Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 57 : Mengunjungi mansion utama



Byanca tengah sibuk mempersiapkan pakaian yang akan digunakan Adelard malam ini. Pakaian yang akan di gunakan untuk pergi ke mansion orangtua Adelard, Byanca memilih pakaian yang santai dan simple untuk Adelard.


Sedangkan Adelard, ia sedang membersihkan badan nya. Mereka tadi tertidur setelah saling berpelukan, bahkan Adelard masih menggunakan pakaian kerja nya. Byanca terbangun saat sadar jika mereka harus bersiap untuk pergi ke mansion utama Jungwirth. Byanca tadi sudah mandi lebih dulu, dan ia sudah siap dengan pakaian nya. Byanca menggunakan kemeja biru laut yang tampak besar di tubuh nya, model kemeja itu memang seperti itu. Kemeja kebesaran di tubuh Byanca lalu membuka tiga kancing teratas nya serta di padukan dengan celana jeans pendek berwarna putih, meski pakaian Byanca terlihat simpel namun kenyataan nya Bianca terlihat sexy dan elegan.


“Sudah selesai?” tanya Byanca ketika melihat kehadiran Adelard ke dalam walk in closet.


“Aku sudah menyiapkan pakaian mu,” ucap Byanca dengan menunjuk pakaian yang telah ia siapkan menggunakan dagu nya.


“Terimakasih sayang.”


“Tidak, jangan sentuh aku. Tubuh mu masih basah Cetta.” Byanca menjauh dari Adelard ketika pria itu hendak memeluk nya. Kebiasaan Adelard, ia akan terus memeluk Byanca jika ada kesempatan.


“Ah aku lupa,” jawab Adelard, ia lupa jika tubuh nya masih basah bahkan rambutnya pun masih meneteskan air.


“Keringkan rambutmu, apa harus aku yang melakukanya,” omel Byanca, namun ia tangan nya tetap bergerak untuk mengeringkan rambut Adelard. Memang Adelard semakin manja kepada Byanca, ia sengaja membiarkan rambut nya basah agar Byanca membantu mengeringkan nya.


“Merunduklah sedikit,” perintah Byanca, karena tangan nya tidak sampai jika Adelard tidak merundukkan tubuh nya.


“Aku akan menunggu mu di luar,” ucap Byanca setelah mengeringkan rambut Adelard, namun rambut nya masih lembab karena Byanca hanya mengeringkan menggunakan handuk.


“Apa kau tidak ingin menemani ku disini,” sahut Adelard, ia melepaskan handuk yang melilit di tubuh nya lalu mulai menggunakan pakaian yang disiapkan Byanca satu persatu, mulai dari menggunakan ****** ***** nya.


“Ya baiklah.” Akhirnya pun Byanca menemani Adelard menggunakan pakaian nya. Byanca seperti sedang mengurus seorang anak kecil, yang bertubuh besar.


Adelard dan Byanca kini sudah berada di dalam mobil, karena mereka akan di dalam mobil cukup lama sekitar kurang lebih dua jam, jadi Adelard telah mempersiapkan mobil yang nyaman, mereka bisa istirahat dan tidur dengan nyaman.


“Kau belum memberitahu daddy dan mommy kan jika kita akan berkunjung ke mansion?” tanya Byanca, karena ia ingin memberikan kejutan kepada mereka.


“Belum, ada apa?”


“Aku pikir kita akan memberikan kejutan kepada mereka,” sahut Adelard lagi, mereka kini tengah menikmati perjalanan dengan duduk bersandar, kaki mereka pun bisa diluruskan dengan sangat sempurna, seperti sedang menyandar pada sisi ranjang.


“Baguslah jika kau belum memberitahu daddy dan mommy.”


“Bisakah kita berhenti di toko bunga dan toko roti, aku ingin memberikan sesuatu pada mereka,” ujar Byanca. Setidaknya ia membawa sesuatu untuk diberikan pada daddy dan mommy. Byanca rasa cake dan bunga sudah cukup untuk mereka.


“Tentu. Kita akan berhenti di sebuah toko roti yang paling enak di kota ini,” jawab Adelard. Adelard juga bingung harus memberikan hadiah apa untuk orangtuanya karena mereka baru saja bertemu seminggu yang lalu.


“Terima kasih Cetta,” ucap Byanca. Adelard selalu saja menuruti semua permintaan Byanca. Byanca tahu jika Adelard bukan hanya menginginkan nya saja. Meski Adelard memiliki sifat angkuh dan dingin, namun sifat Adelard akan berubah ketika sedang bersama Byanca, Adelard akan menjadi pria yang hangat dan penuh perhatian.


Lama terdiam karena mereka fokus menonton film yang diputar melalui televisi besar yang ada di hadapan mereka, akhirnya mobil mereka pun berhenti di sebuah toko bunga yang sangat terkenal.


“Biarkan aku saja yang turun, kau tunggu disini,” ucap Adelard ketika sudah turun dari mobil, ia tidak ingin jika Byanca harus keluar masuk mobil.


“Aku juga ingin turun Cetta. Aku ingin membelikan bunga untuk mommy.” Byanca juga turun dari mobil di bantu dengan Adelard. Sudah lama Byanca tidak memberikan mommy sebuah buket bunga, jadi kini Byanca akan memilihkan bunga kesukaan mommy.


Byanca mulai memilih bunga -bunga nya, ia memilih bunga tulip, bunga mawar, lalu bunga hydrangea, apabila jika dijadikan satu akan terlihat sangat indah. Byanca dengan sengaja memilih warna yang kalem, karena ia tahu jika mommy tidak menyukai warna yang mencolok.


“Sudah?”


Sedangkan Adelard hanya mengikuti Byanca memilih bunga nya saja. Byanca memiliki selera yang bagus, meskipun terlihat simple namun ketika bunga bunga itu digabungkan menjadi sangat cantik dan elegan.


“Terima kasih,” ucap Byanca ketika selesai membayar buket bunga yang ia beli.


“Biar aku saja yang bawa.” Adelard merebut buket bunga yang dipegang Byanca. Buket bunga ini lumayan besar, dan sedikit berat. Lalu membawa nya masuk ke dalam mobil. Buket bunga itu masuk ke dalam mobil yang berbeda dengan mobil yang digunakan Adelard dan Byanca, buket bunga itu masuk ke dalam mobil bodyguard mereka.


“Lalu dimana toko roti nya Cetta?”


Mereka kini sudah kembali di dalam mobil, dan melanjutkan perjalanan.


“Sudah sampai.”


Karena jarak toko roti dan toko bunga nya tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu dua menit saja. Karena tempat ini adalah lingkungan yang berjejer banyak toko terkenal.


“Apa kau juga akan turun?”


“Tentu saja Adelard, aku yang akan memilih cake untuk daddy dan mommy,” jawab Byanca, mereka kembali menuruni mobil mereka dan berjalan memasuki toko dengan saling bergandengan tangan.


Seperti nya memang dimana mana ada paparazzi yang memotret kegiatan mereka. Meski Adelard dan Byanca sudah menggunakan masker dan kacamata, namun paparazzi tetap mengenali mereka.


Byanca sedang bingung memilih cake yang harus ia beli, karena cake cake itu terlihat sangat lezat.


“Apa kau ada saran Cetta?” Byanca pun bertanya pada Adelard, cake apa yang harus ia beli.


“Bagaimana dengan ini, tampilan terlihat sederhana namun rasa nya sangat kaya dan lezat,” jawab Adelard dengan menunjuk cake berwarna coklat dengan tampilan sederhana.


“Woah, kau memiliki selera yang bagus Cetta,” balas Byanca, ia setuju dengan pilihan Adelard.


“Aku ingin cake itu.” Byanca menunjukan cake yang akan ia pesan pada pelayan. Cake yang ia pesan adalah ferrero rocher cake.


“Terima kasih,” ucap Byanca setelah membayar cake yang ia beli.


Secara otomatis Adelard mengambil alih cake itu dari tangan Byanca.


Mereka terlihat sangat bahagia, dan romantis. Banyak pasang mata yang melihat keromantisan mereka. Melihat bagaimana cara Adelard menatap dan memperlakukan Byanca. Sungguh membuat orang lain merasa iri.


Mereka pun kembali memasuki mobil, dan mulai melanjutkan perjalanan lagi.