Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 29 : Pertunangan Stella dan Bryan



Hari ini adalah paling bahagia untuk Bryan dan Stella, karena hari ini mereka meresmikan pertunangan mereka. Pesta yang diadakan sangat mewah, dan dihadiri banyak sekali kolega bisnis dari keluarga Bryan maupun keluarga Stella.


Adelard dan Byanca kini tengah berada di dalam limousine mewah, menuju tempat acara pertunangan Bryan dan Stella berlangsung. Seperti biasa Byanca sangat cantik mengenakan long dress berwarna merah darah, memperlihatkan lekuk tubuh nya yang ramping, serta memperlihatkan lengan dan punggung mulus nya. Sedangkan Adelard, pria itu sangat tampan dan gagah mengenakan tuxedo berwarna hitam dipadukan kemeja berwarna putih serta dasi kupu kupu di lehernya.


Adelard menggenggam erat tangan Byanca, keluar dari limousine yang mereka tumpangi. Kilatan blitz kamera menyerbu Adelard dan Byanca begitu mereka keluar dari limousine mewah nya. Dengan cepat para bodyguard, melindungi tubuh Adelard dan Byanca dari semua paparazzi yang berusaha menyerbu mengambil gambar mereka.


Rambut panjang Byanca yang tergerai bergerak dengan sangat anggun, seirama dengan langkah Byanca.


“Aku tidak menyangka jika acara pertunangan Bryan dan Stella banyak sekali wartawan.” Byanca berkata ketika memasuki lift menuju ballroom yang menjadi tempat acara.


“Karena Bryan salah satu billionaire muda yang terkenal By, namun ia masih di bawahku. Wajar jika banyak wartawan di depan gedung.” Adelard memberi penjelasan pada Byanca.


“Kau memuji Bryan atau dirimu sendiri Cetta,” balas Byanca dengan sedikit jengah, Adelard hanya terkekeh mendengar ucapan Byanca.


“Berhenti menciumku Cetta,” Protes Byanca, karena entah sudah berapa kali Adelard mencium nya. Bisa bisa lipstik yang ada di bibir Byanca memudar.


“Kau tidak berhak mengaturku sayang,” jawab Adelard enteng.


“Terserah,” jawab Byanca tidak ingin berdebat dengan Adelard.


Ting!


Lift yang dinaiki oleh Adelard dan Byanca kini sudah sampai di lantai yang akan digunakan untuk acara pertunangan Bryan dan Stella, sudah banyak tamu undangan yang hadir.


Langkah kaki Adelard dan Byanca berjalan memasuki ballroom yang didominasi warna putih dan emas, terlihat sangat elegan serta mewah.


Byanca merasa banyak pasang mata yang melihat ke arah diri nya dan Adelard, oh god Byanca tidak suka menjadi pusat perhatian.


Adelard yang menyadari jika semua tamu memperhatikan wanita nya, dengan posesif nya Adelard merapatkan pelukan tangan nya di pinggang Byanca, membuat badan Byanca menempel dengan badan Adelard.


“Karena malam ini kau terlihat sangat cantik, dan aku sangat tampan jadi wajar saja mereka


Bryan dan Stella kini sudah resmi bertunangan, satu langkah lagi mereka akan ke tahap yang sangat serius yaitu sebuah pernikahan, sebuah hubungan yang akan mengikat satu sama yang lain.


Byanca merasa puas karena gaun yang dirancang untuk Stella sangat cocok untuknya, Stella menjadi lebih cantik dengan gaun itu. Ah, Byanca jadi tidak sabar merancang gaun pernikahan untuk Stella nantinya.


“Stella, selamat atas pertunanganmu dan Bryan, aku sangat bahagia.” Byanca memeluk Stella dengan sangat erat, bahkan Byanca sampai meneteskan air mata bahagia nya, Stella sahabatnya kini resmi menjadi tunangan dari seorang billionaire tampan Bryan Jordan.


“Terimakasih By” Stella mengurai pelukan nya dengan Byanca, tangannya terulur untuk menghapus air mata yang jatuh di pipi nya, karena Byanca menangis Stella juga tidak bisa menahan tangis nya.


“Omong-omong dimana Lia?” tanya Stella menanyakan Angel.


“Aku disini,” ujar Angel berjalan mendekat.


“Selamat atas pertunangan kalian, aku sungguh bahagia atas kalian,” ujar Angel senang, sama halnya dengan Byanca, Angel juga menangis bahagia. Mereka merasa bahagia atas pertunangan Stella, walaupun mereka belum lama berteman tapi tetap saja mereka sudah menjadi sangat dekat.


“Sebentar lagi acara dansa akan segera dimulai, lalu dimana Adelard, aku tidak melihat nya,” ucap Stella yang tidak menemukan Adelard di samping Byanca.


“Benar, dimana Cetta. Biasa nya dia akan selalu berada disampingmu, memelukmu dengan sangat posesif,” tambah Bryan yang tidak menemukan kehadiran Adelard.


“Cetta sedang berbicara dengan Mark, disana.” tunjuk Byanca ke arah Adelard dan Mark, kepala Bryan dan Stella refleks mengikuti arah tangan Byanca.


“Seperti biasa, mereka sepertinya sedang mendapatkan cela untuk membahas pekerjaan,” ujar Angel membuat Byanca menganggukan kepalanya.


Byanca bisa melihat Adelard sudah selesai berbicara dengan Mark, Adelard berjalan ke arah nya dengan tatapan dingin nya, aura Adelard sangat berbeda begitu mengintimidasi orang yang berada di sekitar nya.


“Selamat atas pertunangan kalian,” ucap Adelard kepada Bryan dan Stella, tangan Adelard dengan sigap memeluk pinggang ramping Byanca, Byanca hanya bisa diam, ia tidak ingin berkomentar apapun.


“Terimakasih Adelard,” balas Stella.


Sudah waktunya berdansa, Adelard mengulurkan tangannya untuk menyambut tangannya agar mereka bisa berdansa. Satu tangan Adelard menggenggam tangan Byanca satu tangannya lagi ia gunakan untuk memeluk pinggang ramping Byanca.


“Ini dansa pertama kali untuk kita,” bisik Adelard ditelinga Byanca.


Mereka berdansa mengikuti alunan musik, ruangan jadi penuh karena banyak pasangan yang ikut berdansa. Tentu saja hari ini Bryan dan Stella yang menjadi pemeran utamanya.


Setelah pesta pertunangan Bryan selesai, Byanca dan Adelard pulang. Walaupun sudah hampir tengah malam, namun para wartawan tidak juga kunjung berkurang. Besok Byanca pasti akan melihat wajahnya di koran atau televisi, semenjak ia menjadi tunangan Adelard wajahnya sudah berada dimana-mana. Apalagi sekarang ia menghadiri pertunangan Bryan salah satu teman Adelard yang termasuk pria golongan kaya raya.


Angel sudah pulang duluan setelah pesta dansa, Mark mendapat pekerjaan baru dari Adelard. Mau tidak mau ia harus segera mengantar Angel pulang dan melanjutkan pekerjaannya.


Byanca tertidur didalam mobil membuat Adelard menyenderkan kepala Byanca pada dada bidangnya.


Tidak lama kemudian mereka sampai di mansion, Adelard menggendong Byanca dan meletakan Byanca dengan pelan ke atas ranjang.


“Kita sudah sampai?” tanya Byanca ketika menyadari tubuhnya sudah berada di kasur yang empuk.


“Hm, lanjutkan tidurmu sayang,” ujar Adelard mengganti pakaian Byanca menggunakan dress tidur. Adelard juga membersihkan make up Byanca dengan telaten.


Adelard melakukannya dengan suka rela karena ia tidak mau membuat Byanca terganggu dalam tidurnya.


Setelah membersihkan make up dan mengganti pakaian Byanca, Adelard masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Adelard sudah menggunakan setelan tidurnya, ia mengambil posisi di samping Byanca. Adelard tidur dengan memeluk Byanca.


“Selamat tidur sayang,” bisik Adelard lalu mencium kening Byanca sayang.


Tidak butuh waktu lama Adelard menyusul Byanca ke dalam alam mimpi.