Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 48 : Merawat



Hellen sedang memeriksa kondisi Byanca menggunakan stethoscope milik nya. Sedangkan Adelard dan Brisiana melihat nya dengan sangat cemas, mereka takut terjadi hal yang serius pada Byanca.


“Bagaimana keadaan Byanca?” tanya Adelard begitu Hellen melepaskan stethoscope nya.


“Tidak terlalu serius, Byanca hanya demam biasa. Mungkin karena efek ia belum makan, lalu dehidrasi dan juga Byanca yang stress hingga membuat nya jatuh sakit,” jelas Hellen, tidak ada hal yang perlu ditakutkan karena Byanca hanya demam biasa.


“Oh god syukurlah jika keadaan Byanca baik baik saja.” Brisiana sangat lega mendengarnya.


“Byanca harus banyak minum air putih, dan jangan memikirkan sesuatu hal yang membuatnya menjadi stress,” ucap Hellen dengan menatap Adelard dan Brisiana secara bergantian. Kini ia mengerti apa yang telah terjadi di antara kedua nya, mereka sedang bertengkar. Pertengkaran sudah biasa jika menjalin suatu hubungan bukan.


“Aku akan mengganti perban di kaki Byanca.” Hellen menyuruh suster yang menjadi asisten nya untuk menyiapkan alat alat nya. Hellen mulai mengganti perban yang membungkus luka di kaki Byanca, lalu kembali membersihkan nya.


“Cetta, sakitt,” rintih Byanca saat Hellen membersihkan luka di telapak kaki nya.


“Tahan sebentar sayang,” ucap Adelard menenangkan Byanca. Seharus nya kemarin Adelard yang menemani Byanca ketika luka nya di bersihkan. Byanca merasakan sakit dan perih di kaki nya seorang diri.


“Arghhhh,” teriak Byanca saat Hellen meletakkan sebuah cairan di atas luka nya, kemudian menutup nya kembali menggunakan kain kasa.


“Sudah selesai.” Adelard mengecup puncak kepala Byanca.


“Maafkan aku, karena kemarin tidak berada di sisi mu.” Adelard sangat merasa bersalah, inilah akibat nya jika ia tidak bisa menahan emosi dan mengontrol diri nya.


Sejujurnya Byanca masih merasakan sakit yang teramat dalam di hati nya, ketika mengingat kejadian kemarin. Namun untuk saat ini, Byanca membutuhkan Adelard agar terus berada di samping nya.


“Aku akan memberikan vitamin dan antibiotik, namun Byanca harus makan terlebih dahulu.” Hellen mengeluarkan beberapa obat yang harus di minum oleh Byanca.


“Baiklah, terimakasih Hellen.”


Brisiana mengantarkan Hellen untuk menuju mansion utama, mereka akan berbincang bincang sebentar.


Pelayan datang sembari mendorong troli yang berisi makanan untuk Byanca, Brisiana sudah menyuruh pelayan agar membuatkan bubur Byanca, bubur menjadi alternatif ketika seseorang sedang mengalami demam, karena rasanya tidak terlalu berat dan mudah dicerna, serta tidak perlu mengunyah.


“Kau harus makan, sayang,” ucap Adelard menata bantal menjadi tinggi agar Byanca bisa bersandar. Tubuh Byanca sudah tidak dingin dan tidak menggigil seperti tadi, namun kepala nya masih terasa berat dan pusing. Adelard membantu Byanca agar duduk bersandar pada sisi ranjang. Adelard tidak tega melihat Byanca yang tampak pucat dan lesu seperti ini.


“Buka mulut mu.” Adelard menyuruh Byanca agar membuka mulut nya.


Dengan perlahan Byanca membuka mulut nya dan merasakan bubur yang di suapi oleh Adelard. Byanca membuka mata sayu nya, ia menatap ke arah depan, enggan menatap Adelard.


“Sudah.” Byanca menjauhkan tangan Adelard saat hendak menyuapi nya kembali, mulut Byanca terasa pahit, meski bubur itu memiliki rasa yang lezat.


“Kau baru makan tiga suapan sayang.” Adelard mencoba menyuapi Byanca kembali, namun tetap ditolak oleh Byanca.


“Kenyang.” Jawab Byanca kembali memejamkan mata nya, ia tidak kuat karena kepala nya terasa sangat pusing.


“Minum.” Adelard membantu Byanca untuk minum air putih.


“Lagu, kau harus banyak minum air putih.” Adelard memaksa Byanca untuk menghabiskan segelas air putih. Dan Adelard juga membantu Byanca untuk meminum obat nya.


“Istirahatlah. Aku akan menemani mu,” ucap Adelard, ia kembali memposisikan Byanca dengan tidur terlentang, dan menutupi tubuh nya menggunakan selimut.


Byanca pun akhirnya memejamkan mata nya dan kembali tidur.


Sedangkan Adelard ia berada di samping dengan sebuah MacBook di atas bantal. Ia sedang memeriksa pekerjaan nya melalui benda pipih itu. Adelard tidak bisa pergi ke kantor karena yang pertama ia bangun siang, serta Adelard harus menjaga Byanca. Meski hubungan mereka belum kembali seperti sedia kala.


Byanca bergerak gelisah, ia ingin pergi ke toilet namun kepala nya masih terasa pusing dan kaki nya pun belum bisa menapak di lantai dengan sempurna. Byanca sudah tidak tahan lagi ingin pergi buang kecil. Byanca tahu jika Adelard masih berada di samping nya, dan pria itu sedang fokus pada layar MacBook nya.


“Ouwhhh,” erang Byanca saat berusaha bangun dari tidurnya, ia memegangi kepalanya yang masih sangat pusing.


“Sayang,” ujar Adelard dengan sigap membantu tubuh Byanca agar tidak ambruk. Adelard tidak tahu jika Byanca hendak menegakkan tubuh nya, karena Adelard terlalu fokus pada layar MacBook.


“Apa kau membutuhkan sesuatu sayang?” tanya Adelard, ia memandangi wajah Byanca yang tengah terpejam, Byanca sedang menahan rasa sakit di kepala nya dengan memejamkan mata.


Bukan nya menjawab pertanyaan dari Adelard, Byanca justru melepas tangan Adelard yang menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Byanca menahan tubuh nya dengan bertopang pada kedua tangan nya.


“Biarkan aku merawatmu, untuk menebus semua kesalahan yang aku lakukan padamu kemarin,” ucap Adelard kembali menyentuh lengan Byanca. Adelard merasa jika Byanca tidak membutuhkan bantuan nya, dan Adelard dapat merasakan jika Byanca masih sangat marah dan kecewa kepada nya.


“Aku bisa merawat diri ku sendiri,” balas Byanca dengan ketus dan dingin. Ia tidak bisa berjalan tanpa bantuan kruk, dan juga Byanca saja harus bertopang pada tangan nya saat duduk di atas ranjang seperti ini.


“Sayang, ku mohon.” Lagi-lagi Byanca menepis tangan Adelard yang hendak membantu nya bergerak.


“Lepaskan aku,” ucap Byanca hendak melepaskan tangan Adelard yang memegangi tubuh nya.


“Tidak,” Balas Adelard singkat. Adelard tidak akan membiarkan Byanca begitu saja meski wanita itu menolak bantuan dari nya. Adelard akan merawat Byanca seperti biasa nya, jika keadaan Byanca sudah pulih, barulah Adelard akan menceritakan semua nya, meluruskan kesalahpahaman di antara mereka.


Adelard menggendong Byanca hingga sampai kamar mandi, Adelard mendudukan Byanca diatas wc duduk.


“Aku akan menunggumu di luar, panggil aku jika sudah selesai,” ujar Adelard lalu menunggu diluar.


Baiklah, hari ini Byanca maklumi karena kakinya masih sakit belum lagi ia sedang terkena demam.


Setelah Byanca sembuh total Byanca akan pergi dengan sendirinya, ia tidak ingin dibuang secara langsung oleh Adelard. Dan yang pasti Byanca tidak ingin bertemu langsung dengan wanita yang dicintai oleh Adelard.


“Sayang, sudah selesai?” tanya Adelard membuat Byanca berdehem.


Adelard kembali menggendong Byanca dan membaringkannya diatas ranjang.