
“Byanca,” ucap Adelard dengan nada rendah nya, jika Adelard sudah berkata dengan nada rendah seperti itu, menandakan jika Adelard sudah tidak bisa lagi menahan amarah dan emosi nya. Terbukti dengan Adelard yang menatap Byanca semakin tajam dan dingin.
“Kau harus mendengarkan penjelasan ku lebih dulu.”
“Itu semua hanya salah paham,” ucap Adelard, ia memegang tangan Byanca agar emosi nya dapat ia kendalikan.
“Salah paham?”
“Kenapa kau sangat marah padaku jika itu semua hanya salah paham.”
“Kau marah dan kau bahkan membentak ku Cetta.” Byanca mengingat dengan jelas bagaimana Adelard yang membentak dirinya.
“Itukah yang kau sebut dengan salah paham, huhh?” tanya Byanca, ia membalikkan semua fakta pada Adelard.
“Itu karena aku sangat membenci wanita yang ada di dalam foto itu, aku kehilangan kontrol emosiku.”
“Aku sangat membenci wanita itu, kau tahu bukan jika aku jarang kembali ke mansion ini.”
“Aku marah bukan karena kau menemukan foto itu dan beranggapan jika aku mencintai wanita itu, tidak By. Aku marah karena aku kembali melihat wanita itu,” lanjut Adelard, jika sudah begini ia harus menceritakan semua nya kepada Byanca.
“Awalnya aku pikir, kau tidak perlu mengetahui masa laluku, namun karena kau sudah mengetahui foto itu, terpaksa aku harus menceritakan ini semua padamu. Aku tidak ingin menceritakannya padamu karena aku sangat membenci wanita itu dan tidak ingin mengingat nya lagi.”
“Aku tidak mungkin mencintai wanita lain selain dirimu By, aku tidak akan bisa menemukan wanita lain yang seperti dirimu.”
“Hanya pria bodoh yang berani menduakan mu.”
Byanca tertegun mendengar semua ucapan Adelard, jadi semua yang ia katakan adalah salah, Adelard tidak pernah mencintai wanita lain selain dirinya dan bisa-bisanya Byanca berpikir bahwa Adelard akan membuangnya, dan apa kata nya tadi, masa lalu. Byanca bahkan tidak pernah menanyakan perihal masa lalu Adelard.
“Tolong biarkan aku menjelaskan kesalahpahaman ini By,” ucap Adelard, dengan menatap Byanca sembari menghapus air mata nya. Adelard tidak suka melihat Byanca meneteskan air mata nya seperti ini.
Byanca akhirnya mengalah dengan menganggukkan kepalanya, ia penasaran dan ingin mendengar penjelasan dari Adelard secara langsung.
Adelard dan Byanca saling duduk berhadapan, Byanca sudah menyiapkan kelapangan hati nya untuk mendengar kisah cinta Adelard di masa lalu bersama dengan wanita yang foto nya ia temukan dua hari yang lalu.
“Aku dulu pernah berhubungan dengan wanita itu,” ucap Adelard, ia tidak tahu harus mulai cerita darimana, sedangkan Adelard tidak ingin mengingat masa lalu nya bersama wanita itu.
“Lalu, bagaimana hubunganmu bisa berakhir?.”
“Dan kenapa kau sangat marah saat aku memperlihatkan foto itu padamu?” tanya Byanca, ada sedikit rasa cemburu di hati nya ketika mengetahui wanita itu adalah mantan kekasih dari Adelard.
“Ia memilih pergi bersama dengan pria lain kaya raya,” jawab Adelard, terlihat di mata nya jika saat ini, Adelard sangat membenci wanita itu yang notabene adalah mantan kekasih nya sendiri, mustahil jika Adelard tidak pernah mencintai wanita itu.
“Bukan kah kau juga kaya raya, kau memiliki segala nya bukan.” Byanca mengernyitkan dahi nya ketika Adelard mengatakan jika wanita itu mengkhianati nya dan memilih pergi bersama pria yang lebih kaya raya, Adelard bahkan sudah melebihi sebutan kaya raya, ia memiliki segalanya, apapun yang ia inginkan pasti bisa didapatkan dengan mudah.
“Tidak dengar dulu, aku dulu baru mulai merintis perusahaanku. Ya meskipun daddy kaya raya namun aneh rasa nya jika aku terus bergantung pada daddy.” Hal yang paling Adelard benci, mengingat masa lalunya yang pahit. Meskipun ia terlahir dari orang berada dan kaya raya, namun Adelard adalah pria yang mandiri, ia membangun perusahaan nya mulai dari nol hingga sebesar saat ini.
Byanca menyimak jawaban Adelard, ia memang tahu jika Adelard merintis perusahaan nya dari nol, namun ia tidak mengira jika Adelard di tinggalkan kekasih nya saat masih berjuang mendirikan Perusahaan.
“Jadi, itulah alasan mu sangat membenci wanita itu?” tanya Byanca dengan penasaran.
“Kau pasti tahu alasan nya sayang. Aku tidak akan memaafkan seseorang yang telah mengkhianati ku, meski aku sangat mencintai orang itu. Dia meninggalkan aku di hari pernikahan kami,” jawab Adelard, ia tidak munafik, dulu Adelard sangat mencintai wanita itu. Dan karena terlalu mencintai wanita itu, Adelard tidak menyadari jika wanita itu mendekati nya hanya karena harta saja. Dan ketika wanita itu menemukan seseorang yang lebih kaya, ia meninggalkan Adelard begitu saja.
“Apa kau sangat mencintai wanita itu?” Ada sesuatu di dalam diri Byanca yang tidak terima saat Adelard mengatakan sangat mencintai wanita itu.
“Dulu, aku tidak munafik jika pernah mencintai wanita itu,” jawab Adelard, ia bisa melihat dari tatapan dan gerak gerik Byanca yang seperti nya tengah cemburu saat Adelard mengatakan jika pernah mencintai wanita itu.
“Oh.” Itu itulah respon yang bisa Byanca berikan, ia tidak tahu harus merespon seperti apa.
Byanca cemburu dengan wanita itu karena juga pernah di cintai oleh seorang Adelard, meski hanya sebuah masa lalu. Namun entah mengapa, Byanca takut jika Adelard masih memiliki perasaan terhadap wanita itu, atau yang lebih menakutkan lagi, wanita itu kembali datang di kehidupan Adelard. Karena Adelard sekarang sudah sangat kaya raya, kekayaan nya sudah tak terhitung lagi.
“Apa kau cemburu?” tanpa Adelard tanya pun sebenarnya ia tahu jika saat ini Byanca merasa cemburu. Adelard bergerak untuk mendekati Byanca yang berusaha memalingkan wajah nya dari Adelard. Byanca terlihat menggemaskan ketika sedang merasa cemburu.
“Tidak,” jawab Byanca dengan ketus.
“Rasa cintaku padamu lebih besar dibandingkan rasa cintaku pada wanita itu.”
“Lagi pula itu hanya masa lalu saja sayang.”
“Jangan pernah merasa cemburu, karena kau tidak pantas jika dibandingkan dengan wanita itu.”
Tangan Adelard bergerak untuk menyelipkan rambut Byanca di telinga milik nya. Adelard sangat beruntung bisa mendapatkan wanita seperti Byanca, wanita itu tidak pernah sedikit pun meminta barang mewah kepada Adelard, justru Adelard lah yang selalu memberikan kemewahan kepada Byanca. Byanca adalah wanita sederhana meski ia sendiri terlahir dari seorang orangtua yang kaya raya.
“Lalu kenapa kau masih menyimpan foto bersama wanita itu?” Hati Byanca masih terasa sakit jika mengingat hari itu, saat Adelard berkata kasar dan membentak Byanca hanya karena sebuah foto.
“Mungkin aku lupa membuang nya, karena setelah kejadian itu, aku memilih tinggal di Mansion Ku sendiri dan fokus terhadap perusahaan yang sedang aku bangun,” jawab Adelard dengan jujur. Hubungan Adelard dengan wanita itu juga tidak sedekat hubungan nya bersama Byanca, mereka tidak pernah tinggal bersama, namun sesekali mereka akan tidur bersama untuk menyalurkan gairah masing masing.