
Sudah dua hari Byanca dan Adelard tinggal di mansion keluarga, awalnya Adelard menolak tapi karena Byanca terus memaksa Adelard menyetujuinya tapi hanya dua hari saja. Dan mereka bersepakat dengan itu.
Tapi sepertinya Byanca sangat suka tinggal disini, Byanca membujuk Adelard agar tetap tinggal di mansion ini hingga esok hari, karena Byanca masih memiliki beberapa daftar kegiatan yang ingin ia lakukan bersama Brisiana dan Angel. Byanca bahagia berada di mansion ini, karena ia memiliki seseorang yang bisa diajak untuk berbincang bincang. Lagi pula ini mansion utama keluarga, jadi Adelard tidak perlu khawatir, keamanan nya juga sangat ketat. Bukan hanya memiliki taman bunga saja, namun Brisiana juga memiliki sebuah lahan yang ia tanami beberapa jenis sayuran. Itu Brisiana lakukan untuk mengisi hari hari nya saja, bukan karena ia kekurangan bahan makanan di mansion. Bagaimana bisa keluarga Maxwel, tidak mampu untuk membeli sayuran. Maxwel sama posesif nya seperti Adelard. Maxwel tidak ingin jika istri tercinta nya sering keluar dari mansion dan melakukan pekerjaan berat, Brisiana menuruti keinginan Maxwel dengan syarat ia kan melakukan beberapa kegiatan di dalam mansion.
“Apa kau masih ingin berada disini sayang?” tanya Adelard, mereka tengah bersantai dengan memandangi kawasan mansion yang indah. Siang ini matahari sangat terik, jika berada di luar ruangan akan membakar kulit, dan itu tidak bagus untuk kesehatan.
“Ya, aku masih ingin berada disini,” jawab Byanca, ia bersandar pada dada bidang Adelard.
“Baiklah jika kau masih ingin berada disini, lagipula disini ada mommy dan Lia.” Adelard akan menuruti segala keinginan Byanca, dengan catatan Byanca tidak memiliki keinginan yang aneh aneh.
“Terimakasih Cetta,” ucap Byanca dengan perasaan sangat bahagia, ia memeluk tubuh Adelard dengan sangat erat.
“Lalu apa yang ingin kau lakukan bersama mommy, pasti mommy sudah menjanjikan sesuatu padamu.” Adelard bisa menebak jika mommy nya itu sudah menjanjikan sesuatu pada Byanca.
“Aku hanya ingin pergi ke taman bunga mommy, lalu pergi dimana mommy menanam sayuran nya, dan berjalan jalan di sekitar kandang kuda,” ucap Byanca menjelaskan apa yang akan ia lakukan bersama mommy Brisiana.
“Kau tidak boleh terlalu lelah By, aku tidak ingin kau akan jatuh sakit karena terlalu bersemangat,” ucap Adelard memperingati Byanca agar tidak terlalu lelah menjalankan aktivitas nya.
“Kau berlebihan Cetta. Aku akan baik baik saja,” jawah Byanca, meski hatinya menghangat karena Adelard yang selalu mengkhawatirkan keadaan nya.
“Aku hanya tidak ingin jika nanti nya kau akan jatuh sakit sayang.” Adelard mencium puncak kepala Byanca dengan penuh kasih sayang.
“Baiklah, jika aku lelah, aku akan langsung beristirahat,” Ucap Byanca dengan mendongak menatap wajah Adelard.
Adelard dan Byanca kembali melanjutkan percakapan mereka, sembari menikmati minuman dingin yang menyegarkan tenggorokan mereka.
“Apakah Mark masih berada disini?” tanya Byanca, terakhir kali ia bertemu dengan Mark saat sarapan pagi tadi.
“Entahlah, mungkin ia sedang bersama Lia,” jawab Adelard dengan mengencangkan pelukan Byanca.
“Aku ingin tidur,” ujar Byanca, dengan posisi seperti ini membuat mata nya menjadi berat dan ingin pergi tidur.
“Apa kau mengantuk?” Adelard menatap Byanca yang tengah memejamkan kedua mata nya. Byanca mengangguk menanggapi pertanyaan dari Adelard.
Adelard mengangkat tubuh Byanca ala bridal style dan membawa nya masuk ke dalam kamar, dengan perlahan Adelard meletakkan tubuh Byanca di atas ranjang. Adelard dengan sengaja tidak menutupi pintu balkon yang terbuat dari kaca, ia hanya menutup tirai agar udara dapat masuk ke dalam kamar mereka.
“Bangunkan aku jika sampai sore hari aku masih tertidur,” ucap Byanca dengan kedua mata yang tertutup, ia benar benar merasa mengantuk, dan tidak sanggup lagi untuk membuka mata nya.
Dua jam sudah berlalu, bukan hanya Byanca saja yang tertidur pulas, Adelard pun juga tertidur karena semakin lama rasa kantuk menyerang nya.
Tok! Tok!
Terdengar suara ketukan pintu dari luar yang mengganggu tidur siang mereka.
Tok! Tok!
Suara ketukan pintu itu terdengar semakin keras, seperti sedang berusaha menghancurkan pintu kamar ini.
“Hhmm, sayang tolong buka pintu nya,” ucap Adelard, mata nya masih sangat berat, seperti tidak ingin terbuka. Ia menggoyangkan tubuh Byanca, agar menghentikan suara ketukan pintu yang memekakkan telinga.
“Hmmm,” erang Byanca. Perlahan ia membuka matanya dan bangkit dari ranjang menuju pintu kamar ini. Byanca masih sangat mengantuk, keadaan nya terlihat jika ia benar benar baru saja bangun tidur.
“Ada apa?” tanya Byanca ketika melihat pelayan di depan kamar nya yang tengah menunduk karena tidak pernah bertemu dengan Byanca, ia berpikir jika Byanca akan menakutkan bagi diri nya. Byanca terlihat seperti itu karena ia masih merasa mengantuk.
“Maaf Nona saya mengganggu. Nyonya sudah menunggu anda di bawah,” ucap pelayan itu dengan terus menunduk, tidak berani menatap Byanca.
“Jangan menunduk seperti itu, aku tidak akan memakanmu.”
“Naikkan kepala mu, dan lihat aku,” perintah Byanca pada pelayan wanita yang usia nya lebih muda dari nya itu.
“Ma-maafkan saya Nona.” Pelayan itu dengan rasa takut nya mencoba untuk menatap Byanca. Dan ia dibuat terpana oleh wajah cantik Byanca yang bersinar, meski baru saja bangun tidur, wajah Byanca masih terlihat sangat cantik.
“Tolong sampaikan pada mommy, aku akan turun beberapa menit lagi.”
Dengan penuh kelembutan dan kerendahan hati, Byanca mengusap lengan pelayan itu. Lain hal nya jika yang membuka pintu adalah Adelard, mungkin pelayan ini akan dibuat gemeteran oleh Adelard, karena tatapan tajam nya serta nada bicara nya yang seakan akan meremehkan lawan bicara nya.
“Ba-baik Nona,” jawab pelayan itu. Pelayan itu terlihat menahan senyuman nya karena Byanca mengusap lengan nya dengan lembut.
“Terimakasih karena sudah membangunkanku,” ucap Byanca dengan senyuman manis nya, ia lalu menutup pintu kamar nya lagi.
Ia akan bersiap siap terlebih dahulu sebelum turun ke lantai satu, semua lantai ini dihubungkan melalui lift, namun ada juga tangga di mansion ini. Tapi akan sangat melelahkan jika mereka menggunakan tangga. Lift di mansion inipun dibedakan, para bodyguard dan pelayan memiliki lift tersendiri khusus untuk mereka.