
Arumi:
Karena Dia sudah datang
Castella:
Ibu, makan malam sudah siap
Raiden:
Kami segera kesana!
Castella:
Aku akan menunggu disana
Raiden:
Ya
Arumi:
Kalau begitu aku akan segera kesana juga
Raiden:
Silahkan, aku harus membahas sesuatu dengan Azami
Arumi:
Apa pembahasannya mengenaiku?
Silahkan saja
Raiden:
Aku akan berusaha agar memperkecil jarak diantara kalian
Arumi:
Jangan berusaha terlalu keras, aku juga tidak bisa akur dengan klan Haiku
Raiden:
Ya ya aku mengerti
Arumi berjalan keluar dari ruangan dan mengikuti Castella
Castella:
Aru-sor, apa yang kau makan saat kau masih disegel di pohon?
Arumi:
Saya tidak bisa merasa lapar saat disegel di pohon itu, makanya saat saya bebas, saya merasa lapar
Castella:
Mungkin karena perutmu yang diikat oleh kalung itu
Arumi:
Entahlah, siapa yang tahu
Mereka berdua berjalan kembali, Azami memantau mereka dari puncak kediaman Raiden
Azami:
Apakah pembawa bencana akan berubah menjadi keluarga? Hanya waktu lah yang dapat menjawabnya
Whishh.....
Raiden menemui Azami
Azami:
Jadi, kesimpulan apa yang kamu dapatkan Rin?
Raiden:
Aku memutuskan untuk meminta bantuannya mengumpulkan Rex yang lain
Raiden:
Abyss akan kembali bebas
Azami:
Jadi, apa rencanamu untuk melawannya?
Raiden:
Aku mempunyai ide untuk membangun pulau di atas awan
Azami:
Jikalau demikian, aku akan membantumu membuat pelindungnya
Raiden:
Ya, itulah yang kubutuhkan
Azami:
Apa makan malam sudah siap?
Raiden:
Tentu sudah
Azami:
Baiklah, ayo
Raiden:
Yang duluan sampai, dia lah pemenangnya!
Azami dan Raiden terjun bebas ke tanah kemudian berlomba lari untuk pergi ke ruang makan, Azami menggunakan pepohonan untuk melompat dari satu pohon ke pohon lainnya
Raiden:
Wah wah, ingin mengadu kelincahan rupanya
Raiden mempercepat larinya dan meringankan tubuhnya sampai lebih ringan dari sebuah daun
Tap! Tap! Tap! Tap!
Raiden berlari dengan menginjak daun-daun yang berguguran hingga menyaingi kecepatan Yae, keduanya terus berlari hingga sampai di ruang makan
”PERTAMA!!!”
Wwuuuussshhhh.....
Sara menangkap kepala mereka berdua agar tidak menabrak ruang makan
”Ouch!”
Sara:
Kalian akan merusak meja makan beserta hidangannya
Raiden:
Iya aku paham, lepaskan aku
Sara melepas kepala mereka berdua
Sara:
Selamat menikmati
Azami:
Selamat makan
Raiden:
Selamat makan juga
Mereka berdua masuk, namun Raiden terlihat bingung
Yae:
Ada apa Rin?
Raiden:
Dimana Suna?
Sara:
Tuan Suna berada di ruang makan yang sama dengan Nona Arumi
Azami:
Argh..tidak akan kubiarkan
Telinga rubah milik Azami berdiri tegak
Raiden:
Whoa..tenanglah Azami
Raiden menarik tangan Azami
Raiden:
Kita akan selesaikan ini dengan cara yang damai
Sara:
’Mereka mulai lagi’
Azami:
Baiklah, aku mengerti
Telinga rubah Azami turun kembali
Raiden:
Ayo kita kesana!!!
Azami:
Yaaaaa!!!!!!
Buuusssshhhhh!!!!!!
Sara:
Hentikan!
Sara menangkap kaki mereka berdua dan menyeretnya kedalam ruang makan
Raiden:
Anak ku~
Azami:
Keponakanku~
Sara:
Urgh..berhentilah bersikap kekanak-kanakan
Raiden:
Huuuu....aku akan segera datang Suna~
Azami:
Aku juga~
Sara:
’Yang benar saja mereka ini’
Sara:
Bersikaplah seperti orang terhormat
Raiden:
Benar juga
Keduanya bangkit duduk
Raiden:
Ekhem..selamat makan
Azami:
Selamat makan juga
Raiden dan Azami mengambil sumpit mereka dan mulai menyantap hidangan di meja makan.
Semuanya berjalan normal sampai mereka berdua menghabiskan hidangan utama dan sampai di fase hidangan penutup
Sara:
Sara menaruh 3 butir bakpao ayam di meja makan, Raiden dan Azami mengambil
masing-masing satu bakpao. Mereka memakannya seperti biasa dan tanpa masalah, namun, tibalah masa bagi mereka untuk merebut bakpao terakhir
”Hiyaaaaaa.....”
Sara:
’Oh astaga’
Pak! Pak!
Sara menepak tangan mereka berdua
Raiden:
Itu milikku
Azami:
Tentu tidak, itu milikku
Sara:
Cukup, ini bukan untuk kalian
”Bwaaahhhh.....”
Keduanya merengek seperti anak kecil
Sara:
’Yang satu seorang Rex dan satunya Miko, tapi keduanya sama-sama konyol!’
Sara menebas bakpao tersebut hingga menjadi dua bagian
”Yeeeeyyyyy....hebat!!”
Sara:
Diamlah!
Sara memberikan mereka masing-masing satu bagian dari bakpao tersebut
”Nyam nyam nyam nyam nyam”
Keduanya menghabiskan bakpaonya
Raiden:
Baiklah, sudah saatnya menemui anakku
Azami:
Benar, aku ikut
Raiden dan Azami bangkit berdiri dan berjalan keluar
Shing..
Sara:
Kalian pikir kalian akan pergi kemana?
Sara:
Nona Raiden, masuk ke kemar anda, saya juga sudah menyiapkan ruangan untuk anda
Nona Azami
Sara menyeret Raiden dan Azami
”Bwaaaahhhh.....”
Raiden:
Aku ingin bertemu anakku....
Azami:
Aku ingin tidur satu ruangan dengan Rin....
”Bwaaaahhhhhh......”
Sara tak peduli dan menyeret mereka berdua ke kamar mereka masing-masing
Sara:
Tidurlah
Sara memasukkan mereka ke dalam kamar mereka masing-masing dan mengunci pintunya
Sara:
Huff..merepotkan
Sara pergi menemui Arumi dan Castella
Sara:
Permisi, sudah saatnya untuk beristirahat
Arumi:
Ah, baiklah aku mengerti
Castella:
Aku akan mendengarkan lagi ceritanya di lain waktu Aru-sor
Arumi:
Dengan senang hati Maiestus Eius
Sara:
Mari saya antar ke ruangan kalian
Arumi:
Baik
Sara mengantarkan Arumi ke ruangannya
Sara:
Ini kamar anda
Arumi:
Terima kasih
Arumi:
Sampai jumpa besok, Maiestus Eius
Castella:
Ya, sampai jumpa besok Aru-sor
Sreett....
Arumi menutup pintu kamarnya
Sara:
Mari ikut saya tuan Suna
Castella:
Ya
Sara membawa Castella ke kamar Raiden
Sara:
’Harusnya dia sudah tidur’
Sreet..
Raiden:
Tentu saja Azami, keren bukan?
Azami:
Benar
Shing!
Sara:
Kalian melanggar peraturan lagi
”Hwaaaaaa!!!!”
Bak! bug! bak! bug!
Sara memberi pelajaran pada
Raiden dan Azami
”Ka-kami menyesal....”
Sara:
Kalian ini masih saja konyol
Castella:
Emm....apa aku sudah boleh masuk?
Sara:
Ah, silahkan masuk tuan
”Suna!!”
Sara:
Diam!
Castella berjalan masuk
Sara:
Kalian berdua, berbaringlah di Futon kalian dan tidur
Raiden:
Aku ingin Suna disampingku!
Azami:
Tidak, aku ingin dia disampingku!
Drrttt....
Sara mengepal tangannya sembari memasang ekspresi kesal
Sara:
Aku yang menentukannya
”Ba-ba-baik!”
Beberapa saat kemudian......
Sara:
Selesai
Raiden berada di samping kiri, Azami di samping kanan, dan Castella ditengah-tengah mereka berdua
”Yeyyy....”
Keduanya memeluk erat Castella
Sara:
Tidur!!
Sreett....
Sara menutup pintunya
Castella:
Se-sesak..
Castella hanya berpasrah
Raiden dan Azami mengelus-elus rambut Castella dengan lembut
’Hangat sekali tubuhnya’
Ketiganya pun tertidur