
Hukuman di hari kedua bagi para Stellar berlanjut, kali ini mereka diberi hukuman membuat adonan kue di dapur
Eios:
Hukuman yang pertama hari ini adalah
Eios:
Membuat adonan kue yang seperti ini
Eios membuat adonan kemudian Ia beri bentuk wajah kucing
Huang Yui:
Pfftt.....
”Bwahahahahahahaha.......”
Eios ditertawai oleh para Stellar
Eios:
Apa yang salah dengan ini Eli?
Eli:
Entahlah, saya sendiri tidak tahu
Eios bingung apa yang sedang para Stellar tertawakan sampai Eiko berbicara
Eiko:
Pria ini lagi-lagi menunjukan sikap bodohnya
Eios:
Apa maksudmu aku ini bodoh?
Hera:
Lihat saja bentuk adonan kue milikmu itu
Eios terheran-heran sambil melihat adonan kuenya
Eios:
Eli, apa yang aneh???
Eli kembali menunjukan ekspresinya yang tidak tahu-menahu
Suan:
Memangnya tidak ada bentuk lain yang sesuai dengan dirimu?
Suan:
Lihatlah, wajahmu terlihat garang, berbadan kekar, bahkan pemimpin yang disegani di wilayahnya
Huang Yui:
Tapi seleranya adalah hal-hal yang imut-imut
Eios:
Ya ya tertawalah selagi kalian bisa
Eios langsung menyuruh mereka membuat adonan kue yang seperti miliknya. Berjam-jam Ia mengawasi mereka, tidak ada satupun yang berhasil membuatnya. Bahkan para Stellar tidak tahu apapun tentang pekerjaan di dapur
Eios:
Ha-ha-ha..sekarang siapa yang tertawa
Eios mengejek mereka, para Stellar tak mampu menanggapinya
Eios:
Apa kalian tidak pernah bekerja di dapur?
Tidak ada jawaban
Eios:
Huft..
Eios meninggalkan dapur
Huang Yui:
Ugh..ini memalukan
Eli:
Mengapa demikian?
Eli:
Dalam kepercayaan kami, wanita memang harus bisa melakukan pekerjaan di dapur dan rumah
Eli:
Tetapi bukan berarti kalian buruk
Eli:
Tuan berkata padaku jika kalian adalah pemimpin sebuah armada dari wilayah Rex angin
Eli:
Saya dan kalian berbeda
Eli:
Kalian bagus dalam kepemimpinan, dan saya bagus dalam pelayanan
Eli mendekati para Stellar dan mengambil adonan kuenya, perlahan-lahan Eli membuat bentuk-bentuk hewan dan tumbuhan
Eli:
Lihatlah, diperlukan latihan dalam waktu yang lama agar bisa melakukannya
Eli:
Demikian juga apa yang selama ini kalian lakukan
Eiko:
Tapi...
Eli:
Tenanglah, dia sendiri sudah tahu akan hal ini
Huang Yui:
Eh?
Eli:
Dia itu sebenarnya berhati lembut dan
kekanak-kanakan
Eli:
Bahkan dari tadi dia tertawa di balik dinding itu
”APAAA???!!!!”
Eios:
’Gawat, aku ketahuan’
Eios berusaha bangkit dan pergi berlari namun terlambat sudah, Eli selalu lebih cepat darinya
PANGGG!!!!
Eios:
AWWW!!!!
Eli:
Lihat, aku menangkapnya
Eios:
Keterlaluan kau Eli!
Eli:
Apa aku terlihat peduli?
Eios:
Huh!
Eli:
Eios:
Heehhh..baiklah baiklah
Bwoosshh....
Eios menghilang dari hadapan Eli
Eli:
Dasar!
Huang Yui:
S-sebenarnya kau ini apa?
Eli:
Hm?
Huang Yui:
Sedari kemarin aku mendengarmu memukulnya dengan panci yang entah dari mana munculnya
Eli:
Aku ini hanya seorang pelayan yang diberikannya umur panjang
Eli:
Bahkan saat ini selisih usiaku dengannya hanya berkisar setengah abad saja
”Hwoa...”
Eli:
Ya ya dia memang tuan yang baik
Eli:
Dia selalu mengayomi rakyatnya dan sangat memperhatikan mereka
Eli:
Lihat saja para pekerja hingga prajuritnya
Eli:
Dia pemimpin yang disegani di seluruh wilayah ini
Eli:
Dan tentu saja dia selalu siap untuk melindungi rakyatnya meskipun nyawa taruhannya
Hera:
Lalu darimana panci milikmu itu berasal???
Eli:
Panci ini? Ceritanya panjang
Eiko:
Tolong ceritakan pada kami
Suan:
Ya, aku mau mendengarnya juga
Huang Yui:
Aku juga
Hera:
Begitu juga denganku
Eli:
baiklah
”Dahulu sekali saat aku masih anak-anak, aku diangkat menjadi pelayan di tempat ini. Semuanya terasa asing kala itu, aku selalu menangis di ruanganku. Sampai suatu hari tangisanku didengar olehnya yang kebetulan sedang berjalan di depan ruanganku. Pintu ruangan dibukanya dan dia menghampiriku, maka bertanyalah dia padaku.
Aku menceritakan semuanya padanya sambil menangis. Diakhir ceritaku, Ia mengelus kepalaku dengan lembut sambil tersenyum manis.
Dia memunculkan pedang besar miliknya dan langsung memotong sebagian dari pedangnya dengan tangan kosong, dalam sekejap mata bagian pedang yang Ia potong langsung menjadi panci yang sekarang ini kupegang.
Panci ini diciptakan dengan keunikan yang melebihi pedang miliknya. Panci ini bisa kupanggil sesuka hati dan bisa berubah menjadi senjata apapun yang kuinginkan. Bahkan panci ini terdapat kekuatan api miliknya.”
Eli:
Kurang lebih seperti itulah kisahnya
Huang Yui:
Lalu, apa alasanmu memukulnya dengan panci pemberiannya?
Eli:
Anggap saja sebagai sapaan dariku untuknya
Hera:
Ehm..sebenarnya aku kurang percaya dengan apa yang dirimu katakan tentang masa lalu mu
Eli:
Ha?
Hera:
Ya, lihat saja dirimu, kau terlihat seperti seorang kakak baginya
Hera:
Dan juga kau bertindak sesukamu padanya
Eli:
Ahh..tentang itu
Eli mengeluarkan sebuah buku dari pakaiannya
Eli:
Selama tidak melanggar buku perjanjian ini, aku bebas melakukannya
Eli:
Bahkan disini tertulis juga jika dalam keadaan tertentu, aku harus menggantikan pekerjaannya
”Haaa?!”
Para Stellar menjadi penasaran dengan isi bukunya
Huang Yui:
Biarkan kami melihatnya!
Eli:
Baiklah
Eli membiarkan mereka membacanya.
Beberapa saat kemudian para Stellar terkagum dengan halaman terakhir dari buku tersebut.
Di halaman tersebut terdapat tanda tangan, cap jari, darah, bahkan separuh kekuatan Rex milik Eios
Huang Yui:
Ini sama seperti milik A-Wei dan Vassago
Hera:
Benar!
Eli:
Baiklah baiklah, waktu habis
Eli mengambil bukunya dan langsung lenyap
”Eh?!”
Eli:
Tenanglah, aku menyimpannya dalam tubuhku
Eli pergi meninggalkan mereka
Huang Yui:
Kalian tahu, semua hal ini berada diluar imajinasiku