Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Akhir



Angin topan yang dihasilkan oleh kipas Arumi menyeret segala kegelapan yang ada di sekelilingnya tanpa terkecuali, pergerakannya semakin lama semakin cepat dan ukurannya bertambah besar. Tak berselang lama, semua kegelapan yang menyelimuti Tonitru sudah dihisap habis oleh angin topan tersebut. Kini angin topan itu terus bertambah besar ukurannya dan daya tarikannya terhadap kegelapan semakin kuat. Secara Perlahan, wilayah Saxa dibersihkan dengan daya tariknya yang kuat. Angin topan tersebut sekarang menjadi berwarna hitam pekat, tidak ada cahaya yang mampu menembus topan tersebut


Arumi:


’Berhenti dan mengaumlah’


Arumi menghentikan topan tersebut di tengah wilayah Saxa


ZZZRRRRAAAASSSSHHHHHHHH!!!!!


Putaran topan tersebut menggila dan menarik kegelapan yang ada di seluruh wilayah tanpa tertinggal sedikitpun sisa. Para Rex yang berada di sekitar wilayah Abyss pun merasakan kuatnya topan tersebut


Liang Wei:


Siapa yang menciptakan topan sekuat itu?!


Vigndr:


Bukan kau?


Liang Wei:


Bukan!


Nechryn:


Aku akan mengamankan para penduduk! Kalian pergilah duluan!


Nechryn berhenti sejenak dan memanggil arus ombak yang kuat untuk berselancar ke wilayah Saxa


Nechryn:


’Apa-apaan itu’


Dalam hitungan waktu yang singkat, Nechryn telah sampai di Saxa, terlihat para penduduk yang ada sudah pergi menjauh dari Saxa dengan dipimpin oleh Fosfor serta pasukannya. Tanpa basa-basi, Nechryn langsung menerjang masuk ke Saxa untuk memeriksa keadaan


Nechryn:


’Angin topan ini tidak menyebabkan kerusakan sama sekali’


Nechryn:


’Hanya warna serta ukurannya saja yang terlihat mengancam’


Nechryn melihat-lihat lagi keadaan di sekitar angin topan tersebut


Nechryn:


’Bahkan tidak ada satupun benda yang rusak setelah dilaluinya’


Nechryn:


’Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, mungkin ini adalah bantuan dari Lord of Light’


Nechryn segera meninggalkan Saxa dan dengan kecepatan penuh pergi menyusul


Liang Wei dan Vigndr beserta yang lainnya yang sedang melawan raksasa tersebut


Nechryn:


Wahai Sang Air, Tunjukanlah Kekuasaan Mu!


Nechryn mengerahkan seluruh kekuatannya hingga menyebabkan inti Rex nya menjadi kosong


Bwuuussshhhh.....


Terciptalah enam lingkaran besar dilangit dan salah satu lingkaran tersebut telah diisi oleh warna biru tua


Vassago:


’Apa itu?’


Liang Wei:


Jadi selama ini Rex air yang memegangnya ya


Liang Wei melihat ke langit


Liang Wei:


Tidak salah lagi, itu adalah kekuatan tertinggi kedua setelah Lord of Light


Vigndr:


Apa maksudmu?


Liang Wei:


Kerahkan seluruh kekuatan kita


Liang Wei mengeluarkan seluruh kekuatan pada inti Rex nya dan membuat salah satu lingkaran dipenuhi oleh warna kuning keemasan


Vassago:


Ayo kita lakukan!


Para Rex pun mengerahkan seluruh kekuatan yang ada pada inti Rex mereka dan memenuhi semua lingkaran dengan warnanya yaitu:


Merah: Api


Kuning: Pasir


Abu-abu: Batu


Biru tua: Air


Biru Muda: Es


Hijau: Angin


Nguuuungggg.....


Keenam lingkaran tersebut menyatu dan membuat satu lingkaran kecil, seluruh pikiran para Rex terhubung menjadi satu


”Wahai Saudara-Saudaraku, Ini Adalah Perjuangan Terakhir Kita, Tiada Lagi Dari Keturunan Kita Yang Akan Meneruskan


Rex Regum.


Kisah Ribuan Tahun Lamanya, Kini Akan Berakhir. Biarkan Sejarah Para Rex Regum Terukir Sampa Disini.


Sampai Jumpa dan Selamat Tinggal”


Tepat setelah kata-kata tersebut selesai diucapkan, seluruh Helios terangkat ke langit dan berkumpul di lingkaran kecil tersebut


SHUUUUU!!!!!


Seluruh kekuatan elemen yang ada ditembakan kepada sang raksasa


GRRRAAAAAAAA!!!!!!


Tubuh sang raksasa terkikis secara


perlahan-lahan dan tercampur aduk dengan paduan kekuatan elemental para Rex


ZRAAASSSHHHH!!!


Angin Topan pun ikut terseret dan tercampur aduk didalamnya


DHUARRR!!!!


Lenyaplah seluruh kekuatan elemen yang ada serta kegelapan yang menyelimuti seluruh daratan


Aiwaka:


U-ugh.....


Para Rex terkapar di atas tanah


Fsshhhh.....


Dari tubuh mereka keluar asap-asap yang menyembuhkan luka pada tubuh mereka


Vassago:


Jadi....kita sekarang hanya manusia biasa?


Raiden:


Sepertinya tidak


Raiden:


Lihatlah telapak tangan kanan kalian


Para Rex melihat telapak tangan kanan mereka


Vigndr:


Simbol ini ya


Terdapat ukiran enam makhluk di telapak tangan kanan mereka


Raiden:


Ya, para Devanagari sudah tidak ada lagi


Brukk!!!


Azami jatuh menimpa Raiden


Azami:


A-aduh....


Raiden:


Sial!


Azami:


Maaf Rin


Raiden:


Hmph!


Nechryn:


Sekarang apa?


Liang Wei:


Sekarang adalah pertarungan antara


Lord of Light dengan Lord of Abyss


Eios:


Bagaimana ini? Kita harus segera pergi ke tempat yang aman


Aiwaka:


Jangan pikirkan masalah itu, kita bahkan tidak bisa berdiri sama sekali


Raiden:


Huft..mungkinkah kita akan hancur karena pertarungan mereka


ZZRRRRAASSSSHHHHH!!!!!!


Tiba-tiba sebuah pohon yang sangat besar tercipta, saking besarnya, pohon tersebut menyelimuti total wilayah Abyss dan menembus langit


Aiwaka:


S-sejak kapan?!


Vigndr:


Apa yang terjadi?!


Wajah para Rex menjadi pucat karena pohon yang mereka lihat sangat besar, bahkan ukuran para Devanagari sekalipun bagai serangga dibuatnya


Shuu....


Tiba-tiba sosok Arumi dengan wujud


Sine Forma muncul di hadapan mereka


Arumi:


Kerja bagus


Krakk!


Zirah Arumi hancur


Nguungg...


Castella dan Arumi pun keluar dari wujud


Sine Forma. Castella dipenuhi oleh darah, namun keadaan Arumi berbanding terbalik dengannya. Tidak ada luka sama sekali di tubuh Arumi


Arumi:


Castella, apa kau baik-baik saja?


Castella:


Ya....


Tsh Tsh Tsh


Darah terus mengalir dari tubuh Castella dan menetes jatuh ke tanah


Arumi:


Bertahanlah


Arumi membaringkannya di tanah dan mulai menyembuhkan Castella dengan seluruh inti Rex kehidupan tanpa meninggalkan sisa sekalipun. Luka-luka Castella pun berkurang dan pendarahannya berhenti perlahan, namun, inti Rex kehidupan tidak mampu menyembuhkan total tubuh Castella


Arumi:


Ini..sudah semuanya


Castella:


Tidak apa, setidaknya hanya tersisa luka yang tidak membahayakan


Nechryn:


L-Lord of Light?!


Seluruh Rex tercengang melihat mereka


Castella:


Senang bertemu kalian


Raiden:


Suna, apa yang terjadi?


Arumi:


Pertempuran dengan Abyss sudah selesai, dunia ini sudah terbebas


Eios:


Arumi:


Rex api, aku ini adalah mantan jenderal perang besar Abyss, aku dapat menghentikan waktu untuk beberapa kali saja


Arumi:


Tapi dengan bantuan kekuatan Lord of Light, menghentikan total waktu selama pertarungan bukanlah masalah bagiku


Arumi:


Pertarungan terjadi beberapa saat setelah raksasa itu hancur, kalian tidak akan menyadarinya


Arumi:


Pertarungan itu sangat kuat dan tidak terhindarkan, dunia ini bahkan memerlukan puluhan salinannya di dimensi lain agar pertarungan terselesaikan tanpa menimbulkan kerusakan bagi dunia ini


Arumi:


Singkatnya, kami bertarung di dimensi dan ruang waktu yang lain tanpa kalian sadari


Arumi:


Jadi pertempuran dengan Abyss sudah selesai


Castella:


Ya..begitulah


Castella:


Lalu Arumi, apa ada yang ingin kau sampaikan pada mereka?


Arumi:


A-ah..baiklah Castella


Arumi:


Aku, Arumi, mantan jenderal perang besar Abyss. Hari ini aku sendirilah yang menghancurkan Abyss sebagai penebusan atas kesalahan yang kuperbuat ribuan tahun lalu


Suara Arumi terdengar hingga ke seluruh penjuru


Castella:


Bagus


Castella:


Lalu, kalian para Rex, tugas kalian tetap sama, kalin bebas menentukan sampai kapan kalian hidup. Kekuatan elemen kalian tidak ada lagi, begitu pula dengan para manusia


Raiden:


Akhirnya, semuanya sudah selesai kan Suna?


Castella:


Ahh..masih ada satu hal lagi Ibu


Raiden:


Ha? Apa lagi???


Castella:


Apa Ibu mau memberikan restu pada pernikahan kami


”A....”


Azami dan Raiden terkejut


Azami:


R-R-R-R-Rin!!!


Raiden:


A-aku paham Azami, aku paham


Azami:


L-l-lalu?!


Raiden:


Sudah pasti aku merestui mereka


Raiden:


Tapi....


Raiden:


Aku mengajukan syarat, yaitu pernikahan kalian akan berlangsung setelah semua kekacauan ini diselesaikan


Castella:


Bagaimana Arumi?


Arumi:


Aku setuju


Castella:


Lalu, Guru? Bagaimana denganmu?


Aiwaka:


Aku setuju dengan ibumu, tapi bukankah sudah kubilang untuk memanggil dengan sebutan itu saja


Castella:


Maaf, tapi agak aneh rasanya memanggilmu dengan sebutan itu


Aiwaka:


Huft....


Castella:


Bagaimana dengan yang lain?


Liang Wei:


Aku dan Suamiku tidak keberatan


Castella & Arumi:


Eh? Kau punya suami?


Vassago:


Itu aku


Castella & Arumi:


Sejak kapan Rex menikah?


Vassago:


Ma-maaf..itu sa-


Liang Wei:


Itu salahku


Castella & Arumi:


Hm?


Liang Wei:


Aku ini hanyalah manusia biasa pada awalnya, tapi aku merampas kedudukan seorang Rex secara paksa


Castella & Arumi:


Lalu?


Vassago:


T-tapi jika hal itu tidak terjadi, maka tidak ada Rex pasir


Vassago:


Kumohon ampuni dia


Castella & Arumi:


Ha?


Vassago:


Kumohon jangan marah padanya, itu adalah salahku karena tidak mampu memberikan kepemimpinan pada wilayahku


Castella & Arumi:


Memangnya sejak kapan kami marah?


Vassago:


E-eh?


Castella & Arumi:


Kami hanya terkejut jika Rex bisa menikah


Vassago:


U-untuk itu....istriku lah yang lebih tahu


Castella & Arumi:


Hm?


Liang Wei:


I-itu....itu aku tahu karena Rex pendahulu lah yang memberitahu caranya


Tepat setelah Liang Wei mengatakannya, datanglah jiwa Rex angin ketiga


’Hei nak, kalian tidak sopan’


Arumi:


K-kau!


’Eh?’


’Ha?!’


Rex angin ketiga terkejut dengan penampilan Arumi


’Kau adalah wanita waktu itu?!’


Arumi:


Be-benar ini aku


’Lalu....’


’Lord of Light?!’


’I-ini adalah suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda’


Castella:


Bukan apa-apa, lagipula, terima kasih telah banyak membantu


’I-itu bukan masalah’


’Sa-saya akan kembali ke wilayah saya’


Rex angin ketiga pergi meninggalkan mereka


Wush!


Castella menahannya dengan menarik telinganya


Castella:


Siapa bilang kau boleh pergi? Dasar anak nakal


Arumi:


’Eh???’


Castella:


Kau sengaja melakukannya bukan?


’Ma-maafkan saya’


Castella:


Huh


Castella melempar Rex angin ketiga ke langit


Arumi:


A-apa yang dia perbuat?


Castella:


Dia datang ke Tonitru dengan membawa tanaman yang kau tumbuhkan di beberapa wilayah


Castella:


Lalu dia menggambar wajah konyolku dengan memberi hiasannya dengan tanaman milikmu


Arumi:


Bagaimana mungkin?


Castella:


Kipas milikmu lah yang menyebabkan jiwanya masih disini


Arumi:


He?


Castella:


Ya ya..dia memang usil, para Rex terdahulu sudah mengatakannya padaku


Castella:


Baiklah, ayo kita bawa mereka pulang dulu


Arumi:


Baiklah