
Pernikahan Byanca dan Adelard sedang berlangsung, pesta pernikahan yang sederhana dan hanya di hadiri oleh orang-orang terdekat saja. Walaupun pernikahan sederhana tapi ini adalah keinginan Byanca. Byanca tidak ingin lelah karena Adelard berencana menyebar undangan sebanyak 10 ribu undangan. Bisa dibayangkan betapa lelahnya menghadapi tamu dan harus tersenyum ramah belum lagi wartawan banyak yang hadir. Sebenarnya dari awal Byanca memang ingin pernikahan yang sederhana namun memiliki kenangan yang bahagia.
Bisa dibilang mereka melakukan pernikahan secara privat agar para wartawan tidak mengambil gambar dan mengusik ketangan pernikahan mereka.
Byanca sangat bahagia karena hari ini adalah hari yang sangat spesial dan hanya terjadi satu kali saja dalam hidupnya.
“Terima kasih,” bisik Byanca pelan ditelinga Adelard. Adelard yang mendengar itu mengembangkan senyumnya.
“Aku mencintaimu.”
Pesta pernikahan diakhir oleh pesta dansa.
*
Sudah seminggu sejak pernikahan hubungan Adelard dan Byanca semakin hari semakin mesra saja.
Brisiana sangat terkejut saat mendengar jika Byanca jatuh pingsan, Adelard tadi menghubungi nya dengan nada yang sangat khawatir. Tubuh Brisiana terasa lemas, namun tangan kekar Maxwel langsung memeluk isteri tercinta nya. Mereka lalu berjalan menuju kamar Byanca, dengan langkah tergesa gesa dan perasaan khawatir, takut jika terjadi apa apa dengan sang putri nya.
“Bagaimana bisa Byanca pingsan Cetta, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Brisiana, begitu memasuki kamar, ia melihat Byanca yang terbaring lemah di atas ranjang dengan wajah yang pucat.
“Sejak pagi tadi ia terus saja muntah, dan ia juga tidak memasukan makanan ke dalam mulut nya, lalu tadi ia memakan masakan mu, namun ia memuntahkan nya kembali. Dia berkata hanya kelelahan saja, namun aku pikir tidak,” jelas Adelard dengan memberi ruang kepada Brisiana agar duduk di tepi ranjang.
“Malangnya,” ucap Brisiana dengan mata yang berkaca kaca.
“Dia akan baik baik saja Brisiana.” Maxwel mengelus punggung Brisiana berusaha menenangkan nya.
“Kita harus menghubungi Dokter Maxwel,” ucap Brisiana.
“Tidak perlu, aku sudah menyuruh Alex agar menghubungi dokter, mungkin sebentar lagi akan datang,” balas Adelard, ia tadi bahkan mengancam, jika dokter tidak datang dalam waktu 10 menit, ia akan menghancurkan karir dokter tersebut.
Tepat saat Adelard menyelesaikan perkataan nya, Alex datang dengan seorang dokter yang mengikuti nya dari belakang. Seorang dokter perempuan, ia tidak ingin jika yang memeriksa Byanca adalah seorang dokter pria, membayangkan Byanca di sentuh oleh pria lain saja membuat Adelard ingin menonjok nya langsung. Adelard memiliki beberapa dokter pribadi yang mengabdi kepada dirinya, harus datang dengan tepat waktu saat Adelard memerlukan bantuan nya.
“Selamat siang Mr Adelard,” sapa dokter itu kepada Adelard.
“Langsung saja periksa istriku,” ucap Adelard tidak memerlukan basa basi, ia memperhatikan gerak gerik dokter itu saat mulai memerika keadaan Byanca.
Adelard berusaha agar terlihat tenang, sebenarnya ia sangat gugup, Adelard memang pandai menyembunyikan ekspresi nya. Berbeda dengan Brisiana dan Maxwel, mereka terlihat sangat khawatir dengan Maxwel yang memeluk Brisiana, agar istri tercinta nya merasa lebih baik.
“Bagaimana?” Tanya Adelard tidak sabar saat melihat dokter itu telah selesai memeriksa Byanca, dengan kembali merapikan peralatan yang telah ia gunakan.
“Apa dia belum makan?” Tanya Starley, dokter yang memeriksa Byanca.
“Ya benar, kata Cetta, Byanca terus saja muntah dan makanan yang ia makan kembali di keluarkan, ia juga terasa mual jika mencium bau yang menyengat,” ucap Brisiana menjelaskan kondisi Byanca.
“Enghh.” Byanca perlahan membuka mata nya, matanya masih menyesuaikan dengan cahaya terang di kamar ini.
Semua orang yang berada di ruangan ini, menoleh ke sumber suara dengan perasaan lega karena akhirnya Byanca tersadar dari pingsan nya.
“Akhirnya kau membuka mata mu By,” ucap Adelard lalu memeluk Byanca, perasaan nya sekarang sedikit tenang.
“Apa yang terjadi Cetta, mengapa semua orang berkumpul disini?” Tanya Byanca, ia bingung mengapa semua nya berkumpul disini dengan suasana sedih bahkan ada satu orang dokter wanita.
“Kau tadi pingsan di dalam toilet By, syukurlah kau sudah sadar.” Adelard kembali memeluk Byanca, seperti tidak ingin kehilangan wanita yang di cintai nya.
“Aku baik baik saja Adelard.” Ucap Byanca.
“Tidak, kau sedang tidak baik baik saja By.” Ucap Adelard dengan nada khawatir.
“Lalu, apa Byanca baik baik saja dok?” Tanya Brisiana.
“Apa kalian rutin melakukan hubungan suami istri?” Tanya Starley.
Byanca merasa malu saat mendapat pertanyaan seperti itu, oh god bagaimana ia harus menjawabnya, tentu saja karena mereka sudah menikah.
“Tentu saja kami sering bercinta. Kami sudah menikah.” Ucap Adelard tanpa rasa malu, ia bahkan seperti bangga ketika mengatakan nya.
Oh god, Byanca seperti ingin pergi ke kamar mandi agar semua orang tidak melihat betapa malu dirinya.
“Cetta.” Ucap Byanca menatap Adelard dengan tatapan mematikan nya, namun bagi Adelard itu adalah tatapan yang sangat menggemaskan, Adelard lalu mengecup bibir Byanca singkat tanpa memperdulikan orang lain yang melihat interaksi mereka.
“Aku hanya menjawab dengan jujur By.” Ucap Adelard seperti tidak memiliki dosa.
“Baiklah, kapan terakhir kau datang bulan Byanca?” Tanya Starley lebih mendetail.
Byanca mematung seketika, ia bahkan tidak mengingat kapan terakhir ia datang bulan, ia semakin gelisah, sedangkan Adelard, pria itu terlihat sedang bahagia.
“Brisiana seperti nya kita akan memiliki cucu.” Bisik Maxwel kepada sang istri.
“Aku tidak sabar ingin menimang cucu Maxwel.” Balas Brisiana dengan perasaan bahagia, ia akan senang jika Byanca benar benar tengah mengandung.
“Hmm entahlah, sepertinya aku sudah lama tidak datang bulan.”
“Mom dan dad justru akan senang jika kau tengah hamil anak Cetta sayang.” Ucap Brisiana ketika menyadari tatapan putri nya.
“Dad sudah tidak sabar ingin menimang cucu By.” Maxwel menimpali ucapan sang istri.
Byanca tersenyum lega setelah mendengar pernyataan dari daddy dan mommy.
“Apa ini adalah tanda tanda kehamilan Starley?” Tanya Adelard yang tidak mengerti, tapi ia sudah merasa senang meskipun Starley belum menjelaskan lebih jauh.
“Benar Adelard, satu pertanyaan lagi, apa kau selalu mengeluarkan nya di dalam, dan untuk kau Byanca, apa kau meminum pil pencegah hamil?” Tanya Starley beruntun.
“Hmm ya.” Ucap Adelard
“Hmm tidak” Ucap Byanca.
Mereka mengucapkan dengan bersamaan, Byanca mengucapkan dengan malu malu sedangkan Adelard ia mengucapkan nya dengan bangga.
“Seperti nya Byanca memang tengah mengandung, kalian harus segera pergi ke dokter kandungan untuk memastikan nya.” Ucap Starley, ia menyuruh Adelard dan Byanca pergi ke dokter kandungan.
“Kalian harus segera memeriksakan nya.” Ucap Brisiana dengan penuh semangat.
“Benar Nyonya, mereka harus segera memeriksakan nya.”
“Jika begitu saya undur diri Mr.Adelard.” Ucap Starley kemudian pergi bersama Alex yang menunggu nya di depan pintu kamar.
“Jika begitu daddy juga akan keluar, segeralah periksa By. Daddy tidak sabar menunggu kabar bahagia dari mu.” Ucap Maxwel kemudian meninggalkan kamar Byanca disusul dengan Brisiana.
“Hei mengapa kau terlihat murung sayang, apa kau tidak senang?” Tanya Adelard, ia memperhatikan wajah Elenaor yang terlihat murung.
“Tidak, aku hanya- .” Ucapan Byanca terpotong, ia gugup lalu memainkan kedua tangan nya.
“Apa kau mengkhawatirkan hubungan ini?” Tanya Adelard memegang kedua tangan Byanca dan menatap nya lekat lekat.
“Kau tahu, aku sangat ingin memiliki seorang anak By, dan kau juga tahu jika aku sangat mencintaimu.” Ucap Adelard menyakinkan Byanca.
Tbc