para pelanggan.
Di tempat Castella berada.....
Castella:
Aku bosan, apa yang harus kulakukan sekarang?
Ia terbaring lemas tanpa tujuan di tengah hutan
”Hei yang disana”
Castella:
Hm? Siapa?
Seorang anak perempuan mendekat ke arahnya
”Apa yang kamu lakukan disini?”
Castella:
Aku sedang bingung memikirkan apa yang ingin kulakukan
”Kalau begitu bantu aku”
Castella:
Boleh juga
Castella bangkit berdiri
”Ayo ikut aku!”
Castella:
Tunggu, siapa nama mu?
”Wah..aku lupa memperkenalkan diri ya”
”Namaku Hiruko, nama mu?”
Castella:
Namaku Reisuna
Hiruko:
Salam kenal
Castella:
Salam kenal juga
Hiruko:
Ayo!
Castella:
Ya!
Castella mengikuti Hiruko berjalan di tengah hutan hingga akhirnya mereka sampai di sebuah gubuk sederhana
Castella:
Tempat apa ini?
Hiruko:
Ssstt..jangan terlalu keras, Nona Rubah akan mendengarmu nanti
Castella:
Nona Rubah?
Hiruko:
Sudah, ikut saja
Hiruko membuka sebuah pintu rahasia di lantai gubuk tersebut
Hiruko:
Ayo masuk
Hiruko dan Castella pun masuk ke dalam pintu rahasia. Castella merasa bingung dengan sebutan Nona Rubah, Ia tidak tahu apa arti panggilan itu
Castella:
Hiruko, siapa itu Nona Rubah?
Hiruko:
Dia orang yang galak sekali
Castella:
Lalu kenapa kamu membawaku kemari?
Hiruko:
Aku ingin meminta bantuanmu
Castella:
Benar juga
Castella kembali melanjutkan perjalanannya dengan Hiruko. Beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan sebuah akar raksasa
Castella:
Woah..besar sekali!
Hiruko:
Tapi lihatlah itu
Hiruko menunjuk ke bagian tengah-tengah perkumpulan akar-akar tersebut
Castella:
Kenapa akarnya berubah menjadi hitam?
Hiruko:
Karena ada pohon yang terkurung di dalam gunung dibelakang kediaman Rex petir
Castella:
Ah, aku mengerti, tapi apa hubungannya?
Hiruko:
Pohon itu menyerap semua kegelapan yang menyentuh daratan ini
Castella:
Kegelapan katamu? Maksudmu Abyss?
Hiruko:
Aku tak tahu pasti apa, tapi pohon ini sudah menampung banyak sekali kegelapan di setiap akarnya
Castella:
’Jika benar ini menyimpan energi Abyss yang besar, aku bisa menyerapnya sekarang juga tanpa harus merepotkan Ibu’
Castella:
Bagaimana cara menghilangkan kegelapan itu?
Hiruko:
Kamu harus meletakkan semua batuan ini sesuai dengan arah mata angin dan ukurannya
Castella:
Berarti utara yang paling besar dan dilanjutkan dengan yang lainnya?
Hiruko:
Ya
Castella:
Jika begitu mudah saja!
Hiruko:
Tapi kamu akan melawan monster yang kuat!
Castella:
Monster....?
Hiruko:
Benar, jika kamu sudah mengalahkannya maka gunung yang besar itu akan hancur dan pohonnya akan mekar lagi
Castella:
’Bagaimana ini.....?’
”Sedang apa kalian?!”
Suara seseorang berteriak muncul dari belakang mereka
Castella:
Bibi Azami?!
Hiruko:
Ahh! Itu dia Nona Rubah! Ayo lari!!
Castella:
Tidak perlu takut padanya
Azami:
Jangan berani menyentuh akar itu!
Castella:
Tapi Bibi Azami, aku yakin bisa melakukannya
Azami:
Ini adalah perintah!
Castella:
Aku akan membuktikannya!
Brakkkk!!!!
Castella membuat dinding pembatas yang menghalangi Azami dari mereka berdua
Azami:
Raisuna!!!
Castella:
Aku akan melakukannya!
Hiruko:
Apa kamu yakin?
Castella:
Ya! Jangan ada yang menghalangiku!
Azami:
’Jika begini, aku hanya bisa memanggil Rin dengan Arumi’
Azami berlari kencang keluar dari ruang bawah tanah tersebut untuk memanggil Raiden dan Arumi, sedangkan Castella melakukan pengobatan pada akar pohon itu. Ia menaruh batu-batu sesuai dengan arah mata angin dan ukurannya
ZZRRAAAAAASSSSHHHHH!!!!!!
Semua kegelapan berkumpul di bagian
tengah-tengah akar dan perlahan membentuk wujud monster raksasa yang ganas
”GRRRAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!”
Ruang bawah tanah bergetar, Castella memperkuat ruang bawah tanah agar tidak runtuh
Castella:
Hiruko, pergilah ke tempat aman
Hiruko:
Baiklah, tolong kalahkan dia Castella
Hiruko menjauh sejauh mungkin dari monster dan juga Castella
”HRRRAAAAAAA!!!!!”
Pertarungan pun dimulai dengan serangan awal yang dilancarkan oleh monster tersebut, Ia melompat dan terus mencoba mengenai Castella. Serangannya cukup cepat hingga Castella kewalahan menghadapinya karena Ia tak bagus dalam pertarungan di ruang terbatas
Castella:
Demi Ibu dan daratan ini, getarkanlah tanah ini dan hancurkan mereka yang menentang dan menghalangi jalanku
Castella mengubah tanah pijakannya menjadi bongkahan batuan yang besar dan menyerang monster itu dengan bongkahan-bongkahan batu tersebut
Tash! Tash! Tash! Tash!
Batu tersebut malah hancur tanpa melukai monster tersebut sedikitpun
Hiruko:
’Honoka, bantulah dia’
Monster tersebut terus maju menyerang Castella tanpa memberinya ampun
Castella:
’Apa aku akan menang jika beradu fisik dengannya?’
Castella pun menyerap kekuatan dari tanah dan memperkuat fisiknya hingga di titik maksimal tubuhnya saat ini. Castella akhirnya melakukan perlawanan balik kepada si monster
Bamp!
Castella mengimbangi serangannya dan beradu kekuatan, namun monster itu lebih tangkas dan cekatan darinya
Brakk!!
Castella dihantam hingga terbentur ke tanah dan membuat lubang yang cukup dalam, monster itu kembali menyerang lagi dengan menginjak-injak tanah ditempat Castella berada
Bamm! Bamm! Bamm! Bamm!
Berkali-kali Ia menahan serangan monster tersebut
Castella:
Heaaaarrggghhhh!!!!!!!!
Castella terus menahan serangan tersebut, Ia menahannya hanya dengan mengingat tujuannya yaitu menyerap kekuatan kegelapan
Hiruko:
’Honoka bantulah dia’
Hiruko terus menyebut nama Honoka, Ia tidak terpikirkan hal lain lagi selain nama Honoka
Shuungg.....
”Hujamkan belati ini ke tubuh monster itu”
Hiruko:
Hah?
Cling Cling!
Sebuah belati jatuh di dekat Hiruko
Hiruko:
Honoka melihat ke belati tersebut dan mengingat kata-kata samar yang diucapkan padanya
Hiruko:
Hujamkan belati ini.....
Hiruko menoleh ke arah monster tersebut yang terus-terusan menginjak-injak tanah tempat Castella berada
Hiruko:
Castella.....
Hiruko:
Dia tidak boleh kalah!
”HYAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!”
Hiruko melompat tinggi ke arah si monster dan dengan tekadnya Ia menghujamkan belati itu ke lengan monster tersebut. Si monster pun terpaksa mundur dan melepas Castella
Hiruko:
Castella, ayo bangun!
Castella sudah mengeluarkan darah dari tubuhnya karena memaksa membuat pelindung untuk menahan serangan si monster
Castella:
Hiruko......
Hiruko:
Ayo bangun!!
Hiruko pun mengangkat Castella keluar dan membawanya menjauh, Ia mengistirahatkan Castella
”GRRAAAAAA!!!!”
Monster tersebut menyerang kembali
Hiruko:
Oh tidak!
Hiruko melompat sambil membawa Castella menjauh
Tap!
Ia mendarat kemudian segera meletakkan Castella kemudian kembali ke monster tersebut
Hiruko:
Ayo kita kalahkan monster itu untuk selamanya Kakak Honoka!
Hiruko melompat ke arah si monster dan mencabut belatinya
”HRRRAAAA.....”
Hiruko langsung menyerang balik ke monster tersebut dengan belatinya, Ia hanya bisa menggores kulit si monster dan membuat luka kecil. Si monster pun tidak kehabisan akal, Ia melompat keatas dan menghantam tanah sekuat mungkin, Ia berhasil membuat Hiruko terpental
Hiruko:
Aghh..
Castella pun merespon getaran tanah yang kuat tadi, tubuhnya kembali tersadar. Ia menoleh ke arah pertarungan Hiruko dan si monster
Castella:
Hi..ruko....
Castella berusaha menggerakkan tubuhnya, namun sia-sia, Ia tidak memiliki tenaga. Castella terus mencoba dan mencoba, tekadnya untuk melindungi Hiruko dan membebaskan pohon itu semakin membara
Castella:
Haa....arghh....!
Castella terus memperkuat tekadnya hingga akhirnya Ia berhasil menyentuh inti
Lord of Light miliknya
Shhhrrrtttt......
Sebuah pedang keluar dari perutnya, Ia mengambilnya dan tubuhnya langsung hilang kendali. Castella memisahkan Hiruko dan si monster di tengah-tengah pertarungan
Castella:
Hiruko, menjauhlah
Hiruko:
Castella....?
Hiruko menyadari aura milik Castella dan langsung menjauh
Hiruko:
Apa kamu melihatnya Kak Honoka? Itu adalah Lord of Light
Crack! Krasshh!!!!
Dinding pembatas milik Castella dihancurkan
Raiden:
SUNA!!
Raiden datang beserta Arumi dan Azami
”GRRRRRAAAAAAAA”
Monster itu langsung menyerang ke arah Raiden beserta Azami dan Arumi. Raiden langsung memasang kuda-kuda menyerang, namun Arumi mencegatnya
Arumi:
Diam dan jangan ikut campur
Castella berpindah ke hadapan si monster dan langsung menebasnya hingga tak bersisa
Splash!!!
Monster itu berubah menjadi serpihan kekuatan yang masuk kedalam tubuh Castella
Castella:
Musuh sudah dimusnahkan
Inti kekuatan Lord of Light pun padam karena tujuannya sudah selesai, Castella terjatuh sambil menancapkan pedangnya di tanah sebagai penopang tubuhnya yang
berdarah-darah
Raiden dan Azami berlari mendekat, namun Arumi melampaui mereka berdua dan dalam sekejap mata sudah mencegah Castella terjatuh ke tanah
Arumi:
Anda membuat saya khawatir Maiestus Eius
Crash!
Raiden merobek telapak tangannya dan meminumkan darahnya kepada Castella
Raiden:
Hmph......
Arumi:
Aku tahu kekhawatiranmu padanya, tapi tolong jangan mengatakannya sekarang
Raiden:
Ya
Tss..Tss...Tss....Tss....
Hiruko mendekati Castella dengan tubuhnya yang berubah menjadi butiran-butiran cahaya kecil
Hiruko:
Suatu kehormatan..bisa bertemu dengan anda
Hiruko:
Lo..rd....of.....Light
Hiruko terjatuh dan saat tubuhnya akan terjatuh diatas Castella, Ia sudah menghilang jadi butiran cahaya yang kemudian diserap oleh akar pohon tersebut
Azami:
Pemurnian sudah selesai, ayo pergi dari sini
Arumi membuka gerbang teleportasi langsung kedalam kediaman Raiden
Castella:
Hi..ru...ko
Azami:
Dia sudah tidak ada
Castella mengarahkan matanya ke Raiden
Raiden:
Ada apa?
Castella tersenyum
Castella:
Maaf....
Castella menutup matanya dan tertidur
Raiden:
Bagaimana mungkin aku marah padamu Suna
Raiden membelai kepala Castella
Arumi:
Pedang ini....tidak salah lagi adalah pedang Lord of Light
Azami:
Dia membangkitkan kekuatannya?
Arumi:
Ya, aku merasakan tekad yang kuat pada pedang ini
Raiden:
Berikan padaku pedang itu
Arumi:
Kau yakin bisa memegangnya? Ini sangat berat
Raiden:
Tidak apa
Arumi pun mencoba mengangkat pedang yang Castella pegang
Arumi:
Ini..tidak bisa digerakkan
Raiden:
Biar ku coba, pegang dia
Raiden berdiri dan berpindah ke tangan kiri Castella untuk mencoba mengangkat pedangnya
Raiden:
Baik, aku menyerah mengangkatnya
Raiden pun tak bisa menggoyang pedangnya sedikitpun
Azami:
Biar aku mencobanya
Raiden:
Kamu yakin Azami?
Azami:
Seharusnya bisa, karena klanku juga berasal dari kekuatan Lord of Light yang terpecah
Raiden:
Kalau begitu silahkan dicoba
Azami pun mencobanya juga
Whiirrr.....
Pedang tersebut malah menghilang menjadi butiran debu
Raiden:
Tidak tidak tidak
Raiden mencoba menahan pedangnya namun sia-sia
Arumi:
Tenanglah, pedang itu tidak hancur, Ia kembali kedalam tubuh tuannya
Arumi benar, butiran debu pedang itu masuk ke dalam perut Castella
Arumi:
Ayo kita bawa dia ke tempat istirahatnya
Azami:
Pendarahannya sudah berhenti kan?
Arumi:
Sudah berhenti sepenuhnya
Azami:
Aku akan mengobatinya nanti
Arumi:
Kau bawalah dia, aku harus mengurus sesuatu
Raiden:
Kau akan pergi kemana?
Arumi:
Tidak sopan bertanya seperti itu
Arumi membuka gerbang teleportasi dan pergi
ke tempat yang Ia inginkan
Azami:
Dia itu masih saja mencurigakan
Raiden:
Ya
Arumi berpindah ke perbatasan wilayah Tonitru
Arumi:
Darah Lord of Light
Ia melihat ke kedua tangannya yang bersimbah darah Castella kemudian menjilatinya hingga bersih
Arumi:
Elemen tanah.......
Arumi:
Aku berhasil menguasainya
Arumi mendapatkan kekuatan untuk menguasai elemen tanah setelah menjilati darah Castella
Arumi:
Sayang sekali aku tidak bisa menggunakannya sampai sekuat Rex batu dan Lord of Light
Arumi:
Lord of Light aku adalah milikmu dan aku mengabdikan diriku padamu
Arumi:
Saatnya menyiapkan semuanya di Terra Ignea