
Sudah 7 tahun berlalu Byanca sedang duduk ditepi pantai sambil memandangi anak-anak dan suaminya bermain dipantai.
Byanca sangat bahagia memliki satu putra dan putri yang amat tampan dan cantik. Aron dan Arin, yang menamai kedua anak mereka adalah Adelard.
Kehidupan yang penuh lika-liku akhirnya mencapai kebagaian yang membuat Byanca amat sangat bersyukur.
Tentang dendamnya yang sudah tuntas, tentang cinta tulus Adelard, dan tentang buah hati pelangkap kebahagian.
Hari sudah tampak gelap, matahari pun sudah terbenam, semua orang yang mengunjungi pantai mulai meninggalkan tempatnya. Mereka percaya bahwa pantai adalah salah satu tempat paling menenangkan, apapun keadaan dan situasinya, pantai menjadi tempat pulang. Bukankah pantai tempat paling romantis? Byanca pun sangat menyukai pantai bahkan anak-anaknya juga menyukai pantai.
Byanca tersenyum hangat ketika Adelard melambaikan tangannya.
"Sudah selesai bermainnya?" Tanya Byanca ketika anak-anak san suaminya datang menghampiri Byanca.
"Sudah Mommy, daddy sangat hebat membangun kastil kerajaan, Arin suka." Jelas Arin dengan gembira membut Adelard mengelus sayang kepala putrinya.
"Uwah, mommy besok kita kepantai lagi kan? Arin ingin membangun kastil Arin sendiri."
"Tentu saja tuan putri," bukan Byanca yang menjawab melainkan Adelard yang berjongkok disamping putrinya.
"Yeyyy, terima kasih daddy." Ujar Arin mencium pipi kanan Adelard
"Bagaimana menurut Aron?" Tanya Byanca pada putranya.
"Aron sama sekali tidak seru mom, dia bahkan merusak kastil Arin." Ujar Arin sambil cemberut.
"Kakak, panggil aku kakak."
"Kita seumuran Aron, Arin tidak mau. Titik."
"Kalau begitu besok aku akan mengganggumu lagi," ujar Aron membuat Arin semakin cemberut.
"Baiklah kak Aron, tapi janji besok kakak tidak boleh merusak kastilku lagi," pada akhirnya Arin menyerah membuat Aron menganggukan kepalanya.
"Aku janji." Byanca tersenyum melihat pertengaran kecil lalu diselesaikan dengan baik oleh anak-anaknya.
"Daddy gendong, Arin sudah lapar." Ujar Arin membuatnya langsung digendong oleh Adelard.
"Kya!"
"Aku mencintaimu sayang," ujar Adelard berbisik ditelinga Byanca.
"Aku juga mencintaimu." Balas Byanca sambil tersenyum membuat Adelard terpesona. Byanca adalah dunianya entah bagaimana jika ia hidup tanpa Byanca, dunianya akan hancur.
Adelard sungguh mencintai Byanca, semakin hari cintanya semakin kian bertambah.
"Daddy turun kan Arin, Arin akan berjalan duluan menuju villa bersama kak Aron." Ujar Arin membuat Adelard menganggukan kepalanga.
"Kak ayo lomba berlari yang kalah harus menuruti yang menang," ujar Arin langsung berlari meninggalkan Aron.
"Hei kau curang Arin!" Teriak Aron lalu berlari mengejar Arin yang sudah meninggalkannya.
Adelard dan Byanca mereka hanya tertawa lalu saling bertatapan.
"Sayang ingin memambah anak lagi?" Tanya Adelard membuat Byanca menganggukan kepalanya.
"Bukankah semakin banyak rumah akan semakin ramai," jawab Byanca dengan membayangkan keadaan rumah.
@
"Kya!" Teriak Byanca ketika Adelard tiba-tiba menggendongnya.
"Aku masih halangan," bisa Byanca didalam pelukan Adelard membuat Adelard berhenti berjalan. Tidak lama kemudian tawa Byanca pecah.
"Jangan berbohong sayang, aku tahu dengan jelas jadwalmu," bisa Adelard membuat wajah Byanca memanas.
Kebahagian ini tolong jangan sampai hilang. Semoga mereka akan bahagia selalu.
Tamat!!
Hallo semuanya, Byanca dan Cetta tamat ya. Mohon maaf jika ada kesalahan atau ketidakpuasan dari kalian semua. Tapi aku benar-benae drop banget sama cerita ini. Dan happy membaca ya kalian semua🤍😘
Big love from me💕