
“Kau tahu, aku sangat ingin memiliki seorang anak By, dan kau juga tahu jika aku sangat mencintaimu.” Ucap Adelard menyakinkan Byanca.
Byanca yang medengar perkataan Adelard mendadak mata nya berair, ia tersentuh dengan ucapan tulus Adelard.
“Hikss.” Tangis Byanca akhirnya pecah begitu saja, perasaan Byanca hari ini benar benar sensitif.
“Kau tidak perlu menangis sayang.” Adelard lalu mendekap Byanca ke dalam pelukan nya.
“Apa kau ingin pergi ke rumah sakit untuk memastikan nya?” Tanya Adelard, Byanca hanya menjawab dengan anggukan saja.
Adelard kemudian menyentuh perut datar Byanca dan mendekatkan wajahnya di depan nya.
“Semoga kau benar benar ada disini.” Ucap Adelard lalu mencium perut Byanca, Byanca yang di perlakukan seperti ini, ia merasa senang dan terharu melihat Adelard bersikap ini kepada nya. Byanca juga mengusap rambut Adelard pelan, kemudian mereka berciuman sebentar sebelum berangkat ke rumah sakit.
Mereka kini telah berada di sebuah rumah sakit. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan, sesekali Adelard mengecup hangat puncak kepala Byanca. Tentu saja di belakang mereka ada James yang selalu mengawasi mereka.
Lalu tangan Adelard terulur untuk membuka pintu sebuah ruangan, mempersilahkan Byanca agar masuk kemudian di susul oleh dirinya sendiri.
“Selamat datang Mr.Adelard Keith dan -.” Ucapan nya terputus saat tidak mengetahui siapa wanita yang berada di sisi Adelard.
“Byanca Maxwel.” Jawab Adelard yang mendapat tatapan terkejut dari Byanca, karena Adelard menyebut nya dengan Byanca Keith bukan Byanca Jungwirth, yang membuat Byanca senang ketika mendengar nya.
“Baiklah, selamat datang Mr.Adelard Maxwel dan juga Mrs.Byanca Maxwel.” Ucap dokter itu meskipun mereka belum menikah.
“Silahkan duduk.” Ucap dokter itu mempersilahkan mereka duduk di hadapan nya.
Mereka semua duduk dan menjelaskan apa yang telah terjadi hari ini, kemudian dokter itu menyuruh Byanca agar berbaring di atas ranjang rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
“Baik mari kita lihat.” Ucap dokter wanita setengah baya itu dengan membuka baju Byanca yang memperlihatkan perutnya.
Adelard tidak sabar ingin melihat benihnya yang selalu ia tanam di rahim Byanca selama ini, Adelard berdiri di samping Byanca dengan tangan yang menggenggam erat tangan Byanca, Adelard menatap Byanca seperti mengatakan “semua akan baik baik saja”, Byanca hanya tersenyum hangat.
Dokter itu mengoleskan gel ke perut Byanca lalu meratakan nya, dan mengambil sebuah alat yang di tempelkan ke perut rata Byanca.
“Lihatlah.” Ucap dokter itu menunjuk ke sebuah layar yang memperlihatkan seperti sebuah biji.
“Mengapa sebuah biji ada di dalam perut Byanca?” Tanya Adelard polos, geez.
“Itu adalah calon janin Mrs.Byanca, ia terlihat masih sebesar biji karena usia nya baru menginjak 4 minggu.” Jelas dokter itu.
“Oh god, benarkah aku tengah mengandung Cetta?” Tanya Byanca dengan perasaan yang tidak dapat di ucapkan.
“Akhirnya kau mengandung benih cintaku By.” Balas Adelard mengecup Byanca sayang. Adelard sangat bahagia melihat calon anaknya yang tumbuh di dalam rahim Byanca. Ia tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini.
*
Di pagi hari ini, Byanca kembali memuntahkan isi perutnya, gejala ini di sebut “morning sick”, yang di alami sebagian orang hamil. Setelah melakukan pemeriksaan kemarin dan menyatakan jika Byanca tengah mengandung 4 minggu, Adelard benar benar terlihat bahagia, ia tidak henti hentinya mengelus perut Byanca yang masih rata dan mengecupnya berkali kali, ia juga tak lupa memberi kabar kepada orangtua dan juga orangtua Byanca, para orangtua sangat bahagia dan antusias mendengar kabar kehamilan Byanca. Bahkan hari ini orangtua Adelard akan berkunjung ke penthouse mereka, katanya ingin melihat calon cucu mereka, oh god padahal usia kandungan Byanca masih 4 minggu, mereka terlalu antusias.
“Sudah selesai By?” Tanya Adelard ketika membantu Byanca, ia tidak tega melihat Byanca yang kembali memuntahkan isi perutnya.
“Hmm ya.” Jawab Byanca lemas.
“Kau hari ini tidak perlu berangkat ke kantor.” Ucap Adelard, Byanca hanya membalasnya dengan anggukan, ia tidak memiliki tenaga untuk adu mulut dengan Adelard, biasanya ia akan menolak dengan cepat jika Adelard menyuruhnya untuk berdiam diri penthouse.
“Jagoan daddy, jangan membuat mommy mu merasakan sakit sayang, apa kau tega membuat mommy mu terus saja muntah anak nakal.” Ucap Adelard di depan perut Byanca.
“Oh god apa yang kau lakukan Cetta.” Balas Byanca, namun ia merasa senang melihat Adelard berinteraksi dengan calon anak nya.
“Aku harus memberitahu nya By, agar tidak membuat mu muntah terus terusan.” Ucap Adelard, kembali menatap Byanca.
“Terimakasih daddy.” Ucap Byanca dengan kata “daddy”, yang membuat Adelard bahagia.
*
Hari ini Adelard tidak pergi ke kantor, ia masih ingin menemani Byanca. Orangtua nya juga belum datang, mungkin mereka akan datang di sore hari.
Adelard hanya menemani Byanca di atas ranjang, dengan tangan memegang iPad, sedangkan Byanca memeluk pinggang Adelard dari samping. Ia berkata tidak ingin berjauhan dari Adelard.
“Cetta, apa kau lebih mementingkan iPad itu di bandingkan diriku.” Teriak Byanca dengan tiba tiba, yang membuat Adelard menghentikkan kegiatan nya.
“Bukan kah tadi kau sudah mengizinkan ku sayang.” Ucap Adelard dengan memandangi wajah Byanca.
“Dasar tidak peka.” Balas Byanca memalingkan wajahnya lalu mengangkat selimut hingga menyelimuti seluruh badan nya.
“Baiklah, maafkan aku.” Adelard berusaha membujuk Byanca, dengan menurunkan selimut perlahan.
“Aku akan memaafkan mu jika kau berhenti memegang benda sialan itu.” Ucap Byanca menyalahkan benda tak berdosa itu.
“Baiklah, aku akan menyingkirkan benda sialan ini.” Adelard lalu meletakan iPad nya di atas meja.
“Kau adalah calon daddy yang sangat pengertian.” Ucap Byanca dengan kembali memeluk Adelard.
“Pejamkan mata mu.” Perintah Adelard, ia juga memeluk Byanca dengan sayang.
Adelard merasakan jika hembusan nafas Byanca terdengar teratur, sepertinya Byanca sudah terlelap dalam tidur nya. Adelard berusaha mengambil kembali iPadnya, karena ia harus memantau pekerjaan nya dari sini.
“Cetta.” Tiba tiba saja Byanca kembali mengeluarkan suara nya, membuat Adelard mengurungkan niat nya.
“Aku disini sayang.” Ucap Adelard membalas perkataan Byanca, ia baru saja ingin mengambil iPadnya.
“Aku ingin memakan buah.” Ucap Byanca dengan puppy eyesnya.
“Baiklah aku akan mengambilkan nya untuk mu.”
“Kau tunggu disini sebentar.” Ucap Adelard kemudian ia turun ke lantai satu.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Byanca melihat Adelard memasuki kamar dengan tangan yang memegang piring berisi beberapa jenis buah.
“Terimakasih Cetta.” Ucap Byanca menerima piring yang di berikan Adelard.
Sementara Byanca makan buahnya, Adelard kembali mengecek pekerjaannya sebentar.