
Kedua orang tua Adelard menginap di mansion milik Adelard ketika mendengar Angel dan Mark berkencan. Angel dan Byanca membantu Mommy memasak walaupun mereka hanya mengerjakan hal-hal yang ringan namun setidaknya mereka membantu. Angel sama dengan Byanca mereka tidak punya bakat dalam urusan memasak.
Semua sudah berkumpul di ruang makan, siap untuk makan malam bersama. Namun Byanca masih harus pergi ke kamar untuk membangunkan Adelard. Pria itu setelah bekerja langsung beristirahat atas paksaan dari Byanca.
Byanca memasuki kamar, namun ia tidak melihat keberadaan Adelard di atas ranjang, ia mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi, Adelard sedang mandi. Lalu Byanca berjalan ke walk in closet untuk menyiapkan pakaian Adelard. Byanca menunggu Adelard dengan duduk di atas sofa dan menghidupkan televisi, Byanca menoleh ketika mendengar Adelard yang keluar dengan membuka pintu kamar mandi.
“Kau sudah selesai?” Byanca berjalan mendekati Adelard, yang hanya menggunakan handuk batas pinggang nya dan rambut yang masih basah, Byanca tertegun melihat penampakan yang ada di depan mata nya, Adelard erghh sangat sexy dan hot.
“Kau dari mana sayang?” tanya Adelard menarik tubuh Byanca agar mendekat ke arah nya, mengangkat dagu runcing nya lalu mengecup bibir manis nya, ia merindukan bibir manis ini.
“Aku dari bawah, membantu Mommy masak bersama Angel jadi aku tidak tega ingin membangun kan mu tadi,” ucap Byanca dengan nada manja, ia memainkan jari telunjuk nya di atas dada bidang Adelard yang mengkilat karena terkena air.
Adelard menahan erangan nya karena tangan lentik Byanca bermain di atas dada bidang nya.
“Apa kau sedang menggodaku?” tanya Adelard, dengan menghentikkan gerakan jari Byanca di atas dada nya.
“Ah tidak,” jawab Byanca gugup seperti sedang tertangkap basah melakukan sesuatu yang bisa memancing gairah Adelard, oh god Byanca tidak bermaksud seperti itu, Byanca menjauhkan badannya dari Adelard. Pipinya sekarang sudah merona karena malu.
“Cepatlah pakai pakaian mu, aku sudah menyiapkannya!” teriak Byanca yang berjalan menjauh dari Adelard.
Adelard hanya terkekeh melihat tingkah menggemaskan Byanca. Ia lalu memakai pakain yang disiapkan oleh Byanca, tapi Adelard sengaja tidak memasang kancing kemeja nya, ia ingin Byanca yang memasangkan nya.
“By,” Panggil Adelard dengan berjalan ke arah Byanca yang sedang menonton film.
Byanca seperti sudah mengerti apa maksud Adelard, kemeja nya sengaja tidak kancingkan. Byanca berdiri dan langsung memasang kancing kemeja Adelard, ia juga memasukan kemeja nya ke dalam celana abu abu bergaris, melipat kemeja nya lalu membiarkan tiga kancing atas tidak terpasang.
“Perfect.” Byanca lalu mencium pipi kanan Adelard.
“Kita harus segera ke bawah.” Byanca menghindar saat Adelard hendak mencium bibir nya, jika ia membiarkan Adelard mencium bibir nya, maka mereka akan ke bawah tengah malam nanti.
Adelard hanya tersenyum miring melihat Byanca yang menghindari nya.
“Adelard cepatlah,” ucap Byanca di depan pintu, ia melihat Adelard tidak bergerak dari tempat nya. Setelah Byanca berteriak barulah Adelard berjalan ke arah nya.
Jari mereka saling bertautan ketika berjalan menuju ke ruang makan yang sudah ada Daddy, Mommy, Angel dan juga Mark. Angel sudah mengumumkan bahwa Mark dan dirinya sedang berkencan. Tentu saja tidak ada yang melarang karena mereka sudah mengenal baik buruknya Mark, Brisiana sangat senang karena ia akan mendapatkan menantu seperti Mark.
“Oh god, lama sekali. Pasti ini karena ulah kak Cetta,” omel Angel karena menunggu mereka lama sekali.
“Maaf sudah menunggu lama,” jawab Byanca merasa tidak enak karena telah membuat mereka menunggu lama, sedangkan Adelard ia tidak mengatakan apa apa, justru ia menatap Angel dengan tatapan tajam nya.
“Ah tidak apa apa, lebih baik sekarang kita mulai makan,” ucap Brisiana, namun Angel masih memasang muka kesal nya, hanya dengan Adelard karena jika ia hanya menatap Byanca pandangan berubah melembut.
“Cetta, jangan seperti itu.” Byanca sedikit berbisik pada Adelard yang duduk di sebelah nya, karena pria di samping nya ini terus menatap tajam Angel, oh god mereka seperti sedang perang tatapan.
Angel dengan jahil nya mengarahkan sendok garpu tepat ke arah Adelard.
“Lia, sudahlah.” Maxwel akhirnya angkat bicara, karena melihat Angel dan Adelard yang masih beradu tatapan.
“Oh god, aku kesal dengan kak Cetta, dan dia juga tidak bersuara sama sekali.” Angel mengadu dengan sang Daddy.
“Bisakah kau mengalah dan meminta maaf pada Lia.” Byanca kembali berbisik di telinga Adelard, ia juga meraih tangan Adelard, berusaha membujuk nya agar ingin mengalah dan meminta maaf.
“Aku tidak salah, untuk apa aku minta maaf. Lagipula dia juga bisa makan terlebih dahulu,” jawab Adelard tidak ingin mengalah.
“Oh god, kau memang sangat menyebalkan Kak,” ucap Angel, mendengar ucapan dari Adelard, ia sedikit membanting sendok yang berada di tangan nya, lalu memajukan bibirnya.
“Sayang,” bisik Mark membuat Angel luluh dengan seketika, ia menatap Mark dengan tersenyum.
“Baiklah jika begitu aku tidak perlu repot-repot menghadiahi private jet yang bertuliskan namamu dihari ulang tahunmu,” Ancam Adelard yang berhasil membuat Angel melotot seketika.
“Oh god, baiklah baiklah aku mengalah pada mu kali ini.” Angel yang akhirnya mengalah dengan Adelard, lalu tersenyum pada Mark mataharinya. Lagian Angel sudah memaafkan kakaknya, awalnya Angel ingin menggoda kakaknya namun akhirnya ia yang jadi kesal sendiri.
“Kau sangat pandai mengancam Lia, Cetta.,” ucap Mommynya.
Sedangkan Byanca, Daddy, dan Mark hanya tertawa melihat interaksi mereka, Byanca sudah tidak heran dengan keluarga ini yang menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak terlalu penting.
“Lanjutkan makan kalian,” ucap Maxwel menyuruh mereka kembali menyantap makanan yang tersaji.
Mereka semua makan dengan tenang, yang terdengar hanya suara dentingan garpu yang bergesekan dengan piring.
Setelah makan malam, semuanya pergi ke kamar masing-masing. Adelard tentu saja ingin mengajak Byanca olahraga malam, ia ingin membuat banyak tanda di tubuh Byanca.
Sedangkan Mark dan Angel mereka sedang melihat bintang yang bertaburan di langit dari balkon kamar.
“Kau akan kedinginan sayang,” ujar Mark memeluk Angel dari belakang.
“Sudah hangat karena dirimu.” Angel mencium dagu Mark yang terdapat bulu-bulu tipis.
Dikamarnya, Brisiana dan Maxwel sedang menonton drama romantis. Berbeda dengan Angel dan Byanca, Brisiana sangat menyukai film romantis. Maxwel yang tidak mengerti alur film hanya menonton saja menemani istrinya.
Sudah larut malam, mereka semua tidur dengan nyaman dan nyenyak. Apalagi Byanca, ia merasa hangat tidur dalam pelukan Adelard. Setelah bercinta mereka tidur karena kelelahan.
Para pelayan juga sudah tidur dengan nyenyak, hanya terdengar keheningan malam saja.