Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 41 : Bertengkar



Setelah puas berada di taman bunga, mereka pun kembali ke dalam mansion, karena hari sudah akan menjadi gelap.


“Malam ini aku akan mengunjungi Mark,” ucap Adelard pada Byanca. Bukan hanya akan melihat keadaan Mark, namun ada sesuatu yang akan ia bicarakan bersama Mark. Mark dirawat dirumah sakit karena kecelakaan.


“Aku ikut denganmu,” jawab Byanca, karena terakhir kali Byanca melihat keadaan Mark saat masih berada di rumah sakit.


“Tidak perlu, aku akan pergi bersama Alex.”


“Aku memaksa, aku ingin ikut.” Byanca tidak akan menuruti perkataan Adelard kali ini, karena Byanca ingin melihat keadaan Mark. Byanca juga ingin bertemu dengan Angel setidaknya ia ingin menghibur Angel sekarang.


“Kau harus beristirahat sayang.” Adelard berusaha membujuk Byanca agar tidak ikut bersama nya untuk mengunjungi Mark.


“Aku tidak lelah,” jawab Byanca


Adelard berpikir sejenak apa yang harus ia lakukan jika Byanca sudah memaksa seperti ini, wanita itu juga terlihat seperti sedang marah, Adelard hanya tidak ingin, mereka akan bertengkar hanya karena masalah ini.


“Baiklah, kau bisa ikut.” Adelard pun akhir nya mengalah, ia bisa menunda pembicaraan serius nya dengan Mark.


“Haruskah aku seperti itu dulu baru kau mengijinkan aku untuk ikut bersama mu?” Meski masih sedikit kesal, Byanca juga merasa lega karena Adelard memperbolehkan nya untuk melihat keadaan Mark.


“Atau ada sesuatu yang kau sembunyikan dari ku?”


“Apa maksudmu sayang, tidak ada yang kusembunyikan dari mu,” ucap Adelard,


“Oh benarkah?” tanya Byanca seperti sedang meremehkan Adelard.


“Apa kau sudah mendapatkan wanita lain sekarang?” tanya Byanca, ia menahan agar air matanya tidak jatuh.


Sebenarnya Byanca berusaha menahan nya dan berpura pura seperti tidak ada yang terjadi. Namun tidak bisa, Byanca merasa sakit di hati nya. Jika Adelard ingin membuangnya, buang saja jangan seperti memberi harapan padanya.


“Apa maksud mu By?” Adelard bertanya balik kepada Byanca, ia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Byanca.


“Apa ini alasan mu tidak memperbolehkan ku untuk tinggal di mansion ini lebih lama lagi?” Byanca berusaha menahan air mata nya, yang sudah berada di ujung mata nya.


“Berhenti By.”


“Aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan.” Adelard mendekati Byanca, yang terlihat hendak menangis. Adelard bahkan tidak bermain wanita lain di belakang Byanca, ia tidak pernah menyentuh wanita lain selain Byanca.


“Kau akan membenciku kan?”


“Mungkin saja karena kau sudah menemukan wanita lain dan bosan padaku, kau akan meninggalkanku,” ucap Byanca, ia hendak berjalan memasuki kamar mandi dan menumpahkan rasa sedih nya.


“Astaga, bagaimana bisa kau berpikir seperti itu. Ada apa dengan mu sayang.” Adelard mencekal tangan Byanca. Ia masih berusaha sabar menahan emosi nya. Adelard tidak suka dengan nada bicara Byanca yang meninggi, dan bagaimana bisa Byanca menuduh nya akan membuang Byanca.


Byanca melepas genggaman tangan Adelard, ia lalu berjalan menuju nakas dan membuka salah satu laci nya. Byanca mengeluarkan sesuatu dari dalam laci itu dan memberikan nya pada Adelard.


“Kau bahkan menyimpan fotonya, dan foto kalian.” Byanca memberikan foto itu, enggan menatap wajah Adelard.


Adelard melihat foto foto yang di berikan oleh Byanca, di dalam foto tersebut Adelard sedang memeluk pinggang seorang wanita bergaun merah dengan sangat posesif, seperti saat Adelard memeluk Byanca. Lalu di foto selanjut nya, terdapat foto polaroid yang memperlihatkan Adelard sedang mencium wanita itu, dan foto terakhir Adelard memberikan sebuah bunga pada wanita itu. Dan di balik foto itu tertulis, Love you baby!!!.


“Bagaimana bisa kau menemukan foto ini?” Adelard menatap tajam Byanca, bukan karena dengan lancang Byanca menggeledah isi kamar nya. Namun yang membuat Adelard marah adalah, ia harus melihat wajah wanita itu.


Byanca tidak bisa menahan air mata nya lagi, ia pikir kalimat yang Adelard ucapkan pertama kali setelah melihat foto itu adalah permintaan maaf, namun itu hanyalah angan angan Byanca saja. Ah, sepertinya Byanca benar-benar akan dibuang, Byanca juga sudah lancang. Bukankah dari awal Adelard telah mengatakan jika mereka tidak boleh memiliki perasaan satu sama lain. Byanca terlalu membawa ke dalam perasaan.


“Jawab!” Adelard membentak Byanca dan membuang foto yang ada di genggaman nya tadi.


“Ternyata dugaan ku memang benar, kalau kau ingin membuangku tolong buang aku secepatnya,” ucap Byanca di tengah tengah tangisan nya.


“Jawab By, dimana kau menemukan foto foto itu?” Adelard mendekati Byanca dengan menatap tajam kekasihnya, aura di kamar ini seketika berubah menjadi mencekam. Adelard tidak lagi menatap Byanca dengan tatapan hangat nya, ia kini justru menatap Byanca dengan tatapan dingin nya.


“Jawab Byanca.” Adelard menyudutkan tubuh Byanca hingga membentur dinding, ia menahan kedua tangan nya di sisi kepala Byanca.


“Tidak.” Byanca mendorong tubuh Adelard, ia tidak ingin menjawab pertanyaan dari nya.


“Kau membuatku marah By,” ucap Adelard, mata nya berkilat dipenuhi oleh emosi. Baik Adelard maupun Byanca.


“Kau marah karena aku mengetahui jika kau sudah mendapatkan wanita lain?” bentak Byanca, ia pun juga tidak bisa menahan emosi nya. Byanca tipe orang yang suka memendam sesuatu terlebih dahulu, namun jika ia sudah tidak bisa menyimpan nya lagi, ia akan langsung mengatakan nya.


“Aku bertanya padamu, darimana kau dapatkan foto sialan itu?” Lagi-lagi Adelard membentak Byanca hingga membuat nya terlonjak kaget. Alasan Adelard marah adalah, karena ia sangat membenci foto seorang wanita yang ada di dalam foto itu. Adelard tidak tahu jika masih ada foto itu di kamar nya ini, karena Adelard jarang menyentuh barang barang yang ada di kamar ini.


Byanca tidak sengaja menemukan foto itu. Malam tadi Byanca terbangun dari tidur nya dan tidak menemukan Adelard di atas ranjang, Byanca berusaha mencari di setiap sudut kamar ini, namun ia tetap tidak menemukan keberadaan Adelard. Saat sedang mencari Adelard entah mengapa tatapan Byanca tertuju pada sebuah nakas, ia lalu membuka satu persatu laci itu. Dan gerakan Byanca terhenti ketika melihat sebuah foto, sebuah foto yang menghancurkan hati Byanca saat itu juga. Byanca tidak tahu kapan foto itu diambil, dan kenapa Adelard masih menyimpan foto itu. Byanca berpikir jika mungkin Adelard masih mencintai sosok wanita yang ada dalam foto itu.


Saat Byanca mendengar suara pintu yang terbuka dari luar ia buru buru meletakkan foto itu ke dalam laci lagi, namun Byanca tidak bisa menahan air mata yang sudah terlanjur jatuh di pipi nya. Byanca kembali menaiki ranjang dan berpura pura tidur, tetapi Byanca berusaha menahan suara isakan nya dengan menggigit selimut yang menutupi tubuh nya. Byanca merasakan ranjang nya bergerak, Adelard kembali menaiki ranjang dan tidur sembari memeluk nya.


Byanca berpura pura menahan rasa sakit hati dan kecewa seharian ini, ia berpura pura seperti tidak ada yang terjadi.


Bolehkan Byanca marah dan kecewa? Tapi apa haknya, ia hanya menunggu waktu Adelard membuangnya, kapanpun itu.