Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Setelah Perang



Bertahun-tahun setelah perang melawan Abyss berakhir, pembangunan ulang di kelima wilayah berhasil dilaksanakan tanpa kendala berkat kerja sama antar wilayah yang baik. Selama pembangunan, Castella menghabiskan waktunya berada di puncak pohon raksasa yang tumbuh diatas Abyss


Castella:


Bagusnya diberi nama apa ya pohon ini?


Castella berpikir keras memikirkan nama untuk pohon yang sedang Ia duduki


Castella:


Aha! Lignum Finit!


Castella:


Nama itu sesuai dengan asal-usulnya


Tap Tap Tap Tap Tap


Terdengar suara langkah kaki seseorang


Castella:


Hm?


Castella:


Arumi? ada apa?


Arumi:


Ini laporannya


Arumi menyerahkan laporannya pada Castella


Castella:


Eh? Datang sejauh ini hanya untuk mengantarkan laporan?


Arumi:


Sekalian ingin beristirahat


Castella:


Ohh....


Castella melihat-lihat laporannya


Castella:


’Sejauh ini tidak ada kendala di wilayah daratan’


Castella:


Apa wilayah Korapolas tidak ada kendala?


Arumi:


Untuk wilayah Korapolas sendiri, mereka ingin membangun ulang wilayah tanpa memberikan laporan pembangunannya sama sekali


Castella:


Baiklah


Arumi:


Hwaahhh....ngantuk sekali


Arumi menyandarkan kepalanya diatas kepala Castella


Castella:


Arumi


Arumi:


Ya?


Castella:


Aku tahu kalau aku lebih pendek darimu


Arumi:


Lalu?


Castella:


Menyandarkan kepala boleh saja


Arumi:


Tapi?


Castella:


Tapi jangan menyandarkan tubuhmu juga, berat!


Arumi:


Karena itu berbaringlah


Castella:


Tidak mau


Arumi:


Hmph....


Arumi menekuk lutut Castella dari belakang


Gubrak!


Arumi:


Sekarang sudah berbaring, misi selesai


Castella:


Ya ampun.....


Arumi:


Maaf merepotkan, tapi menempel denganmu terasa nyaman


Arumi:


Dan juga tubuhmu empuk


Castella:


Dasar....


Arumi:


Lagipula kamu masih muda kan


Castella:


Usia hanya angka


Arumi:


Hmph! Jahat


Arumi mendekap Castella


Castella:


Sebenarnya ada apa denganmu? Tubuhmu terasa lebih hangat dari sebelumnya


Arumi:


Entahlah, tapi yang pasti ini bukan demam


Arumi:


Bahkan setiap bersentuhan denganmu, ada rasa aneh yang muncul dari dalam tubuhku


Castella:


’Gawat! Jangan bilang "itu" sudah bangkit’


Castella:


Sepertinya aku tahu apa masalahnya


Arumi:


Benarkah?


Castella:


Akan kuberi tahu kalau saatnya sudah tiba


Arumi:


Castella:


’Maaf, tapi akan repot nantinya kalau kuberitahu’


Beberapa saat kemudian


Arumi:


Zzzzz.....


Castella:


’Dia tertidur’


Castella menggunakan kemampuannya untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi pada Arumi


Ctash!


Castella merasakan sesuatu yang sangat besar


Castella:


’Tidak salah lagi, ini adalah nafsu birahi nya’


Castella:


’Aku harus menekannya’


Ngiiinggg.....


Castella mencoba menekan nafsu birahi Arumi


Castella:


’Hah?’


Castella merasakan hal aneh lagi


’Castella.....’


Castella:


’Ini suara hati Arumi’


’Ingin rasanya terus bersamanya’


’Tapi....’


Suara Arumi menjadi sedih


’Bagaimana perasaannya nanti’


Castella:


’Aku paham’


Castella:


’Dari cinta lahirlah nafsu’


Castella:


’Apa sebaiknya kubiarkan saja ya?’


’Rasa ini akan semakin berkembang setiap harinya, hanya untuknya’


’Apa aku bisa terus menahannya?’


Castella:


’Eh?’


’Bagaimana ini? Mungkinkah aku akan kehilangan kendali atas diriku kelak?’


Castella:


’Aku harus segera membereskan masalah ini’


Castella berkomunikasi dengan para Rex yang ada


Castella:


’Maaf mengganggu, tapi apa bisa pembangunannya diselesaikan secepat mungkin?’


Eios:


’Ha? Apa ada masalah?’


Raiden:


’Sudah kami lakukan yang terbaik’


Nechryn:


’Sebentar lagi akan selesai’


Liang Wei:


’Tidak lama lagi’


Aiwaka:


’Kami sudah hampir selesai’


Castella:


’Baiklah’


Castella menutup komunikasi dengan para Rex kecuali dengan Raiden


Ctik!


Castella menjentikan jarinya


ZRAAASSSHHHHHH!!!!!


Bebatuan dari bawah pohon Finit terangkat ke langit dan membentuk sebuah pulau besar dengan sebuah bangunan megah diatasnya


Castella:


’Dan begitulah caraku melakukannya’


Raiden:


’Kenapa baru sekarang?!’


Castella:


’Ibu, kamu masih terhubung denganku’


Raiden:


’Suna! Bagaimana mungkin bisa selesai secepat itu?!’


Castella:


’Ya ya bagaimana mengatakannya’


Castella:


’Tidak mudah memikirkan bentuk dan rupa pulau itu’


Castella:


’Kekuatan para Rex hanya bisa membantu pembangunannya’


Raiden:


’Ha? Kekuatan Rex ada padamu?!’


Castella:


’Ya, seperti itulah’


Raiden:


’Keterlalu-’


Castella menutup komunikasinya dengan Raiden


Castella:


’Huff..wanita memang begitu’


Castella memindahkan dirinya dan Arumi ke kamar yang berada didalam bangunan mewah yang terdapat di pulau mengambang


Castella:


’Beristirahatlah’


Castella membaringkan Arumi diatas kasur dan pergi bersantai di teras


Castella:


’Seperti ini juga tidak buruk’