Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 36 : Pulang



Byanca menutupi tubuh telanjang nya menggunakan selimut, ia hanya samar samar mendengar pembicaraan Adelard dan Leon sebelum mereka berbicara di balik pintu kamar yang ia tempati. Byanca dapat melihat wajah kesal Adelard yang telah selesai berbicara dengan Bryan.


“Ada apa Bryan mencarimu Cetta?” tanya Byanca, ia masih berdiam diri di atas ranjang.


“Ah dasar Bryan.”


“Bryan akan pulang malam ini bersama Stella,” jawab Adelard yang sedang sibuk mencari keberadaan ponselnya.


“Aku bingung, kenapa kau bisa berteman dengan Bryan dalam waktu yang cukup lama.”


“Yang ku maksud, kepribadian kalian sangat jauh, dan saling berseberangan.”


Sampai detik ini Byanca tidak tahu apa yang menjadi alasan Adelard berteman dengan Bryan.


“Entahlah, aku juga bingung.”


“Sebentar, aku akan menelpon Alex,” ujar Adelard ketika ia sudah menemukan ponselnya.


Byanca memperhatikan gerak gerik Adelard yang tengah menelpon Alex. Perilaku dan ucapan Adelard akan berubah sangat drastis ketika ia berbicara dengan orang lain yang tidak cukup dekat dengan dirinya, ia akan berubah menjadi Adelard yang memiliki tatapan dingin, angkuh serta tegas, dan sangat disegani. Berbeda jika Adelard tengah berada dengan Byanca, pria itu akan berbicara dengan lembut dan menatap Byanca dengan tatapan hangat nya.


“Apakah ada pekerjaan yang mendesak sehingga Bryan harus pulang malam ini juga?” tanya Byanca ketika Adelard sudah selesai menelpon Alex.


“Entahlah, aku lupa bertanya dengan Bryan.” Adelard kembali menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan memeluk tubuh Byanca yang tertutupi oleh selimut.


“Lalu, apa kita masih akan lama berada disini?” Byanca mengusap kepala Adelard, ia tahu jika Adelard memiliki jadwal yang padat.


“Apa kau tidak suka berada disini?” Adelard mengangkat kepala nya agar dapat menatap wajah Byanca.


“Bukan, bukan seperti itu.”


“Aku sangat suka berada disini, tapi kau memiliki tanggung jawab besar di perusahaan. Egois rasanya jika aku hanya memikirkan kesenanganku saja. Aku tidak ingin seperti itu.” Byanca tidak ingin menjadi wanita yang egois, ia juga harus memikirkan posisi Adelard saat ini.


“Kau tidak egois By, aku juga sudah sangat lama tidak pergi berlibur,” balas Adelard, ia mengerti apa yang dirasakan Byanca.


“Sebaiknya kita pulang besok saja, besok hari libur bukan. Jadi kau dapat beristirahat terlebih dahulu sebelum kembali ke kantor,” usul Byanca, mengingat perjalan yang akan mereka tempuh lewat jalur udara cukup memakan waktu yang lama.


“Ide yang bagus, kau sangat pengertian sayang.” Adelard memeluk Byanca.


“Kemarilah.” Adelard menggeser badannya agar Byanca dapat tidur di dalam pelukan nya.


“Sebaiknya kita tidur lagi, sebelum jam makan malam.” Byanca hanya menuruti perkataan Adelard karena ia juga masih mengantuk.


Satu jam sebelum Bryan bertemu dengan Adelard, ia mendapat telepon dari sekretaris nya jika besok akan ada rapat yang harus dihadiri oleh Bryan padahal besok libur tapi pekerjaan Bryan tidak bisa ditinggalkan. Dengan berat hati, maka Bryan harus kembali pulang malam ini juga.


Meninggalkan tempat yang sangat menenangkan ini. Saat ini Bryan tengah merapikan beberapa barang yang akan ia memasukkan kembali ke dalam koper dibantu oleh Stella


“Sayang, maaf mengganggu liburanmu,” ujar Bryan merasa bersalah pada Stella, Stella menganggukan kepalanya.


“Tidak apa-apa sayang, kita sudah cukup berlibur. Sudah waktunya kita pulang.”


“Aku akan mengirim pesan pada Byanca dan Angel setelah sampai nanti.”


*


Siang ini Adelard dan Byanca akan meninggalkan pulau yang sudah mereka tempati selama dua hari ini. Bryan dan Stella sudah pulang semalam, sedangkan Mark dan Angel sudah pulang sebelum Bryan dan Stella. Sekarang hanya mereka berdua lagi di villa ini, tentu saja ada banyak pelayan dan juga bodyguard.


Adelard dan Byanca baru tidur saat sudah menjelang pagi, mereka banyak melakukan gaya bercinta hingga tak ingat waktu.


“Ini semua salahmu Adelard, mereka meninggalkan kita.” Byanca menyalahkan Adelard yang tengah menyantap makan siang nya.


Adelard tersedak karena mendengar ucapan Byanca, padahal bukan hanya dia saja yang menikmati sentuhannya.


Byanca dengan cepat memberikan air minum pada Adelard dan menepuk nepuk punggung nya.


“Kau selalu saja menyalahkanku By, padahal kau juga menikmati nya. Kau mendesahkan nama ku dengan mulut manis ini.” Adelard menunjuk mulut Byanca.


“Lupakan.” Byanca mengibaskan tangan nya di depan wajah Adelard, ia merasa karena terlalu menikmati permainan Adelard.


“Habiskan makananmu.” Perintah Adelard, dengan menahan senyuman nya.


*


Adelard dan Byanca kini sudah berada di dalam mobil, mereka akan menuju bandara. Mobil mereka berjalan di tengah tengah mobil yang dikendari oleh bodyguard Adelard.


“Dimana Alex aku tidak melihat nya sedari tadi?” Byanca menatap Adelard yang tengah fokus pada layar di depannya. Biasa nya Alex akan mengikuti langkah Byanca, namun hari ini Byanca belum melihat wajah nya sama sekali.


“Ada apa kau mencari Alex?” Adelard menatap Byanca dengan tajam, ia tidak suka jika Byanca menyebutkan nama pria lain di depan nya.


“Aish, jangan salah paham. Bukankah kau sudah menugaskan Alex untuk selalu menjaga dan mengawasiku, namun hari ini aku belum melihat nya sama sekali,” jawab Byanca cepat.


“Dia sudah kembali bersama Mark dan Lia.”


“Apa kau cemburu dengan bodyguard mu sendiri, huhh?”


“Tentu saja tidak,” elak Adelard jual mahal.


“Kau tidak bisa membohongiku Cetta.” Byanca mendekatkan wajah nya di depan wajah Adelard.


“By, hei.” Adelard menyentuh tangan Byanca, karena Byanca yang tiba tiba melamun.


“Ada apa sayang?” Adelard menjadi khawatir dengan perubahan raut wajah Byanca.


“Tidak apa-apa, aku tiba-tiba memikirkan pekerjaanku.”


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah berhenti tepat di samping jet pribadi milik Adelard. Disana sudah ada bodyguard Adelard yang berjaga.


“Hati-hati.” Adelard meletakkan tangan nya diatas kepala Byanca, agar kepala nya tidak terbentur pintu mobil.


Mereka berjalan dengan bergandengan tangan menaiki tangga menuju ke dalam jet yang akan membawa mereka kembali pulang.


Akhirnya mereka akan segera pulang, walaupun Byanca menyukai liburan tetap saja mereka harus pulang karena masih banyak pekerjaan yang harus mereka kerjakan.


Pramugari menghampiri Adelard dan Byanca.


“By, apa kau lapar?” tanya Adelard karena sekarang sudah menunjukan waktu makan siang.


“Lapar.” Byanca menjawab sambil menganggukan kepalanya.


“Saya akan menyiapkan makan siang, Nona,” ujar pramugari lalu pergi mengambil makan siang.


Tidak lama kemudian makan siang Byanca datang, keistimewaan jet pribadi adalah koki mansion disini. Tidak, yang benar koki selama liburan selama mengikuti mereka. Byanca menikmati makan siangnya bersama Adelard.


“Cetta, aku ingin jus tomat,” pinta Byanca membuat Adelard memanggil pramugari untuk segera membuatkan jus tomat untuk Byanca


Tbc