Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 26 : Undangan



Hari ini Adelard dan Byanca akan menghadiri undangan dari teman Adelard, Bryan mengundang mereka untuk menghadiri acara anniversary perusahaan nya yang berlangsung di ballroom hotel mewah milik Adelard.


“Selesai,” ujar Byanca ketiak selesai memasangkan dasi kupu-kupu di leher Adelard.


“Terima kasih sayang,” balas Adelard dengan memeluk pinggang ramping Byanca lalu mengecup puncak kepalanya dengan sayang.


“Mari kita berangkat,” ajak Adelard berjalan menuju mobil.


Malam ini Byanca menggunakan dress long berwarna hitam yang bagian depannya berbentuk V panjang sehingga menampilkan setengah gunung kembarnya serta memperlihatkan sedikit perut ratanya, lalu belahan dress itu memperlihatkan paha mulus milik Byanca.


Sedangkan Adelard, ia menggunakan tuxedo berwarna hitam senada dengan dress Byanca. Mereka memang memiliki selera yang sama, penyuka warna hitam.


Setelah menempuh waktu perjalanan beberapa menit, kini mereka telah tiba di depan gedung yang sudah dipenuhi oleh para undangan yang diundang oleh Bryan dan juga jangan lupakan bahwa banyak wartawan yang menunggu di depan dengan kamera di tangan nya. Alex membuka pintu mobil, lalu Adelard keluar dengan menggandeng tangan Byanca. Wartawan yang melihat itu dengan sigap memotret pasangan kekasih yang sedang dimabuk asmara itu. Adelard dan Byanca tetap melanjutkan berjalan menuju ballroom, dengan dijaga oleh Alex dan juga beberapa bodyguard yang lain.


“Oh god akhirnya, aku tidak terbiasa dengan mereka semua Adelard,” ucap Byanca ketika sudah memasuki lift.


“Kau nanti juga akan terbiasa dengan ini semua sayang,”Balas Adelard mencium punggung tangan Byanca.


Mereka kini sudah berada di dalam ballroom tempat acara yang sebentar lagi akan berlangsung, banyak sekali orang yang berada di ruangan ini.


“Kita harus memberi selamat kepada Bryan, By,”ucap Adelard, yang diangguki oleh Byanca, kemudian Adelard menggandeng tangan Byanca menuju tempat Bryan yang sedang berbicara dengan tamu yang lain.


“Kalian sudah datang ternyata,” ucap Bryan ketika melihat keberadaan Adelard dan Byanca, kemudian ia berjalan mendekati nya.


“Selamat atas kerja kerasmu selama ini dude,” ucap Adelard dengan memeluk Bryan secara jantan.


“Aku perlu mendapatkan pujian itu dari seorang Adelard Cetta Maxwel,” balas Bryan dengan terkekeh.


“Hai Bryan, selamat atas kerja kerasmu dan happy anniversary for your company,” ucap Byanca dengan memeluk Bryan, namun baru sebentar mereka berpelukan Adelard sudah menarik pinggang Byanca agar kembali mendekat ke badannya.


“Kau sangat posesif dude,” ucap Bryan ketika merasakan Adelard menarik Byanca dari pelukan nya.


“Oh god, apa kau juga akan cemburu kepada Bryan, Cetta?” tanya Byanca jengah dengan sikap posesif Adelard.


“Tidak, aku hanya tidak bisa berjauhan dari mu By” elak Adelard tidak merasa bersalah, dengan mendekatkan tubuh mereka.


“Kau berhasil membuat Seorang Adelard tunduk padamu By,” ucap Bryan, Adelard sekarang menjadi pria yang sangat posesif, ya seperti itulah sifat Adelard jika sudah mencintai seorang wanita yang ia sayangi. Bryan tidak tahu saja jika ia hanya kekasih kontrak Adelard.


“Oh god, aku hanya berjarak dua jengkal dari mu, Cetta,” jawab Byanca.


“Tetap saja aku ingin lebih dekat denganmu By,” ucap Adelard mencium bibir Byanca.


“Lanjutkan saja kemesraan kalian, aku ingin menemui tamu yang lain nya,” ucap Bryan kepada Adelard dan Byanca, ia seperti menjadi obat nyamuk.


“Bryan, apa Angel akan datang kemari?” tanya Byanca, karena ia belum melihat keberadaan Angel sahabatnya.


“Aku haus Adelard, tapi aku ingin meminum air putih,” ucap Byanca dengan menatap Adelard.


“Baiklah aku akan mengambilkanmu minum, kau tunggu disini sebentar By,” ucap Adelard mencium Byanca lalu berjalan mengambil minum untuk nya.


Byanca melihat punggung Adelard yang berjalan menjauh dari nya, ia terlihat sangat gagah menggunakan tuxedo itu.


“Oh lihatlah disini ada siapa,” tiba tiba saja seorang wanita sudah ada di samping Byanca, dengan memegang segelas wine.


“Oh hai,” balas Byanca dengan ramah.


“Kau bisa lihat sendiri bukan, aku berada disini Byanca,” ucapnya membuat Byanca mengerutkan keningnya.


“Lalu?” Byanca memandang kedepan, ia melihat Adelard berjalan ke arah nya dengan tangan yang membawa segelas air putih dan juga wine. Ada masalah apa wanita ini dengannya, sepertinya wanita ini bekas Adelard.


“Terimakasih Cetta,” ucap Byanca ketika Adelard menyerah kan segelas air putih kepadanya.


“Senang bertemu dengan anda Mr Adelard,” sapa Jessie dengan sangat sopan bahkan ia tersenyum ramah kepada Adelard, berbeda saat berbicara dengan Byanca.


“Apa yang sedang kau bicarakan dengan wanitaku?!” tanya Adelard dengan nada yang angkuh, berbeda saat ia berbicara dengan Byanca, jika dengan Byanca, Adelard akan berbicara dengan lembut.


“Saya hanya menyapa nya saja Mr Adelard, kalau begitu saya permisi.” Jessie kemudian pergi meninggalkan Byanca dan Adelard, yang hanya di balas deheman saja oleh Adelard.


“Apa istimewa nya wanita itu, pakaian nya saja terlihat seperti seorang wanita murahan, Adelard sudah terpengaruhi oleh wanita itu.” Jessie kesal, karena Adelard mengacuhkannya.


Jessie mengatakan jika pakaian Byanca terlihat seperti ******, ia seperti tidak menyadari jika pakaian nya lebih terbuka dari pakaian Byanca, justru Jessie lah yang terlihat seperti wanita murahan.


Acara kini tengah berlangsung, di depan sana Bryan sedang berdiri memberi kata sambutan kepada tamu undangan yang hadir. Adelard dan Byanca duduk berdampingan sedangkan Angel dan Mark yang duduk di depannya, mereka bertemu sebelum acara dimulai kemudian duduk di satu meja yang sama.


“Byanca, lihatlah. Bryan terlihat sangat gagah di depan sana, ia juga lumayan tampan,” ucap Angel dengan sedikit tertawa, ia ingin menggoda kakaknya dan memberi Byanca isyarat.


“Kau benar Lia, dia terlihat gagah dan tampan,” balas Byanca menanggapi perkataan Angel. Membuat Angel menatap tatapan tajam dari kakaknya.


“Tapi tentu saja masih tampan aku By,” ucap Adelard dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.


“Kau memang pria paling tampan yang pernah aku temui, Cetta adalah pria paling tampan,” jawab Byanca dengan menyentuh rahang Adelard. Adelard tersenyum mendengarnya, mereka menikmati acara ini.


Tanpa sadar Byanca dengan tersenyum manis dan Adelard selalu senang jika melihat senyuman manis Byanca.


“Jangan tersenyum manis di depan orang lain sayang. Kau tahu bukan, jika senyumanmu hanya untukku,” bisik Adelard tepat di samping telinga Byanca.


“Semua yang ada di tubuhku adalah milikmu Cetta,” jawab Byanca dengan memandang Adelard lekat.


Adelard sangat senang mendengar jawaban dari Byanca ia mencium bibir Byanca sekilas lalu kembali ke acara.