Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 6 : Gosip



Byanca baru saja menemui Dosennya dan menyerahkan berkas untuk sidang skripsi, Byanca sekarang tinggal menunggu jadwal sidangnya.


Byanca mengabaikan gosip-gosip yang menyebar tentang dirinya, dari pagi dia mendengar gosip buruk tentangnya ‘Byanca menjadi simpanan om-om hidung belang.’


Sebenarnya gosip itu sepenuhnya tidak salah yang benar adalah Byanca sudah dikontrak untuk menjadi tunangan dari pengusaha muda dan tentu saja dia tampan dan sexy.


‘Sugar Baby is not bad.’


Karena Byanca tidak lagi memiliki teman, Byanca memutuskan untuk pulang hari ini Byanca dijemput oleh supir yang telah disiapkan oleh Adelard.


Byanca membuka tab nya, ia kembali mengecek revisian skripsinya. Byanca harus cepat lulus agar bebannya sedikit terangkat. Setelah itu Byanca akan balas dendam pada Bibinya. Memberi ganjaran pada orang-orang jahat yang telah membuat kedua orang tuanya meninggal dan mengambil semua hasil jerih payah kedua orang tuanya.


“Nona, Tuan Adelard meminta anda untuk datang ke kantor Tuan,” ujar Supir membuat Byanca langsung mematikan tab nya,


“Baiklah.”


Byanca tidak bisa menolak karena sekarang Adelard adalah Tuannya, Byanca memasukan tab nya ke dalam tas lalu memperhatikan jalan dari jendela.


Tidak lama kemudian Byanca sampai di perusahaan Adelard, gedung yang menjulang tinggi ini milik tunangannya.


Byanca masuk dengan percaya diri dan masuk lift khusus CEO membuatnya menjadi perhatian. Byanca tidak peduli tentang desas-desus tentangnya karena Byanca tidak ingin bergabung dengan banyak manusia di lift karyawan atau umum.


Ting!


Byanca sudah sampai di lantai paling atas yaitu kantor Adelard, Byanca berhenti ditempat sekretaris.


“Ada yang bisa saya bantu Nona?” tanya sekretaris Adelard ramah


“Saya ingin bertemu Tuan Adelard.”


“Mohon maaf sebelumnya apakah Nona adalah Nona Byanca?” tanya sekretaris Adelard membuat Byanca menganggukan kepalanya.


“Baik, perkenalkan saya Ana sekretaris Sir Adelard. Silahkan ikuti saya Nona, Sir Adelard sudah menunggu anda.” Ana menjelaskan pada Byanca dan mengikutinya.


Ana membawanya ruangan dimana Adelard sudah menunggunya, hidangan makan siang sudah menunggunya.


“Duduklah.”


Byanca duduk dihadapan Adelard, makanan di hadapannya sekarang membuatnya lapar.


“Saya permisi Sir Adelard, Nona Byanca,” pamit Ana keluar dari ruangan.


Byanca menatap Adelard seolah berkata ‘Boleh aku memakannya?’


“Makanlah, koki terbaik sudah menyiapkan makan siang untukmu.” Adelard juga bersiap untuk makan.


Satu yang Byanca tahu sekarang lidahnya sangat kampungan, ia begitu menikmati makan siang hingga habis tidak tersisa sedikitpun. Antara ia sedang lapar atau masakan koki benar-benar cocok dengan lidahnya.


“Terima kasih atas makan siangnya Tuan,” ujar Byanca senang namun tidak dengan Adelard.


Adelard membanting sendoknya sehingga memunculkan bunyi yang tidak enak didengar, Byanca menatap Adelard ia tidak tahu harus berkata apa. Apakah ada yang salah dengan ucapannya?.


Adelard berjalan ke arahnya membuat Byanca berdiri dari duduknya, sekarang mereka saling berhadapan.


“Jadi, katakan sekali lagi apa yang baru saja kau katakan,” ujar Adelard membuat Byanca mengingat perkataan terakhirnya.


“Terima kasih atas makan siangnya Tu...,”


Perkataan Byanca terpotong dengan ciuman Adelard, Byanca melototkan matanya karena terkena serangan mendadak dari Adelard. Namun detik berikutnya Byanca membalas ciuman Adelard.


“Katakan kesalahanmu,” ujar Adelard sambing memegang wajah Byanca sehingga Byanca bisa melihat wajah Adelard secara menyeluruh.


“Apa kesalahanku Tuan?” tanya Byanca karena ia sama sekali tidak mengetahui letak kesalahannya.


“Ck, berhentilah memanggilku Tuan. Bukannya kita sudah sepakat kemarin?”


“Jika hukumannya adalah ciuman memabukan dari Tuan, aku akan terus memanggilmu Tuan” ujar Byanca membuatnya mendapatkan ciuman memabukan dari Adelard.


“Kau ingin membunuhku, huh?” tanya Byanca melepaskan paksa ciuman mereka, Adelard tertawa senang lalu menyentil hidung mungil milik Byanca.


“Tapi tidak sampai membuatku kehabisan nafas.” Byanca menatap Adelard tajam. Adelard membawa Byanca kedalam pelukannya, jika orang lain yang berkata tajam seperti itu maka Adelard akan memenggal kepala orang itu. Tapi, Byanca membuatnya tersenyum karena perkataan tajam dan blak-balakannya.


“Baiklah, tapi kau harus berjanji untuk memanggilku dengan santai. Jika tidak maka kau harus siap kehilangan nafas karena ciuman memabukan ku,” ucap Adelard membuat Byanca menganggukan kepalanya.


Apa ini? Bukankah Byanca ingin memainkan Adelard, tapi kenapa dia yang seperti dipermainkan. Memikirkan ini wajah Byanca memerah, untung saja sekarang Byanca berada didalam pelukan Adelard jika tidak Adelard akan melihat wajahnya yang memerah sekarang.


Byanca menggelengkan kepalanya, ia teringat kontrak yang isinya mereka tidak boleh memiliki perasaan satu sama lain. Byanca belum siap kehilangan kemewahannya dan Byanca bertekad untuk membekukan hatinya agar ia bisa mengontrol perasaannya untuk kedepan.


*


‘Byanca adalah seorang selingkuhan dari pria tua yang kaya raya.’


‘Byanca menjadi simpanan pria yang sudah beristri.’


‘Byanca pernah dilabrak anak kandung dari selingkuhannya.’


‘Byanca menjadi wanita panggilan dengan tarif yang mahal.’


Gosip-gosip yang tersebar di kampus semakin menjadi karena Byanca mengabaikan semua itu, sekarang gosip itu semakin parah. Hampir semua mahasiswa di kampus mengetahui gosip itu, bahkan foto Byanca pun menyebar hingga sekarang Byanca luar biasa terkenal.


Tanpa sadar sekarang Byanca sudah di perpustakaan, ini adalah kali pertama Byanca datang ke perpustakaan.


Tenang sekali, tidak ada yang berisisk. Byanca suka dengan suasana di perpustakaan, coba dari dulu Byanca tahu bahwa perpustakaan setenang ini pasti Byanca akan terus berada disini.


Byanca mengambil buku yang akan ia gunakan untuk keperluan skripsinya. Ketika mencari tempat duduk Byanca menghampiri seseorang yang kemarin meminjamkannya pena.


“Hai, boleh duduk disini?” tanya Byanca pelan membuat Angel menganggukan kepalanya.


“Boleh By, duduklah.” Angel mempersilahkan Byanca duduk disebelahnya.


“Terima kasih.”


Angel dan Byanca mereka fokus pada bacaan mereka masing-masing, tidak ada obrolan di antara keduanya.


“Angel, ayo minum kopi setelah ini,” ajak Byanca di selah-selah membaca mereka.


“Oke.”


Setelah dari perpustakaan Byanca dan Angel pergi ke cafe untuk minum kopi bersama.


Angel dan Byanca menikmati kopi mereka dengan sepiring cake manis,


“Ada yang salah dengan wajahku?” tanya Byanca karena Angel terus menatap wajahnya.


“Tidak ada, apa kau tetap diam dengan gosip yang menyebar itu?” tanya Angel balik


“Hm.”


“Kenapa? Bukannya kau harus memberitahu mereka jika itu gosip yang tidak benar,” ucap Angel sambil meminum kopinya.


“Memangnya apa yang benar? Kau percaya padaku?”


“Tentu saja aku percaya, melihat mereka semakin berisik itu sudah membuktikan jika kau tidak salah,” jawab Angel membuat Byanca tersenyum.


“Seharusnya kau membungkam mulut mereka sampai mereka tidak bisa mengeluarkan suara lagi. Mereka itu membuat geram saja.”


“Seharusnya kau juga percaya pada mereka, bagaimana bisa gadis muda yang baru saja bangkrut tiba-tiba muncul dengan Koenigsegg CCXR Trevita, bisa membayar biaya kampus yang mahal. Itu adalah cerita yang sangat disukai banyak orang,” ucap Byanca sambil bertopang dagu.


“Karena kau orang baik dan bukan berarti kau berselingkuh pada pria tua yang sudah beristri,” ujar Angel menjelaskan membuat Byanca tersenyum senang.


“Kau terlalu naif,” ujar Byanca membuat Angel menatap Byanca.


“Katakan saja begitu, tapi aku percaya kalau kau adalah orang baik.”


“Terima kasih.”