
Hari sudah siang, namun Adelard dan Byanca belum keluar dari kamar untuk mengisi perut nya. Itu karena Adelard yang merengek pada Byanca. Bahkan setelah mandi pun Byanca kembali menemani Adelard yang masih mengantuk dan tidur di atas pangkuan nya. Byanca memaklumi nya, mungkin Adelard sangat lelah. Meski pekerjaan Adelard terlihat sederhana, namun itu bukan lah hal yang mudah, Adelard bertanggung jawab atas ribuan karyawan yang bekerja di perusahaannya, bukan jumlah yang sedikit. Pekerjaan Adelard memang tidak menguras keringat, namun pekerjaan Adelard menguras energi pikiran nya. Adelard bekerja bukan semata mata ingin memperbanyak kekayaan nya, namun Adelard adalah orang yang bertanggung jawab.
“Sayang. Bangun lah.” Byanca menepuk nepuk punggung telanjang Adelard, karena Adelard masih belum memakai pakaian nya, ia masih dalam keadaan telanjang. Keadaan kamar ini kembali rapi dan bersih, setelah Byanca merapikan nya. Namun Byanca nanti harus menyuruh pelayan agar membersihkan kamar ini dan mengganti sprei serta selimut nya.
Beberapa menit yang lalu, Brisiana menelpon menyuruh mereka agar menyatap sarapan nya, dan bertanya apakah pelayan perlu mengantar makanan ke dalam kamar. Namun Byanca menolak nya, ia ingin makan di lantai satu. Byanca juga berkata pada mommy nya jika ia harus menemani Adelard tidur, karena Adelard seperti nya sangat lelah. Dan Brisiana pun mengerti keadaan Adelard.
“Sudah siang Adelard.”
“Tujuan kita kesini untuk mengunjungi daddy dan mommy bukan?” Byanca bukan nya melarang Adelard untuk tidur. Namun mereka berkunjung ke mansion ini untuk bertemu dengan kedua orang tua Adelard. Lagi pula mereka harus kembali lagi nanti malam, karena esok hari, Adelard sudah kembali masuk bekerja.
“Eeungh.” Adelard meregangkan otot-otot nya dengan memeluk Byanca. Tidur Adelard sangat nyenyak, hingga melupakan tujuan awal nya datang kesini.
“Kau harus segera mandi,” ucap Byanca, dengan menatap Adelard yang masih berusaha mengumpulkan kesadaran nya.
“Tolong siapkan baju ku, By,” ucap Adelard, dengan memeluk tubuh Byanca, menelusupkan wajahnya ke dalam ceruk leher Byanca. Tempat favorit Adelard di bagian tubuh Byanca yang lain.
“Aku akan menyiapkan nya, pergilah mandi.” Byanca membiarkan Adelard sejenak dalam posisi seperti ini.
Adelard ******* bibir Byanca sebelum beranjak menuju kamar mandi dalam keadaan tanpa busana. Mereka sudah tidak malu lagi melihat tubuh tanpa busana satu sama lain, mungkin mereka sudah terbiasa melihat nya.
Setelah kepergian Adelard, Byanca bergegas menuju walk in closet untuk menyiapkan pakaian yang akan digunakan Adelard.
Adelard dan Byanca kini tengah menyantap menu makan siang mereka, hanya berdua saja, karena kedua orangtua Adelard sedang bertemu dengan rekan bisnis di sekitar mansion. Byanca tidak tahu dimana mereka bertemu, pelayan hanya mengatakan jika orangtua Adelard sedang bertemu dengan rekan bisnis nya. Tidak mungkin jika Byanca berkeliling mansion ini untuk mencari keberadaan orang tua nya, mansion ini sangat luas, tidak beda jauh dengan mansion keluarga Keith. Besar serta memiliki banyak lorong dan ruangan.
“Apa kau ingin melihat kebun lavender?” tanya Adelard menawari Byanca untuk melihat kebun lavender, karena tanah di area mansion ini sangat luas, orangtua Adelard memanfaatkan nya dengan menanam bunga lavender sebagai aktivitas luang mereka. Sama seperti Brisiana, Brisiana menyibukkan diri dengan bertanam. Kebun Lavender belum pernah dilihat Byanca di mansion ini.
“Adakah kebun lavender disini?” Byanca belum banyak tahu mengenai mansion ini, dan apa saja yang ada di mansion ini.
“Ada sayang. Dan mommy yang menanam nya sendiri dibantu oleh para pelayan nya,” jawab Adelard, sudah lama juga Adelard tidak pergi ke taman bunga lavender.
“Setelah selesai makan kita pergi kesana,” sahut Byanca.
Kehidupan di mansion memang menyenangkan, bisa menghirup udara segar dari taman yang di buat di sekitar area mansion, serta Adelard juga dapat melakukan banyak aktivitas di luar ruangan. Hal itu tidak bisa di dapatkan Adelard saat tinggal di mansionnya, hal yang bisa dilakukan di luar ruangan hanya berjemur di tepi kolam renang.
Setelah selesai menyantap menu makan siang mereka, Adelard dan Byanca bergegas menuju taman bunga lavender dengan menggunakan golf car, akan sangat melelahkan jika Adelard dan Byanca harus berjalan kaki. Adelard juga berpesan kepada pelayan agar menyampaikan kepada daddy dan mommy nya jika ia dan Byanca pergi ke taman bunga lavender.
“Sayang,” panggil Adelard, ketika dalam perjalanan menuju taman bunga lavender yang ditempuh dalam waktu sekitar tiga menit saja.
“Apa kau masih tidak ingin tinggal di mansion ku?”
“Jika tinggal di mansion, kau bisa melakukan banyak hal. Termasuk melakukan sesuatu di dalam ruangan seperti ini.”
“Aku akan mengizinkanmu membuat taman seperti mommy.”
“Kau bebas melakukan aktivitas di luar ruangan, dan kau akan tetap aman karena berada di dalam area mansion.” Adelard sedang berusaha membujuk Byanca agar ingin diajak tinggal di mansion milik Adelard.
Byanca menyimak ucapan Adelard, dan Byanca pun tergiur dengan apa yang ditawarkan oleh Adelard. Alasan Bianca tidak ingin tinggal di mansion adalah, mansion terlalu besar bagi Byanca. Lagipula mereka hanya tinggal berdua, hanya ada pelayan dan bodyguard di dalam mansion Adelard.
“Apakah kau serius dengan ucapanmu Adelard?” tanya Byanca, ia benar benar tergoda dengan tawaran yang diberikan Adelard. Byanca bebas melakukan apapun asal berada di dalam mansion, dan itu tawaran yang menggiurkan.
“Tentu saja sayang.”
“Aku juga ingin tinggal di mansion, kita bisa melakukan banyak hal di mansion ketika aku sedang libur bekerja. Seperti yang dilakukan daddy dan mommy.”
“Kau bisa menghirup udara segar setiap hari nya.” Adelard bukan nya tidak suka tinggal di penthouse, Adelard sangat menyukai nya. Hanya saja, Adelard hanya bisa melakukan banyak kegiatan di dalam ruangan saja.
Adelard menggenggam tangan Byanca, menuntun nya turun dari golf car dengan pelan pelan, lalu Adelard mengajak Byanca untuk duduk di sebuah tempat yang tidak jauh dari taman bunga lavender.
“Kau akan lebih bebas jika berada di mansion. Dan aku yakin kau tidak akan bosan sayang.”
“Karena banyak hal yang bisa kau lakukan.” Lanjut Adelard lagi, ia terus menyakinkan Byanca agar hendak di ajak pindah ke mansion milik nya. Mansion yang berdiri dengan sangat megah dan kokoh dengan gaya yang modern.
Byanca sangat tergiur dengan tawaran Adelard, Byanca melupakan alasan nya yang ia katakan pada Adelard jika mansion terlalu besar bagi nya. Byanca awalnya ingin mengajak Adelard pindah ke apartemennya saja.
“Benarkah?” Byanca berusaha menyakinkan diri nya lagi.
“Aku tidak berbohong sayang.” Adelard menatap kedua mata Adelard, dan menyakinkan Byanca.
“Baiklah, aku ingin kita tetap mansion. Namun kau harus menepati ucapanmu padaku Cetta,” jawab Byanca, ia akhirnya menyetujui ucapan Adelard, karena tergiur dengan iming-iming yang Adelard berikan pada nya.
“Tentu, aku akan menepati janji ku sayang.” Adelard mencium puncak kepala Byanca lalu memeluk nya. Akhirnya Adelard berhasil membujuk Byanca untuk pindah ke mansion.