Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 49 : Aku mencintaimu



“Bagaimana, apa kau tidak kedinginan lagi?” Adelard mengangkat selimut sebatas dada Byanca.


“Tidak.” tawab Byanca dingin, namun ia berkata jujur bukan.


“Lalu bagaimana kepalamu, apa masih terasa pusing?”


“Ya masih.” Byanca tetap menjawab nya dengan dingin dan tidak menatap Adelard sekali, ia justru menatap interior design kamar ini.


“Kau harus beristirahat lagi,” ucap Adelard, ia tidak memikirkan jawaban dingin yang diberikan Byanca kepada nya.


“Katakan padaku jika membutuhkan sesuatu.”


“Jangan seperti ini padaku, By.”


“Meski kau bersikap dingin kepadaku, aku akan terus berada disini untuk menjagamu,” ucap Adelard dengan tulus. Hati nya merasa sakit ketika melihat dan mendengar Byanca bersikap dingin kepada diri nya.


Byanca tersentuh dengan ucapan Adelard, apa Byanca sudah keterlaluan bersikap seperti itu kepada Adelard.


“Aku mengantuk,” ujar Byanca dengan membelakangi tubuh Adelard, meski awalnya ia merasa bersalah karena bersikap dingin pada Adelard, namun Byanca berusaha menjauhkan pikiran itu, menurutnya ia hanya bersikap sewajarnya saja, atau bahkan Byanca masih bisa dibilang terlalu baik kepada Adelard, meski Adelard sudah menyakiti perasaan nya. Namun Byanca masih bisa bersikap sewajarnya. Walaupun ia hanya berpura pura saja.


“Baiklah, kau harus banyak beristirahat.” Adelard mengecup puncak kepala Byanca, Adelard tahu jika Byanca hanya menghindari nya dan berkata mengantuk. Adelard harus bisa bersabar menghadapi sifat dingin Byanca saat ini.


Awalnya Byanca memang berbohong saat berkata mengantuk, ia hanya menghindari Adelard. Namun tanpa disangka Byanca benar benar tertidur. Samar samar Byanca mendengar seseorang yang tengah melalui telepon, Byanca sangat hafal dengan suara itu.


“Sudah ku katakan, jika aku tidak bisa menghadiri meeting itu.”


“Keadaan wanita ku lebih penting daripada menghadiri meeting itu.” Mendengar Adelard mengatakan hal itu, membuat perasaan Byanca menghangat, hingga melupakan sejenak perasaan nya yang terluka karena Adelard.


“Oh ****,” umpat Adelard ketika ia mematikan panggilan telepon itu.


Seketaris nya Ana mengatakan jika Adelard wajib hadir meeting. Dan itu membuat Adelard marah karena ia tidak mungkin meninggalkan Byanca yang sedang sakit.


*


Keadaan Byanca sudah lebih baik, kepala nya sudah tidak terlalu pusing, dan Byanca tadi juga sudah membersihkan badan nya. Kini ia sedang berada di cermin menyisir rambut panjang nya.


Byanca menatap pantulan dirinya di depan cermin, kantung mata nya terlihat sangat jelas dan sedikit menghitam, bibir Bianca juga masih terlihat pucat karena ia belum mengoleskan apapun di wajah cantik nya. Tentu saja Byanca bisa melakukan ini semua karena bantuan dari Adelard, namun Adelard hanya membantu nya berjalan saja, pria itu tadi ingin membantu Byanca untuk membersihkan badan nya, namun dengan cepat Byanca menolak tawaran Adelard. Byanca masih belum bisa memaafkan Adelard begitu saja, hati nya masih terlalu sakit untuk memaafkan Adelard begitu saja. Byanca masih menolak ketika Adelard menawarkan bantuan nya, meski begitu Adelard tak pernah berhenti berusaha untuk mendapat permintaan maaf dari Byanca.


“Sayang, apa kau belum selesai?,” tiba tiba saja Adelard masuk mendekati Byanca, refleks Byanca menghentikan kegiatan nya, ia menatap Adelard dengan dingin enggan menjawab pertanyaan dari Adelard.


Kesabaran Adelard benar benar diuji, Byanca terus bersikap dingin kepada nya, bukan hanya sikap nya saja, namun tatapan Byanca pun juga dingin terhadap Adelard, tatapan yang sangat Adelard benci, namun ia tidak bisa marah begitu saja, ini adalah akibat dari perbuatan nya sendiri.


“Aku hanya bersikap semesti nya, lagi pula kau nantinya akan membuatku bukan,” ucap Byanca dengan tersenyum remeh, hal yang tidak pernah ia lakukan terhadap Adelard sebelum nya.


“Aku memang mencintaimu, tapi aku tidak bodoh dengan membiarkan diriku terluka karenamu, Cetta,” jawab Byanca dengan menohok, ia sudah tidak perduli lagi bagaimana respon Adelard setelah ini. Byanca hanya membicarakan apa yang ia rasakan saat ini. Adelard berhenti sejenak, ia baru pertama kalinya mendengar Byanca mengatakan dia mencintainya. Jadi perasaannya juga tidak bertepuk sebelah tangan.


“Apa maksud mu sayang.” Bukan nya merasa tersinggung oleh sikap dan perkataan Byanca, Adelard justru merasa tersanjung, karena Byanca berkata jika sangat mencintai dirinya.


“Kau bahkan tidak memiliki rasa bersalah sedikitpun.” Balas Byanca dengan ketus, entah mengapa Byanca sangat muak melihat Adelard saat ini. Muak karena pria itu terus memasang topeng kebohongan di wajah nya.


“Aku tidak mencintai wanita itu dan aku tidak akan membuangmu.”


“Jangan bohong biarkan aku pergi dari kehidupanmu.”


Dengan berat hati Byanca mengatakan kalimat yang sangat menyakiti dirinya, ia memberanikan diri untuk menatap Adelard di dalam cermin, seketika ia melihat perubahan wajah Adelard yang menjadi menyeramkan, tatapan nya berubah menjadi tajam dan dingin menatap Byanca.


“Jaga ucapanmu By, sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan mu pergi dari kehidupan ku.”


“Aku tidak akan pernah melepasmu dari kehidupan ku,” ucap Adelard menatap Byanca dengan tatapan dingin serta tatapan tajam nya, aura di ruangan ini seketika berubah begitu saja, membuat bulu kuduk Byanca berdiri serta suhu yang bertambah dingin, entah karena memang suhu yang bertambah dingin atau karena Byanca merasa ketakutan dengan Adelard.


Byanca menelan ludah nya dengan susah payah, Adelard terlihat seperti seorang malaikat berhati dingin.


“Aku mencintaimu By, aku tidak akan pernah melepaskan orang yang aku cintai begitu saja apalagi membuangmu,” ucap Adelard lagi, ia tidak melepas pandangan nya sedikit pun dari Byanca yang tengah diam mematung menatap nya.


“Omong kosong, semua yang kau ucapkan hanyalah omong kosong.”


“Bagaimana bisa kau mencintai dua orang wanita sekaligus.”


“Kau hebat Cetta, menyembunyikan ini semua, tapi sekarang aku sudah tau semuanya.” Byanca seperti orang bodoh yang tidak mengetahui hal ini sama sekali, bahkan Byanca tidak merasa curiga kepada Adelard.


“Tutup mulut mu By.” Emosi Adelard mulai terpancing, ia tidak tahan mendengar ucapan Byanca yang menuduhnya seakan akan Adelard memang berselingkuh.


“Biarkan aku menjelaskannya padamu, apa yang sebenarnya terjadi.” Adelard memutar tubuh Byanca agar menghadap ke arah nya. Meski Adelard mulai terpancing emosi nya, namun Adelard tetap berusaha untuk menahan nya.


“Apa?”


“Kau akan menjelaskan padaku, hubungan mu dengan wanita yang ada di dalam foto itu?”


“Kau brengsek Cetta.”


Belum menjelaskan apapun pada Byanca, namun wanita itu kembali menuduh Adelard dengan pikiran negatif nya. Byanca kembali menjatuhkan air mata nya, ia tidak akan sanggup mendengar Adelard yang akan menjelaskan hubungan nya dengan wanita itu, baru membayangkannya saja sudah membuat hati Byanca semakin terasa sakit.