Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 44 : Masih Perhatian



Meski Adelard telah melukai perasaan Byanca, namun wanita itu tetap peduli dengan Adelard. Inikah perasaan Byanca yang sebenarnya.


“Awhhh arghh.” Byanca teriak saat Dokter membersihkan luka robekan di telapak kaki nya, dokter itu menarik serpihan beling yang menancap di telapak kaki Byanca.


“Sssttt, kau harus menahan nya sayang.” Brisiana memeluk Byanca agar wanita itu tidak merasa tegang, Brisiana menggantikan posisi Adelard untuk menenangkan Byanca.


“Hiksss, sakit mom.”


“Tahan sedikit Nona.” Dokter perempuan setengah baya yang menjadi salah satu dokter pribadi keluarga, mulai membersihkan luka robek Byanca menggunakan cairan steril untuk membersihkan darah dan membersihkan dari kuman bakteri.


“Arghhh.” teriak Byanca karena merasakan perih saat dokter itu mulai membersihkan luka robek nya.


Byanca mengepalkan tangan nya, berusaha meredam rasa sakit yang kurasakan.


“Sebentar lagi akan selesai,” ucap Brisiana, ia merasakan ngilu karena harus menyaksikan dokter pribadi keluarga ini membersihkan luka Byanca.


Dokter itu memberikan obat antiseptik di luka Byanca sebelum menutup nya menggunakan kain kasa steril dan merekatkan nya dengan plester. Luka robek di telapak kaki Byanca harus ditutupi menggunakan kasa steril agar menghindari kuman dan bakteri masuk.


“Sudah selesai.” Ucap dokter itu, dengan melepaskan sarung tangan nya. Sedangkan suster yang menjadi asisten dokter itu sedang membersihkan peralatan setelah digunakan.


“Luka mu sudah selesai di obati.” Brisiana memberitahu Byanca.


Byanca dapat merasakan ada sesuatu yang melekat di telapak kaki nya. Rasa sakit dan perih nya juga tidak separah tadi, ia kini bisa sedikit bernafas lega dokter itu telah menyelesaikan tugas nya.


“Terimakasih,” ujar Byanca pada dokter itu, ia berusaha menampilkan senyuman nya. Meski ia sedang tidak terlihat baik baik saja. Byanca kini bisa bernafas lega meski ia nanti harus berjalan dengan bertumpu satu kaki nya saja.


“Nona Byanca tidak boleh terlalu banyak bergerak lebih dahulu, agar mempercepat proses penyembuhan luka nya. Jika banyak melakukan aktivitas, luka itu akan lama untuk mengering.” Dokter itu menjelaskan apa yang harus dihindari oleh Byanca.


“Terima kasih Hellen kau sudah datang kemari, dan mengobati luka Byanca.” Brisiana memeluk dokter perempuan itu, berterimakasih karena sudah mengobati luka Byanca. Dokter pribadi yang sekaligus teman lama Brisiana.


“Sudah menjadi tugasku. Jangan biarkan ia terlalu banyak bergerak,” Ucap Hellen, sudah lama mereka tidak bertemu secara pribadi.


“Ia bisa menggunakan kruk untuk membantu nya berjalan, supaya kaki nya tidak memberikan beban yang banyak pada luka di telapak kaki nya, jika ia memaksa untuk berjalan menggunakan kedua kaki nya, akan terjadi pendarahan lagi.” Dokter itu menyuruh Byanca agar menggunakan kruk atau alat bantu yang bisa menopang berat badan nya.


Mereka berjalan menuju keluar pintu kamar meninggalkan Byanca yang sedang menatap langit langit kamar ini.


“Apa Adelard juga terluka, apa yang terjadi pada dia?” Hellen pikir tugas nya sudah selesai, ternyata ia masih harus mengobati Adelard. Sudah lama ia tidak bertemu dengan Adelard Keith. Hellen tahu hubungan antara Adelard dan wanita yang baru saja ia obati luka nya.


“Hanya luka bekas pukulan di wajah nya, kau akan tahu setelah ini,” jawab Brisiana dengan tersenyum. Ia tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, karena ini adalah masalah Adelard dan Byanca, Brisiana tidak berhak mengumbar masalah yang terjadi di antara mereka.


“Antar ke kamar yang ditempati Cetta,” perintah Brisiana pada pelayan. Adelard berada di dalam kamar lain nya yang ada di kamar ini, Bella sudah berusaha mengobati luka Adelard menggunakan kompresan air es, namun Brisiana ingin Hellen melihat bagaimana kondisi Adelard.


“Baik Nyonya.” Pelayan itu mengangguk mengerti perintah yang diucapkan Brisiana.


“Maaf Hellen, aku tidak bisa mengantarmu. Aku harus menemani Byanca di dalam.” Brisiana mengusap lengan Hellen karena tidak bisa menemani nya.


“Tidak perlu meminta maaf, semoga keadaan kekasih Adelard lekas membaik,” ucap Hellen memberikan senyum manis nya.


Pelayan itu membimbing Hellen menuju kamar yang sedang di huni oleh Adelard. Sedangkan Brisiana kembali memasuki kamar untuk menemani Byanca.


Saat Brisiana kembali memasuki kamar ia melihat jika Byanca sudah tertidur dengan posisi miring. Wajah Byanca terlihat lelah dan seperti sedang memikirkan sesuatu, kening nya berkerut yang menandakan jika Byanca memang sedang memikirkan suatu hal.


“Kau beristirahat sayang,” ucap Brisiana dengan menarik selimut untuk menutupi tubuh Byanca agar tidak kedinginan.


Karena Byanca sedang tertidur, Brisiana memutuskan untuk meninggalkan kamar ini dan bergantian untuk melihat keadaan Adelard saat ini.


Byanca membuka mata saat Brisiana meninggalkan diri nya di kamar ini sendiri. Byanca memang berpura pura memejamkan mata nya agar Brisiana pergi dari kamar ini. Byanca ingin menenangkan diri di kamar ini seorang diri. Byanca ingin pergi dari sini tapi ia menunggu ketika kakinya membaik, Byanca ingin menceritakan hubungan palsunya dengan Adelard. Tapi, Byanca tidak tega. Ini adalah kebohongannya dan Byanca akan pergi menghilang tanpa jejak. Byanca harus merelakan Adelard dengan wanita itu.


“Arghhh.” Byanca merasakan sakit saat ia berusaha menjejakkan kakinya di atas lantai, ia berusaha mengambil kruk yang disediakan di samping ranjang nya. Byanca menopang tubuh nya menggunakan sepasang kruk itu untuk membantu berjalan ke arah pintu kamar. Byanca ingin mengurung diri di kamar ini, ia akan mengunci pintu kamar agar tidak ada seorangpun yang bisa mengganggu nya, termasuk Adelard. Byanca tidak ingin bertemu dengan Adelard. Hati nya akan terasa sakit jika melihat wajah Adelard. Pokoknya hingga luka Byanca sembuh.


Byanca telah berhasil mengunci kamar ini. Ia kembali ke arah ranjang, Byanca ingin mengistirahatkan dirinya sejenak. Ia perlu tidur, agar pikiran nya sedikit menjadi tenang.


Byanca sudah memantapkan hatinya, ia akan pergi. Toh, bukankah Adelard sudah memiliki wanita lain, dan yang pasti wanita itu pasti sangat dicintai oleh Adelard.


Sedangkan di kamar lain, Adelard baru saja selesai diobati. Lukanya tidak parah, tapi kesalahannya sungguh besar. Ia ingin menghilangkan kesalahpahaman pada Byanca. Adelard berencana akan menjelaskan semuanya, dan juga Adelard tidak sama sekali berpikir untuk membuang Byanca.


Mengapa wanita itu terus saja mengatakannya akan membuangnya, itu sangat konyol. Adelard tidak akan membuang Byanca. Tidak akan pernah, demi Tuhan yang menciptakan dunia.