Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 27 : Sexy Cetta



Byanca terbangun saat diri nya merasa lapar, ia melihat sekeliling kamar, dan melihat sinar matahari sudah berganti dengan sinar rembulan, ia tidak tahu sudah berapa mereka bercinta dan sudah berapa lama mereka tertidur.


Byanca bergerak samping dengan pelan agar tidak membuat Adelard terbangun. Pria itu menyembunyikan kepala nya dalam ceruk leher Byanca, sehingga nafas hangat Adelard menerpa kulit leher Byanca.


Byanca mengamati muka damai Adelard saat tengah tertidur, sangat tampan. Entah sudah berapa kali Byanca memuji ketampanan Adelard. Tubuh mereka polos tanpa sehelai benang yang membuat kulit mereka saling bersentuhan, seperti mengirim sengatan listrik.


Tangan Byanca terulur untuk menyentuh rahang tegas Adelard, berjalan menuju rambut Adelard yang menutupi keningnya, Byanca menyibaknya ke belakang dengan pelan.


Adelard semakin mengeratkan pelukan nya saat merasakan tangan Byanca menyentuh rambut nya, ia juga semakin menyembunyikan kepala nya ke dalam ceruk leher Byanca. Ia mencium dalam dalam aroma khas milik Byanca, membuat diri nya enggan untuk membuka mata.


“Cetta.” Byanca mencoba membangunkan Adelard.


“Hmm,” gumam Adelard di ceruk leher Byanca.


“Aku lapar,” ucap Byanca memberitahu jika dirinya merasa lapar.


“Hmm, kau lapar sayang?” suara serak Adelard sungguh membuatnya semakin tampan dengan mata yang melihat ke arah nya, Adelard masih berusaha menyesuaikan mata nya dengan cahaya terang kamar.


“Aku ingin chicken wings.” Byanca sangat ingin memakan chicken wings.


Tiba tiba Adelard menggulingkan badan nya ke samping lalu mencoba menekan sebuah interkom, ia ingin memberitahu pelayan jika Byanca menginginkan chicken wings.


“Kau sedang apa Cetta?” Byanca dibuat bingung dengan gerakan Adelard.


“Aku ingin memberitahu pelayan jika kau ingin makan chicken wings.” Adelard menghentikan kegiatannya sejenak dengan menatap wajah Byanca yang terlihat bingung.


“Aku tidak ingin pelayan Cetta,” ucap Byanca.


“Lalu?” Tanya Adelard dengan tatapan bingung.


“Aku ingin kau yang membuatkannya untukku,” jawab Byanca, yang berhasil membuat Adelard tersenyum.


“Baiklah, aku akan memasukan chicken wings untukmu.” Adelard tersenyum pada Byanca.


Adelard dan Byanca kini sedang berjalan menuju dapur mansion ini, dengan Adelard yang hanya menggunakan celana panjangnya tanpa menggunakan atasan, ini juga permintaan dari Byanca, Byanca berkata jika ingin melihat Adelard memasak tanpa memakai baju, sedangkan Byanca ia hanya mengenakan dress santai. Bukankah Byanca sangat mesum di pagi hari ini, tapi Byanca tidak peduli ia begitu ingin melihat Adelard memasak tanpa mengenakan pakaian sama sekali, tubuh tegap dan berotot milik Adelard sangat sayang untuk dilewatkan.


“Tuan, apa anda memerlukan sesuatu?” tanya Gretta, kepala pelayan di mansion ini.


“Tidak, aku akan menggunakan dapur dan siapkan bahan untuk membuat chicken wings,” perintah Adelard pada Gretta.


“Tapi Tuan, biar koki saja yang akan membuatkannya untuk Tuan dan Nona,” jawab Gretta dengan sopan.


“Apa kau tidak dengar perkataan ku?!” suara Adelard sedikit meninggi karena Gretta tidak langsung melakukan perintah nya.


“Cetta, tidak perlu seperti itu.” Byanca berbisik pada Adelard, mengusap tangan Adelard yang tengah menggenggam tangan nya.


“Ba-baik Tuan, segera saya siapkan, saya permisi,” ucap Gretta tergugup kemudian pergi menyiapkan bahan permintaan Adelard, tatapan Adelard sangat tidak bersahabat dengan Gretta.


Namun tatapan Adelard kembali melembut ketika menatap wajah cantik Byanca, kemudian ******* bibir manis Byanca yang membuat nya menjadi candu. Mereka saling ******* satu sama lain hingga tidak menyadari kehadiran Gretta disitu, hingga Byanca menepuk dada telanjang Adelard agar menyudahi kegiatan ini.


“Dapur dan bahan sudah siap Tuan Adelard,” ucap Gretta setelah menyiapkan keinginan Adelard.


Gretta membungkuk kemudian berjalan meninggalkan Tuan nya.


“Cetta mengapa kau bersikap seperti itu?” tanya Byanca penasaran pada sikap Adelard yang sangat dingin, ya sebetulnya Byanca sudah mengetahui sifat Adelard.


“Kau tidak perlu khawatir By, mari kita ke dapur,” ajak Adelard membawa Byanca ke dapur mansion.


“Kau duduk disini saja.” Adelard menarik kursi counter agar Byanca dapat melihatnya memasak dari sini.


“Terimakasih Cetta.”


Adelard kemudian memakai celemek sebelum memulai menyentuh bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat chicken wings untuk Byanca, ia lalu merogoh saku celana nya dan mengambil ponsel nya. Ia lalu mencari tahu cara membuat chicken wings di internet, setelah mengetahui cara nya Adelard meletakan ponselnya. Walaupun Adelard pandai masak tetap saja ia harus mencari resep yang enak, karena memang Adelard baru pertama kali membuat chicken wings.


Adelard mulai mencuci bahan-bahannya dan mulai memasak, Adelard akan memastikan bahwa nanti makanannya akan lezat. Karena Adelard menyajikannya untuk wanitanya.


Sedangkan Byanca, ia hanya menikmati pemandangan indah di hadapan nya, Adelard yang tengah memasak tanpa menggunakan baju, yang membuat nya semakin terlihat tampan dan sexy. Byanca ingin menyentuh otot-otot yang menonjol di beberapa bagian tubuh Adelard. Ah, Byanca menutup wajahnya, Byanca mesum sekali. Semenjak bersama Adelard, Byanca jadi ketularan mesum.


Entah sudah berapa lama Byanca berdiam diri menunggu Adelard membuatkan chicken wings untuk nya.


Adelard memasak dengan tenang, ketangannya itu membuat Byanca merasakan tenang juga.


Adelard selesai memasak chicken wings, lalu menyajikannya kedalam piring. Adelard membuat banyak agar wanitanya kenyang.


Akhirnya chicken wings permintaan Byanca tersaja di depan matanya, dari tampilan luarnya saja sudah membuat air liur Byanca hampir keluar. Byanca sangat yakin kalau rasanya pasti sangat lezat.


“Pesananmu sudah siap sayang.” Adelard melepaskan celemek nya lalu ikut mendudukan bokong nya di samping Byanca.


“Apa aku boleh memakannya?” tanya Byanca polos.


“Tentu saja sayang, aku memasaknya hanya untuk kau bisa memakannya,” jawab Adelard membuat Byanca senang lalu memakan chicken wings buatan Adelard. Byanca tidak menyangka ternyata masakan Adelard sangat lezat, Byanca bahkan tidak percaya bahwa ini pertama kalinya Adelard membuat chicken wings dan rasanya meledak sangat lezat.


“Bagaimana? Kau suka?” tanya Adelard membuat Byanca menganggukan kepalanya sambil mengunyah penuh.


“Makanlah pelan-pelan sayang, tidak ada yang akan mengambil makananmu,” ujar Adelard sambil mengelus rambut Byanca sayang.


Adelard mengambil ikat rambut yang tergelang di tangannya lalu mengikat rambut Byanca dengan telaten. Adelard tidak ingin rambut Byanca mengganggu makan wanitanya.


“Kau tidak makan?” tanya Byanca membuat Adelard menggelengkan kepalanya, ia hanya meminum kopi dan memakan sandwich yang dibuatkan oleh koki mansion.


“Terima kasih, chicken wingsnya sangat lezat,” ujar Byanca memeluk tangan Adelard dari samping, dengan melihat Byanca memakan semua masakannya sudah membuat Adelard senang. Rasanya Adelard akan membuka restoran yang pelanggannya hanya Byanca seorang.


Setelah sarapan, Adelard kembali bekerja sama halnya dengan Byanca. Byanca pergi ke butiknya, ia harus bertemu klien hari ini.


“Hati-hati sayang. Sampai kabari aku,” ujar Adelard mencium kening Byanca.


“Alex, kau harus mengantar Byanca dengan aman.”


“Baik Tuan.”