Chaction: Chaos and Destruction

Chaction: Chaos and Destruction
Eli



Hukuman di hari kedua bagi para Stellar berlanjut, kali ini mereka diberi hukuman membuat adonan kue di dapur


Eios:


Hukuman yang pertama hari ini adalah


Eios:


Membuat adonan kue yang seperti ini


Eios membuat adonan kemudian Ia beri bentuk wajah kucing


Huang Yui:


Pfftt.....


”Bwahahahahahahaha.......”


Eios ditertawai oleh para Stellar


Eios:


Apa yang salah dengan ini Eli?


Eli:


Entahlah, saya sendiri tidak tahu


Eios bingung apa yang sedang para Stellar tertawakan sampai Eiko berbicara


Eiko:


Pria ini lagi-lagi menunjukan sikap bodohnya


Eios:


Apa maksudmu aku ini bodoh?


Hera:


Lihat saja bentuk adonan kue milikmu itu


Eios terheran-heran sambil melihat adonan kuenya


Eios:


Eli, apa yang aneh???


Eli kembali menunjukan ekspresinya yang tidak tahu-menahu


Suan:


Memangnya tidak ada bentuk lain yang sesuai dengan dirimu?


Suan:


Lihatlah, wajahmu terlihat garang, berbadan kekar, bahkan pemimpin yang disegani di wilayahnya


Huang Yui:


Tapi seleranya adalah hal-hal yang imut-imut


Eios:


Ya ya tertawalah selagi kalian bisa


Eios langsung menyuruh mereka membuat adonan kue yang seperti miliknya. Berjam-jam Ia mengawasi mereka, tidak ada satupun yang berhasil membuatnya. Bahkan para Stellar tidak tahu apapun tentang pekerjaan di dapur


Eios:


Ha-ha-ha..sekarang siapa yang tertawa


Eios mengejek mereka, para Stellar tak mampu menanggapinya


Eios:


Apa kalian tidak pernah bekerja di dapur?


Tidak ada jawaban


Eios:


Huft..


Eios meninggalkan dapur


Huang Yui:


Ugh..ini memalukan


Eli:


Mengapa demikian?


Eli:


Dalam kepercayaan kami, wanita memang harus bisa melakukan pekerjaan di dapur dan rumah


Eli:


Tetapi bukan berarti kalian buruk


Eli:


Tuan berkata padaku jika kalian adalah pemimpin sebuah armada dari wilayah Rex angin


Eli:


Saya dan kalian berbeda


Eli:


Kalian bagus dalam kepemimpinan, dan saya bagus dalam pelayanan


Eli mendekati para Stellar dan mengambil adonan kuenya, perlahan-lahan Eli membuat bentuk-bentuk hewan dan tumbuhan


Eli:


Lihatlah, diperlukan latihan dalam waktu yang lama agar bisa melakukannya


Eli:


Demikian juga apa yang selama ini kalian lakukan


Eiko:


Tapi...


Eli:


Tenanglah, dia sendiri sudah tahu akan hal ini


Huang Yui:


Eh?


Eli:


Dia itu sebenarnya berhati lembut dan


kekanak-kanakan


Eli:


Bahkan dari tadi dia tertawa di balik dinding itu


”APAAA???!!!!”


Eios:


’Gawat, aku ketahuan’


Eios berusaha bangkit dan pergi berlari namun terlambat sudah, Eli selalu lebih cepat darinya


PANGGG!!!!


Eios:


AWWW!!!!


Eli:


Lihat, aku menangkapnya


Eios:


Keterlaluan kau Eli!


Eli:


Apa aku terlihat peduli?


Eios:


Huh!


Eli:


Eios:


Heehhh..baiklah baiklah


Bwoosshh....


Eios menghilang dari hadapan Eli


Eli:


Dasar!


Huang Yui:


S-sebenarnya kau ini apa?


Eli:


Hm?


Huang Yui:


Sedari kemarin aku mendengarmu memukulnya dengan panci yang entah dari mana munculnya


Eli:


Aku ini hanya seorang pelayan yang diberikannya umur panjang


Eli:


Bahkan saat ini selisih usiaku dengannya hanya berkisar setengah abad saja


”Hwoa...”


Eli:


Ya ya dia memang tuan yang baik


Eli:


Dia selalu mengayomi rakyatnya dan sangat memperhatikan mereka


Eli:


Lihat saja para pekerja hingga prajuritnya


Eli:


Dia pemimpin yang disegani di seluruh wilayah ini


Eli:


Dan tentu saja dia selalu siap untuk melindungi rakyatnya meskipun nyawa taruhannya


Hera:


Lalu darimana panci milikmu itu berasal???


Eli:


Panci ini? Ceritanya panjang


Eiko:


Tolong ceritakan pada kami


Suan:


Ya, aku mau mendengarnya juga


Huang Yui:


Aku juga


Hera:


Begitu juga denganku


Eli:


baiklah


”Dahulu sekali saat aku masih anak-anak, aku diangkat menjadi pelayan di tempat ini. Semuanya terasa asing kala itu, aku selalu menangis di ruanganku. Sampai suatu hari tangisanku didengar olehnya yang kebetulan sedang berjalan di depan ruanganku. Pintu ruangan dibukanya dan dia menghampiriku, maka bertanyalah dia padaku.


Aku menceritakan semuanya padanya sambil menangis. Diakhir ceritaku, Ia mengelus kepalaku dengan lembut sambil tersenyum manis.


Dia memunculkan pedang besar miliknya dan langsung memotong sebagian dari pedangnya dengan tangan kosong, dalam sekejap mata bagian pedang yang Ia potong langsung menjadi panci yang sekarang ini kupegang.


Panci ini diciptakan dengan keunikan yang melebihi pedang miliknya. Panci ini bisa kupanggil sesuka hati dan bisa berubah menjadi senjata apapun yang kuinginkan. Bahkan panci ini terdapat kekuatan api miliknya.”


Eli:


Kurang lebih seperti itulah kisahnya


Huang Yui:


Lalu, apa alasanmu memukulnya dengan panci pemberiannya?


Eli:


Anggap saja sebagai sapaan dariku untuknya


Hera:


Ehm..sebenarnya aku kurang percaya dengan apa yang dirimu katakan tentang masa lalu mu


Eli:


Ha?


Hera:


Ya, lihat saja dirimu, kau terlihat seperti seorang kakak baginya


Hera:


Dan juga kau bertindak sesukamu padanya


Eli:


Ahh..tentang itu


Eli mengeluarkan sebuah buku dari pakaiannya


Eli:


Selama tidak melanggar buku perjanjian ini, aku bebas melakukannya


Eli:


Bahkan disini tertulis juga jika dalam keadaan tertentu, aku harus menggantikan pekerjaannya


”Haaa?!”


Para Stellar menjadi penasaran dengan isi bukunya


Huang Yui:


Biarkan kami melihatnya!


Eli:


Baiklah


Eli membiarkan mereka membacanya.


Beberapa saat kemudian para Stellar terkagum dengan halaman terakhir dari buku tersebut.


Di halaman tersebut terdapat tanda tangan, cap jari, darah, bahkan separuh kekuatan Rex milik Eios


Huang Yui:


Ini sama seperti milik A-Wei dan Vassago


Hera:


Benar!


Eli:


Baiklah baiklah, waktu habis


Eli mengambil bukunya dan langsung lenyap


”Eh?!”


Eli:


Tenanglah, aku menyimpannya dalam tubuhku


Eli pergi meninggalkan mereka


Huang Yui:


Kalian tahu, semua hal ini berada diluar imajinasiku