
Adelard memanggil Dokter pribadinya datang ke apartemen Byanca, awalnya Byanca bingung kenapa Adelard memanggil Dokter tapi setelah Adelard mengatakan ingin memasang alat kontrasepsi Implanon barulah Byanca mengerti.
Byanca mengeluh tidak ingin minum pil ketika selesai bercinta karena bisa saja nanti dia lupa dan kalau hamil bagaimana. Hubungan mereka hanya sementara hingga Adelard bosan, Byanca tidak ingin anaknya nanti hidup tanpa ayah.
Setelah memasang alat kontrasepsi, Byanca dan Adelard sarapan bersama.
“Hati-hati, By” ucap Adelard sambil mencium kening Byanca
“Sampai jumpa nanti.”
Mobil Byanca sudah kembali padanya pagi ini, jadi Byanca pergi ke kampus menggunakan mobilnya dan Adelard pergi ke kantor bersama Mark. Awalnya Adelard ingin mengantar Byanca tentu saja Byanca menolak karena kampusnya dan kantor Adelard berlawanan arah.
Sesampainya di kampus Byanca sama sekali tidak mendengar gosip miring tentangnya, kedatangan Adelard kemarin membuat gosip itu hilang seketika. Haruskah Byanca berterima kasih pada Adelard. Tentu saja nanti Byanca akan mengucapkan terima kasih dengan benar.
“By, Adelard Cetta Maxwell benar tunanganmu?” tanya Mia menghampiri Byanca bersama dengan Rebecca.
“Hm, menyingkirlah dari jalanku,” jawab Byanca malas
“Ayahku bekerja sama dengan perusahaan Maxwell,” ucap Rebecca membuat langkah Byanca terhenti.
“Lalu? Aku harus bilang wow, begitu?” Byanca memutar bola matanya dengan malas.
“Karena kita teman, tolong katakan pada Tuan Adelard untuk memperpanjang kontrak dengan ayahku,” ujar Rebecca membuat Byanca hampir tertawa.
“Aku tidak mau, kau katakan sendiri padanya.”
“By, kita sudah berteman lama. Kasihanilah Rebecca, bukankah sesama teman harus saling menolong,” ujar Mia membuat Byanca benar-benar tertawa sekarang.
“Teman? Sejak kapan kita berteman? Jangan membuatku tertawa,” jawab Byanca tidak mengerti lagi jalan pikiran mereka.
“Kalau kau masih marah perihal Leon dan Karin kami minta maaf, By.”
“Sudahlah, aku sudah lupa. Kita bukan teman, jadi kau katakan sendiri permintaanmu pada Cetta.” Byanca meninggalkan Rebecca dan Mia, mereka benar-benar membuat Byanca muak.
“Sombong sekali dia, aku yakin sekali dia menggoda Tuan Adelard,” ujar Mia membuat Rabecca menganggukan kepalanya.
“Kau benar, mana mungkin Tuan Adelard mau dengannya secara cantikan kita dibanding dia.”
“Mari kita lihat sampai kapan dia bertahan dengan Tuan Adelard,” ujar Mia membuat Rabecca menganggukan kepalanya.
“Sudahlah lupakan saya Byanca, ayo pergi ke Karin, kita minta tolong padanya. Bukankah perusahaan ayah Karin sedang berkembang pesat,” ujar Mia membuat Rabecca menganggukan kepalanya.
“Terima kasih Mia, karena kau selalu ada disampingku,” ujar Rebecca memeluk Mia dari samping.
“Tentu saja, kitakan teman.”
Sedangkan di lain tempat Adelard sedang memeriksa berkas yang menumpuk seperti gunung, sepertinya Adelard akan lembur malam ini.
“Tuan, Louis sudah meninggal dunia,” ujar Mark masuk kedalam kantor Adelard
“Baguslah,” jawab Adelard tanpa melihat Mark,
“Ada laporan bahwa rumah dan semua aset milik Louis sudah dialihkan atas nama Tuan.”
“Baiklah, kau urus sisanya. Cari orang-orang yang masih bersangkutan dengan Louis, sita semua aset mereka.”
“Baik Tuan.”
“Ku dengar Louis memiliki 4 anak, sita semua aset mereka jangan biarkan tersisa sedikitpun,” perintah Adelard membuat Mark menganggukan kepalanya.
*
Byanca dan Angel sedang minum kopi bersama, Byanca baru mengetahui fakta bahwa Angel adalah adik dari Adelard. Begitupun Angel ia baru mengetahui bahwa Byanca adalah tunangan kakaknya.
Sewaktu Angel ingin memberitahu kedua orang tuanya jika kakaknya memiliki tunangan dan berharap kedua orang tuanya terkejut sama seperti dirinya. Namun hasilnya kedua orang tuanya sudah tahu bahwa kakaknya memiliki tunangan. Hanya dirinya saja yang tidak tahu, menyebalkan.
“Jadi hanya aku yang tidak tahu kalau kakak dan kau sudah bertunangan,” ujar Angel sambil meminum kopinya.
“Aku bahkan tidak tahu kalau Cetta memiliki adik,” ujar Byanca lalu keduanya sambil tertawa.
“Hanya kau yang tahu, ah, mungkin sekarang sudah banyak yang tahu. Menyebalkan, mereka hanya menempel padaku ketika ada maunya saja.”
“Kau benar, tadi ada yang mendatangiku dan meminta tolong. Mereka seperti parasit yang tidak berguna.”
“Lupakan mereka, jadi siapa yang mengatakan cinta terlebih dahulu?” tanya Angel sangat penasaran
“Tentu saja aku,” jawab Byanca bohong, Byanca tidak mungkin menjawab kalau mereka hanya pasangan kontrak.
“Kau tidak tinggal bersama orang tuamu?” tanya Byanca membuat Angel menggelengkan kepalanya,
“Tidak, aku tinggal bersama kak Cetta,”
“By, aku bisa minta tolong padamu,” ujar Angel membuat Byanca menganggukan kepalanya.
“Tentu saja, asal aku bisa membantumu.”
“Benarkah, lega sekali. Aku ingin minta tolong kau untuk membantu tugas yang diberikan Miss Suzy.”
“Miss Suzy Killer?”
“Yess, kau tau Miss Suzy sangat menyukai tugas yang sempurna. Aku tidak ingin nilaiku jelek, terima kasih By karena mau menolongku,” ujar Angel membuat Byanca menganggukan kepalanya, Byanca tahu betul siapa Miss Suzy salah sedikit saja nilai akan buruk.
“Kalau begitu, menginaplah di apartemenku,” ujar Byanca membuat Angel menganggukan kepalanya cepat, ia merasa senang. Karena ia seperti memiliki teman, teman? Bukankah seharusnya mereka bisa berteman.
“By, apa sekarang kita berteman?” tanya Angel membuat Byanca mengerutkan kening, Angel menjadi menciut karena ekspresi Byanca. Sepertinya mereka memang bukan teman.
“Tentu saja, pertanyaan bodoh dari mana itu? Kita sudah berteman dari kau meminjamkan aku pena. Apa hanya aku saja yang menganggapmu teman?”
“Tidak, aku selalu menganggapmu teman,” ujar Angel cepat membuat mereka terkekeh.
“Terima kasih By, kau adalah teman pertamaku,” ujar Angel lagi. Angel bukannya tidak mau bergaul dan memiliki teman. Hanya saja selama ini ia hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang menjijikan. Demi menghindari semua parasit itu Angel membatasi dirinya sendiri.
Byanca, sejak pertama menginjakan kakinya di kampus Angel selalu ingin berteman dengannya tapi Angel selalu tidak ada kesempatan untuk mendekat. Bisa dikatakan sekarang Angel sangat senang karena bisa berteman dengan Byanca.
Sepulang dari kampus, Angel berkunjung ke apartemen Byanca. Sesuai janji Byanca akan membantu Angel untuk membuat tugas, dan Angel akan menginap di apartemennya.
Angel sudah menghubungi Adelard mengatakan jika ia akan menginap di apartemen Byanca, tentu saja Byanca juga memberitahu Adelard. Byanca tidak ingin Adelard tiba-tiba datang sementara ada Angel di apartemennya. Sedangkan Adelard sepertinya akan begadang menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah mandi dan makan malam, Byanca membantu Angel mengerjakan tugas. Mata Angel berbinar melihat tugasnya yang sempurna berkat bantuan dari Byanca.
“Terima kasih, By,” ujar Angel senang sambil memeluk Byanca, Byanca tersenyum lalu mengelus sayang kepala Byanca.
“Sama-sama, sekarang mari kita nonton film horor,” ujar Byanca membuat Angel menganggukan kepalanya, sama seperti Byanca, Angel juga menyukai film horor. Bagi mereka film horor lebih menyenangkan dibanding film romantis,
Mereka nonton horor hingga larut malam, hingga mereka ketiduran.