Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 14 : Tinggalkan Karin



Di libur akhir pekan ini Adelard menghabiskan waktunya berolahraga. Pagi tadi Adelard bermain golf bersama ayahnya, lalu dilanjutkan olahraga di ruang gym yang ada di Mansion. Adelard juga mempunyai lapangan golf pribadi di mansion, fasilitasnya pun sama bagusnya dengan arena golf di luar sana.


Olahraga adalah salah satu cara untuk menghilangkan stres dalam pekerjaan yang menumpuk, salah satunya lagi tentunya bercinta dengan Byanca mengingat Byanca. Wanitanya itu sedang


pergi berbelanja dengan Angel.


”Eunghh.., arghh.” Adelard berhasil mengangkat besi, seharusnya Byanca melihat ini ketika Adelard sedang berolahraga otot-ototnya semakin terlihat besar dan kekar. Byanca yang melihat ini pasti air liurnya keluar tanpa sadar, untungnya Byanca tidak disini.


“Huh.., huh....,” meskipun melelahkan namun Adelard tetap melakukan olahraga berat ini. keringatnya bercucuran dari dalam tubuhnya. Badan Adelard mengkilap karena dipenuhi oleh keringat yang terus menerus keluar. Tidak hanya itu Adelard tetap melanjutkan olahraga menggunakan alat yang lain.


Tidak terasa sudah hampir dua jam berlalu, Adelard menyudahi kegiatan olahraganya.


Adelard pergi mandi membersihkan dirinya dari keringat habis berolahraga.


Sementara itu Byanca dan Karin sedang berada di salon kecantikan, Byanca selesai lebih dulu karena memang Byanca mengambil perawatan wajah yang ringan agar ia bisa cepat selesai.


“Lia, aku keluar sebentar.” Byanca pamit pada Angel yang masih dalam perawatan kecantikan.


“Oke.”


Byanca berjalan kaki menuju cafe dekat salon, ia sudah berjanji pada Leon untuk bertemu disana. Byanca tidak kesusahan mencari Leon karena pria itu melambaikan tangan ketika ia masuk ke dalam cafe.


“Duduklah, aku sudah memesankan kopi untukmu,” ujar Leon sambil tersenyum lebar, Byanca duduk dihadapan Leon.


“Barang yang ku minta?” tanya Byanca to the point.


“Ini,” jawab Leon memberikan plastik yang berisi rambut.


Lalu tidak lama kemudian kopi Byanca sampai, Byanca menyesap kopinya sedikit lalu bangkit dari duduknya.


“Apa kau sudah memaafkan aku?” tanya Leon membuat Byanca kembali duduk, sebenarnya dari awal Byanca tidak ada niatan untuk memberikan maafnya pada Leon.


“Aku akan memaafkanmu tapi dengan syarat,” ujar Byanca tersenyum evil.


“Katakan syarat itu By, apapun syaratnya pasti akan ku lakukan asal kau memaafkan aku.” Leon menatap Byanca penuh harap, Byanca tidak menduga bahwa Leon akan masuk ke dalam perangkapnya dengan suka rela begini.


“Tinggalkan Karin.” Byanca berkata sambil melipat tangan didada.


“Baiklah, hari ini juga aku akan meninggalkan Karin. Aku pergi dulu By, aku akan mengabarimu nanti,” ujar Leon lalu pergi meninggalkan Byanca,


Perlahan Byanca sudah menjalankan rencananya, sekarang waktunya Byanca datang pada Angel yang mungkin sudah menunggunya.


*


Setelah makan siang Byanca dan Angel berpisah karena Angel ada urusan, sedangkan Byanca dia pergi kerumah sakit. Byanca mencurigai sesuatu yang pasti.


Byanca menyerahkan dua sampel rambut yang berbeda kepada Dokter, karena hasilnya akan keluar besok Byanca memutuskan untuk pulang ke apartemennya.


Sedangkan di mansion Mark memberikan laporannya pada Adelard.


“Hari ini Nona Byanca berbelanja dan pergi ke salon kecantikan, setelah itu Nona bertemu dengan Leon..,”


“Bertemu Leon, mengapa Byanca menemui pria itu?” tanya Adelard memotong laporan Mark.


“Nona bertemu Leon karena Nona meminta bantuan mengambil rambut dari tukan kebun kediaman Bibi Nona, Tuan.”


“Lalu Nona ke rumah sakit memberikan dua sampel rambut yang berbeda.”


“Rambut siapa yang Byanca bawa selain milik tukang kebun?”


“Dari hasil tes DNA rambut itu milik Karin anak Bibi Nona, Tuan.”


“Cukup, kau tidak perlu mengawasi Byanca lagi.” Perintah Adelard membuat Mark mengangguk patuh.


“Baik Tuan.”


Sekarang Adelard sudah tahu garis besar dari rencana Byanca, Adelard tidak ingin asal membantu tanpa ada izin dari Byanca. Jika Byanca memberinya izin maka Adelard akan menghancurkan keluarga Bibinya dalam sehari saja.


*


“Baby, aku merindukanmu,” ujar Karin senang lalu memeluk Leon erat, Leon melepaskan pelukan mereka membuat Karin menatap Leon tidak percaya.


“Sebenarnya apa ada yang salah? Mengapa akhir-akhir ini kau menghindariku, baby?” tanya Karin membuat Leon muak.


“Tidak ada yang salah.”


“Lalu kenapa kau menghindari aku? Oh, apa kau ingin kembali pada Byanca. Byanca pasti menggodamu kan!” teriak Karin kesal.


“Byanca tidak menggodaku.”


“Lalu apa alasanmu menjauh, kita sudah bertunangan sebentar lagi kita akan menikah, katakan padaku Leon, hiks,” ujar Karin sudah mulai menangis, ia mengeluarkan senjata andalannya.


“Aku memutuskan pertunangan kita, kedepannya pernikahan kita tidak akan terjadi.”


“Sudah kuduga, ini semua karena Byanca kan. Akan kuhancurkan wanita sialan itu.”


“Berhentilah bertingkah Karin, aku memutuskan pertunangan karena aku bosan padamu,” jawab Leon membuat hati Karin semakin terluka.


“Aku muak dengan semua tingkah lakumu, jadi jangan salahkan Byanca. Mengerti.”


“Kau tidak bisa meninggalkan aku Leon, aku bersumpah akan mencelakai Byanca jika kau berani meninggalkan aku.”


“Coba saja kalau kau berani mencelakai Byanca, aku tidak akan segan-segan menghancurkanmu terlebih dahulu,” balas Leon membuat Karin tidak bisa berkata sama sekali.


“Leon maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengganggu Byanca tapi jangan tinggalkan aku, hiks, aku mohon Leon, aku tidak bisa hidup tanpamu.”


“Bisa hidup atau tidak tanpa diriku, aku tetap akan meninggalkanmu,” ujar Leon sudah bulat.


“Leon, aku mohon. Hiks, hiks,”


Leon tidak mendengarkan Karin, ia meninggalkannya begitu saja. Semenatara Karin ini terduduk dilantai, Karin masih tidak percaya jika Lein meninggalkannya.


Karin sudah mengorbankan semuanya agar ia bisa bersama Leon, tapi sekarang Leon telah meninggalkannya.


Semua ini karena Byanca, Karin akan memberi pelajaran pada Byanca, lalu mengambil kembali Leon.


Leon adalah belahan jiwanya, Karin tidak bisa hidup tanpa Leon. Leon adalah dunia Karin, namun sepertinya dunia Leon bukan dirinya. Walaupun begitu Karin tidak akan menyerah, sama seperti dahulu, ia akan melakukan apapun asal Leon kembali padanya.


Sementara itu Byanca merasa puas melihat kehancuran pertama Karin, Leon mengirimkan hasil rekaman ketika ia memutuskan pertunangannya dengan Karin.


‘Ini baru permulaan Karin.’


“By, kemarilah,” ujar Adelard membuat Byanca menghampirinya.


“Tolong keringkan rambut ku,” pinta Adelard memberikan handuk pada Byanca.


“Kau bisa memakai hairdryer,” ucap Byanca membuat Adelard menggelengkan kepalanya.


“Karena handuk lebih lama, jadi kau bisa mengeringkan rambutku lebih lama.”


Byanca tidak ingin berdebat dengan Adelard suasana hatinya sedang bagus hari ini, dengan telaten Byanca mengeringkan rambut Adelard.


“Selesai,” ujar Byanca memberikan handuk pada Adelard.


“Terima kasih By.”


“Aku tidak mendengar ucapan terima kasih yang tulus,” ujar Byanca membuat Adelard tertawa karena Byanca menirunya. Adelard langsung melahap bibir Byanca dengan ganas.


“terima kasih sayang,” ujar Adelard setelah puas mencium bibir Byanca, Byanca tersenyum lalu mencium kening Adelard.


“Sama-sama sayang.”