
Sudah dua minggu ini Anna pergi mengunjungi kedua orang tuanya yang berada di Indonesia. Tentu saja Anna mencarikan pengganti dirinya untuk sementara yaitu Rhea.
Dan hubungannya dengan Byanca berjalan dengan lancar. Bahkan kini mereka tengah makan malam romantis di sebuah restaurant mewah tidak jauh dari mansion. Byanca sangat cantik menggunakan dress berwarna putih yang sangat simple, Adelard juga sangat tampan menggunakan tuxedo berwarna hitam. Dengan gila nya Adelard menyewa satu lantai penuh hanya untuk diri nya dan Byanca makan malam, sungguh gila, membuang buang uang.
“Sudahlah sayang, aku melakukan ini juga demimu,” ucap Adelard karena Byanca masih terlihat marah, tentu saja Byanca marah karena Adelard menghamburkan uang.
“Kau menghamburkan uang Cetta, oh god bahkan satu lantai ini bisa menampung sekitar 100 orang.” Byanca benar benar tidak habis, sifat Adelard yang satu ini memang sulit untuk di rubah, seperti nya sudah mendarah daging.
Tapi aneh nya di setiap meja tidak kosong, melainkan sudah di tata sedemekian rupa, tapi aneh nya hanya ada Adelard dan Byanca di lantai ini.
“Apa kau lupa siapa diri ku sayang.” Adelard memasukan potongan daging ke dalam mulut nya.
“Tentu saja aku tahu, crazy rich Cetta, pria yang suka menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting,” jawab Byanca meledek Adelard, sengaja menekan pisau di daging nya lalu melahap nya kasar seperti ia sedang melahap Adelard, karena kesal.
“Dan kau sangat mencintai pria gila itu, bukan?” Adelard balik menggoda Byanca, dengan mengangkat satu alis nya.
“Kepercayaan diri nya sangat tinggi,” kekeh Byanca sembari memegangi perut nya.
“Aku percaya diri sebab aku tampan, kau selalu memuji ku jika kita sedang bercinta, apa itu hobi mu hmm,” ucap Adelard yang membuat Byanca merasa malu.
“Cetta,” mata Byanca melotot pada Adelard, apa apaan pria di depan nya ini.
Mereka menikmati acara makan malam kali ini, tidak lupa ada iringan musik yang mengalun sangat indah, makan malam kali ini sangat lah romantis, banyak lilin dan juga bunga, serta ada pemain biola.
Tiba tiba saja lampu ruangan ini mati, hanya ada lilin yang menerangi, namun tetap saja penglihatan Byanca buruk saat gelap seperti ini, tidak dapat melihat dengan jelas.
“Cetta, mengapa tiba tiba lampu nya mati,” ucap Byanca terkejut, namun Adelard tidak menjawab pertanyaan Byanca.
“Cetta,” panggil Byanca lagi, namun tetap saja tidak ada sahutan dari Adelard.
“Jangan main main Adelard, kau dimana.” Byanca sudah mulai ketakutan, karena Byanca tidak dapat melihat sekitar.
“Cetta, aku takut.” Byanca takut jika berada di ruangan gelap, ia sangat benci itu apalagi tidak ada orang di samping nya, dan seperti Adelard sudah pergi dari hadapan nya.
Byanca kembali di kejutkan dengan Adelard yang berjalan ke arah nya dengan sebuah bunga mawar merah di tangan nya, lampu sorot menyorot Adelard yang berjalan ke arah nya dengan sangat gagah dan sangat tampan, kaki Byanca refleks berdiri dan berjalan menuju Adelard, hingga akhirnya langkah Adelard berhenti di depan Byanca, memberikan bunga yang ada di tangan nya kepada Byanca, suasana kali ini sangat romantis di dukung dengan suara musik romantis yang menjadi pendukung nya, Adelard tiba tiba berjongkok di hadapan Byanca, dan yang membuat Byanca lebih terkejut adalah, Adelard membuka sebuah kotak beludru berwarna merah yang memperlihatkan sebuah cincin berlian yang sangat indah.
“Aku baru menyadari jika selama ini kau selalu menunggu ku, agar aku mengatakan ini. Mau kah kau menikah dengan ku. Aku tidak pandai merangkai kata agar kau mau menerima lamaran ku ini, tapi yang perlu kau tahu, aku mencintai mu dengan sangat dalam By. Aku tidak bisa membayangkan jika setelah ini aku bisa hidup tanpa diri mu, aku membayangkan keluarga harmonis bersama mu, yang di selingi oleh tawa anak anak kita nanti yang menghiasi mansion kita. Maafkan aku karena baru mengatakan nya sekarang, sekali lagi maukah kau menikah dengan ku?” ucap Adelard dengan sangat tulus, setelah Adelard berbicara kepada orangtua nya, hari ini Adelard berani untuk melamar Byanca, ia ingin menikahi Byanca, karena Adelard sangat wanita yang ada di hadapan nya ini.
Byanca tidak bisa berkata kata, air mata nya luruh begitu saja ketika Adelard mengucapkan kalimat yang sangat ia dambakan, Byanca tidak menyangka jika Adelard melakukan hal seperti ini. Byanca sangat tersentuh dengan perlakuan manis Adelard.
“Terima terima.” Tiba tiba saja ada suara sorakan yang menyuruh Byanca agar menerima lamaran Adelard, Byanca kembaki terkejut ketika lampu di ruangan ini kembali menyala penuh memperlihatkan kedua orang tua Adelard bersama dengan Bella, lalu ada kedua orangtua Byanca, dan terakhir ada kedua sahabat nya, di tambah dengan Bryan dan Mark.
“Oh god.” Byanca menutup mulut nya, tidak menyangka apa yang ia lihat saat ini.
Dengan perasaan gelisah, Adelard menunggu jawaban dari Byanca, ia takut jika Byanca akan menolak lamaran nya.
“Ya, tentu saja aku ingin menikah denganmu, dan orang yang sudah mencintai ku dengan sangat tulus.” Semua orang bersorak gembira saat Byanca selesai mengucapkan kalimat nya, lantas Adelard kembali berdiri dan memakaikan cincin berlian di jari manis Byanca di tangan sebelah kiri, kemudian Adelard mencium bibir Byanca dengan penuh kasih sayang dan kebahagiaan.
“Terimakasih, aku sangat mencintai mu.” Adelard melepas ******* nya, lalu beralih memeluk Byanca.
“Aku juga sangat mencintai mu.” Balas Byanca yang tidak bisa menahan air mata nya.
“Cetta bagaimana mereka semua ada disini?” tanya Byanca yang masih memeluk Adelard, hari ini adalah hari yang paling bahagia dan berkesan bagi Byanca, ia tidak pernah merasa sebahagia ini seumur hidup nya.
“Aku yang mengundangnya, aku ingin memberikan kejutan untuk mu, karena ini adalah hari bahagia kita. Jadi mereka berhak tahu,” jawab Adelard, membelai wajah cantik Byanca, lalu kembali ******* bibir nya.
Semua orang yang ada di di ruangan itu mendekat ke arah Adelard dan Byanca untuk memberikan selamat atas hubungan baru mereka yang semakin serius menjalin suatu hubungan.
“Jadi kalian semua sudah mempersiapkan ini tanpa sepengetahuan ku hmm?” Tanya Byanca pada seluruh keluarga dan sahabatnya.
Mereka semua merayakan hari kebahagiaan Adelard dan Byanca dengan berdansa, dan berpesta di restaurant mewah ini. Karena semua berpasangan, hanya ada Leon dan Bella yang tidak memiliki pasangan, jadi mereka menjadi pasangan dansa malam ini, meskipun Leon mendapat tatapan dari Adelard. Sedangkan Bella, wanita itu terlihat malu malu saat sedang berdansa dengan Leon.
Tbc