
“Saya mohon, ampuni saya Tuan.” Louis bersujud dikaki Adelard namun dengan cepat anak buah Adelard memisahkan Louis dan kembali memberi pukulan.
Louis Max adalah salah satu Direktur perusahaan di Belanda yang menggelapkan dana dan memotong gaji staff dan pekerja hotel lainnya. Uang yang digelapkan itu digunakan untuk menghidupi selingkuhannya.
Adelard tidak akan memaafkan seseorang yang telah mencuri uangnya walaupun itu hanya 1 Dollar sekalipun. Pencuri tetaplah pencuri yang harus dihukum mati.
“Beraninya tikus kecil sepertimu mencuri uangku! Dasar tikus busuk!”
Adelard mengambil tongkat golf lalu memukul Louis tanpa henti, tidak ada yang berani menghentikan Bos mereka. Adelard adalah sosok yang kejam dan berdarah dingin, tidak ada yang berani untuk bermusuhan atau berbuat sesuatu yang menimbulkan permusuhan dengan Adelard. Pria yang mencapai puncak dengan darah, siapapun yang menghalangi pasti mati.
Louis sudah tidak sadarkan diri barulah Adelard berhenti memukuli Louis, Adelard membuang asal tongkat golf lalu mengelap tangan yang terkena percikan darah.
“Mark, perintahkan anak buahmu untuk terus menyiksanya hingga dia merasakan kematian setiap hari.”
“Baik Tuan.”
Perintah Adelard adalah mutlak yang tidak bisa diganggu gugat, setelah memberi perintah pada bawahannya Mark menyusul Adelard.
Mark menyampaikan jadwal-jadwal yang telah dibuat oleh Ana pada Adelard. Ana adalah sekretaris resmi Adelard sedangkan Mark adalah tangan kanan Adelard.
“Kosongkan jadwalku pukul 4 sore,” ujar Adelard setelah mendengar Mark menyampaikan jadwalnya.
“Baik Tuan.”
*
Hari Byanca dan Angel duduk di perpustakaan lagi, Byanca mencari materi skripsi nya yang kurang sedangkan Angel mencari materi untuk tugas nya.
Byanca membawa laptopnya dan langsung menulis materi untuk penunjang skripsinya.
“By, kau mengerti bagian ini?” bisik Angel membuat Byanca langsung melihat catatan Angel.
“Gambarmu kurang kekiri, jadi tidak usah takut untuk melewati garis agar desain terlihat bagus,” jawab Byanca membuat Angel mengerti.
Byanca dan Angel sama-sama jurusan Fashion Design bedanya Byanca adalah mahasiswi tingkat akhir sedangkan Angel adalah junior Byanca. Selain sama-sama di Jurusan yang sama, obrolan mereka juga nyambung.
Pukul 4 sore perpustakan tutup dan Byanca harus meminjam buku karena ia masih belum selesai menulis bahan skripsinya.
Setelah meminjam buku Byanca dan Angel keluar bersama karena jalan keluar kampus hanya satu.
Angel dan Byanca mengobrol tentang Fashion Design sambil berjalan. Angel menghentikan langkahnya.
“Sebentar By, sepertinya aku tahu itu mobil siapa,” ucap Angel membuat Byanca mencari mobil yang dimaksud oleh Angel.
Tepat didepan Fakultas mereka dan mobil mewah yang hanya beberapa orang saja yang memilikinya terparkir cantik disana.
Seseorang keluar dari mobil membuat Angel berlari meninggalkan Byanca yang terpaku di tempatnya.
“CETTA!” teriak Angel lalu memeluk Cetta erat.
“Aku merindukanmu,” ujar Angel tersenyum menatap Adelard.
Byanca menatap Adelard dan Angel yang sedang berpelukan melepaskan rindu, ada hubungan apa diantara keduanya. Byanca berpikir jika Angel adalah kekasih Adelard yang lain, mungkin bukan dirinya saja yang dikontrak Adelard.
Byanca memegang dadanya, seperti ada yang sesak tapi Byanca tidak tahu apa itu. Byanca menghela nafas pelan, memangnya ada yang salah jika Adelard memiliki kekasih lain.
“Aku juga merindukanmu, sekarang menyingkirlah tunanganku sedang melihat kemari,” ucap Adelard membuat Angel langsung melepaskan pelukannya.
“Tunangan? Sejak kapan kau bertunangan?” tanya Angel tidak mengerti dengan perkataan Adelard.
“Minggirlah Lia,” ujar Adelard berjalan melewati Angel begitu saja dan menghampiri Byanca.
“Aku merindukanmu.” Adelard mencium bibir Byanca sekilas lalu memeluk Byanca erat.
“Bukankah kau sudah mendapatkan pernyataan rindu dari seseorang, Tuan,” jawab Byanca menyindiri Adelard membuat Adelard tertawa.
“Maksudmu Lia?”
“Lia?” tanya Byanca balik, oh Byanca ingat sekarang Lia itu Angelia.
“Aku? Ck, buat apa aku cemburu. Bukankah wajar saja jika kau memiliki dua sampai tiga kekasih sekaligus,” jawab Byanca membuat Adelard terkekeh.
“Hei, kau tidak boleh meremehkan kejantanan seorang Cetta sayang,”
“Omong kosong sekali, Tuan,” ujar Byanca membuatnya mendapatkan ciuman bertubi-tubi dari Adelard.
“Panggil aku dengan benar, By,” ujar Adelard membuat Byanca tertawa geli karena kumis tipis-tipis Adelard ikut menyerangnya.
Sedangkan dari jauh Angel tersenyum senang karena ia bisa melihat kakaknya tersenyum bebas seperti itu, semenjak Lily meninggalkan Adelard senyum kakaknya seakan lenyap hilang entah kemana. Angel bersyukur jika benar Byanca adalah tunangan kakaknya.
Bukan hanya Angel yang melihat kejadian langkah itu tapi hampir seluruh anak Jurusan Fashion Design
Sepertinya gosip tidak sedap Byanca akan hilang karena ini.
“Jadi ada urusan apa kau datang kesini? Oh aku tau, kau pasti datang menjemput adikmu.”
“Salah, aku datang menjemputmu,” jawab Adelard membuatnya dapat cibiran dari Byanca.
“Manis sekali mulut ini.”
“Mulut manis ini hanya untuk kau nikmati By,” ujar Adelard sambil terkekeh.
“Oh, aku melupakan sesuatu. Aku membawa mobil hari ini,” ucap Byanca sambil mengeluarkan kunci mobilnya.
“Berikan saja pada Mark, Mark!” Adelard memanggil Mark
“Bawa mobil Byanca, pulanglah dengan Lia,” ujar Adelard memberikan kunci mobil Byanca pada Mark.
“Baik Tuan.”
Byanca sudah di dalam mobil Adelard sekarang, Angel dan Mark mereka sudah duluan pulang.
“Cetta, aku lapar,” ucap Byanca tidak melihat kearah Adelard pandangannya tetap pada ponselnya.
“Kau ingin makan apa?”
“Sesuatu yang pedas manis,” jawab Byanca membuat Adelard menganggukan kepalanya.
Byanca dan Adelard makan di restoran milik Adelard, mereka duduk di meja vip.
Byanca sudah memesan banyak makanan yang menggugah selera, sekarang meja mereka dipenuhi oleh banyak makanan.
“Selamat makan.” Byanca langsung melahap makannya, sedangkan Adelard hanya memandangi Byanca makan. Adelard bingung kemana makanan yang banyak itu pergi melihat perut Byanca sangatlah kecil.
“Kau tidak makan?” tanya Byanca membuat Adelard menggelengkan kepalanya.
“Aku sudah kenyang dengan melihatmu makan,” jawab Adelard membuat Byanca melanjutkan makannya.
Setelah makan Adelard mengantar Byanca pulang, tentu saja Adelard juga ikut menginap di apartemen Byanca.
Byanca kembali membuka laptopnya melanjutkan revisian skripsinya, ia hanya tinggal menunggu jadwal untuk sidang. Setelah itu Byanca akan mendapatkan gelar.
Adelard pria itu sedang memeriksa pekerjaannya, karena ada tamu Byanca membuatkan dua cangkir kopi untuknya dan juga untuk Adelard.
“Terima kasih By,” ucap Adelard menerima kopi dari Byanca.
“Hm.”
Mereka fokus pada kegiatan mereka masing-masing hingga tidak menyadari hari sudah semakin larut. Adelard melepaskan kacamatanya lalu menghampiri Byanca.
Adelard memeluk Byanca dari belakang lalu mencium pipi Byanca,
“Sudah malam, ayo tidur,” ujar Adelard membuat Byanca menganggukan kepalanya, lalu ia tidur bersama Adelard. Malam ini tidak ada adegan panas yang membuat keringatan.
Mereka tidur dengan saling berpelukan satu sama lain, Byanca merasakan hangat karena berada didalam pelukan Adelard.