Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Sang Panglima



Keesokan harinya, Arumi terbangun sebelum matahari terbit


Arumi:


Hmm....


Ia melihat dirinya di cermin


Arumi:


Ya ampun, berantakan sekali


Arumi bangkit dari tempat tidurnya dan pergi keluar dari kamarnya


Blub blub blub blub blub


Arumi:


’Suara ini pasti berasal dari ruang penelitiannya’


Arumi pergi ke ruang penelitian untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi


Cklek


Arumi membuka pintunya, tatapannya seketika menjadi kosong setelah menyaksikan apa yang terjadi


Celene:


Selamat pagi


Arumi:


Semalaman kau berada disini?


Celene:


Ya, aku sedang melanjutkan penelitian entitas seorang Rex


Arumi:


Apa kau sudah menemukan titik terangnya?


Celene:


Sejauh ini aku berhasil membuat inti Rex


Arumi:


Benarkah?


Celene:


Lihatlah ini


Celene menciptakan bola energi


Celene:


Ini adalah inti Rex yang berhasil kuciptakan, aku menaruh elemen kehidupan yang kumiliki dan hasilnya adalah


Celene:


Aku bisa menjadikan siapapun menjadi Rex kehidupan termasuk diriku sendiri


Arumi:


Ini penemuan yang luar biasa


Celene:


Tetapi, masih ada kekurangan


Arumi:


Apakah itu?


Celene:


Inti Rex buatan berbeda jauh dengan yang murni, kekuatannya tidak setara dan aku tidak bisa meniru inti elemen yang sudah ada


Arumi:


Hal itu memang tak bisa dipungkiri, tapi tetap saja penemuanmu ini berbahaya jika disalahgunakan


Celene:


Apakah aku harus menjadikan diriku seorang Rex?


Arumi:


Apa kau yakin?


Celene:


Jika aku menanamkan inti ini pada diriku, maka pengetahuan tentang kehidupan akan menjadi milikku


Arumi:


Pengetahuan tentang penciptaan makhluk hidup dan mengendalikan jiwa ya?


Arumi:


Sepertinya aku menguasai salah satu bidang tersebut


Celene:


Seperti apa?


Arumi:


Aku bisa menarik jiwa yang sudah mati dan membuatkannya tubuh yang baru


Celene:


Hwoa..itu sendiri menentang hukum kehidupan


Arumi:


Benar, ilmu ini terlarang


Arumi:


Aku masih menyimpan banyak jiwa makhluk raksasa pada saat aku masih menjadi Jenderal


Arumi:


Raksasa ini mempunyai elemen yang sama kuatnya dengan seorang Rex


Arumi:


Aku mempunyai kelimanya


Celene:


Jika demikian, maka kekuatan Lord of Light unggul karena dirimu


Arumi:


Tidak, kekuatan Lord of Abyss memang tidak seberapa, tetapi kekuatan Abyss tidak pernah bisa padam


Arumi:


Aku sendiri tidak bisa mengendalikan seperdelapan kekuatannya


Celene:


Berarti jika seluruh kekuatan Abyss disatukan, maka apa yang akan terjadi?


Arumi:


Mungkin akan tercipta entitas yang tak terkalahkan oleh apapun di dunia ini


Celene:


Tetapi menurut perkiraanku, Lord of Light adalah inti cahaya itu sendiri


Celene:


Maka Lord of Light dan kekuatan Abyss harus menyatu dan pada akhirnya keduanya hancur


Celene:


Tetapi tak menutup kemungkinan jika


Lord of Light mampu menyerap semua kekuatan Abyss seorang diri


Arumi:


Jika Lord of Light akan mati, aku tidak akan menerima rencana tersebut


Arumi:


Lebih baik aku mati demi Lord of Light daripada harus hidup ribuan tahun lagi untuk menyaksikan siklus perang tak berujung ini


Celene:


Aku paham bagaimana rasanya, tapi siklus itu tak terhindarkan


Arumi:


Tapi, pasti akan ada jalan keluar lain


Celene:


Kita akan pikirkan itu nanti, sekarang apa yang akan kita lakukan untuk menginvasi perdagangan disini?


Arumi:


Apa kau sudah menyiapkan benda sihir itu?


Celene:


Sudah, aku sudah membuatnya dalam jumlah kecil dahulu


Arumi:


Bagus, ayo bersiap


Celene:


Aku ikut juga?


Arumi:


Tentu


Celene:


Heaghh....


Arumi bergerak meninggalkan ruangan


Celene:


Hei tunggu dulu


Arumi:


Apa?


Celene:


Inti Rex ini akan kau apakan?


Arumi:


Bukankah itu milikmu?


Celene:


Tapi dalam kontrakmu mengatakan jika semua yang kumiliki adalah milikmu juga


Arumi:


Ya benar, lalu?


Celene:


Berarti inti Rex ini milikmu


Arumi:


Oh?


Arumi mengambil inti Rex tersebut dari Celene


dan langsung melahap habis inti Rex kehidupan


Whiiingg.....


Arumi terbawa ke sebuah alam yang tak terbentuk, yaitu alam yang masih hampa. Disana Arumi menyerap semua pengetahuan penciptaan makhluk hidup yang ada


Arumi:


’Semua ini adalah kehidupan......’


Arumi berpindah lagi ke alam lain yaitu alam perkumpulan inti Rex, Arumi terkejut bukan main saat melihat disisi gelap terdapat 4 inti Rex. Arumi pun terkeluar dari alam perkumpulan inti Rex


Celene:


Bagaimana?


Arumi:


Abyss memiliki 4 inti Rex


Celene:


Mereka juga bisa menciptakan Rex?


Arumi:


Mungkin, berarti pengetahuan Abyss sudah berkembang pesat sejauh ini


Arumi:


Jika seperti ini, kekuatan para manusia tidak akan cukup kuat melawannya


Arumi:


Menurut pengalamanku, dulu manusia masih bisa melawan Abyss karena saat itu tidak ada yang namanya kekuatan Rex di sisi Abyss


Celene:


Jadi apa kau ada solusi?


Arumi:


Aku akan berdiskusi langsung dengan Rex api secara paksa


Celene:


Ehh?!


Arumi:


Tidak apa, lebih cepat lebih baik


Celene:


Baiklah, aku akan menunggu


Arumi:


Siapa yang bilang kau tidak ikut?


Celene:


Apa?


Arumi menarik tangan Celene dan langsung pergi bersiap-siap


Celene:


Arumi:


Kenapa tidak?


Bwuushh


Arumi menembakkan bola api ke tembok kediaman Rex api


Celene:


Hei! Itu namanya mencari masalah!


Arumi:


Tenanglah, itu hanya masalah kecil baginya


Para penjaga pun berdatangan


Arumi:


Ini dia


”Siapa yang berani mengganggu kediaman Rex api?!”


Celene:


Ba-bagaimana ini......


Arumi:


Tenanglah, bagiku mereka hanya sekumpulan semut


Para penjaga pun berlarian ke arah mereka berdua


Grrrtttt....


Arumi menahan mereka dengan memerangkap tubuh para penjaga menggunakan kurungan batu


Arumi:


Sekarang kita tunggu kedatangan tuannya


Celene:


A-aku tidak ingin mencari masalah dengan seorang Panglima perang


Celene berusaha lari namun tangannya terus digenggam erat oleh Arumi


Celene:


Tolonglah..aku masih ingin hidup!


Arumi terus menahan Celene hingga sang Rex api keluar dari kediamannya


”Ada urusan apa?”


Rex api dengan santai berjalan keluar dari kediamannya sambil membawa pedang besar di punggungnya


Arumi:


Aku harus mendiskusikan sesuatu denganmu


”Oh, baiklah”


”Pengawal, mereka bukan orang berbahaya”


Arumi pun langsung melepas para penjaga


”Masuklah”


Arumi:


Lihatlah, kita juga disuruh masuk


Celene:


Kau saja, aku akan menunggu disini


Arumi:


Tidak, kau ikut juga


Arumi menyeret Celene ke dalam kediaman


Rex api, disana mereka disediakan ruangan khusus untuk berdiskusi dengan Rex api


”Duduklah”


Arumi:


Sebelum itu, siapa namamu?


”Benar juga, perkenalkan namaku Eios”


Arumi:


Baiklah


Arumi duduk di tempat yang sudah disediakan


Celene:


Kau tidak memperkenalkan dirimu?


Arumi:


Tidak usah


Eios:


Jadi apa yang ingin kau diskusikan denganku?


Arumi:


Ini mengenai Abyss


Eios:


Dengan senang hati


Arumi:


Abyss memiliki 4 Rex dan perang besar akan terjadi lagi


Eios:


Darimana kau mengetahuinya?


Arumi:


Kau lihat wanita disebelahku ini?


Arumi mengelus-elus kepala Celene


Celene:


H-hei


Eios:


Ya


Arumi:


Dia berhasil menciptakan inti Rex


Eios:


Benarkah? Sulit dipercaya


Eios:


Aku tertarik dengan kecerdasannya, siapakah namanya?


Arumi:


Perkenalkanlah dirimu


Celene:


Na-namaku Celene seorang pengembara dan dia seorang jenderal Abyss!


Eios langsung mengeluarkan aura yang mencekam


Eios:


Kuberi kau waktu untuk menjelaskan maksud kedatanganmu


Arumi:


Tenanglah, aku sendiri mantan jenderal Abyss ke tiga beberapa ribu tahun yang lalu


Eios:


Lalu?


Arumi:


Aku mengambil inti Rex yang Ia ciptakan dan secara resmi menjadi seorang Rex


Eios:


Berarti kau adalah salah satu dari 4 Rex Abyss itu?


Arumi:


Tentu tidak


Arumi:


Dengarkan aku


Arumi:


Berdasarkan penglihatanku, terdapat 7 Rex yang ada di pihak manusia termasuk diriku


Arumi:


Dan juga, Lord of Light yang kedua sudah terlahir kembali


Arumi:


Aku sudah bertemu dengannya, sekarang ini dia sedang bersama ibu angkatnya yaitu


Rex petir


Arumi:


Dia mempunyai kekuatan tanah dari Rex batu


Arumi:


Dan aku menguasai 4 elemen


Arumi:


Angin, api, tanah, dan elemen kehidupan


Arumi:


Angin dan api ku kuasai langsung dari Abyss


Arumi:


Tanah kudapat dari Lord of Light


Arumi:


Lalu elemen kehidupan kudapat dari wanita ini


Eios langsung menghilangkan hawa permusuhanny


Eios:


Semua berita ini mengejutkanku


Arumi:


Benarkah?


Eios:


Apa bisa kita mengumpulkan para Rex yang ada terlebih dahulu?


Arumi:


Tentu, tapi aku akan menentukan siapa yang akan kau temui duluan


Eios:


Siapapun itu tidak masalah


Arumi:


Lalu bagaimana jika Rex air?


Celene:


Ehh?! Ja-jangan!


Eios:


Apa ada masalah?


Celene:


Rex air dengan Rex api itu berlawanan!


Eios:


Ehm..jika kutebak, Rex air pastilah seorang wanita


Celene:


Benar


Eios:


Baik baik, jadi....Aru....mi?


Arumi:


Apa?


Eios:


Rex mana yang akan kita temui terlebih dahulu?


Arumi:


Tanah, karena ini berkaitan dengan leluhurmu


Eios:


Bagus, ayo


Arumi:


Aku peringatkan dirimu, jangan sampai kau membuat keributan dengannya


Eios:


Aku berjanji tidak akan


Arumi:


Jika demikian, kita mulai perjalanannya


Eios:


Yaa! Perjalanan mencari para sahabat lama