
Byanca baru saja mendapatkan pesan dari Dosennya bahwa jadwal sidangnya sudah keluar, Byanca yang akan pergi ke kampus kembali membaringkan diri di atas kasur. Senin depan Byanca sidang, ia tidak harus ke kampus karena revisiannya sudah selesai. Byanca hanya perlu belajar untuk persiapan sidang skripsinya.
Akhirnya Byanca sudah mencapai akhir, hanya sedikit lagi. Setelah itu Byanca harus balas dendam pada Bibinya.
Byanca bangun dari tidurnya lalu membuka laptopnya, ia harus belajar sedikit.
Ting!
Sebuah pesan masuk dari Angel, Byanca tersenyum membaca isi pesan.
Angel : Kau tidak ke kampus? Aku sudah menunggumu di perpustakaan L
Byanca : Maaf, aku akan kembali ke ke kampus minggu depan, hihi
Angel : Baiklah, aku sudah memutuskan untuk menginap lagi malam ini. Lol
Byanca : Aku menunggu
Angel : See ya!
Byanca meletakan ponselnya, tidak lama kemudian ada panggilan masuk dari Adelard.
“Hai, baby. Datanglah ke kantorku, kita makan siang bersama,” ujar Adelard membuat Byanca mengiyakan ajakannya.
“Baiklah.”
“Mark akan menjemputmu nanti, see ya baby.”
“Iya, see you.”
*
Mark menjemput Byanca tepat ketika Byanca telah selesai bersiap-siap,
“Berangkat sekarang Nona?” tanya Mark membuat Byanca menganggukan kepalanya.
“Iya”
Sepanjang perjalanan Byanca memainkan ponselnya hingga tidak sadar mereka sudah sampai di kantor Adelard.
“Nona, kita telah sampai,” ujar Mark membuat Byanca keluar dari mobil. Mark dan Byanca berjalan bersama menuju kantor Adelard mereka masuk lift khusus CEO.
“Nona, makan siang kali ini Tuan memasknya sendiri,” ucap Mark membuatnya mendapat tatapan tidak percaya dari Byanca.
“Cetta yang memasak makan siang?”
“Benar Nona.”
“Dari kapan Cetta pandai memasak?” tanya Byanca penasaran
“Tuan sudah pandai memasak dari kecil Nona.”
Byanca tidak percaya bahwa seorang Adelard pandai memasak dan itu dari kecil, apalagi bakat Adelard yang akan Byanca ketahui. Semua bakat Adelard itu sangat cemerlang, berkilau hingga tidak nampak kekurangannya sama sekali.
“Selamat siang Nona Byanca, Tuan sudah menunggu di ruangan,” sapa Ana ramah
“Selamat siang Ana,” Byanca tersenyum pada Ana lalu mengikuti Mark yang berjalan menuju ruangan Adelard.
“Saya permisi Nona.” Mark pamit undur diri. Seperginya Mark, Byanca masuk kedalam ruangan.
“Selamat siang Cetta,” sapa Byanca hangat lalu menghampiri Adelard
“Siang Baby,” jawab Adelard mencium kening Byanca.
“Silahkan duduk Baby.”
Byanca duduk dihadapan Adelard mereka makan siang bersama.
Duar!
Seperti suara ledakan, masakan Adelard sungguh lezat. Awalnya Byanca tidak percaya jika masakan Adelard akan cocok dengan lidahnya, tapi inilah kenyataannya masakan Adelard sangat lezat.
“Bagaimana rasa, sayang?” tanya Adelard membuat Byanca mengangkat jempolnya.
“Sangat enak, aku bahkan tidak menemukan cela ketidak sempurnaan mu,” jawab Byanca membuat Adelard terkekeh.
“Aku memang sempurna, Baby,” ucap Adelard penuh percaya diri.
“Ya, walaupun kesal mengakuinya. Kau memang sempurna.” Byanca tidak menemukan cela, Adelard memang pria yang sempurna tanpa cacat sedikitpun.
Setelah makan siang, Byanca membaca majalah yang ada di kantor Adelard. Byanca bosan, tapi ia tidak tahu harus melakukan apa.
“Benarkah, ayo tidur siang bersama.” Byanca mengajak Adelard untuk tidur siang bersama. Byanca dapat melihat pekerjaan adelard yang menumpuk minta segera diselesaikan namun bukankah Adelard juga butuh istirahat agar pekerjaan kedepannya tidak terganggu.
“Ayo sayang.”
Byanca ingin menggoda Adelard namun Adelard sudah tidur ketika bertemu kasur.
‘Ck, lihatlah ini bukankah aku yang mengantuk, tapi malah dia yang tertidur.’ Byanca mengelus wajah tampan Adelard. Pria ini memang gila kerja dan sangat membutuhkan istirahat, jika terus dipaksa Adelard bisa sakit.
‘Padahal kau harus istirahat, tidurlah sebentar. Kau bukan mesin yang bekerja tanpa lelah.’
Byanca mencium dagu Adelard tidak lama kemudian ia ikut terlelap didalam pelukan hangat milik Adelard.
Adelard bangun terlebih dahulu, pukul 4 sore. Adelard tersenyum mendapati Byanca yang tertidur pulas di dalam pelukannya. Adelard mencium kening Byanca lalu mengelus wajah halus milik Byanca. Lama Adelard memandangi wajah wajah Byanca lalu dengan perlahan Adelard melepaskan pelukannya agar tidur Byanca tidak terganggu, Adelard membenarkan selimut Byanca lalu kembali bekerja.
Adelard sudah cukup beristirahat sekarang waktunya ia kembali bekerja, Byanca gadis itu masih tidur dengan nyenyak.
Byanca terbangun dari tidurnya dan tidak menemukan Adelard disampingnya, Byanca melihat jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Byanca harus segera pulang karena Angel akan segera datang ke apartemennya.
“Sudah bangun sayang?” tanya Adelard membuat Byanca menganggukan kepalanya lalu menghampiri Adelard.
“Aku pulang ya, Angel akan menginap malam ini,” ujar Byanca pamit pada Adelard.
“Mark akan mengantarmu, berikan aku ciuman baby,” ucap Adelard manja membuat Byanca tersenyum dan memberikan ciuman terbaiknya pada Adelard.
“Aku pulang ya,” pamit Byanca memeluk Adelard
“Sampai kabari aku.”
“Iya.”
*
Sesampainya di apartemen Byanca langsung mandi, Byanca berendam air hangat.
Tidak lama setelah Byanca selesai mandi, Angel datang.
“Aku bawa pizza dan cola,” ujar Angel mengangkat pizza dan cola menunjukkannya pada Byanca, mata Byanca langsung berbinar melihat dua favorit nya.
“Kau tahu saja aku sedang lapar sekarang.”
“Mari kita makan.”
Byanca dan Angel mengobrol sambil menikmati pizza.
“By, kau tahu hari ini Alex ingin meminta nomormu,” ujar Angel membuat Byanca menghentikan kunyahan pizzanya.
“Kau berikan nomorku?”
“Tentu saja tidak, aku memarahi dan memberitahunya bahwa kau adalah tunangan kakakku,” jawab Angel sambil terkekeh.
“Lagian, bukannya orang-orang kampus sudah tahu kau memiliki tunangan tapi masih saja berulah, dasar pria kurang belaian,” ujar Angel membuat Byanca menganggukan kepalanya.
Byanca dan Angel mengobrol hingga malam, lalu keduanya tidur.
Keesokan paginya, Byanca dan Angel memesan sarapan karena keduanya tidak pandai memasak.
“Kupikir kau juga pandai memasak, Li” ujar Byanca membuat Angel cemberut.
“Sudah sering kali aku belajar masak bersama Mommy dan hasilnya nol, sepertinya bakat seperti itu tidak diberikan padaku,” jelas Angel membuat Byanca terkekeh.
“Sama saja, aku bahkan terkejut ketika Cetta memasak makan siang yang sangat lezat, membuat iri saja,”
Tidak lama kemudian sarapan mereka sampai, setelah sarapan Angel pamit ke kampus karena hari ini ia ada jam pagi.
Seperginya Angel, Byanca kembali tidur. Byanca mengantuk lalu melanjutkan tidur paginya.
Byanca bangun pukul 10 pagi, karena tidak tahu apa yang harus Byanca lakukan. Byanca akhirnya memutuskan untuk menonton film horor. Sebelum menonton Byanca mengambil cemilan di dapur dan membuat jus jeruk.
‘Sempurna.’
Cemilan dan jus jeruk sudah ditangan, Byanca lalu menghidupkan televisi.
Drttt!
Byanca mengambil ponselnya Mrs. Maxwel menghubunginya.
“Hallo Mom, selamat siang,” sapa Byanca hangat