Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 5 : Kembali



Koenigsegg CCXR Trevita, itulah mobil baru yang dibeli Byanca memakai black card milik Adelard. Hari ini Byanca kembali masuk kuliah, ia harus segera lulus. Bukan hanya itu saja Byanca juga sengaja ke kampus dengan dirinya yang lebih baik karena apa ia ingin menunjukan pada teman-teman palsunya bahwa dirinya sekarang sudah bangkit kembali.


Byanca memarkirkan mobilnya, ketika ia keluar dari mobil semua mata tertuju padanya. Jelas, siapa yang tidak mengenal Byanca. Gosip tentang Byanca telah menyebar ke seluruh kampus bahwa Byanca depresi dan dirawat dirumah sakit jiwa karena jatuh miskin dan ditinggalkan tunanganya, dan sekarang mereka melihat sendiri bahwa Byanca baik-baik dan mobil yang dibawa oleh Byanca adalah mobil mahal yang hanya beberapa orang saja yang punya.


“By, bagaimana kabarmu?”


“Kami sangat khawatir karena kau sudah beberapa hari tidak masuk kuliah.”


“Omong-omong sekarang kau tinggal dimana? Mau tinggal dirumahku?”


Byanca menghentikan langkahnya lalu menghampiri 3 teman palsunya, ia tersenyum sangat manis sekali.


“Aku baik-baik saja, terima kasih karena telah mengkhawatirkanku. Aku memiliki rumah sendiri jadi tawaranmu ku tolak,” Jawab Byanca lalu melepaskan kaca mata hitamnya. Ia ingin melihat ekspresi teman-teman palsunya.


“Begitu, Bagaimana jika nanti malam kita berpesta menyambutmu kembali,” ujar Isabel membuat Byanca reflek tertawa kencang.


Berpesta? Apa mereka bercanda?


“Iya By, kita juga sudah lama tidak kumpul bersama,” ujar Rebecca menyetujui usulan Isabel.


“Maaf sekali, malam ini aku ada janji dengan tunanganku. Jadi kalian bersenang-senanglah,” jawab Byanca membuat teman-temannya terkejut, siapa tunangan yang disebut oleh Byanca.


“By, bukannya Leon sudah bertunangan dengan Karin?” ujar Mia membuat Byanca mengangkat telunjuknya dan menggelengkan kepala.


“Tentu saja bukan Leon, mati saja kalau dia benar tunanganku,” jawab Byanca memutar bola matanya dengan malas.


“Siapa tunanganmu By? Kenalkan pada kami, bukankah kita teman.” Rebecca dan yang lainnya sangat penasaran dengan sosok tunangan Byanca.


“Kurasa basa-basinya sudah cukup, dan kita bukan teman jadi jangan sok dekat denganku!” ujar Byanca sudah mulai muak dengan mereka semua.


“By, jangan mendendam seperti itu. Kita sudah lama berteman, jangan memutuskan hanya karena masalah sepele,” Isabel memegang tangan Byanca.


“Kami minta maaf pada mu By, kami tau kami salah. Tetaplah menjadi teman kami By.” Mia juga ikut memegang tangan Byanca.


Hanya karena masalah sepele, mereka benar-benar sangat sakit.


“Lepaskan tangan kotor kalian, aku tidak butuh teman munafik seperti kalian! Maaf saja aku selama ini tidak menganggap kalian teman,” ujar Byanca tersenyum puas melihat ekspresi kesal teman-teman palsunya lalu pergi meninggalkan mereka.


“Cih, memangnya siapa yang mau berteman dengannya. Dasar arrogant,” ujar Rebecca kesal


“Dipikir-pikir dari mana dia mendapatkan mobil semahal itu dalam beberapa hari, bukankah tidak masuk akal?”


“Tunangan? Dia pasti menjadi sugar baby om-om hidung belang,” sahut Isabel yang langsung diangguki oleh Mia dan Rebecca.


“Ayo kita beritahu Karin, ini akan menjadi berita besar,” ucap Mia lalu ketiga nya mencari keberadaan Karin.


Byanca sudah sampai di ruangan dosennya, tapi dosennya tidak ada diruangan. Byanca dan satu mahasiswi sekarang sedang menunggu kehadiran dosen.


Byanca kembali memeriksa berkas untuk ia ajukan pada dosen, dan sialnya Byanca tidak membawa pena.


“Hai, boleh pinjam pena?” tanya Byanca pada gadis di sebelahnya.


“Boleh, sebentar.” gadis disebelahnya lalu memberikan pena pada Byanca.


Byanca memperbaiki isi laporannya lalu mengembalikan pena,


“Terima kasih, aku Byanca.” Byanca memperkenalkan dirinya.


“Angelia, kau bisa memanggilku Angel.”


Byanca akhirnya bertemu dengan dosennya dan banyak sekali revisian pada laporannya, Byanca memutuskan untuk pulang dan segera mengerjakan revisiannya agar besok bisa menemui dosennya lagi.


Sesampainya di apartemen Adelard sudah menunggunya, pas sekali Byanca sangat ingin melepaskan penatnya.


Byanca langsung mencium bibir Adelard, mereka berciuman sangat rakus seakan sedang menyantap makanan lezat.


Adelard tidak tahu kenapa sekarang ia sangat menginginkan Byanca, Byanca sudah seperti candu baginya. Adelard bahkan mengabaikan wanita-wanita yang datang ke kantornya untuk melakukan ***, bukan hal awam lagi Adelard tidak pernah menolak ************ wanita. Tapi, beberapa hari ini sangat berbeda. Ia bahkan tidak bergairah sama sekali bersama wanita lain selain Byanca.


Lihatlah, mereka hanya berciuman tapi Adelard sudah menginginkan lebih.


“Kyaaa!” Byanca berteriak karena terkejut Adelard tiba-tiba menggendongnya dan membawanya ke dalam kamar. Dan hal panas dan menggairahkan pun terjadi.


Setelah bercinta selama hampir 9 ronde akhirnya Adelard tertidur, Byanca sebenarnya juga ingin tidur tapi mengingat revisiannya sangat banyak ia jadi mengurungkan niatnya.


Byanca berkutat pada laptopnya, ia tampak sangat serius. Byanca akui baru kali ini Byanca fokus pada kuliahnya. dan Byanca benar-benar menyesal mengapa dirinya tidak dari dulu begini. Tapi nasi sudah menjadi bubur.


Adelard bangun dari tidurnya dan melihat Byanca sedang mengerjakan laporan, Adelard memakai kolornya lalu menghampiri Byanca.


“Sedang apa?” tanya Adelard membuat Byanca memutar bola matanya dengan malas,


“Kau pikir aku sedang apa Tuan? Makan?” Byanca berbicara ketus membuat Adelard tertawa.


Adelard mengangkat Byanca lalu memangkunya, Byanca menaikan alisnya. Bagaimana ia bisa berkonsentrasi sekarang. Tubuh Adelard sangat wangi dan jangan lupakan Adelard hanya memakai kolor.


“Kau memiliki kursi yang sangat nyaman, tunggu apa lagi cepatlah kerjakan tugasmu,” ujar Adelard membuat Byanca menghela nafas.


Byanca mengerjakan laporannya diatas pangkuan Adelard, sungguh tempat duduk yang sangat nyaman. Sementara Byanca mengerjakan laporannya, Adelard juga mulai bekerja dari menciumi badan Byanca hingga meremas payudara Byanca. Byanca tentu saja dibuatnya mendesah,


“Tuan, bisakah kau berhenti?” tanya Byanca ketika Adelard menggigit kupingnya. Bukannya berhenti Adelard membuka kaos Byanca dan menyusu seperti bayi.


“Tinggalkan tugasmu, biar Mark yang mengerjakannya,” ujar Adelard membalik tubuh Byanca dan menurunkan sedikit kolornya. Lagi mereka kembali bercinta diatas kursi.


Byanca tidak menyangka kalau Adelard sangat gila *** dan sepertinya Byanca sudah tertular oleh Adelard.


Tidak terasa hari sudah gelap, Byanca kembali pada tugasnya dan Adelard membuat makan malam untuk mereka.


Untuk memasak jangan meragukan Adelard karena dulu memasak adalah hobinya.


Setelah selesai memasak Adelard memanggil Byanca,


“By, ayo makan malam,” ujar Adelard membuat Byanca langsung mematikan laptopnya.


Byanca tidak menyangka masakan Adelard sangat luar biasa lezat, Byanca sebagai wanita menjadi insecure pada Adelard.


“Masakanmu lezat sekali Tuan,” ujar Byanca sambil mengunyah makannya.


“Tekan dulu baru bicara dan berhentilah memanggilku Tuan,” jawab Adelard membuat Byanca mengedip-ngedipkan matanya.


“Baiklah Boss.”


“Panggil aku Cetta atau kakak,” ujar Adelard tidak percaya atas apa yang baru saja ia dengar.


“Oke Cetta.”


Setelah makan malam, mereka kembali bergulat di atas kasur.