
Byanca tersenyum bahagia ketika mendengar Angel menceritakan bagaimana ia mengungkapkan rasa pada Mark dan juga bagaimana ia menceritakan Mark juga mencintainya balik.
“By, terima kasih karena berkat dirimu aku jadi memiliki keberanian untuk menyatakan perasaan pada kak Mark,” ujar Angel memeluk Byanca.
“Kalau saja aku tidak mengatakan cinta terlebih dahulu, aku tidak akan mengetahui perasaan kak Mark, pokoknya ini berkatmu.” Angel melepaskan pelukannya lalu tersenyum lebar membuat Byanca ikut tersenyum.
“Aku selalu mendukungmu, apapun yang akan kau lakukan. Dan aku mendoakan yang terbaik untukmu dan Mark,” ujar Byanca tulus.
“Kau dan Kak Cetta juga, aku mendoakan kebahagian untuk kalian.”
Setelah menceritakan semuanya Angel pergi ke kampus karena hari ini ia memiliki jam belajar, biasanya hari Angel sangat berat karena harus bertemu dengan banyak manusia di kampus, namun sekarang tidak terlalu. Apalagi ia akan segera bertemu dengan Mark, baru satu hari berkencan sudah membuat Angel bucin setengah mati.
Byanca memiliki waktu santai karena ia akan pergi ke butik pukul 10 nanti, waktunya bermalas-malasan dimulai.
“Cetta, kau tidak bekerja?” tanya Byanca membangunkan Adelard yang masih terbaring ditempat tidur, Adelard menarik Byanca kedalam pelukannya.
“Peluk,” minta Adelard membuat Byanca langsung memeluk Adelard.
“Panas sekali,” ujar Byanca memeriksa suhu badan Adelard, sepertinya Adelard deman.
“Akan ku panggilkan Dokter.” Byanca hendak bangun dari tempat tidur namun ditahan oleh Adelard.
“Sebentar lagi,” pinta Adelard membuat Byanca tidak bisa bangun dari tidurnya.
Byanca dengan susah payah membunyikan lonceng untuk memanggil pelayan.
“Sarah, tolong panggilkan Paman Sam. Cetta demam,” ujar Byanca membuat Sarah langsung keluar dan memanggil Dokter pribadi yang memang tinggal di mansion.
Tidak lama kemudian Dokter datang membuat Byanca bangun dari tempat tidur dan membiarkan Adelard di periksa oleh Dokter.
“Bagaimana keadaan Cetta, Dok?” tanya Byanca cemas. Byanca baru kali ini melihat Adelard terkena demam.
“Tuan hanya demam biasa, Tuan terkena demam karena Tuan tidak beristirahat dan makan dengan teratur,” jelas Dokter membuat Byanca langsung mendekati Adelard. Bagaimana bisa pria ini makan tidak teratur, belakangan ini memang Byanca jarang makan bersama Adelard karena mereka sama-sama sibuk tapi Byanca masih tidak menyangka kalau Adelard akan mengabaikan makannya.
“Obat Tuan akan segera saya kirimkan,” ujar Dokter
“Sarah, tolong siapkan sarapan untuk Cetta. Dan segera ambil obat Cetta.”
“Baik Nona.”
“Sayang, dingin,” ujar Adelard lemah membuat Byanca kembali memeluk Adelard agar rasa dinginnya berkurang tidak lupa Byanca juga mematikan Ac kamar.
“Walaupun bekerja, tolong perhatikan kesehatanmu,” ujar Byanca mengelus wajah Adelard yang pucat. Adelard tidak mampu bicara, lidahnya keluh dan kepalanya sangat pusing.
Tidak lama kemudian Sarah masuk membawa bubur dan juga obat untuk Adelard,
“Terima kasih Sarah.”
“Sama-sama Nona, saya permisi.”
Byanca membantu Adelard untuk duduk bersender di ranjang, kemudian dengan telaten Byanca menyuapi Adelard bubur hingga habis.
“Sekarang buka mulutmu sayang, minum obatmu,” ujar Byanca memberikan obat dan minum pada Adelard.
Setelah memastikan Adelard meminum obatnya, Byanca kembali membantu Adelard untuk berbaring di kasur.
“Jangan pergi,” ujar Adelard pelan sambil memegang tangan Byanca.
“Aku tidak kemana-mana,” jawab Byanca lalu meletakan mangkuk dan gelas diatas meja.
Byanca mengompres kepala Adelard, tadi Sarah membawakan air kompresan untuk Adelard.
Byanca menunggu Adelard, ia bahkan tidak jadi ke butik. Dengan telaten Byanca mengganti kompres Adelard yang mengering karena badan Adelard begitu panas.
“Iya, aku disini,” jawab Byanca sambil memegang tangan Adelard.
“Temani aku tidur,” pinta Adelard membuat Byanca langsung berbaring dan memeluk Adelard.
Tidak terasa hari sudah malam dan demam Adelard berangsur membaik, Adelard tersenyum ketika mendapati Byanca tidur sambil memeluknya.
Adelard melihat air bekas kompresnya, Byanca dari pagi hingga sekarang merawatnya dengan baik. Byanca makan dikamar demi untuk tidak meninggalkanya barang sedetikpun.
*
Sementara itu di lain tempat, Lucas tidak bertemu lagi dengan Byanca. Sudah hampir satu minggu ia pindah ke apartemen yang sama dengan Byanca dan selama seminggu pula ia tidak menemukan Byanca.
Bagaimana Lucas bisa tahu apartemen Byanca, tepatnya ia mencari tahu. Setelah ia tahu Byanca tinggal di apartemen ini, hari itu juga Lucas pindah. Apartemen mereka bahkan bersebelahan.
Lucas bahkan sering mengecek cctv di ruang keamanan, tapi Byanca sepertinya tidak kembali.
Sialan!
Umpat Lucas kesal, ia mendapat laporan dari mata-mata yang ia kirimkan untuk mencari keberadaan Byanca. Dan Lucas marah karena mengetahui Byanca sekarang tinggal di mansion milik Adelard.
Lucas sengaja pindah ke kawasan apartemen ini karena ingin bertemu Byanca, namun ternyata Byancanya tidak tinggal disini lagi.
Lucas harus mencari cara agar ia bisa bertemu dan mengobrol dengan Byanca, mereka sudah berteman sejak kecil jadi wajar saja jika Lucas ingin bertemu Byanca setelah sekian lama.
Byanca adalah teman pertama Lucas, karena dulu rumah mereka berdekatan jadi mereka sering bermain bersama hingga menjadi teman. Namun Lucas harus pindah ke Korea dan pergi meninggalkan Byanca. Lucas pikir ia tidak akan lagi bertemu Byanca, namun takdir berkata lain. Lucas menemukan Byanca secara tidak sengaja ketika keponakannya hampir tertabrak oleh Byanca.
*
Pagi harinya demam Adelard sembuh, syukurlah Adelard tidak demam lebih lama.
“Bagaimana perasaanmu?” tanya Byanca sambil memegang kepala Adelard, mengecek suhu badan Adelard.
“Aku sudah sembuh, sayang.”
“Katakan tubuh ini milik siapa?” tanya Byanca membuat Adelard bingung sesaat.
“Milikmu.”
“Jangan sampai sakit, kau boleh bekerja hingga tidak kenal waktu tapi aku mohon istirahat sebentar lalu makan dengan teratur. Kau boleh bersantai sejenak, kau bukan robot yang bekerja tanpa kata lelah,” ujar Byanca sambil mengelus wajah Adelard yang sudah tidak begitu pucat lagi.
“Baiklah, aku akan memarahimu.”
“Janji.”
“Aku janji sayang.”
“Sekarang, ayo mandi. Aku akan membantumu,” ujar Byanca membuat Adelard mengangguk senang. Dimandikan oleh Byanca mana mungkin ia bisa menolak.
Setelah membantu Adelard mandi, mereka sarapan bersama. Mereka hanya sarapan berdua karena sepertinya Angel sudah berangkat ke kampus.
“Sekarang, minum vitaminmu,” ujar Byanca memberikan vitamin pada Adelard setelah mereka selesai sarapan.
“Terima kasih sayang.”
“Hari ini kau masih belum boleh bekerja,” ujar Byanca melarang Adelard kembali bekerja karena kesehatan Adelard belum begitu pulih.
“Baiklah sayang.”
Semua pekerjaan Adelard dikerjakan oleh Mark, pria itu sekarang sedang kesulitan karena pekerjaan Adelard tidak ada habisnya. Mark bahkan merelakan waktu kencan nya dengan Angel karena pekerjaan ini. Untung saja Angel mengerti, ah mengingat Angel wanitanya itu memang sangat pengertian. Hanya Tuan nya yang kejam inilah yang tidak pengertian sama sekali, kali ini Mark maafkan karena Adelard sedang sakit.