
Hari ini Adelard sudah menyelesaikan jadwal meeting yang harus ia lakukan, jadwal Adelard hari ini tidak terlalu padat, jadi ia bisa pulang ke mansion lebih awal. Lagipula Adelard sudah berjanji pada Byanca untuk berkunjung ke mansion kedua orang tuanya. Saat ini Adelard tengah bersiap untuk kembali ke mansion, dengan merapikan beberapa dokumen yang ada di atas meja kerja nya. Serta mematikan komputer yang biasa digunakan untuk bekerja.
Semenjak tinggal bersama Byanca, Adelard jarang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, tugas itu ia serahkan ke bawahan nya secara langsung. Karena Adelard tidak ingin berpisah terlalu lama dengan Byanca, bukan karena hal itu saja, namun Adelard ingin menjaga Byanca, semenjak kehadiran Byanca musuh nya bukan hanya mengincar perusahaan dan dirinya saja, namun juga mengincar Byanca
Adelard beranjak dari kursi kebesaran nya, dan keluar dari ruang kerja milik nya.
“Kau boleh pulang,” ucap Adelard kepada Ana
“Baik Sir,” Balas Ana dengan sopan. Sekretaris gat sopan dan kinerja nya cukup bagus sejauh ini.
Adelard kembali melangkahkan kakinya menuju lift yang khusus untuk diri nya saja. Mobil Adelard sudah menunggu di depan lobby kantor, para karyawan yang bertemu dengan Adelard secara otomatis menundukan kepala nya dan memberikan salam hormat. Namun Adelard sama sekali tidak membalas tindakan mereka, ya seperti itulah Adelard jika berhadapan dengan orang lain, cuek dan dingin, serta memiliki sifat otoriter.
Adelard berjalan dengan langkah tegas nya serta sangat berwibawa, meski terlihat angkuh dan dingin, namun para wanita yang bekerja di kantor ini tetap memuji Adelard dengan wajah nya yang sangat tampan, mereka selalu mencuri curi pandang ketika bertemu dengan Adelard, sebab jika mereka menatap Adelard secara terang terangan, mereka akan berakhir mendapatkan surat peringatan atau bahkan di pecat. Adelard membayar mereka untuk bekerja bukan untuk memandangi wajah tampan nya.
“Silahkan Tuan,” ucap bodyguard Adelard dengan membukkan pintu mobil, mempersilahkan Adelard untuk masuk ke dalam mobil. Aura ketampanan Adelard semakin bertambah ketika ia menggunakan kacamata, dan membuka kancing jas nya. Ketampanan nya bertambah menjadi tiga kali lipat. Mark, Adelard tidak terlalu membebani pekerjaannya. Mark tidak perlu mencakup menjadi sekretarisnya, cukup Ana saja karena Mark sekarang akan sedikit sibuk bersama adiknya jadi Adelard hanya memberikan tugas belakang untuk Mark.
Tepat saat Adelard memasuki mobil nya ada seorang wanita yang memperhatikannya dari kejauhan, wanita itu juga memiliki pertemuan di kantor Adelard, namun bukan bersama Adelard, melainkan dengan petinggi yang lain, namun masih di bawah Adelard. Jabatan tertinggi di kantor dan perusahaan Adelard adalah, ia sendiri, Adelard Cetta Maxwel.
Wanita itu tidak melepaskan pandangannya dari mobil Adelard yang perlahan mulai menjauhi area perkantoran ini. Gedung kantor Adelard termasuk menjadi gedung kantor dengan area terluas dan memiliki lantai terbanyak di kota ini, bahkan perusahaan Adelard masuk dalam tiga besar perusahaan terbesar dan termaju di seluruh dunia, perusahaan yang paling berpengaruh di dunia. Jadi sudah tidak diragukan lagi kekayaan yang dimiliki oleh seorang Adelard.
“Kau terlihat begitu bahagia bersama kekasihmu saat ini Cetta,” gumam wanita itu dengan melihat kepergiaan mobil Adelard yang sudah menghilang dari penglihatan nya. Karena sudah tidak ada lagi yang ia kerjakan di kantor ini, dan keinginan nya untuk melihat Adelard sudah terpenuhi, wanita itu kemudian pergi meninggalkan kantor Adelard.
Setelah menempuh waktu hampir satu jam lama nya, mobil Adelard kini sudah memasuki area gedung mansion, dan terparkir dengan sempurna di garasi mobil milik nya.
Bodyguard Adelard membukkan pintu mobil untuk nya dan mempersilahkan Adelard untuk memasuki lift yang akan nya masuk ke gedung mansion milik nya.
“Tuan,” Sapa Alex dengan menunduk hormat ketika Adelard keluar dari lift dan melepas kacamata nya.
“Dimana Byanca?” tanya Adelard kepada Alex, ia melihat ke sekeliling ruangan mansion nya yang tampak hening, ya seperti biasa, mansion nya memang terlihat tenang karena Byanca lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar pribadi nya, ruangan yang sering Byanca kunjungi hanya ruang makan, dapur, serta ruang gym untuk melakukan workout. Byanca bahkan menyerahkan tugas butik pada Sekar, orang kepercayaannya.
“Nona Byanca berada di dalam kamar Tuan, sepulang dari bertemu dengan Nona Stella, Nona Byanca langsung masuk ke dalam kamar, seperti nya Nona kelelahan,” jawab Alex, ia melihat gerak gerik Byanca di dalam mobil tadi, Byanca terlihat lelah dan menahan rasa kantuk nya.
Rasa lelah nya akan hilang begitu Adelard bertemu dengan Byanca, melihat wajah cantik nya yang menghangat kan hati Adelard, serta sentuhan halus yang diberikan oleh Byanca pada dirinya. Byanca memperlakukan Adelard layak nya seorang raja, begitu pula dengan Adelard, ia memperlakukan Byanca seperti seorang ratu. Seseorang akan memperlakukan orang lain dengan sangat istimewa ketika orang itu memiliki peran yang penting di dalam hidup nya. Seperti Adelard dan Byanca, mereka saling bergantung satu sama lain.
Adelard membuka pintu kamar dengan perlahan, namun tidak ada suara yang terdengar sama sekali, kamar ini sangat hening, dan lampu kamar yang menyala dengan redup, kebiasaan yang dilakukan saat Byanca tengah tertidur. Biasanya saat jam -jam Adelard pulang kerja, Byanca akan menunggu Adelard di lantai satu ataupun menunggu Adelard di sofa yang ada di kamar ini sembari menonton film. Namun hari ini Byanca tidak melakukan hal itu pada Adelard.
“Sayang,” panggil Adelard dengan suara pelan nya, ia berjalan semakin memasuki kamar nya, dan melangkahkan kaki nya mendekati ranjang empuk milik nya.
Dan tatapan Adelard langsung tertuju pada seseorang yang berada di dalam selimut itu, tengah tertidur dengan sangat lelap.
“Rupa nya kau tidur, sayang,” ucap Adelard sembari duduk di tepi ranjang dengan pelan pelan, takut jika membangunkan Byanca.
Namun tetap saja Byanca terusik dengan pergerakan ranjang nya, dan merasa ada seseorang di samping nya. Karena meskipun Byanca tidur dengan sangat lelap, ia akan mendengar dan merasakan pergerakkan di sekitar tubuh nya.
“Hei, kau sudah pulang Cetta,” ucap Byanca dengan suara khas bangun tidur nya yang terdengar sexy di telinga Adelard, ia membuka mata dan melihat Adelard yang terduduk di tepi ranjang sembari menatap nya.
“Ya baru saja.”
“Apa kamu terganggu dengan kedatangan ku?” Adelard mendekati Byanca dan memeluk tubuh nya. Menghirup aroma wangi Byanca yang sangat menenangkan pikiran Adelard.
“Tidak, maaf karena aku tertidur dan tidak menunggu mu pulang bekerja,” ucap Byanca, ia pun merasa bersalah pada Adelard, karena itulah kebiasaan nya. Menunggu kepulangan Adelard dari kantor.
“Tidak perlu meminta maaf. Bagaimana pertemuan mu dengan Stella, apakah menyenangkan?” Adelard mencium puncak kepala Byanca berkali kali dan mengusap punggung nya, Adelard sangat mencintai wanita yang kini sedang memeluknya dengan erat.
“Hmm ya seperti biasa, hanya membahas hal hal yang tidak penting,” jawab Byanca, ia menghirup dalam dalam aroma tubuh Adelard, meski Adelard sudah bekerja seharian namun tubuh nya tidak bau sama sekali, justru semakin wangi.
“Apa kau baik baik saja?” Adelard merasa khawatir karena mendengar ucapan Alex tadi yang mengatakan jika Byanca terlihat kelelahan.
“Ya aku baik baik saja, aku hanya mengantuk.” Byanca tidak melepaskan pelukan nya sama sekali. Ia justru semakin merapatkan pelukannya.
Adelard dan Byanca terus berpelukan, entah berapa lama mereka saling berpelukan.