
Mobil yang ditumpangi Adelard dan Bianca perlahan mulai memasuki area mansion utama Maxwell;, gerbang megah yang menjulang tinggi perlahan mulai menutup kembali ketika rombongan mobil Adelard masuk ke dalam area mansion disambut oleh para anak buah Maxwel. Mereka terlihat terkejut karena Adelard datang dengan tiba-tiba, dan tidak ada pemberitahuan sebelum nya. Tidak sembarang orang yang bisa masuk ke area mansion, dan harus melalui pengecekan yang ketat. Mobil Adelard dapat masuk dengan leluasa karena memiliki tanda khusus di mobil nya, yang hanya dimiliki oleh keluarga saja.
“Sayang, kita sudah sampai.” Adelard membangunkan Byanca yang sedang tertidur lelap, karena perjalanan mereka cukup jauh, Adelard menyuruh Byanca untuk beristirahat dan akan membangunkan nya ketika sudah sampai di mansion.
“Hei, kita sudah sampai di mansion Mommy sayang.” Adelard mengusap kepala Byanca dengan sangat lembut. Para anak buah dan pelayan yang bekerja di mansion ini sudah berbaris rapi di depan mansion untuk menyambut Adelard dan Byanca, seperti nya mereka langsung bersiap ketika rombongan mobil Adelard masuk ke area mansion.
“Eunghh, kita sudah sampai?” Byanca meregangkan otot-otot badan nya, dan membuka nya secara perlahan. Tatapan nya langsung tertuju pada bangunan megah yang menjulang tinggi, tempat yang sudah lama tidak Byanca kunjungi. Itu hanya perasaan Byanca saja, sebenarnya mereka baru meninggalkan mansion ini seminggu yang lalu.
“Ya, kita sudah sampai,” jawab Adelard, ia membantu Byanca untuk merapikan rambut nya yang sedikit berantakan.
“Sebaiknya kita segera turun,” ujar Adelard, karena Adelard bisa melihat daddy dan mommy Adelard yang keluar dari pintu utama mansion dengan bergandengan tangan.
“Bagaimana keadaan ku, rapi bukan?” Byanca merapikan pakaian yang ia gunakan menggunakan tangan nya, ia ingin tampil rapi di depan kedua orang tua Adelard.
“Rapi sayang. Dan kau masih terlihat sangat cantik meski baru saja bangun tidur,” puji Adelard yang selalu bisa membuat Byanca tersipu malu, hingga membuat kedua pipi nya merah merona.
“Kau memang pandai membuatku tersipu malu Cetta.” Byanca memukul dada Adelard pelan, ia tidak bisa bohong jika Adelard memuji dirinya, secara otomatis kedua pipi Byanca akan berubah warna menjadi merah merona.
“Aku tidak memuji mu sayang, aku hanya berkata yang sejujurnya.” Adelard tidak memuji Byanca, ia hanya berkata yang sejujurnya. Wajah Byanca memang sangat cantik di dalam kondisi apapun.
Byanca hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Adelard, pria di depan nya ini memang pintar membuat Byanca tersipu malu seperti sekarang ini.
Tidak ingin membuang waktu, Adelard menggandeng tangan Byanca untuk menuruni mobil mereka dan berjalan memasuki gedung mansion yang terlihat megah dan mewah. Mereka harus melewati beberapa anak tangga terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa berhadapan langsung dengan Maxwel dan Brisiana yang sudah menunggu kehadiran mereka dengan penuh rasa kebahagiaan. Maxwel dan Brisiana benar-benar tidak menyangka jika salah satu anak buah nya berkata jika rombongan Adelard memasuki area mansion nya. Adelard dan Byanca berhasil memberi kejutan kepada mereka.
“Oh god By.” Brisiana berlari menuju Byanca dan langsung memeluk Byanca dengan perasaan haru bahagia.
“Mom.” Byanca melepaskan pelukan mereka, lalu memeluk tubuh mommy nya kembali. Byanca sangat sangat merindukan mommy.
“Hei nak,” ucap Maxwel dengan memeluk Adelard secara jantan dan menepuk nepuk pundak Adelard.
“Dad, bagaimana dengan keadaanmu, apa semua nya baik baik saja?” tanya Adelard dengan melepaskan pelukan mereka. Meski Adelard bersikap dingin dan angkuh kepada orang lain, namun Adelard tidak bersikap seperti itu kepada orangtuanya.
“Dad,” ujar Byanca kemudian beralih memeluk Maxwel, ia juga sangat merindukan daddy.
Adelard dan Byanca saling bergantian menyapa dan memeluk kedua orang tua Adelard. Cetta tidak merasa canggung lagi kepada mereka.
“Kenapa kalian tiba-tiba datang kesini, tanpa memberi kabar kepada mommy dan daddy,” ucap Brisiana menggiring mereka memasuki mansion, yang disambut oleh para pekerja mansion ini.
Pekerja yang dimaksud hanya lah pekerja yang memiliki peran penting di mansion, seperti bodyguard dan pelayan yang sudah bekerja lama di mansion ini. Mereka merasa senang karena dapat melihat Byanca menginjakkan kaki nya di mansion ini lagi.
Mereka dapat melihat senyuman dan keceriaan Byanca. Mereka juga turut bahagia ketika Byanca kembali ke mansion dengan menggandeng seorang pria yang sangat tampan, bukan rahasia lagi jika Byanca adalah tunangan dari billionaire muda yang muda dan tampan. Dan akhirnya mereka dapat melihat nya secara langsung, karena selama ini mereka hanya bisa melihatnya melalui perangkat elektronik saja.
“Karena kami ingin memberi kejutan pada daddy dan mommy.” Byanca menatap wajah Adelard, dan mendapat anggukan dari Adelard. Adelard memeluk tubuh Byanca sembari memasuki mansion, beriringan dengan Maxwel dan Brisiana.
Mereka tidak bisa menutupi rasa kebahagiaan nya karena melihat Adelard dan Byanca di mansion ini. Padahal Maxwel dan Brisiana berencana akan menemui mereka dalam minggu minggu ini, namun rencana mereka gagal karena Adelard dan Byanca sudah lebih dulu berkunjung ke mansion utama.
“Dan kalian berhasil memberi kejutan kepada kami,” balas Brisiana. Ia tidak bisa berhenti tersenyum melihat mereka.
“Mommy benar. Kalian membuat kami merasa bahagia, dan mengobati kerinduan kami,” sahut Maxwel, karena Maxwel juga sangat merindukan Byanca, Byanca sudah seperti anak mereka sendiri.
“Padahal daddy dan mommy akan berencana mengunjungi kalian dalam minggu minggu ini. Tapi ternyata kalian lebih dulu mengunjungi daddy dan mommy. Kalian seperti tahu jika kami sangat rindu dengan kalian,” ucap Brisiana lagi. Mereka kini sudah berada di ruangan utama yang ada di lantai satu mansion ini. Dan duduk secara melingkar.
“Byanca sudah berkata jika ingin berkunjung kemari sejak satu minggu yang lalu. Namun aku baru bisa menuruti keinginan Byanca hari ini,” jawab Adelard, ia duduk di samping Byanca namun tidak melepaskan pelukan tangan nya di pinggang ramping Byanca. Seakan takut jika ada yang merebut Byanca dari dirinya.
“Daddy tahu, pasti kau sangat sibuk bukan.”
“Lalu bagaimana dengan perusahaan mu, semua nya berjalan baik baik saja.” Maxwel sangat tahu kesibukan Adelard, namun ia tetap menuruti keinginan Byanca untuk berkunjung ke mansion. Adelard memang patut diacungi jempol.
“Semua nya baik baik saja dan berjalan dengan lancar,” jawab Adelard dengan penuh percaya diri.
Mereka mengobrol ria, bahkan Brisiana menyingkirkan Adelard dari samping Byanca. Brisiana sungguh sangat merindukan Byanca, baginya Byanca sudah menjadi putrinya. Brisiana sangat senang karena hubungan Adelard dan Byanca nampaknya sudah membaik.