
Disaat para manusia dan Rex sedang memperkuat pertahanan mereka,
Castella dan Arumi masih berusaha menahan kekuatan Abyss agar tidak terlepas. Keduanya melepaskan jiwa dari raganya untuk pergi ke dalam Abyss dan menghabisi semua monster yang akan menuju permukaan. Setiap detiknya mereka habiskan dengan menghadapi jutaan monster yang tidak henti-hentinya menyerang
Arumi:
Mengamuklah wahai sang angin!
Arumi:
Bakarlah mereka hingga tak bersisa!
Arumi menciptakan tornado api yang menghisap dan membinasakan
monster-monster yang tak terhitung jumlahnya. Sementara itu Castella menerobos masuk ke dunia penghubung Abyss dengan permukaan untuk menghabisi monster yang berukuran raksasa
Castella:
Cahaya pemurnian!
Castella memberikan penguatan pada tubuhnya yang dimana dapat membuatnya tak dapat disentuh oleh monster dan kekuatan Abyss itu sendiri
Castella:
Hiaaaaaa!!!!!!!
Castella berputar membuat lingkaran cahaya dan menghancurkan para monster raksasa
Bwush!
Tiba-tiba datang serangan berelemen api yang sangat besar menuju ke arahnya
Castella:
Kehampaan!
Castella menghilangkan serangan tadi
Castella:
’Gawat, serangan ini setara dengan Devanagari’
Castella tersadar jika mereka sudah menghabisi sebagian besar ”pasukan kecil” milik Abyss sampai-sampai Devanagari milik Abyss menyerangnya
Castella:
’Aku harus melawannya di permukaan’
Castella keluar dari dunia penghubung
Castella:
Arumi! Devanagari!
Arumi:
Apa?!
Brakkk!!!!
Keluarlah naga yang sangat besar ukurannya dari dunia penghubung
Castella:
’Ukurannya 6 kali lebih besar dari Devanagari milik Rex tanah’
Arumi:
Bagaimana melawannya?!
Castella:
Jangan khawatir
Cincin ditangan Arumi berkelap-kelip
Arumi:
Hah?
Castella:
Lakukanlah, Arumi
Seketika tubuh Arumi dipenuhi oleh zirah yang dulu Ia pernah gunakan
Arumi:
I-Ini....
Arumi menoleh ke arah Castella
Arumi:
Castella?!
Tubuh Castella memudar yang dimana kekuatannya berpindah ke zirah Arumi
Castella:
Arumi, kau adalah titik tengah antara
Abyss dan Lux
Castella:
Kau bisa menggunakan keduanya
Tubuh Castella sepenuhnya menghilang. Dari tangan Arumi, munculah tombak yang bentuknya sama seperti miliknya dulu, ingatannya akan peperangan kembali membara
Arumi:
Aku akan memenuhinya
Arumi mulai menggunakan kembali kekuatan lamanya, namun kali ini Ia menggabungkannya dengan kekuatan Castella sehingga Ia mencapai Sine Forma. Arumi berjalan mendekati Devanagari tersebut
Bwoooshhh!!!!
Arumi disemburkan api yang sangat kuat namun tak Ia tak dapat disentuh sama sekali
GRAAAAAAAA!!!!!!!
Devanagari tersebut mengarahkan ekornya ke Arumi
THUMP!!!!!!
Ekornya tertahan oleh pilar batu yang sangat besar
Arumi:
Reminiscendo Praeterita
(Mengenang Masa Lampau)
Arumi langsung menebas kepala Devanagari dengan tombak miliknya, lumpuhlah Devanagari tersebut
Arumi:
Evanescet
(Lenyaplah)
Arumi menyerap kekuatan Devanagari tadi hingga tak bersisa. Kekuatan yang diserap oleh Arumi dibuat menjadi permata kristal putih dan dipasangkannya pada senjatanya
Arumi:
Iudicium Tempus
(Masa Penghakiman)
Arumi:
Mox Adventu
(Akan segera tiba)
Arumi memusatkan tenaganya dan menembakannya ke dunia penghubung untuk memutus gerbang Abyss ke permukaan sementara waktu
’Arumi, kita harus mengumpulkan para Rex’
Arumi:
’Aku mengerti’
Sosok Arumi menghilang dan kembali ke ruang tak berujung bersama dengan Castella
Arumi:
Ugh....
Castella:
Apakah kau sudah mengerti apa yang akan terjadi kedepannya?
Arumi:
Jadi itu yang anda maksud
Castella:
Ya, meskipun aku mempunyai senjata
Castella:
Aku tetap akan menjadi senjata
Castella:
Kau memenuhi semua syaratnya Arumi
Castella:
Dunia ini bergantung padamu
Castella:
Masa lalu memang tidak dapat diubah
Castella:
Tapi masa depan, kau lah yang menentukannya
Arumi:
Aku mengerti
Arumi:
Jadi, cincin ini?
Castella:
Tenang saja, walaupun aku adalah senjata
Castella:
Arumi:
Yaaa....aneh rasanya jika aku menikahi senjataku sendiri
Castella:
Tapi aku sendiri adalah perwujudan Lux
Castella:
Mau bagaimanapun, orang yang menikah denganmu adalah cahaya itu sendiri
Arumi:
Baiklah, aku tidak akan keberatan
Arumi:
Ngomong-ngomong, kekuatan Devanagari ini?
Castella:
Biar ku periksa ingatannya
Arumi:
Ini
Arumi menyerahkan batu kristal tadi pada Castella
Castella:
Tunjukanlah padaku masa lalu
Ngiiiiingggg......
Mereka berdua terbawa ke ingatan Devanagari tersebut
”Schintax, namamu adalah Schintax”
Terdengar suara yang menggema
”Namaku Crali, Rex kabut”
Ngiinngg....
Mereka terpindah lagi
Crali:
Schintax! Temuilah rekanmu
Crali:
Strazo, Sorvus, Sirion
Crali:
Mereka adalah makhluk yang sama sepertimu
Crali:
Mereka diciptakan oleh Rex lahar, Rex kristal, dan Rex logam
Ngiingg....
Crali:
Schintax! Perkenalkan, ini adalah Deus, Uzia, dan Yotam
Diperlihatkan jika ciri-ciri kekuatan mereka sudah terlihat jelas, dari tubuh Deus terlihat logam-logam memenuhi badannya, Uzia mengeluarkan lahar dari tubuhnya, dan Yotam dipenuhi oleh kristal
Fsshhhh.....
Ingatannya terhenti
Castella:
Terlihat dari wujud ketiga Rex tadi, kekuatannya bisa setara dengan Rex api
Arumi:
Ya, aku melihatnya juga
Arumi:
Apa anda punya solusi menghadapi mereka?
Castella:
Tidak, aku hanya bisa berharap pada mereka
Arumi:
Siapa?
Castella:
Tentunya para Rex
Castella:
Apa kau tahu seberapa kekuatan para Rex yang sudah kau temui?
Arumi:
Perkiraanku, Rex air sudah pasti semakin kuat, karena permukaan laut sudah meluas
Arumi:
Sedangkan Rex api tidak berubah
Arumi:
Rex batu mengalami penurunan kekuasaan karena daratan berkurang
Arumi:
Rex angin saat ini adalah Rex terlemah
Arumi:
Dan untuk Rex petir sendiri tidak usah dikhawatirkan
Castella:
Lalu, kau dan Rex es?
Arumi:
Aku masih belum tahu pasti kekuatan Rex kehidupan akan sekuat apa
Arumi:
Kemudian, tentang Rex es sendiri
Arumi:
Kekuatannya akan sangat ganas di darat maupun laut
Castella:
Ehm..apakah semua ini sudah cukup?
Arumi:
Tidak ada baiknya memikirkannya terus
Arumi:
Lebih baik kita melihat perkembangan dunia saat ini
Castella:
Tidak boleh, entitas kita berdua melampaui hukum dunia
Arumi:
Serahkan padaku
Castella:
Hwoa..!!
Arumi berubah ke Sine Forma lagi
Arumi:
Tunjukanlah padaku semuanya!
Keluarlah 5 cahaya terang yang turun ke dunia para manusia saat ini, kelima cahaya tadi tersebar ke 5 wilayah. Dari wilayah Saxa, tumbuh sebuah pohon besar dengan daun berwarna coklat tanah. Di wilayah Tyga tumbuh bunga berwarna merah di seluruh daratannya. Sedangkan di wilayah Tonitru, cahaya tadi terhisap ke dalam pohon besar di belakang kediaman Raiden. Di wilayah Viestavas, tumbuh tanaman yang menjalar di dalam tanah. Sementara itu di wilayah Korapolas, tumbuhlah bunga teratai kecil.
Keseluruh tanaman tersebut memberikan Arumi ’penglihatan’ dunia manusia
Arumi:
Apa anda merasakannya?
’Manusia....telah diberi kekuasaan untuk mengendalikan elemen?!’
Arumi:
Saya sendiri cukup terkejut dengan perkembangan ini
’Ini mengejutkanku’
Arumi:
Lalu, anda melihat mereka juga?
’Ya, aku melihat semuanya’
Arumi merasa lega setelah ’melihat’ perkembangan dunia saat ini
Arumi:
Castella, aku punya sebuah permintaan
’Katakanlah’
Arumi:
Setelah perang melawan Abyss berakhir, helios para manusia harus ditarik kembali
’Benar juga’
Arumi:
Karena kekuatan itu istimewa dan hanya akan diberikan pada mereka yang memiliki tekad sekuat baja
’Aku paham, aku akan mengabulkan permintaanmu setelah syaratnya terpenuhi’