Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 51 : Kalau dia kembali bagaimana?



“Lalu bagaimana jika wanita itu datang di kehidupanmu lagi?” Akhirnya Byanca pun menanyakan sesuatu yang membuat nya sangat khawatir, ia khawatir jika wanita itu datang di kehidupan Adelard dan dirinya akan tersingkir, meskipun masa lalu, bagaimanapun juga Adelard pernah mencintai wanita itu dengan hati nya.


“Aku sudah bilang bukan, aku tidak akan pernah memaafkan seseorang yang telah mengkhianatiku.”


“Apa kau takut jika dia kembali menemuimu?” Adelard tahu jika Byanca khawatir jika wanita itu datang di kehidupan Adelard lagi.


Byanca hanya menundukkan kepala nya tanpa berniat menjawab pertanyaan dari Adelard, ia meremas kedua tangan nya, namun dihentikan oleh Adelard.


“Bagaimana dengan kontrak? Apakah aku masih menjadi kekasih kontrakmu? Apa kau akan membenciku.” Byanca tidak mampu melihat Adelard sekarang, rasanya ia akan menangis kencang.


“Kontrak sialan! Siapa yang akan membuangmu sayang?” Adelard bersuara kesal lalu mengambil kontrak mereka lalu merobeknya dihadapan Byanca.


“Sudah ku bilang, aku mencintaimu dan tidak akan membuangmu sayang,” ujar Adelard tidak mengerti lagi jalan pikiran wanitanya.


“Tapi..,”


“Aku hanya milikmu, hanya dirimu yang bisa membuangku bukan kau sayang.” Hati Byanca menghangat mendengar perkatan Adelard, bodohnya dirinya karena tidak ingin mendengar penjelasan Adelard dari awal.


“Tanganmu akan terluka,” ucap Adelard menghentikan gerakan tangan Byanca, lalu beralih untuk menggenggam tangan Byanca.


“Dia hanya masa laluku, dan masa depan ku adalah dirimu sayang.” Adelard mengecup puncak tangan Byanca.


“Maafkan aku karena telah membentak dan berkata kasar padamu. Mana mungkin aku masih mencintai wanita lain sedangkan aku memiliki wanita yang sempurna seperti dirimu di kehidupan ku.”


“Maafkan aku By. Karena aku, kakimu menjadi terluka, dan membuatmu terus meneteskan air mata.” Adelard sangat menyesali perbuatan nya, tindakan bodoh yang membuat Byanca sampai terluka dan juga membuat Byanca jatuh sakit.


“Sulit bagiku untuk mengontrol emosi ku jika mengingat wanita itu.”


“Jangan pernah berpikir untuk pergi meninggalkan ku atau menyuruhku untuk melepaskan mu, karena aku tidak pernah melakukan hal itu sayang.”


“Aku sangat mencintaimu Byanca, sangat mencintaimu melebihi apapun yang ada di dunia ini.” Adelard menatap Byanca lekat lekat, Adelard berkata dengan tulus, bukan hanya sekedar meminta maaf begitu saja. Satu hari bertengkar dengan Byanca, membuat diri Adelard kacau, bagaimana jika ia harus hidup tanpa Byanca, mungkin Adelard tidak akan ada lagi di dunia ini.


Byanca dapat merasakan penyesalan yang dirasakan Adelard, pria di hadapan nya ini meminta maaf dengan sangat tulus, terlihat dari sorot mata nya, Adelard tidak berbohong saat berkata jika sangat mencintai Byanca. Karena itu semua terbukti dengan setiap perlakuan Adelard kepada nya. Byanca tidak bisa mementingkan ego nya begitu saja, meski ia masih takut saat Adelard membentak dan berkata kasar pada dirinya. Itu juga mengingatkan Byanca pada masa lalu nya yang menyakitkan.


“Terimakasih karena kau sudah menceritakan ini semua padaku Adelard, aku tidak pernah menyangka jika kau juga mengalami masa lalu yang sangat pahit.”


“Mungkin aku juga harus berterimakasih pada foto yang masih tersimpan di lacimu, karena itu kau baru menceritakan ini padaku.”


“Tentu saja aku memaafkan mu Adelard, apa kau pikir aku bisa hidup tanpa dirimu?” Byanca tersenyum hangat menatap Adelard. Ia bahagia karena keterbukaan Adelard, hubungan mereka mulai membaik lagi.


“Terimakasih sayang,” balas Adelard.


Adelard mengecup kening Byanca, lalu memeluk tubuh nya dengan erat. Baru satu hari tidak tidur bersama saja sudah membuat Adelard merasakan rindu yang sangat berat, bagaimana jika harus berpisah selama berbulan bulan, mungkin Adelard akan gila.


Hubungan Adelard dan Byanca pun kembali seperti sedia kala, karena mereka sudah berbaikan. Malam ini mereka akan kembali ke mansion, tentu saja Adelard sudah menanyakan hal ini kepada Byanca, dan Byanca mengatakan jika ingin kembali ke mansion. Mereka akan kembali ke mansion setelah acara makan malam bersama Maxwel dan Brisiana.


Byanca kini sedang menemani Adelard berenang, karena keadaan nya sudah cukup membaik, ia memaksa untuk ikut menemani Adelard berenang. Meskipun Adelard sudah melarang nya namun tetap saja Byanca memaksa.


“Apa kau bosan?” tanya Adelard berenang ke tepian agar bisa berdekatan dengan Byanca yang tengah duduk santai di pinggiran kolam renang di temani oleh segelas jus nanas, jus kesukaan Byanca.


“Tidak, aku suka melihatmu berenang.”


“Aku juga ingin berenang.” Byanca memajukan bibir nya, ia tidak bisa berenang karena luka di kaki nya masih dan juga Byanca masih sakit, ia tidak boleh berlama lama di dalam air.


“Jika kau sudah benar-benar sembuh, kita akan berenang bersama,” jawab Adelard, ia menegakkan tubuh nya dan berjalan ke arah Byanca. Adelard terlihat sangat seksi ketika tubuh nya basah terkena air, serta memperlihatkan tubuh kekarnya, memperlihatkan otot-otot yang menghiasi tubuh Adelard.


Adelard berenang hanya menggunakan celana pendek saja, rambut nya basah terkena air, semakin menambah tingkat kegantengan dan keseksian yang dimiliki Adelard.


Byanca memberikan segelas jus kepada Adelard, lalu Adelard menerima nya dan duduk di samping Byanca, sofa yang mereka duduki terpisah, jadi air yang menetes dari tubuh Adelard tidak akan membasahi tubuh Byanca. Mereka kini sedang berada di kolam renang dalam ruangan yang ada di mansion ini, salah satu fasilitas yang ada di mansion, kolam renang dalam ruangan, yang bersebelahan dengan sauna dan ruang olahraga atau gym.


“Aku akan berenang lagi,” ucap Adelard, kembali memberikan gelas yang sudah ia minum pada Byanca, dan hanya menyisakan isi setengah gelas saja.


Byurrr!


Belum sempat Byanca menjawab, Adelard sudah lebih dulu melompat ke dalam air.


“Kau sangat hebat Adelard,” puji Byanca saat melihat Adelard yang hebat dalam berenang, kekasih nya itu terlihat seperti seorang atlet renang yang sedang berlatih.


Setelah berenang 15 menit, Adelard kembali naik ke permukaan. Tidak perlu lama lama berada di kolam renang, karena Adelard hanya ingin menggerakkan badan nya saja, sudah lama ia tidak berolahraga di dalam air.


“Gunakan ini.” Byanca memberikan Adelard sebuah bathrobe dan handuk kecil. Byanca tidak bisa membantu Adelard untuk membersihkan tubuh nya, karena kaki nya masih sakit, ia tidak bisa berdiri menggunakan satu kaki nya saja.


“Kita kembali ke kamar.”


Adelard dan Byanca kembali ke kamar. Dengan Adelard yang mendorong kursi roda Byanca.


Itu adalah ide Adelard, memaksa Byanca untuk menggunakan kursi roda, padahal Byanca bisa berjalan menggunakan kruk. Adelard memang sangat berlebihan.


“Kau harus segera membersihkan badan mu.” Byanca mendorong tubuh Adelard agar masuk ke dalam kamar mandi.


“Aku tidak ingin jika kau akan demam,” ucap Byanca lagi, meski Adelard adalah pria yang kuat dan sehat, namun tetap saja, Byanca tidak ingin jika Adelard akan jatuh sakit.


“Tunggu disini, aku akan mandi sebentar,” ucap Adelard kemudian mencium Byanca dan berjalan menuju kamar mandi.


Sembari menunggu Adelard selesai membersihkan badan, Byanca memutuskan untuk mengistirahatkan diri nya sebentar dengan berbaring di atas ranjang, meski keadaannya sudah lebih baik, namun sesekali rasa pusing di kepala nya akan datang secara tiba tiba.