Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
KDRT (Kegiatan Di Ranah Tyga)



Setelah 5 cahaya yang diturunkan oleh Arumi, gemparlah para manusia yang berada di wilayah Viestavas, Tyga, dan Saxa. Para Rex langsung pergi memeriksanya untuk meredam kepanikan para manusia.


Di wilayah Tyga, saat itu Vassago sedang berlatih bertarung tangan kosong dengan Eios


Eios:


Ayo, jangan menangkisnya terus


Eios terus melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Vassago, meskipun serangan Eios berhasil ditangkis olehnya, tetap saja Eios masih bisa melancarkan serangan yang mengenai Vassago


Eios:


Cepatlah, lawan balik


Vassago:


’Bagaimana mungkin aku bisa melawan balik?’


Vassago:


’Serangannya saja masih ada yang mengenai aku’


Eios:


Jangan melamun!


Bakk!!!


Eios melayangkan sebuah tendangan hingga membuat pertahanan Vassago pecah dan terjatuh ke tanah


Eios:


Kau masih belum ada perkembangan sama sekali


Vassago:


.........


Eios:


’Indra penglihatan dan perasanya belum tumbuh sama sekali’


Eios:


Berdiri, latihanmu belum selesai


Vassago:


Baik


Vassago bangkit berdiri


Eios:


Ikut aku


Eios berjalan menuju ke dalam sebuah goa


Eios:


Disinilah tempat latihanmu sekarang


Mereka berhenti di sebuah lubang besar


Bukk!


Eios mendorong Vassago ke dalam lubang besar tersebut


Vassago:


Hei!


Eios:


Aku akan kembali saat kau sudah selesai


Eios pergi meninggalkan Vassago seorang diri


Tsung!


Sebuah batu melayang ke arahnya


Thump!


Vassago menangkisnya


Vassago:


’Perasaanku tidak enak’


Batu-batu mulai beterbangan ke arahnya dan Vassago harus segera menangkis semuanya


Tak! tak! tak! tak! tak! tak! tak!


Pelatihan pun dimulai, batu-batu mulai melayang dengan kecepatan dan jumlah yang semakin bertambah setiap beberapa saat


Vassago:


’Sial! Goa ini mengunci kekuatan milik ku’


Vassago pun terpaksa mengikutinya sampai akhir. Sementara itu Eios pergi ke tempat kerjanya untuk melihat semua laporan serta berkas-berkas yang ada di mejanya


Eios:


Hmm..Hm...Hm....Hmmm.....Hm


Eios membaca satu per satu semuanya hingga Ia melihat laporan tentang tumbuhnya bunga liar berwarna merah di seluruh daratan


Eios:


Apalagi ini?


Eios membaca laporannya secara fokus


Eios:


Ahh..hanya bunga biasa


Eios tidak memperdulikan laporannya dan pergi ke tempat pelatihan para prajurit


”Satu! Dua! Tiga! Empat! Lima! Enam!”


Terlihat para prajurit tidak memperdulikan sama sekali apa yang sedang terjadi dan terus berlatih


Eios:


’Ya ya, mereka sendiri tidak peduli’


Eios lanjut berjalan keluar


Eios:


’Eh? Belakangan ini aku tidak melihat mereka’


”HWAAAAAAAAA......”


Meluncurlah gentong-gentong yang mengeluarkan suara jeritan wanita sedang melintas ke jalan besar utama


Eios:


’Suara ini kan suara mereka’


Eios menghentikan satu per satu gentong yang meluncur tersebut


Bakk! Bakk! Bakk! Bakk!


”OUCH!!!”


Eios:


’Benar dugaanku, jumlahnya sesuai’


Eios membuka penutup gentong-gentongnya


Eios:


Ya ampun, apa yang kalian lakukan?


Huang Yui:


Ini..ulah....orang itu......


Eios:


............


”Yahuuuuuu!!!!”


Meluncur lagi sebuah gentong di jalan besar utama, Eios tidak memperdulikan gentong tadi karena Ia tahu jika itu adalah Eli


Hera:


Akh..kepalaku pusing!


Suan:


Aku....merasa..mual....


Eiko:


Bweeeggghhhh.....


Eios:


Berdirilah, tidak ada gunanya untuk terus berada di dalam gentong itu


Para Stellar keluar dari gentong tersebut dan beristirahat di bebatuan. Eios mengangkat gentong-gentong tersebut dan membakarnya


Eios:


Kalian mau pergi ke tempat yang lebih tenang?


”Tentu!”


Eios:


Ini, ambil helios ini


Eios memberikan mereka helios


Eios:


Menuju ke pemberhentian selanjutnya


Bwooshh......


Eios membawa para Stellar pergi ke sebuah bangunan yang tinggi


”Uwoaahhh!!!!”


Para Stellar terpana melihat keindahan alam dari atas bangunan tersebut


”Selamat datang tuan Generalis Belli dan


tamu-tamu yang terhormat”


”Apa anda sekalian ingin memesan sesuatu?”


Eios:


Nah, kalian ingin memesan apa?


Huang Yui:


Aku memesan minuman terbaik milik kalian


Hera:


Aku pesan wine saja


Eiko:


Kalau aku susu


Suan:


Aku teh hangat


”Baiklah”


”Lalu apa anda ingin memesan sesuatu tuan Generalis Belli?”


Eios:


Aku pesan yang biasa


”Bagaimana dengan makanannya?”


Huang Yui:


Makanan juga?


Eios:


Pesanlah


”Yeyyyy!!!!”


Huang Yui:


Kami pesan satu porsi penuh hidangan lengkap


”Baiklah, bagaimana dengan anda?”


Eios:


Aku memesan seporsi ikan bakar tusuk


”Baik, segera datang”


Eios:


Ya, terima kasih


Eios:


Huang Yui:


Tentu kami mau


Eios:


Baiklah, jangan sampai tersesat


Eios:


Aku akan memanggil kalian dengan Helios itu


”Baik!!!”


Para Stellar berpencar dan menikmati seluruh fasilitas yang ada


Eios:


’Mereka seperti anak kecil saja’


Eios:


Ah! Aku lupa dengan dia


Bwoosshhh.....


Eios pergi ke goa tempat Vassago berlatih, Ia mengintip bagaimana Vassago menangkis batu-batu yang dilayangkan padanya


Eios:


Seharusnya itu sudah bisa melatih indra perasanya dan penglihatannya


”Jadi bagaimana?”


Eios:


Hm?


Liang Wei:


Bagaimana perkembangannya?


Eios:


Oh? Sejak kapan kau disini?


Liang Wei:


Sedari tadi aku memperhatikannya terus


Eios:


Perhatian juga dirimu padanya


Liang Wei:


Itu sudah semestinya


Eios:


Ya


Eios:


Dilihat dari tingkat kesulitannya, ini masih tahap awal


Liang Wei:


Baiklah, aku serahkan dia padamu


Eios:


Tentu, aku akan melatihnya dengan semua yang kumiliki


Eios:


Namun sekarang sudah waktunya untuk beristirahat!


Eios mengambil sebuah kerikil dan melemparnya ke salah satu batu yang dilayangkan ke Vassago. Dalam sekejap mata, bersihlah semua batu yang dilayangkan pada Vassago


Vassago:


Hah?


Eios:


Pelatihannya cukup sampai disini dulu


Vassago:


Akhirnya!


Eios menarik sebuah tuas tersembunyi yang berada di dekatnya


Cklak!


BRASSSHHHH!!!!!


Mengalirlah air hangat yang dengan derasnya memenuhi lubang tempat dimana Vassago berlatih


Liang Wei:


H-hei! Apa yang kau lakukan?!


Eios:


Tenanglah, itu hanya air mandi


Eios:


Lagipula dia sudah bisa menggunakan kekuatannya


Fsssshhhhh.....


Air hangat tadi langsung menguap menjadi embun-embun


Eios:


Jadi, kau mau ikut bersama dengan


teman-temanmu?


Eios:


Saat ini mereka sedang bersenang-senang


Liang Wei:


Ya, aku ikut


Eios:


Akan kuantarkan


Bwooosshhhh!!!!


Mereka bertiga berubah menjadi kobaran api dan berpindah ke bangunan tadi


Eios:


Sampailah kita


Vassago:


Tempat apa ini?


Eios:


Hanya tempat bersenang-senang


Eios:


Dan ka-


Liang Wei:


Aku pesan satu set teh hijau serta daging bakarnya dan tolong dagingnya jangan sampai terlalu matang


”.............”


Vassago:


Dia sudah memesan


Eios:


Ya, belajarlah dari dia


Vassago:


Tidak terima kasih


Eios:


Jangan malu-malu


Vassago:


Tentu tidak akan


Vassago:


Permisi, aku pesan satu gelas kopi dan semangkuk sup


”Baik!”


Eios:


???


Vassago:


Aku melakukannya persis dengan apa yang dia lakukan


Eios:


Sederhana sekali pesananmu


Vassago:


Aku sudah terbiasa dengan sayuran


Eios:


Ya aku mengerti, kalau begitu apa kalian ingin memesan tempat khusus?


Vassago:


Sepertinya iya


Eios:


Gunakan ini


Eios menyerahkan sebuah lencana pada Vassago


Eios:


Ini lencana khusus untuk memesan meja kelas atas


Eios:


Nikmatilah waktu kalian


Vassago:


Terima kasih


Vassago pergi menghampiri Liang Wei


’Tuan! Keempat wanita itu menghilang!’


Eios:


’Eli? Tentu saja mereka menghilang’


Eios:


’Mereka saat ini sedang bersamaku’


Eli:


’Oh, begitukah? Baiklah’


Eios:


’Eli, tolong lakukan penelitian pada bunga merah itu’


Eli:


’Aku mengerti’


Komunikasi pun segera terputus


Eios:


’Sekarang apa?’


Eios berdiri sendirian


Eios:


Huft..sendirian lagi


Eios mengambil sebuah ember berisi air, kemudian duduk di sebuah meja kecil dan merendam kepalanya


Blup blup blup blup blup blup


Pelayan tadi melihatny


’Ya ampun, penyakitnya kambuh lagi’