
Setelah 5 cahaya yang diturunkan oleh Arumi, gemparlah para manusia yang berada di wilayah Viestavas, Tyga, dan Saxa. Para Rex langsung pergi memeriksanya untuk meredam kepanikan para manusia.
Di wilayah Tyga, saat itu Vassago sedang berlatih bertarung tangan kosong dengan Eios
Eios:
Ayo, jangan menangkisnya terus
Eios terus melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Vassago, meskipun serangan Eios berhasil ditangkis olehnya, tetap saja Eios masih bisa melancarkan serangan yang mengenai Vassago
Eios:
Cepatlah, lawan balik
Vassago:
’Bagaimana mungkin aku bisa melawan balik?’
Vassago:
’Serangannya saja masih ada yang mengenai aku’
Eios:
Jangan melamun!
Bakk!!!
Eios melayangkan sebuah tendangan hingga membuat pertahanan Vassago pecah dan terjatuh ke tanah
Eios:
Kau masih belum ada perkembangan sama sekali
Vassago:
.........
Eios:
’Indra penglihatan dan perasanya belum tumbuh sama sekali’
Eios:
Berdiri, latihanmu belum selesai
Vassago:
Baik
Vassago bangkit berdiri
Eios:
Ikut aku
Eios berjalan menuju ke dalam sebuah goa
Eios:
Disinilah tempat latihanmu sekarang
Mereka berhenti di sebuah lubang besar
Bukk!
Eios mendorong Vassago ke dalam lubang besar tersebut
Vassago:
Hei!
Eios:
Aku akan kembali saat kau sudah selesai
Eios pergi meninggalkan Vassago seorang diri
Tsung!
Sebuah batu melayang ke arahnya
Thump!
Vassago menangkisnya
Vassago:
’Perasaanku tidak enak’
Batu-batu mulai beterbangan ke arahnya dan Vassago harus segera menangkis semuanya
Tak! tak! tak! tak! tak! tak! tak!
Pelatihan pun dimulai, batu-batu mulai melayang dengan kecepatan dan jumlah yang semakin bertambah setiap beberapa saat
Vassago:
’Sial! Goa ini mengunci kekuatan milik ku’
Vassago pun terpaksa mengikutinya sampai akhir. Sementara itu Eios pergi ke tempat kerjanya untuk melihat semua laporan serta berkas-berkas yang ada di mejanya
Eios:
Hmm..Hm...Hm....Hmmm.....Hm
Eios membaca satu per satu semuanya hingga Ia melihat laporan tentang tumbuhnya bunga liar berwarna merah di seluruh daratan
Eios:
Apalagi ini?
Eios membaca laporannya secara fokus
Eios:
Ahh..hanya bunga biasa
Eios tidak memperdulikan laporannya dan pergi ke tempat pelatihan para prajurit
”Satu! Dua! Tiga! Empat! Lima! Enam!”
Terlihat para prajurit tidak memperdulikan sama sekali apa yang sedang terjadi dan terus berlatih
Eios:
’Ya ya, mereka sendiri tidak peduli’
Eios lanjut berjalan keluar
Eios:
’Eh? Belakangan ini aku tidak melihat mereka’
”HWAAAAAAAAA......”
Meluncurlah gentong-gentong yang mengeluarkan suara jeritan wanita sedang melintas ke jalan besar utama
Eios:
’Suara ini kan suara mereka’
Eios menghentikan satu per satu gentong yang meluncur tersebut
Bakk! Bakk! Bakk! Bakk!
”OUCH!!!”
Eios:
’Benar dugaanku, jumlahnya sesuai’
Eios membuka penutup gentong-gentongnya
Eios:
Ya ampun, apa yang kalian lakukan?
Huang Yui:
Ini..ulah....orang itu......
Eios:
............
”Yahuuuuuu!!!!”
Meluncur lagi sebuah gentong di jalan besar utama, Eios tidak memperdulikan gentong tadi karena Ia tahu jika itu adalah Eli
Hera:
Akh..kepalaku pusing!
Suan:
Aku....merasa..mual....
Eiko:
Bweeeggghhhh.....
Eios:
Berdirilah, tidak ada gunanya untuk terus berada di dalam gentong itu
Para Stellar keluar dari gentong tersebut dan beristirahat di bebatuan. Eios mengangkat gentong-gentong tersebut dan membakarnya
Eios:
Kalian mau pergi ke tempat yang lebih tenang?
”Tentu!”
Eios:
Ini, ambil helios ini
Eios memberikan mereka helios
Eios:
Menuju ke pemberhentian selanjutnya
Bwooshh......
Eios membawa para Stellar pergi ke sebuah bangunan yang tinggi
”Uwoaahhh!!!!”
Para Stellar terpana melihat keindahan alam dari atas bangunan tersebut
”Selamat datang tuan Generalis Belli dan
tamu-tamu yang terhormat”
”Apa anda sekalian ingin memesan sesuatu?”
Eios:
Nah, kalian ingin memesan apa?
Huang Yui:
Aku memesan minuman terbaik milik kalian
Hera:
Aku pesan wine saja
Eiko:
Kalau aku susu
Suan:
Aku teh hangat
”Baiklah”
”Lalu apa anda ingin memesan sesuatu tuan Generalis Belli?”
Eios:
Aku pesan yang biasa
”Bagaimana dengan makanannya?”
Huang Yui:
Makanan juga?
Eios:
Pesanlah
”Yeyyyy!!!!”
Huang Yui:
Kami pesan satu porsi penuh hidangan lengkap
”Baiklah, bagaimana dengan anda?”
Eios:
Aku memesan seporsi ikan bakar tusuk
”Baik, segera datang”
Eios:
Ya, terima kasih
Eios:
Huang Yui:
Tentu kami mau
Eios:
Baiklah, jangan sampai tersesat
Eios:
Aku akan memanggil kalian dengan Helios itu
”Baik!!!”
Para Stellar berpencar dan menikmati seluruh fasilitas yang ada
Eios:
’Mereka seperti anak kecil saja’
Eios:
Ah! Aku lupa dengan dia
Bwoosshhh.....
Eios pergi ke goa tempat Vassago berlatih, Ia mengintip bagaimana Vassago menangkis batu-batu yang dilayangkan padanya
Eios:
Seharusnya itu sudah bisa melatih indra perasanya dan penglihatannya
”Jadi bagaimana?”
Eios:
Hm?
Liang Wei:
Bagaimana perkembangannya?
Eios:
Oh? Sejak kapan kau disini?
Liang Wei:
Sedari tadi aku memperhatikannya terus
Eios:
Perhatian juga dirimu padanya
Liang Wei:
Itu sudah semestinya
Eios:
Ya
Eios:
Dilihat dari tingkat kesulitannya, ini masih tahap awal
Liang Wei:
Baiklah, aku serahkan dia padamu
Eios:
Tentu, aku akan melatihnya dengan semua yang kumiliki
Eios:
Namun sekarang sudah waktunya untuk beristirahat!
Eios mengambil sebuah kerikil dan melemparnya ke salah satu batu yang dilayangkan ke Vassago. Dalam sekejap mata, bersihlah semua batu yang dilayangkan pada Vassago
Vassago:
Hah?
Eios:
Pelatihannya cukup sampai disini dulu
Vassago:
Akhirnya!
Eios menarik sebuah tuas tersembunyi yang berada di dekatnya
Cklak!
BRASSSHHHH!!!!!
Mengalirlah air hangat yang dengan derasnya memenuhi lubang tempat dimana Vassago berlatih
Liang Wei:
H-hei! Apa yang kau lakukan?!
Eios:
Tenanglah, itu hanya air mandi
Eios:
Lagipula dia sudah bisa menggunakan kekuatannya
Fsssshhhhh.....
Air hangat tadi langsung menguap menjadi embun-embun
Eios:
Jadi, kau mau ikut bersama dengan
teman-temanmu?
Eios:
Saat ini mereka sedang bersenang-senang
Liang Wei:
Ya, aku ikut
Eios:
Akan kuantarkan
Bwooosshhhh!!!!
Mereka bertiga berubah menjadi kobaran api dan berpindah ke bangunan tadi
Eios:
Sampailah kita
Vassago:
Tempat apa ini?
Eios:
Hanya tempat bersenang-senang
Eios:
Dan ka-
Liang Wei:
Aku pesan satu set teh hijau serta daging bakarnya dan tolong dagingnya jangan sampai terlalu matang
”.............”
Vassago:
Dia sudah memesan
Eios:
Ya, belajarlah dari dia
Vassago:
Tidak terima kasih
Eios:
Jangan malu-malu
Vassago:
Tentu tidak akan
Vassago:
Permisi, aku pesan satu gelas kopi dan semangkuk sup
”Baik!”
Eios:
???
Vassago:
Aku melakukannya persis dengan apa yang dia lakukan
Eios:
Sederhana sekali pesananmu
Vassago:
Aku sudah terbiasa dengan sayuran
Eios:
Ya aku mengerti, kalau begitu apa kalian ingin memesan tempat khusus?
Vassago:
Sepertinya iya
Eios:
Gunakan ini
Eios menyerahkan sebuah lencana pada Vassago
Eios:
Ini lencana khusus untuk memesan meja kelas atas
Eios:
Nikmatilah waktu kalian
Vassago:
Terima kasih
Vassago pergi menghampiri Liang Wei
’Tuan! Keempat wanita itu menghilang!’
Eios:
’Eli? Tentu saja mereka menghilang’
Eios:
’Mereka saat ini sedang bersamaku’
Eli:
’Oh, begitukah? Baiklah’
Eios:
’Eli, tolong lakukan penelitian pada bunga merah itu’
Eli:
’Aku mengerti’
Komunikasi pun segera terputus
Eios:
’Sekarang apa?’
Eios berdiri sendirian
Eios:
Huft..sendirian lagi
Eios mengambil sebuah ember berisi air, kemudian duduk di sebuah meja kecil dan merendam kepalanya
Blup blup blup blup blup blup
Pelayan tadi melihatny
’Ya ampun, penyakitnya kambuh lagi’