
Hari ini adalah kematian Jill dan Erwin, mereka sudah meninggal dan Byanca langsung menguburkan mereka, setidaknya Byanca harus menguburkan mereka karena dendam Byanca sudah terbalaskan.
Sedangkan Karin, dia dibawa ke rumah sakit jiwa. Bukannya kasihan atau apa, tapi Byanca sudah bosan bermain dengan Karin. Setelah kematian Bibinya dan Erwin, hati Byanca sudah merasa sedikit lega.
Byanca menghubungi Leon dan memberitahu bahwa Karin berada di rumah sakit jiwa, namun sepertinya pria itu tidak ingin mengunjungi Karin.
"Sayang, tolong pakaikan," ujar Adelard memberikan dasinya pada Byanca.
"Menunduklah sedikit," ucap Byanca mulai memakaikan dasi Adelard.
"Terima kasih By." Adelard mencium kening Byanca.
"Aku sepertinya akan pulang larut, jangan menungguku dan lekas tidur ya," pesan Adelard membuat Byanca menganggukan kepalanya.
"Hati-hati, sayang," ucap Byanca mencium pipi Adelard.
"Iya, sampai jumpa nanti," balas Adelard mengecup bibir Byanca.
Setelah Adelard pergi bekerja Byanca juga harus bersiap, hari ini hari pertamanya bekerja di butik. Kemarin Byanca sudah merekrut lima pegawai butik.
Satu orang pria yang menjadi satpam dan sisanya mengurus butik membantu Byanca.
"Mari saya antar Nona," ujar Alex membuat Byanca menganggukan kepalanya, semenjak Byanca mengalami kecelakaan nyawa Alex hampir melayang ditangan Adelard, untung saja Byanca langsung menemui Alex jika tidak Alex hanya tinggal nama saja sekarang.
*
Angel sedang berada di kampus sekarang ia tengah mendengarkan Dosen yang sedang menjelaskan. Angel rasanya ingin segera pulang, hari ini ia sudah membuat janji pada Mark untuk menjemputnya dan mereka akan pergi makan siang bersama.
Dan hari ini juga Angel akan mengungkapkan perasaannya pada Mark. Angel sudah mengumpulkan semua tekadnya dan hari ini keberaniannya semakin memuncak.
Waktu berjalan sangat lambat, Angel ingin sekali membolos dari pelajaran namun jika ia bolos nilainya akan merah. Angel sudah susah payah mendapatkan nilai bagus, Angel menggelengkan kepalanya. Ia memutuskan untuk mendengar Dosen hingga jam pelajaran berakhir.
Senyum Angel merekah ketika Dosen yang mengajarnya selesai menjelaskan. Dengan cepat Angel memasukan bukunya kedalam tas.
Angel melambaikan tangannya ketika melihat Mark baru datang menjemputnya, pas sekali Angel keluar dari kampus lalu Mark menjemputnya.
"Bagaimana kelasmu?" tanya Mark membuat Angel mengeluh.
"Sangat membosankan kak," jawab Angel membuat Mark terkekeh pelan lalu mengelus kepala Angel menggunakan tangan kanannya.
"Kak, rambutku jadi berantakan," ujar Angel sudah dipastikan sekarang wajahnya pasti sudah memerah seperti tomat. Untung saja pandangan Mark ada di depan jika tidak Mark akan melihat wajah meronanya.
"Kenapa bisa kau menggemaskan ini sih," ujar Mark membuat Angel mengerutkan bibirnya.
"Aku sudah dewasa kak, jangan katakan lagi jika aku menggemaskan."
"Tetap saja, kau sangat menggemaskan Lia."
"Terserah kakak saja."
Tidak lama kemudian mereka sampai di restoran R yang terkenal, mereka akan makan siang bersama.
"Pesan semua yang ingin kau makan, kakak yang akan membayarnya," ujar Mark membuat mata Angel berbinar lalu memakan makanannya.
*
Awalnya Leon tidak ingin mengunjungi Karin namun hatinya melemah ketika Byanca mengatakan Karin jatuh dari tangga dan mengalami keguguran.
Anak mereka yang bahkan masih dalam bentuk darah sudah dipanggil Tuhan terlebih dahulu.
Leon menyesal, tapi seandainya ia tahu lebih awal maka ia akan memperhatikan Karin. Walaupun nantinya mereka tidak akan bersama setidaknya mereka bisa membesarkan anak mereka secara bersama-sama.
"Anakku, sayang jangan menangis," ujar Karin pada bantal yang dibedong menyerupai bayi.
Leon belum masuk saja merasakan nyeri pada dadanya, ia tidak jadi masuk untuk menghampiri Karin.
Leon menghapus air matanya lalu menghampiri Karin.
"Karin," panggil Leon membuat senyum Karin melebar.
"Sayang, ayahmu datang, ayahmu sangat merindukanmu," ujar Karin berbicara seakan bantal itu anaknya.
"Honey, kemarilah. Anak kita sangat tampan sama sepertimu."
Leon menganggukan kepalanya, ia ingin berteriak namun ia mengingat perkataan Dokter untuk tidak merusak perasaan Karin jika tidak Karin akan berteriak histeris.
*
Setelah makan siang, Angel mengajak Mark duduk ditaman sambil memakan es krim.
Angel sangat gugup sekarang, jantungnya rasanya akan melompat keluar, tangannya sudah sedingin es.
"Kak," panggil Angel setelah es krim mereka sudah habis.
"Hm, kau ingin mengatakan apa?" tanya Mark membuat Angel semakin gugup ketika Mark menatapnya lekat.
"Aku menyukai kakak." Karin mengeluarkan suaranya dengan lantang membuat Mark terdiam di tempat, apa yang baru saja ia dengar ini. Angel mengungkapkan perasaannya.
"Kau baru saja mengatakan apa Lia?" tanya Mark ingin memastikan pendengarannya. Sepertinya ada masalah pada telinganya.
"Aku mencintai kakak, terserah kakak mau menjawabnya atau tidak. Kakak boleh menolak perasaanku, atau...,"
Mark memeluk Angel membuat Angel tidak melanjutkan perkataannya.
"Kak," panggil Angel pelan membuat Mark melepaskan pelukan mereka, sekarang jarak mereka sangat dekat.
Mark mencium bibir Angel, Angel tersenyum disela ciuman mereka lalu mengalungkan tangannya dileher Mark.
"Aku juga mencintaimu, Lia," ujar Mark setelah ciuman mereka terlepas, mendengar jawaban dari Mark membuat Angel seperti terbang ke langit ke tujuh.
*
"Sir, kopi anda," ujar Ana masuk dan meletakan kopi diatas meja Adelard.
"Terima kasih, An."
"Ada yang ingin kau katakan An?" tanya Adelard karena Ana belum beranjak dari tempatnya.
"Maukah kau makan malam bersamaku, Cetta?" tanya Ana membuat Adelard menganggukan kepalanya.
"Oke, aku akan memasak makan malam sekarang."
Ana dan Adelard adalah teman baik, Ana, Mark dan dirinya adalah teman sepermainan. Jadi, tidak masalah untuk nya makan malam bersama. Lagian mereka akan pulang larut malam karena pekerjaan yang menumpuk.
Tidak lama kemudian Ana masuk lagi membawa makan malam untuk mereka berdua.
"Cetta, ayo kita makan dulu." Ana menyiapkan makan malam diatas meja, Adelard melepaskan kacamatanya ia harus mengisi perutnya lalu kembali bekerja.
Ana dan Adelard makan sambil membahas masalah pekerjaan, karena memang Ana dan Adelard jika membahas pekerjaan obrolan mereka sangat nyambung.
Setelah makan malam, Ana dan Adelard melanjutkan pekerjaan mereka. Adelard melepaskan kacamatanya lalu memijat pelipisnya, ia sangat merindukan Byanca rasanya ia ingin cepat pulang dan memeluk tubuh hangat Byanca.
Sementara itu Byanca sudah tidur lebih dahulu karena bekerja seharian, energinya sangat terkuras dan membuatnya tidur lebih cepat.
Sedangkan sekarang hati Angel sedang berbunga-bunga, karena mengikuti saran dari Byanca sekarang ia dan Mark sudah berkencan.
Dalam masalah percintaannya Byanca sangat berperan besar dalam kisahnya, besok Angel akan memberitahu Byanca dan berterima kasih padanya.
Nampaknya malam ini Angel akan tidur dengan sangat nyenyak, betapa menyenangkannya hari ini. Angel akan bermimpi indah.