
Adelard berada tepat di depan pintu kamar Byanca. Tetapi saat tangan nya mencoba untuk menggerakkan gagang pintu dan mendorong pintu ini, pintu nya tidak ingin terbuka.
“Ah sial,” umpat Adelard. Ia tahu jika Byanca mengunci nya dari dalam. Dan ia sekarang paham jika Byanca tadi hanya berpura pura tidur agar mommy nya keluar dari kamar ini dan membiarkan Byanca beristirahat.
Adelard menatap nanar pintu yang ada di hadapan nya ini. Jika sudah seperti ini, tanda nya Byanca benar benar tidak ingin diganggu. Adelard belajar dari pengalaman, ia tidak ingin gegabah dalam bertindak lagi. Namun Adelard memiliki cara lain.
Tok! Tok!
“By,” ucap Adelard, ia mengetuk pintu di hadapan nya. Siapa tahu dengan cara seperti ini, Byanca ingin membuka pintu kamar ini.
“Ku mohon buka pintu nya sayang.” Jika berurusan dengan Byanca, Adelard seakan melupakan harga diri nya. Billionaire muda nan tampan ini seakan melupakan jati dirinya yang dingin, berkuasa dan tak terbantahkan. Hanya seorang Byanca Princessa lah yang bisa membuat seorang Adelard Cetta Maxwel merasa bersalah dan bertekuk lutut pada wanita itu.
Byanca yang hanya berdiam diri sembari memandangi pemandangan yang ada di luar mansion. Ia mengabaikan suara yang berada di luar kamar ini, suara ketukan pintu yang membuat Byanca kembali ingin meneteskan air mata nya. Byanca menyandarkan tubuhnya pada sisi sofa, ia menggunakan bantal sofa di belakang tubuh nya agar semakin nyaman. Tatapan Byanca memang menatap ke depan, namun tatapan Byanca kosong. Ia tidak melihat keindahan yang disuguhkan di luar mansion ini. Byanca sibuk dengan pikirannya sendiri
Tok! Tok!
“Sayang, kau pasti mendengarku di dalam sana.” Adelard terus mencoba memanggil manggil Byanca, berharap jika kekasih nya membuka pintu kamar ini. Tangan Adelard bersandar pada dinding samping pintu kamar ini, tangan nya terlihat terkepal sangat kuat hingga memperlihatkan urat urat tangan nya yang menonjol. Mata Adelard melihat ke bawah saat menyadari ada sesuatu yang keluar dari bawah pintu ini. Ternyata sebuah kertas putih, yang Byanca sengaja kirim untuk Adelard. Adelard mengambil kertas itu lalu membalikkan nya hingga ia dapat membaca isi pesan dari kertas. Kertas putih yang diatasnya terdapat tulisan tinta berwarna hitam.
“Jangan ganggu aku. Pergilah bersama wanita yang kau cintai. Tunggulah, aku akan pergi sendiri sebelum kau membuangku.” Tulis Byanca di atas kertas itu.
“Brengsek.” Adelard meremas kertas itu hingga membuat nya menjadi tak berbentuk. Emosi nya kembali meluap luap, namun Adelard harus bisa menahan nya. Jika ia hilang kendali lagi, maka masalah nya dengan Byanca akan semakin menjadi panjang.
“Arghh sial.” Adelard memukul tembok dengan tangan kosong, melampiaskan amarah yang kembali muncul. Pertengkaran yang terjadi hanya karena ada kesalahpahaman di antara mereka.
Adelard tidak tahu harus bagaimana, ia tidak mungkin menerobos ke kamar ini. Meski ia dapat membuka pintu kamar ini dengan mudah. Namun Adelard tidak ingin melakukan itu. Ia ingin Byanca sendiri yang membuka pintu ini. Adelard sedang berpikir apa yang harus ia lakukan
Brisiana berjalan menuju kamar yang dihuni oleh Byanca, ia belum tahu jika Byanca mengunci dirinya di dalam kamar.
“By, ini mommy.” Brisiana mencoba membuka pintu kamar ini, namun ternyata pintu ini terkunci dari dalam.
“Mommy harap kalian bisa segera menyelesaikan masalah kalian,” ucap Brisiana, ia kemudian pergi melangkahkan kaki nya untuk mencari Maxwel, suami tercinta nya.
Sedangkan seseorang yang berada di dalam kamar tetap merenung menatap keluar jendela kaca kamar. Byanca tadi berusaha mencari cara agar Adelard berhenti mengetuk pintu dan memanggil manggil nama nya, Byanca berinisiatif mencari sebuah kertas dan menuliskan kalimat agar Adelard tidak mengganggu nya.
Pergilah bersama wanita yang kau cintai. Sungguh demi apapun yang ada di dunia ini, Byanca tidak rela jika Adelard benar benar memilih wanita itu dibandingkan dirinya. Byanca tidak ingin Adelard bersama wanita lain. Selama ini semua hanya khayalan nya saja saat ia menemukan Adelard menyimpan foto wanita lain.
Dengan bantuan kruk, Byanca berjalan menuju pintu dan menyelipkan kertas itu di bawah sela sela pintu.
“Aku mencintaimu terlalu dalam Adelard, hingga tidak menyadari sesuatu yang menyakitkan menghampiri diriku.” Gumam Byanca, mata nya panas karena menahan air mata. Entah sudah berapa banyak air mata yang ia keluarkan pada hari ini.
Byanca terbuai dengan sifat manis Adelard, pria itu menjadikan Byanca seperti seorang ratu. Byanca hanya terbawa perasaan saja. Dengan sekuat tenaga Byanca menahan agar air matanya tidak jatuh.
Adelard kini berada di ruang kerja nya, pikiran nya sangat kacau dan penampilan yang berantakan. Wajah tampan nya kini terdapat luka lebam, namun itu semua tidak menutupi ketampanan seorang Adelard.
“Sialan,”umpat Adelard dengan memandangi wajah nya di depan cermin yang ada di dalam ruang kerja nya.
Adelard sedang memikirkan cara bagaimana ia bisa bertemu dengan Byanca, dan menjelaskan ini semua, meski ia harus menunggu amarah Byanca mereda. Adelard sangat menyesali perbuatan nya, ia menyakiti Byanca, dan Adelard juga telah membuat Byanca menangis serta terluka. Adelard mengingkari janji nya sendiri, ia berjanji akan menjaga dan tidak akan membuat Byanca menangis. Namun kini justru Adelard sendiri yang membuat Byanca menangis dan menyakiti perasaan nya.
“Maafkan aku By, aku sangat marah saat melihat foto itu, aku marah bukan karena kau menemukan foto itu dan mengira jika aku mencintai wanita lain.”
“Maafkan aku karena telah membuat mu menangis. Maafkan aku sayang,” racau Adelard tidak jelas, ia kembali meminum minuman keras yang ada di meja kerja nya. Pikiran nya seakan melayang memikirkan Byanca, Adelard takut jika harus kehilangan Byanca, ia tidak akan sanggup jika harus kehilangan wanita itu. Separuh hidup Adelard bergantung pada Byanca, dan Adelard sangat mencintai Byanca.
Mengapa kata-kata ‘membuang’ terus saja berkeliaran di kepala Adelard, apa Byanca tahu perasaan Adelard yang sesungguhnya.
Bisa dipastikan bahwa Adelard sangat mencintai Byanca, bahkan Adelard rela menyerahkan nyawanya jika itu adalah permintaan Bryan.
Ini memang salahnya karena ia tidak pernah bilang jika ia mencintai Byanca, masalah ini timbul karena masa lalunya. Dan juga karena dirinya Byanca menjadi terluka, Adelard ingin segera minta maaf pada Byanca dan memulai hal baru bersama dirinya. Adelard juga ingin membuka lembaran baru dan menceritakan semuanya pada Byanca.