Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 12 : Dilabrak Karin



Hari Byanca datang ke kampus untuk memberikan revisian skripsinya yang telah selesai, ketika keluar dari ruang dosen Byanca melihat Karin yang sepertinya sudah menunggunya.


Byanca melewati Karin begitu saja membuat Karin menggeram kesal lalu menarik tangan Byanca.


“Aku sudah menunggumu, sialan.”


“Lepaskan!” Byanca melepaskan tangannya, Byanca menatap Karin datar.


“Aku tidak ada urusan denganmu,” ucap Byanca tajam membuat Karin tambah kesal pada Byanca.


“Aku ada.” Karin tidak menyerah membuat Byanca memutar bola matanya dengan malas.


“Kita akan bicara, tapi tidak disini.” Byanca mengajak pergi Karin karena tidak mungkin Karin bisa menahan emosinya walaupun di depan ruang Dosen sekalipun.


“Jadi apa yang ingin kau bicarakan? Aku tidak ada waktu,” ujar Byanca tanpa basa-basi ketika mereka sampai di belakang kampus.


“Leon milikku,” ujar Karin membuat Byanca hampir tertawa atas lontaran Karin.


“Lalu?”


“Jangan mengganggu milik ku atau kau akan bernasib sama seperti orang tuamu,” jawab Karin membuat Byanca mengepalkan kedua tangannya.


Byanca mengembangkan senyumnya, ia mengontrol emosinya agar tidak meledak.


“Aku tidak mengganggu, kalau kau tidak percaya tanya saja pria milikmu itu.” Byanca menjawab dengan santai.


“Jangan berbohong, kau menggoda Leon kan! Dasar wanita murahan! Rasa tahu malu itu harus, berani sekali kau menggoda pria yang sudah bertunangan!” teriak Karin membuat Byanca tertawa keras.


“Lucu sekali ya Karin, aku sampai menangis karena tertawa.” Byanca mengelap air mata di ujung matanya.


“Aku tidak bercanda, sialan. Kau sampai menemui Leon diam-diam dibelakangku, kau akan tau akibatnya.” Karin mengancam Byanca


“Baiklah, hanya ini yang ingin kau bicarakan?” tanya Byanca menatap remeh Karin.


“Beraninya wanita murahan menatap remeh padaku!” Karin marah dan hendak menampar Byanca namun dengan cepat Byanca menghentikan tamparan yang akan melayang ke wajahnya.


Plak!


Byanca yang menampar Karin dengan keras.


“Kau pikir kau siapa, hm?” tanya Byanca menatap tajam Karin.


“Kau, aku akan mengadukan ini pada Mami.”


“Ya, ya, adukan saja pada Ibumu ini akan lebih baik,” jawab Byanca sambil tersenyum sinis.


“Dan ya, Leon lah yang memohon padaku asal kau tau. Jadi jangan salahkan aku jika milikmu itu pergi dari mu.”


“Kau, wanita sialan! Aku akan membuatmu menyesal!”


“Coba saja kalau kau bisa.”


Byanca meninggalkan Karin begitu saja, ia lelah berhadapan dengan wanita yang berjiwa anak kecil. Byanca tentu saja tidak akan tinggal diam, rencananya sudah didepan mata.


“Akhhhh!” teriak Karin kesal untung tidak ada orang disini.


‘Byanca, lihat saja aku akan membalas atas penghinaan ini!’


*


Fiuh!


Byanca bernafas lega karena lepas dari Karin, wanita kekanak-kanakan itu pasti mengadu pada Ibunya. Ck, Karin pikir Byanca takut. Tidak sama sekali.


Byanca pergi ke mall untuk membuat stressnya, dan benar saja stress Byanca hilang seketika ketika ia melihat barang-barang yang menyilaukan mata.


Pertama-tama Byanca mencari gaun santai, lalu mencari high heels, dan terakhir Byanca mencari tas.


Kurang lebih 2 jam Byanca berkeliling dan ia mendapatkan barang yang ia inginkan, lalu yang pasti stress Byanca terangkat oleh angin.


Setelah belanja Byanca menemui Angel yang sudah menunggunya di kedai es krim.


“Lia, sudah lama menunggu?” tanya Byanca ketika menemukan keberadaan Angel. Byanca meletakan belanjaan di bawah lalu duduk didepan Angel.


“Baru saja selesai memesan, aku sudah memesan es krim untukmu.”


“Terima kasih, hihi,”


“Bagaimana kuliahmu? Lancar?” tanya Byanca membuat Angel menganggukan kepalanya.


“Tentu saja, berkat bantuanmu.”


“Kau ini seperti bersama siapa saja, kau tahu sandi apartemenku. Itu berarti kau boleh kapanpun datang untuk berkunjung ataupun menginap” jawab Byanca sambil menghela nafas.


“Tetap saja aku harus memberitahu,”


“Iya.”


Tidak lama kemudian es krim mereka datang, makan es krim di tengah siang bolong sungguh memanjakan tenggorokan.


“By, kau tahu Arka dari Jurusan bisnis?” tanya Angel di sela mereka memakan es krim.


“Arka? Arka orang asia itu?” tanya Byanca membuat Angel menganggukan kepalanya.


“Benar.”


“Kenapa dengan pria itu? Jangan bilang kau naksir padanya?” tanya Byanca membuat Angel menggelengkan kepalanya.


“Tentu saja tidak, dia baru-baru ini mendekatiku.”


“Bukankah itu bagus.”


“Kenapa kau bicara begitu, aku tidak suka dengannya,” ujar Angel membuat Byanca tersenyum evil.


“Ah benar, kau kan menyukai Mark.” Byanca menggoda Angel.


“Aku menyukai Kak Mark?” tanya Angel malu sambil menutupi wajahnya.


“Dari mana kau tahu kalau aku menyukai Kak Mark?” tanya Angel dengan malu-malu, karena selama ini ia merahasiakan perasaannya dari siapapun.


“feeling saja,” jawab Byanca santai. Angel adalah wanita yang tidak bisa menutupi perasaannya, dengan sekali lihat saja Byanca bisa tahu kalau Angel menyukai Mark. Hanya Mark saja yang tidak sadar, ingin rasanya Byanca melemparkan Mark ke Benua lain agar ia tahu jika Angel menyukainya.


“Apa sebegitu kelihatanya?” tanya Angel membuat Byanca menganggukan kepalanya.


“Ah, bagaimana ini aku malu,” ujar Angel membuat Byanca tertawa.


“Pria itu bodoh, jadi ungkapkanlah perasaanmu sebelum dia diambil oleh orang lain.” Byanca memberikan nasihat.


“Kalau Kak Mark menolak bagaimana?”


“Berarti kebodohannya menjadi tiga kali lipat.”


“Jangan mengatai Kak Mark bodoh, By,” ujar Angel membuat Byanca menghela nafas.


“Lia, pria itu tidak peka. Jadi, kau harus memberitahunya, jika dia menolak berarti kau harus mencari pria lain yang layak mendapatkan cintamu,” jelas Byanca membuat Angel menatapnya.


“Apakah tidak apa jika wanita yang mengungkapkan cinta?”


“Tentu saja boleh, sekarang jaman sudah modern wanita pun bisa mengungkapkan suka jika dia menyukai seseorang.” Byanca memegang tangan Angel.


“Baiklah, aku akan mencari waktu lalu mengungkapkan perasaanku pada Kak Mark.”


“Bagus, sekarang makan es krimmu yang sudah mulai mencair.”


Setelah makan es krim keduanya pulang ke apartemen Byanca,


“Kenapa kakak disini?” tanya Angel ketika melihat Adelard duduk diruang tamu Byanca.


“Pertanyaan macam apa itu? Bukankah wajar datang berkunjung ketempat tunanganku.” Adelard menjawab dengan tajam.


“Aku merindukanmu, By” ujar Adelard menghampiri Byanca.


“Oh manisnya sayangku ini.” Byanca mencium Adelard didepan Mark dan juga Angel.


“Hai, hello, disini masih ada orang,” ujar Angel namun keduanya tidak mendengarkan Angel, mereka tetap berciuman dengan intens.


“Lia, ayo kita keluar,” ajak Mark membuat Angel menganggukan kepalanya.


“Dasar mesum,” umpat Angel membuat Mark tertawa.


“Bukankah itu wajar?”


“Tapi setidaknya lihat-lihat situasi dan kondisi, menunggu disana lebih lama lagi pasti kita akan melihat mereka bercinta secara langsung,” ujar Angel membuat Mark mengacak-acak rambut Angel


“Kak Mark, rambut Lia jadi berantakan,” ujar Angel cemberut.


“Bagaimana kita cari makan saja,” ajak Mark membuat mata Angel berbinar.


“Ayo Kak.”