
Hari ini Byanca memasakan sarapan untuk Adelard, belakangan ini Byanca sering belajar masak dengan Brisiana. Tentu saja setiap harinya peningkatan Byanca terus bertambah.
Mereka kini tengah menyantap sarapan dengan pemandangan taman yang ada di depan mata.
“Sangat lezat By,” puji Adelard ketika makanan nya sudah hampir habis. Adelard memakan nya dengan sangat lahap.
“Benarkah?” Byanca senang jika Adelard memuji masakannya.
“Hmm, ya benar sayang,” jawab Adelard dengan mulut yang penuh makanan.
Setelah menghabiskan makanan nya, Adelard membuka ponsel milik nya. Terakhir kali ia membuka ponsel saat Mark menelponnya tadi malam.
“Sayang, tolong nyalakan televisi, aku ingin melihat berita.” Adelard tidak sabar seperti apa berita yang akan muncul.
“Biasa nya kau tidak pernah melihat berita di televisi,” ujar Byanca sambil mengerutkan keningnya, namun Byanca tetap menuruti perkataan dari Adelard.
Pembawa acara yang ada di televisi itu tengah membacakan sebuah berita, tentang ditemukannya seorang wanita yang sudah dalam keadaan meninggal di sebuah gedung tua yang jauh dari pusat kota. Dengan keadaan yang sangat mengenaskan, rambut yang tadi nya panjang kini sudah berubah menjadi pendek, serta banyak darah yang sudah mengering di bagian tubuh nya.
“Oh my god.” Byanca terkejut saat mendengar berita yang dibawakan oleh pembawa acara tersebut, ia bahkan sampai tersedak makanan nya.
“Pelan-pelan sayang.” Adelard memberikan segelas air putih, dan menepuk nepuk punggung Byanca.
“Itu sangat kejam Adelard.” Ucap Byanca tak habis pikir dengan apa yang sudah dilakukan orang orang jahat itu. Byanca bahkan tidak sadar pada dirinya sendiri, ia pernah menyiksa Bibinya hingga mati mengenaskan.
“Tega sekali mereka memperlakukan wanita seperti itu lalu membunuh nya.” Adelard memasang wajah datar nya mendengar penuturan dari Byanca.
“Mungkin itu sudah menjadi hukuman untuk wanita itu By, mungkin ia pernah melakukan kesalahan di hidup nya.” Adelard meminum jus yang ada di gelas nya.
“Lagipula kejadian seperti itu sering terjadi.” Adelard kembali mendengar penjelasan sang pembawa acara, di katakan jika tidak ada jejak yang ditinggalkan oleh para pelaku, semua nya seperti sudah dipersiapkan dengan sangat rapi dan bersih.
Byanca mulai berpikir, jangan-jangan ini ulah Adelard. Tentang Adelard yang tiba-tiba meminta menyalakan televisi padahal Adelard tidak pernah menonton berita. Lalu tentang ‘hukuman dan berbuat salah’ yang dilontarkan Adelard membuat Byanca yakin. Byanca tidak akan bertanya, toh mau kejam atau keji seorang Adelard ia tidak mempermasalahkannya. Lagian mungkin wanita itu memiliki kesalahan yang fatal sehingga mendapatkan hukuman yang setimpal.
“Kenapa di matikan?” Adelard tiba tiba mematikan televisi nya.
“Bukankah kau tidak ingin melihatnya sayang,” jawab Adelard karena ia tidak ingin membuat Byanca mendengar lebih banyak lagi, ia tahu wanitanya pasti tidak bisa melihat sesuatu yang seperti itu karena Adelard tahu wanitanya adalah wanita lemah lembut.
Byanca hanya memandangi wajah Adelard tanpa berniat menanggapi perkataan nya, Adelard khawatir jika Byanca nanti mengetahui jika dalang dari pembunuhan wanita itu adalah Adelard. Pembawa acara tadi hanya menyebutkan inisial nya saja, jika pembawa acara tadi menyebutkan nama lengkap wanita itu mungkin Byanca akan mencari tahu. Ya walaupun wanita itu memang bersalah, wanita itu adalah pelayan mata-mata yang dikirimkan oleh musuhnya. Itu adalah peringatan dari Adelard, jika orang itu masih bermain-main dengannya. Maka orang itu akan segera berhadapan dengan Adelard.
Hari ini Adelard merasa bahagia karena rencana nya berjalan dengan lancar, wanita itu sudah musnah pasti orang yang menyuruhnya sekarang sedang ketakutan atau merasa terancam.
“Aku akan berangkat.” Adelard menggunakan jas berwarna navy, sangat pas di tubuh Adelard.
“Cepatlah pergi.” Byanca kembali mendorong tubuh Adelard, menyuruhnya agar cepat pergi ke kantor.
“Baiklah, aku pergi bekerja dulu ya sayang.”
Cup!
Adelard mengecup bibir Byanca di depan Alex bodyguardnya, termasuk di depan Mark.
“Pergilah.” Byanca mendorong tubuh Adelard agar memasuki lift yang sudah terbuka.
“Bye.” Adelard dan Byanca saling melambaikan tangan.
Byanca pergi ke butiknya, hari ini ia tidak ada bertemu klien tapi ia hanya ingin melihat butiknya saja.
“Bu, ini rekapan bulan lalu,” ujar Sekar memberikan berkas pada Byanca, setelah Byanca sampai ke butik dan duduk di kursinya.
Byanca memeriksa berkasnya, sekarang Byanca sudah menjadi wanita karir berkat bantuan dari Adelard.
“Sekar, tolong buat kan teh hangat,” pinta Byanca membuat Sekar langsung bangkit dari duduknya.
Tidak lama kemudian Sekar masuk membawa teh dan cemilan untuk Byanca.
“Terima kasih, Sekarang.”
“Sama-sama bu.”
Drtt!
Byanca tersenyum ketika ia mendapatkan telepon dari Brisiana, Ibu Adelard.
“Iya Mom?”
“Apa kau sekarang ada di butik sweety?” tanya Brisiana membuat Byanca menganggukan kepalanya.
“Iya Mom, By sedang di butik sekarang.”
“Mommy sebentar lagi ke tempatmu, kita makan siang bersama.”
“Baik Mom, By menunggu.”
“Sampai jumpa Sweety.”
Byanca dengan cepat membereskan pekerjaan, sebenarnya masih lama menuju makan siang. Tapi Brisiana sudah mengajaknya makan siang.
Tidak lama kemudian Brisiana sampai tepat pekerjaan Byanca selesai,
“Ayo kita berbelanja, setelah itu kita makan siang bersama.”
“Siap Mom,” ujar Byanca senang lalu menggandeng tangan Brisiana.
Byanca dan Brisiana sedang berada di dalam mall sekarang, mereka berbelanja menghabiskan uang. Tentu saja ini dilakukan untuk orang yang punya banyak uang saja.
Brisiana banyak membelikan Byanca barang, Byanca tidak menolak toh ia menyukai semua pemberian dari Brisiana.
Setelah berbelanja Byanca dan Brisiana pergi makan siang, sudah hampir dua jam mereka berkeliling mall sekarang saat nya mereka pergi untuk mengisi perut.
“Makan yang banyak sweety?” ujar Brisiana membuat Byanca menganggukan kepalanya.
“Tentu saja Mom, Byanca hari ini sudah banyak mengeluarkan energi.”
*
“Aku sudah mentransfer bonus untuk mu, kau juga harus memberi pada yang lain,” ucap Adelard setelah berhasil mengirim sejumlah uang pada rekening Mark, ia akan memberikan bonus yang besar jika Mark sudah melakukan sesuatu dengan baik.
“Terimakasih Tuan.”
Tidak heran jika Mark memiliki banyak uang. Biasanya Adelard akan memberi bonus yang bisa untuk membeli satu mobil unit mewah.
Keadaan mobil kembali hening, Adelard fokus menatap layar iPad nya yang menampilkan perkembangan perusahaannya.
“Mark siapkan jet pribadi dan siapkan segala keperluan untuk berlibur ke pulau pribadiku.”
“Malam ini juga.” Perintah Adelard dengan tegas.
“Baik Tuan.” Mark hanya menuruti perintah Adelard tanpa banyak bertanya.
Malam ini Adelard akan mengajak Byanca untuk berlibur ke pulau pribadi nya yang baru saja ia beli, ini bukan satu satu nya pulau pribadi yang Adelard beli, mungkin ini sudah menjadi yang ke 3. Adelard akan memberikan kejutan untuk Byanca.