
Angin topan yang dihasilkan oleh kipas Arumi menyeret segala kegelapan yang ada di sekelilingnya tanpa terkecuali, pergerakannya semakin lama semakin cepat dan ukurannya bertambah besar. Tak berselang lama, semua kegelapan yang menyelimuti Tonitru sudah dihisap habis oleh angin topan tersebut. Kini angin topan itu terus bertambah besar ukurannya dan daya tarikannya terhadap kegelapan semakin kuat. Secara Perlahan, wilayah Saxa dibersihkan dengan daya tariknya yang kuat. Angin topan tersebut sekarang menjadi berwarna hitam pekat, tidak ada cahaya yang mampu menembus topan tersebut
Arumi:
’Berhenti dan mengaumlah’
Arumi menghentikan topan tersebut di tengah wilayah Saxa
ZZZRRRRAAAASSSSHHHHHHHH!!!!!
Putaran topan tersebut menggila dan menarik kegelapan yang ada di seluruh wilayah tanpa tertinggal sedikitpun sisa. Para Rex yang berada di sekitar wilayah Abyss pun merasakan kuatnya topan tersebut
Liang Wei:
Siapa yang menciptakan topan sekuat itu?!
Vigndr:
Bukan kau?
Liang Wei:
Bukan!
Nechryn:
Aku akan mengamankan para penduduk! Kalian pergilah duluan!
Nechryn berhenti sejenak dan memanggil arus ombak yang kuat untuk berselancar ke wilayah Saxa
Nechryn:
’Apa-apaan itu’
Dalam hitungan waktu yang singkat, Nechryn telah sampai di Saxa, terlihat para penduduk yang ada sudah pergi menjauh dari Saxa dengan dipimpin oleh Fosfor serta pasukannya. Tanpa basa-basi, Nechryn langsung menerjang masuk ke Saxa untuk memeriksa keadaan
Nechryn:
’Angin topan ini tidak menyebabkan kerusakan sama sekali’
Nechryn:
’Hanya warna serta ukurannya saja yang terlihat mengancam’
Nechryn melihat-lihat lagi keadaan di sekitar angin topan tersebut
Nechryn:
’Bahkan tidak ada satupun benda yang rusak setelah dilaluinya’
Nechryn:
’Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, mungkin ini adalah bantuan dari Lord of Light’
Nechryn segera meninggalkan Saxa dan dengan kecepatan penuh pergi menyusul
Liang Wei dan Vigndr beserta yang lainnya yang sedang melawan raksasa tersebut
Nechryn:
Wahai Sang Air, Tunjukanlah Kekuasaan Mu!
Nechryn mengerahkan seluruh kekuatannya hingga menyebabkan inti Rex nya menjadi kosong
Bwuuussshhhh.....
Terciptalah enam lingkaran besar dilangit dan salah satu lingkaran tersebut telah diisi oleh warna biru tua
Vassago:
’Apa itu?’
Liang Wei:
Jadi selama ini Rex air yang memegangnya ya
Liang Wei melihat ke langit
Liang Wei:
Tidak salah lagi, itu adalah kekuatan tertinggi kedua setelah Lord of Light
Vigndr:
Apa maksudmu?
Liang Wei:
Kerahkan seluruh kekuatan kita
Liang Wei mengeluarkan seluruh kekuatan pada inti Rex nya dan membuat salah satu lingkaran dipenuhi oleh warna kuning keemasan
Vassago:
Ayo kita lakukan!
Para Rex pun mengerahkan seluruh kekuatan yang ada pada inti Rex mereka dan memenuhi semua lingkaran dengan warnanya yaitu:
Merah: Api
Kuning: Pasir
Abu-abu: Batu
Biru tua: Air
Biru Muda: Es
Hijau: Angin
Nguuuungggg.....
Keenam lingkaran tersebut menyatu dan membuat satu lingkaran kecil, seluruh pikiran para Rex terhubung menjadi satu
”Wahai Saudara-Saudaraku, Ini Adalah Perjuangan Terakhir Kita, Tiada Lagi Dari Keturunan Kita Yang Akan Meneruskan
Rex Regum.
Kisah Ribuan Tahun Lamanya, Kini Akan Berakhir. Biarkan Sejarah Para Rex Regum Terukir Sampa Disini.
Sampai Jumpa dan Selamat Tinggal”
Tepat setelah kata-kata tersebut selesai diucapkan, seluruh Helios terangkat ke langit dan berkumpul di lingkaran kecil tersebut
SHUUUUU!!!!!
Seluruh kekuatan elemen yang ada ditembakan kepada sang raksasa
GRRRAAAAAAAA!!!!!!
Tubuh sang raksasa terkikis secara
perlahan-lahan dan tercampur aduk dengan paduan kekuatan elemental para Rex
ZRAAASSSHHHH!!!
Angin Topan pun ikut terseret dan tercampur aduk didalamnya
DHUARRR!!!!
Lenyaplah seluruh kekuatan elemen yang ada serta kegelapan yang menyelimuti seluruh daratan
Aiwaka:
U-ugh.....
Para Rex terkapar di atas tanah
Fsshhhh.....
Dari tubuh mereka keluar asap-asap yang menyembuhkan luka pada tubuh mereka
Vassago:
Jadi....kita sekarang hanya manusia biasa?
Raiden:
Sepertinya tidak
Raiden:
Lihatlah telapak tangan kanan kalian
Para Rex melihat telapak tangan kanan mereka
Vigndr:
Simbol ini ya
Terdapat ukiran enam makhluk di telapak tangan kanan mereka
Raiden:
Ya, para Devanagari sudah tidak ada lagi
Brukk!!!
Azami jatuh menimpa Raiden
Azami:
A-aduh....
Raiden:
Sial!
Azami:
Maaf Rin
Raiden:
Hmph!
Nechryn:
Sekarang apa?
Liang Wei:
Sekarang adalah pertarungan antara
Lord of Light dengan Lord of Abyss
Eios:
Bagaimana ini? Kita harus segera pergi ke tempat yang aman
Aiwaka:
Jangan pikirkan masalah itu, kita bahkan tidak bisa berdiri sama sekali
Raiden:
Huft..mungkinkah kita akan hancur karena pertarungan mereka
ZZRRRRAASSSSHHHHH!!!!!!
Tiba-tiba sebuah pohon yang sangat besar tercipta, saking besarnya, pohon tersebut menyelimuti total wilayah Abyss dan menembus langit
Aiwaka:
S-sejak kapan?!
Vigndr:
Apa yang terjadi?!
Wajah para Rex menjadi pucat karena pohon yang mereka lihat sangat besar, bahkan ukuran para Devanagari sekalipun bagai serangga dibuatnya
Shuu....
Tiba-tiba sosok Arumi dengan wujud
Sine Forma muncul di hadapan mereka
Arumi:
Kerja bagus
Krakk!
Zirah Arumi hancur
Nguungg...
Castella dan Arumi pun keluar dari wujud
Sine Forma. Castella dipenuhi oleh darah, namun keadaan Arumi berbanding terbalik dengannya. Tidak ada luka sama sekali di tubuh Arumi
Arumi:
Castella, apa kau baik-baik saja?
Castella:
Ya....
Tsh Tsh Tsh
Darah terus mengalir dari tubuh Castella dan menetes jatuh ke tanah
Arumi:
Bertahanlah
Arumi membaringkannya di tanah dan mulai menyembuhkan Castella dengan seluruh inti Rex kehidupan tanpa meninggalkan sisa sekalipun. Luka-luka Castella pun berkurang dan pendarahannya berhenti perlahan, namun, inti Rex kehidupan tidak mampu menyembuhkan total tubuh Castella
Arumi:
Ini..sudah semuanya
Castella:
Tidak apa, setidaknya hanya tersisa luka yang tidak membahayakan
Nechryn:
L-Lord of Light?!
Seluruh Rex tercengang melihat mereka
Castella:
Senang bertemu kalian
Raiden:
Suna, apa yang terjadi?
Arumi:
Pertempuran dengan Abyss sudah selesai, dunia ini sudah terbebas
Eios:
Arumi:
Rex api, aku ini adalah mantan jenderal perang besar Abyss, aku dapat menghentikan waktu untuk beberapa kali saja
Arumi:
Tapi dengan bantuan kekuatan Lord of Light, menghentikan total waktu selama pertarungan bukanlah masalah bagiku
Arumi:
Pertarungan terjadi beberapa saat setelah raksasa itu hancur, kalian tidak akan menyadarinya
Arumi:
Pertarungan itu sangat kuat dan tidak terhindarkan, dunia ini bahkan memerlukan puluhan salinannya di dimensi lain agar pertarungan terselesaikan tanpa menimbulkan kerusakan bagi dunia ini
Arumi:
Singkatnya, kami bertarung di dimensi dan ruang waktu yang lain tanpa kalian sadari
Arumi:
Jadi pertempuran dengan Abyss sudah selesai
Castella:
Ya..begitulah
Castella:
Lalu Arumi, apa ada yang ingin kau sampaikan pada mereka?
Arumi:
A-ah..baiklah Castella
Arumi:
Aku, Arumi, mantan jenderal perang besar Abyss. Hari ini aku sendirilah yang menghancurkan Abyss sebagai penebusan atas kesalahan yang kuperbuat ribuan tahun lalu
Suara Arumi terdengar hingga ke seluruh penjuru
Castella:
Bagus
Castella:
Lalu, kalian para Rex, tugas kalian tetap sama, kalin bebas menentukan sampai kapan kalian hidup. Kekuatan elemen kalian tidak ada lagi, begitu pula dengan para manusia
Raiden:
Akhirnya, semuanya sudah selesai kan Suna?
Castella:
Ahh..masih ada satu hal lagi Ibu
Raiden:
Ha? Apa lagi???
Castella:
Apa Ibu mau memberikan restu pada pernikahan kami
”A....”
Azami dan Raiden terkejut
Azami:
R-R-R-R-Rin!!!
Raiden:
A-aku paham Azami, aku paham
Azami:
L-l-lalu?!
Raiden:
Sudah pasti aku merestui mereka
Raiden:
Tapi....
Raiden:
Aku mengajukan syarat, yaitu pernikahan kalian akan berlangsung setelah semua kekacauan ini diselesaikan
Castella:
Bagaimana Arumi?
Arumi:
Aku setuju
Castella:
Lalu, Guru? Bagaimana denganmu?
Aiwaka:
Aku setuju dengan ibumu, tapi bukankah sudah kubilang untuk memanggil dengan sebutan itu saja
Castella:
Maaf, tapi agak aneh rasanya memanggilmu dengan sebutan itu
Aiwaka:
Huft....
Castella:
Bagaimana dengan yang lain?
Liang Wei:
Aku dan Suamiku tidak keberatan
Castella & Arumi:
Eh? Kau punya suami?
Vassago:
Itu aku
Castella & Arumi:
Sejak kapan Rex menikah?
Vassago:
Ma-maaf..itu sa-
Liang Wei:
Itu salahku
Castella & Arumi:
Hm?
Liang Wei:
Aku ini hanyalah manusia biasa pada awalnya, tapi aku merampas kedudukan seorang Rex secara paksa
Castella & Arumi:
Lalu?
Vassago:
T-tapi jika hal itu tidak terjadi, maka tidak ada Rex pasir
Vassago:
Kumohon ampuni dia
Castella & Arumi:
Ha?
Vassago:
Kumohon jangan marah padanya, itu adalah salahku karena tidak mampu memberikan kepemimpinan pada wilayahku
Castella & Arumi:
Memangnya sejak kapan kami marah?
Vassago:
E-eh?
Castella & Arumi:
Kami hanya terkejut jika Rex bisa menikah
Vassago:
U-untuk itu....istriku lah yang lebih tahu
Castella & Arumi:
Hm?
Liang Wei:
I-itu....itu aku tahu karena Rex pendahulu lah yang memberitahu caranya
Tepat setelah Liang Wei mengatakannya, datanglah jiwa Rex angin ketiga
’Hei nak, kalian tidak sopan’
Arumi:
K-kau!
’Eh?’
’Ha?!’
Rex angin ketiga terkejut dengan penampilan Arumi
’Kau adalah wanita waktu itu?!’
Arumi:
Be-benar ini aku
’Lalu....’
’Lord of Light?!’
’I-ini adalah suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda’
Castella:
Bukan apa-apa, lagipula, terima kasih telah banyak membantu
’I-itu bukan masalah’
’Sa-saya akan kembali ke wilayah saya’
Rex angin ketiga pergi meninggalkan mereka
Wush!
Castella menahannya dengan menarik telinganya
Castella:
Siapa bilang kau boleh pergi? Dasar anak nakal
Arumi:
’Eh???’
Castella:
Kau sengaja melakukannya bukan?
’Ma-maafkan saya’
Castella:
Huh
Castella melempar Rex angin ketiga ke langit
Arumi:
A-apa yang dia perbuat?
Castella:
Dia datang ke Tonitru dengan membawa tanaman yang kau tumbuhkan di beberapa wilayah
Castella:
Lalu dia menggambar wajah konyolku dengan memberi hiasannya dengan tanaman milikmu
Arumi:
Bagaimana mungkin?
Castella:
Kipas milikmu lah yang menyebabkan jiwanya masih disini
Arumi:
He?
Castella:
Ya ya..dia memang usil, para Rex terdahulu sudah mengatakannya padaku
Castella:
Baiklah, ayo kita bawa mereka pulang dulu
Arumi:
Baiklah