
Byanca dan Angel tengah bersiap untuk menunggai kuda mereka. Angel dengan kuda miliknya sendiri sedangkan Byanca ia meminjam kuda milik Adelard.
Setelah Byanca lihat-lihat kuda ini sangat mirip dengan dengan Adelard, tatapan matanya yang tajam dan dingin, serta memiliki aura yang mengintimidasi selain itu kuda ini sangat gagah, dan sombong seperti pemiliknya.
“Tunggu sebentar, Mommy akan mengambil foto bersama kalian,” ujar Brisiana dengan ponsel di tangannya.
Brisiana meminta Alex untuk mengambil foto mereka, Brisiana berada di tengah Byanca dan Angel bersama dengan kedua kuda juga tentunya.
Brisiana berencana untuk mempostingnya ke sosial medianya, walaupun dia sudah tua Brisiana aktif di media sosial bahkan pengikutnya sudah banyak.
“Apa kau sudah siap, Lia?” tanya Byanca, ia sudah siap menunggangi kuda milik Adelard.
“Tentu saja sudah,” jawab Angel dengan percaya diri disamping Byanca.
“Berhati-hatilah nak!” teriak Brisiana ketika kuda yang dinaiki Byanca dan Angel mulai berlari kencang, mereka sangat handal dalam berkuda. Tentu saja orang-orang elit akan belajar menunggang kuda karena selain hobi berkuda juga sangat menyenangkan.
Dulu Bynaca mulai belajar menunggangi kuda ketika berusia sepuluh tahun, ayahnya memberikan hadiah ulang tahun kuda poni. Tapi ketika ia berusia delapan belas tahun, kuda poni yang dinamakan Cantik mati karena sakit. Semenjak itu Byanca tidak berkuda lagi, tapi sekarang ia berkuda dengan lancar, awalnya Byanca pikir badannya akan kaku karena sudah lama tidak menunggangi kuda.
Angel dan Byanca saling berlomba satu sama lain, siapa yang mencapai garis finish yang telah ditentukan akan mendapat hadiah dan yang kalahlah yang memberikan hadiah pada pemenang.
“Huffft, kau hebat sekali By,” puji Angel ketika Byanca mencapai garis finish terlebih dahulu.
“Kau sudah tahu itu, Lia,” ucap Byanca dengan berlagak menyombongkan dirinya.
“Tidak bisa dipungkiri, kau juga hebat, Lia,” puji Byanca.
“Terima kasih pujianmu By, tapi aku memang hebat. Hahaha,” jawab Angel sambil menjulurkan lidahnya, ia menggoda Byanca.
“Jangan lupa hadiahku.”
“Tentu saja, katakan apa yang kau inginkan, aku akan memberikannya.”
“Aku akan memikirkannya.”
“Oke.”
Byanca dan Angel turun dari kuda mereka dibantu oleh petugas yang berjaga di kandang ini.
“Apa kalian tidak ingin mengikat janji suci didepan altar?” tanya Angel membuat Byanca tertegun, bagaimana bisa mereka menikah sedangkan mereka hanya terjalin karena kontrak. Sekarang saja Byanca sudah menyiapkan hatinya jikalau Adelard mengusirnya karena bosan.
“Terlalu cepat Lia, untuk apa terburu-buru lebih baik berjalan mengikuti alur. Jika berjodoh maka kami akan menikah.” Byanca menjawabnya sambil memaksakan senyumnya.
“Hubunganmu dan kak Cetta membuatku iri saja,” ujar Angel membuat Byanca mengerutkan keningnya, apa yang membuat Angel iri dengan hubungannya dan Adelard.
“Bukankah kau memiliki Mark, penglihatanku kalian sangat mesra.”
“Kau benar By, mengingat kak Mark aku jadi merindukannya. Kapan mereka pulang, sudah hampir tiga hari mereka tidak pulang karena urusan pekerjaan,” ucap Angel membuat Byanca mengangguk setuju.
“Setidaknya kabari, kapan mereka akan pulang. Membuat orang menunggu saja, sudah tahu menunggu sangat tidak enak.” Byanca menyahuti Angel.
*
Setelah berkuda seharian, Byanca mandi karena badannya sangat lengket karena keringat. Byanca berendam air berbusa, memanjakan diri ketika mandi sangat jarang terjadi pada Byanca. Biasanya dia akan mandi dan bercinta dikamar mandi, membuat Byanca jarang bermanja diri seperti ini. Ah, mengingat Adelard, Byanca jadi merindukan pria itu.
“Cetta,” panggil Byanca ketika melihat Adelard berdiri di dekat jendela, Byanca lari menuju Adelard.
“Sayang jangan lari nanti kau terjatuh,” ucap Adelard khawatir namun Byanca tidak mendengarkannya. Byanca langsung masuk ke dalam pelukannya.
“Aku merindukanmu, By,” ujar Adelard mengecup kening Byanca, ia sungguh merindukan Byanca sangat banyak namun karena pekerjaannya ia jadi tidak bisa bertemu dengan Byanca selama tiga hari penuh.
“Aku juga merindukanmu, apalagi dirimu ketika sedang diatas ranjang,” ujar Byanca menggoda Adelard. Tanpa berkata apapun Adelard langsung mencium bibir Byanca, lalu mereka bercinta sangat panas di atas ranjang. Adelard juga merindukan ini sama seperti Byanca.
Byanca tidur didalam pelukan Adelard tapi mata tidak memejam, ia terus memperhatikan dada bidang Adelard yang sangat ia rindukan.
“Bagaimana rasanya setelah lama tidak menunggangi kuda?” tanya Adelard sambil menyingkirkan anak rambut dari wajah Byanca, ia mendapatkan laporan dari Alex jika hari ini Byanca dan Angel menunggangi kuda bersama.
“Sangat menyenangkan, kau tahu aku tadi memang. Aku tinggal memikirkan hadiah apa yang aku inginkan dari Lia,” jawab Byanca sambil tersenyum.
“Omong-omong, aku ingin kuda. Kudamu sangat besar, aku ingin kuda poni yang lebih kecil,” pinta Byanca membuat Adelard menganggukan kepalanya.
“Kau akan segera mendapatkan kuda itu sayang,” ucap Adelard sambil mengecup kening Byanca.
Byanca kesal dengan Adelard, sekarangpun Adelard bekerja setelah beristirahat sebentar. Byanca tidak bisa melarang Adelard karena Adelard sudah beristirahat walau sebentar, tapi tetap saja seharusnya Adelard beristirahat lebih banyak.
Byanca menghela nafas, ia tidak bisa melarang Adelard karena pekerjaan itu sangat penting. Ia membuatkan kopi untuk Adelard.
“Terima kasih sayang,” ujar Adelard mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Byanca. Byanca duduk di sofa sambil membaca majalah terbaru yang belum sempat ia lihat.
Byanca harus menunda makan malamnya sebentar, karena Adelard masih sibuk dengan pekerjaannya. Ia memeluk Adelard dari arah belakang, dan meletakkan dagu nya di atas bahu Adelard. Sedangkan tangan dan mata Adelard terfokus pada layar komputer di hadapan nya. Sesekali ia akan mengecup puncak kepala Byanca.
“Apakah masih lama?” tanya Byanca membuat Adelard melihat jam tanganya, sudah waktunya makan malam. Bisa-bisanya Adelard tertidur membiarkan wanitanya kelaparan.
“Kau pasti lapar, ayo kita makan sekarang,” ujar Adelard melepaskan kacamatanya membuat Byanca mengangguk senang.
Adelard dan Byanca berjalan menuju ruang makan, mereka berpapasan dengan Angel yang baru saja makan malam bersama Mark.
“By, katakan padaku jika kau sudah menemukan hadiah yang kau inginkan,” ujar Angel membuat Byanca mengangkat jempolnya.
“Oke.”
Adelard dan Byanca makan malam bersama, Adelard menyesal karena ia teledor.
“Sayang, maafkan aku karena membuatmu terlambat makan malam,” ucap Adelard membuat Byanca menggelengkan kepalanya.
“Tidak apa-apa Cetta, lagian aku tadi belum terlalu lapar.” Byanca bohong, tapi ia tidak ingin mendengar Adelard merasa bersalah.
Setelah makan malam, Byanca langsung masuk ke kamar sedangkan Adelard pergi ke ruang kerjanya karena Mark sudah menunggunya. Sepertinya malam ini Adelard dan Mark akan lembur.
“Selamat malam sayang,” ujar Adelard mengecup kening Byanca.
“Selamat malam, Cetta.”
Byanca langsung masuk kedalam kamar, ia tidak langsung membaringkan diri di kasur karena nanti Byanca bisa buncit makan langsung tidur, begitulah mitos yang didengar oleh Byanca.