
Adelard kini sedang berada di depan pintu kamar yang dihuni oleh Byanca. Adelard baru tersadar jika ia dan Byanca sedang bertengkar ketika ia mencoba untuk bangkit dari tidur nya dan mengguyur nya tubuh nya di bawah pancuran air. Keadaan Adelard sudah lebih baik dibandingkan tadi.
Tok! Tok!
Adelard mencoba mengetuk yang ada di hadapan nya, berharap jika Byanca ingin membuka kan pintu kamar ini.
“Sayang, buka pintu nya.” Adelard berusaha mendorong gagang pintu yang ia pegang, namun usaha nya gagal karena percuma saja pintu itu masih terkunci dari dalam.
Adelard sangat memikirkan Byanca, wanita itu bahkan belum makan apapun dari kemarin, terakhir kali mereka makan saat pagi hari, dan sekarang hari sudah berganti, dan sudah beranjak siang. Byanca tidak keluar dari kamar sama sekali. Adelard juga tidak yakin di dalam kamar ada air minum.
“Kau harus makan sayang, kau belum makan!” teriak Adelard, berharap jika Byanca mendengarkan ucapan nya.
Dari kejauhan Brisiana mengernyit heran, kenapa Adelard berada di depan pintu kamar Byanca, bukankah Adelard berada di kamar itu bersama dengan Byanca.
“Cetta,” panggil Brisiana. Ia tak sengaja melewati lorong kamar Byanca, dan menemukan Adelard yang berdiri di depan kamar ini.
“Mom,” jawab Adelard dengan lesu, meski Adelard berusaha menutupi nya, namun Brisiana tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Adelard. Ternyata dugaan nya salah, Adelard tidak berada di dalam kamar ini.
“Mommy pikir kau berada di dalam kamar ini,” ucap Brisiana, ia mengusap lengan Adelard dengan lembut.
“Tidak. Bahkan sampai sekarangpun Byanca tidak ingin membukakan pintu untuk ku.”
“Byanca sangat marah dan kecewa padaku mom,” ujar Adelard, namun ia tidak menatap mommy nya. Ia menatap ke arah lain.
“Byanca belum makan dari kemarin, aku sangat mencemaskan kesehatan By, mom.”
“Aku takut terjadi sesuatu dengan Byanca mom.” terpancar jelas kecemasan di mata Adelard, pria itu benar benar mengkhawatirkan keadaan Byanca.
“Oh god, mommy tidak mengira jika kau dan By akan begini. Oh god lalu bagaimana ini.” Brisiana panik, dugaan nya salah besar, sedari pagi ia tenang karena ia pikir Byanca berada di dalam kamar bersama dengan Adelard.
“Biar mommy bujuk Byanca untuk membuka pintu ini.” Brisiana menggeser tubuh Adelard. Ia sekarang juga merasa cemas dengan Byanca, Brisiana bahkan tidak menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan kepada Byanca.
“Nak, ini mommy. Tolong buka pintu kamar ini.”
Tok! Tok!
Brisiana mencoba membujuk Byanca, siapa tahu jika yang mengetuk pintu dirinya Byanca bersedia membuka pintu ini.
“Mommy mohon By, kau belum makan dari kemarin. Pikirkan kesehatanmu,” ucap Brisiana lagi, namun tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar.
“Bagaimana ini Cetta, Byanca tidak menjawab sama sekali. Ia tidak mungkin menghiraukan mommy begitu saja.”
“Mommy takut terjadi sesuatu pada By.” Brisiana semakin merasa cemas, ia menatap Adelard dengan tatapan sendu.
“Jangan berpikiran seperti itu mom.”
“Kita harus masuk ke dalam kamar, meski nanti Byanca akan mengusirku,” ucap Adelard, merengkuh tubuh Brisiana ke dalam pelukannya.
Adelard berhasil membuka pintu kamar Byanca, ia memasuki kamar ini dengan langkah yang terburu buru, di ikuti Brisiana di belakang nya. Tatapan Adelard langsung tertuju pada seseorang yang sedang tidur di atas ranjang dengan selimut yang menutupi tubuh nya, hanya terlihat sedikit rambut Byanca saja.
“By.” Adelard langsung mendekati ranjang Byanca dan memeluk wanita itu dengan sangat erat.
“Maafkan aku, aku sangat mencintaimu sayang,” ucap Adelard dengan memeluk tubuh Byanca dari luar selimut, ia belum menyadari jika badan Byanca sangat menggigil di dalam selimut ini.
“Hhhmmm, Cetta,” panggil Byanca saat merasakan Adelard memeluk tubuh nya yang terhalangi oleh selimut tebal.
“Sayang.” Adelard membuka selimut yang menutupi tubuh Byanca, dan ia sangat terkejut saat melihat wajah Byanca yang sudah sangat pucat, badan nya bergetar karena menggigil, Adelard menyentuh tangan Byanca yang terasa sangat dingin.
“Mom, panggil dokter,” ucap Adelard dengan sangat panik, ia memeluk tubuh Byanca dengan perasaan cemas.
“Oh god, bagaimana ini bisa terjadi.” Brisiana pun tak kalah panik dan cemas, ia menyentuh tangan Byanca, dan benar saja tangan nya terasa sangat dingin. Brisiana kemudian menelpon dokter pribadi nya untuk datang ke mansion lagi.
“Hellen, tolong datang ke mansion saat ini. Darurat,” ucap Brisiana dengan suara panik. Ia terus berjalan mondar mandir di dalam kamar ini sembari memandang Adelard yang tengah memeluk Byanca di atas ranjang.
“Aku segera kesana Brisiana,” ucap Hellen di seberang sana. Hellen kemudian bersiap siap untuk menuju mansion kediaman keluarga Keith, ia tidak tahu apa yang terjadi hari ini.
“Apa terjadi sesuatu lagi,” gumam Hellen dengan menaiki mobil nya menuju mansion utama. Hellen hanya menebak nebak apa lagi yang terjadi hari ini, hingga menyuruh nya untuk datang ke mansion dengan cepat.
“Mommy sudah menelpon aunty Hellen, sebentar lagi ia akan datang.” Brisiana kembali mendekati Adelard dan Byanca. Byanca tidak berkutik di dalam pelukan Adelard, ia memeluk Adelard dengan sangat erat, melupakan rasa sakit hati dan kecewa nya. Byanca tidak memikirkan hal itu, karena Byanca sangat membutuhkan Adelard.
“Tahan sebentar lagi, dokter akan segera tiba,” ucap Adelard kepada Byanca, ia menyelimuti tubuh Byanca dengan sangat rapat.
“Apa kepalaku juga pusing?” tanya Adelard menyentuh kepala Byanca.
Byanca hanya menanggapi ucapan Adelard dengan mengangguk.
“Mommy akan mematikan pendingin ruangan kamar ini.” Brisiana mematikan pendingin kamar ini agar Byanca tidak semakin merasa menggigil.
“Maafkan aku, ini semua salah ku,” ucap Adelard lagi, ia semakin menyalahkan dirinya karena Byanca jatuh sakit disebabkan oleh kelalaian nya, seharus nya Adelard tidak menuruti perintah Byanca yang tidak ingin bertemu dengan nya, harus nya kemarin Adelard berpikir jika Byanca dalam keadaan kaki yang terluka serta Byanca hanya makan di pagi hari saja.
“Dingin cetta,” ucap Byanca dengan suara bergetar, bahkan terdengar suara giginya yang gemeretak.
“Dokter sebentar lagi akan datang.” Adelard tentu saja mengenal Hellen, dokter pribadi keluarga Keith yang sudah mengabdi sangat lama, Hellen sudah mengabdi pada keluarga Keith saat usia Adelard masih menginjak tujuh tahun. Dokter pribadi di mansion ini sangat banyak dan lengkap. Mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis. Mereka harus siap siaga jika terjadi sesuatu pada keluarga Keith dan harus segera tiba di mansion ini setelah di hubungi.
“Mommy akan menyuruh pelayan agar membuatkanmu teh hangat.” Brisiana menyuruh pelayan untuk membuatkan teh hangat untuk Byanca. Untuk membantu menghangatkan badan nya.
“Kau harus minum teh hangat ini nak.” Brisiana memberikan gelas yang berisi teh hangat kepada Adelard.
“Kau harus minum ini sayang.” Adelard membantu Byanca untuk meminum teh itu.
“Sudah,” ucap Byanca dengan suara yang hampir tak terdengar, ia hanya meminum nya sedikit. Karena tidak kuat mengangkat kepala nya, kepala nya akan terasa seperti berputar jika ia membuka kedua matanya, dan kepalanya sangat berat. Seperti ada ribuan jarum yang menusuk kepala Byanca.